
PERASAAN SYIFANI & PERTANDINGAN SKALA BESAR
🏵️----------------------------------------------------------------------------------🏵️
Saat ini Syifani sedang berada di kamar nya sambil membereskan lemari bersama Lissa n the Genk yg menemani nya.
mereka sudah akur semenjak insiden Dhea menghilang itu.
Lissa pun sudah mulai berubah menjadi lebih baik lagi dan kata nya sih Lissa mau akad dengan ustadz Yusuf sekitar 2 Minggu lagi jadi saat ini mereka sedang mengadu kasih persahabatan yg akan hanya sebentar lagi.
dini dan Rini pun akan segera ta'arufan dengan orang lain yg di ketahui dini akan menikah dengan seorang tentara AD serta Rini yg akan menikah dengan seorang pengusaha muda! huffh ga nyangka ya padahal baru kemarin rasa nya mereka masuk ke ponpes...
skip
kembali ke syifani yg saat ini sambil senyum senyum sendiri saat mengingat dia akan segera berta'aruf
dengan pria yg di idamkan nya yaitu Gus Sean.
seakan dunia berhenti dia tidak menghiraukan tiga insan yg kini sedang menatapnya penuh dengan tanda tanya.
" hayooo.. lagi mikirin apa sih? hemn?" tanya Lissa mengejutkan Syifani
" Astaghfirullah Lissa! aku kaget lhoh Liss!" ujar Syifani mengelus dada nya.
" hehe maaf deh mba cantik!" goda Lissa
" ada apa ?" tanya Syifani.
" kenapa senyum senyum sendiri?" tanya Rini dengan polos nya.
" eh.. eng.. enggak kok si siapa yg senyum senyum sendiri?" seru Syifani terbata bata sambil menahan malu karena tertangkap basah.
" ekhem ekhem ada yg pipi nya merah ni kaya kepiting rebus!" goda dini sambil terus membaca novel nya.
" hahahaha" tawa Lissa dan Rini pun pecah seketika melihat kedua pipi Syifani merona merah.
" ih apaan sih kalian.." Syifani ngambek dengan memanyunkan bibirnya.
" hehe udh udh! emang ada apa sih mba cantik? cerita sama kita dong kabar baik nya!" ujar Lissa merangkul Syifani.
" em.. em.. anu a.. aku mau ta'aruf sama Gus Sean insyaallah!!" seru Syifani terbata bata.
"APAAA!!" riak mereka bertiga yg terkejut akan berita yg disampaikan oleh Syifani yg menurut mereka seperti Sambaran petir di langit Arafah ( heheh lebay amat lu Liss 😂 ) .
__ADS_1
" shuttt jgn keras keras dong suara kalian!" ucap Syifani meletakkan telunjuknya di bibir ranum itu.
" hah? serius kamu mau ta'aruf sama Gus dingin itu?" tanya dini yg kini mulai serius sambil meletakkan novel yg dibaca nya tadi.
" hem iya gitu deh!" jawab Syifani gugup
" demi apa sih Syif? kok bisa? gimana ceritanya sih?" tanya Lissa heboh.
" emn kalian pada bahas apa sih guys?" tanya Rini dengan polosnya.
" astaghfirullah Rini.. masih aja lemot dianya!" ucap mereka bertiga sambil menepuk jidat masing masing.
" hehe maaf habisnya standar ku kecil" ujar Rini cengengesan membuat ketiga insan yg melihatnya geleng geleng kepala.
" terus terus gimana ceritanya? kok bisa?" tanya Lissa mulai serius.
" jadi bla bla bla bla.." Syifani menceritakan semua nya sama mereka Tampa ada yg di tutup tutupin satu kalimat pun dari awal mereka hendak ta'aruf yg pertama namun gagal karena kepulangan Dhea terus lanjut saat Dhea hilang, kegusaran Gus Sean sampai berangkat umroh dan ajuan Abi kyai dan umi kyai kepada Gus Sean untuk melangsungkan ta'aruf namun sedih nya itu belum di putuskan oleh Gus Sean.
" hah ya ampun Syifa kenapa ga cerita sih sama kita kita? " ujar dini mentoyor jidat Syifani yg kini cengengesan.
" hmn jadi kapan ni ta'aruf nya di resmiin? " tanya dini
tiba tiba raut wajah Syifani terlihat murung, dia juga tidak tau kapan ta'aruf mereka di resmikan secara sah!
" aku aku juga ga tau kapan ta'aruf nya resmi!" ujar Syifani pelan.
" hmn yang sabar ya Syif.. aku yakin Gus Sean pasti akan meresmikan ta'aruf kalian!" ujar dini memeluk Syifani.
" iya Syif aku juga yakin Gus Sean pasti beruntung banget bisa punya kamu!" seru Lissa juga memeluk Syifani.
" eh tapi gimana kalau enggak? gimana kalau Gus Sean masih mengharapkan Dhea? " ujar Rini dengan polos nya Tampa melihat suasana.
deg.
" huss kamu ngomong apa sih Rin? jgn ngomong gitu deh!" seru dini kesal karena temen nya itu terlalu lemot.
" kan bener aku bilang! gimana kalau Gus Sean masih ga bisa ngelupain Dhea?"
" kalau memang begitu berarti aku memang ga berjodoh dengan Gus Sean!" seru Syifani mencoba tegar.
Lissa dan dini yg melihat sahabatnya sedih itu pun saling pandang kemudian menatap Rini dengan wajah tajam namun yg di tatap malah mengidikkan bahu nya.
" hmn udh udh ga usah pada sedih deh gimana kalau kita masak aja di dapur para santri biar kita semangat lagi!" usul Lissa pada mereka.
__ADS_1
" let's go!" seru Rini dan dini yg kemudian menarik tangan Syifani
»»»»★««««
Dhea tengah berada di kediaman Abah Anom tepat nya di ruang kerja nya.
saat ini dia sedang menunggu kedatangan Abah Anom .
beberapa menit kemudian yg di tunggu pun hadir dengan wajah yg sedikit murung ntah apa yg terjadi sebenarnya.
" ada apa Abah manggil Dhea? " tanya Dhea pada Abah Anom.
" Dhea kita akan berangkat ke perguruan harimau putih esok hari bakda subuh!" ujar Abah Anom namun masih terlihat murung
" ada apa Abah? kenapa wajah Abah terlihat sedih? apa terjadi sesuatu?" tanya Dhea yg dari tadi melihat Abah Anom murung.
" begini Dhea! setiap padepokan di wajib kan membawa 2 jawara dan padepokan kita masih belum cukup untuk membawa orang yg hebat! Abah kira cuma kamu yg bisa Abah harapkan tapi ternyata kita kekurangan satu orang lagi!" ujar Abah sedih.
" hmn bagaimana kalau Dhea membawa temen Dhea?" usul Dhea.
" yg mana?" tanya Abah terlihat antusias.
" temen Dhea yg ikut melatih para jawara!" ujar Dhea.
" tapi.. apa mereka mau?" tanya Abah Anom.
" insyaallah Abah!"
" tapi siapa?"
" Dhea akan bawa Dessi Abah! biar Daffa yg menjaga padepokan bersama Haris dan ayu!" ujar Dhea.
" hmn baiklah!"
" yasudah Dhea permisi!"
" baiklah nak!"
" assalamualaikum..
" waalaikumussalam..
»»»»★««««
__ADS_1
happy reading 🖤🖤