Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 60


__ADS_3

KEMBALI & PERSIAPAN


🌸____________________🌸


Dhea Dessi dan Abah Anom sedang menuju aula depan karena hari ini mereka akan segera kembali.


namun sebelum itu Dhea teringat akan pria yg kemarin menjadi lawan nya.


bagaimana pun dia harus mencabut jarum itu karena jarum itu bisa saja membunuh pria itu karena kehabisan tenaga.


Dhea bergegas menuju paviliun pria itu setelah meminta izin kepada Abah Anom di temani oleh Dessi mereka sampai di depan pintu berbahan kayu jati itu.


" permisi!" seru Dhea mengetuk pintu itu.


clekkkkk


pintu terbuka menampilkan seorang gadis cantik bertubuh mungil itu.


" kalian cari siapa?" seru gadis itu terlihat ketus.


" apa ini kediaman pria itu?" tanya Dhea.


" pria yg mana kalian maksud?" tanya gadis itu.


" pria yg semalam bertarung dengan ku! pria yg memenangkan pertandingan itu berturut-turut!" ujar Dhea sambil mengerahkan informasi yg di dapat nya dari beberapa org.


" ouh mas Resya! dia ada di dalam dia sedang sakit akibat ulah mu!" seru gadis itu semakin terlihat tidak suka.


" tolong sampaikan pada nya kalau aku menunggu di sini!" punya Dhea.


" cih siapa kalian ingin memerintah ku?" cibir gadis itu sambil berdekap dada.


" kau ingin memanggil nya atau akan ku patah kan kaki mu?" ancam Dessi sambil mengeluarkan pedang nya.


" eh eh baiklah baiklah akan ku panggil kan!" ujar nya sembari masuk kedalam.


tak berapa lama kemudian gadis itu kembali dan memberi tahu kepada Dhea dan Dessi bahwa pria itu ingin bertemu dan mereka di izinkan masuk kedalam kediaman nya.


sesampainya Dessi dan Dhea di kamar pria itu mereka melihat pria itu sedang memejamkan mata nya sambil tertidur di atas ranjang dengan wajah yg terlihat pucat itu.


" assalamualaikum.." seru Dhea.


" waalaikumussalam.." jawab pria itu dengan suara lemah sambil membuka mata nya.


" ada apa kalian mencari ku?" tanya pria itu.


" aku ingin membuat mu sembuh!" ujar Dhea santai.

__ADS_1


" apa yg kau bisa heh, hanya gadis biasa saja!" cibir gadis itu.


" tapi jika kamu ingin aku sembuhkan suruh gadis berisik itu keluar sebelum aku membuatnya menyesal!" sarkas Dhea sambil mengeluarkan auranya.


" Stella lebih baik kamu keluar dulu!" seru pria itu


" tapi mas.." gadis itu tak terima


" keluarlah dulu!" tegas pria itu.


" baiklah!" gadis itu pun keluar dan tinggallah mereka bertiga.


Dhea menatap kearah Dessi seketika Dessi pun paham dan melangkah kan kaki nya ke luar dan tinggalah dhea dan pria itu dalam suasana canggung.


" baiklah apa kamu bisa duduk sebentar?" tanya Dhea.


" tolong bantu aku!" ujar nya memelas karena memang dia terlihat sangat lemas.


" baiklah!" ujar Dhea sambil membantu pria itu duduk.


setelah pria itu duduk Dhea mentotok area dada pria itu agar energi nya tidak lagi keluar dan kemudian Dhea kembali melihat kearah belakang pria itu dengan cepat dia mencabut sebuah jarum perak di belakang tengkuk pria itu.


seketika pria itu pun merasa segar walau belum pulih seutuh nya.


" apa yg kamu cabut itu? mengapa aku terasa lebih baik sekarang?" tanya pria itu.


" jadi kamu yg membuat ku seperti ini? " seru pria itu geram.


" ouh ayolah boy, jgn terlalu marah nanti kamu bisa kembali kehabisan energi mu!" seru Dhea sambil merapikan selimut pria itu dan memaksa pria itu tidur di kasur nya.


" terimakasih!" ujar pria itu


" tak masalah!" seru Dhea mengibaskan tangannya.


" siapa nama mu?" tanya pria itu.


" terlalu tidak sopan menanyakan nama orang lain selagi dirinya tidak memperkenalkan dirinya sendiri!" cibir Dhea.


" baiklah nama ku Resya! dan siapa nama mu!" tanya pria yg mengaku namanya Resya.


" nama ku Dhea!" seru Dhea sambil tersenyum.


" baiklah karena tugas ku sudah selesai maka aku undur diri dulu! assalamualaikum.." ujar Dhea.


" waalaikumussalam.. apakah setelah ini kita masih bisa bertemu?" tanya Resya penuh harap.


" hmn percaya lah pada takdir, jika takdir mempertemukan kita lagi maka takdir itu sungguh menjengkelkan karena aku sungguh tak ingin bertemu dengan mu lagi!" seru Dhea bercanda sambil tersenyum .

__ADS_1


" kalau begitu aku akan membuat takdir mempertemukan kita!" gumam Resya sambil melihat Dhea pergi.


...


Dhea kembali melanjutkan perjalanan nya bersama Abah Anom dan Dessi ke padepokan lima sila.


di dalam perjalanan hanya membutuhkan waktu 3 jam


beberapa jam kemudian mereka pun sampai di depan gerbang masuk padepokan lima sila


dan di sana sudah tampak para jawara yg menyambut mereka di depan gerbang.


" terimakasih bagi kalian yg sudah menjaga padepokan lima sila!" seru Abah Anom.


" tidak masalah Abah ini adalah padepokan kita bersama!" seru mereka.


" baiklah kalau begitu mari kalian beristirahat!" seru Abah Anom dan di angguki mereka semua.


tinggallah di situ Dhea Dessi Daffa Haris dan ayu, lalu kemudian Dessi berhambur kepelukan Daffa.


" bagaimana ? apa wanita ku ini menang? " tanya Daffa sambil menangkup wajah Dessi.


" iya dong siapa yg bisa mengalahkan Dessi sang queen black cobra huh!" seru Dessi sedikit menyombongkan dirinya.


" gadis ku memang bisa di andalkan" ujar Daffa memanjakan Dessi.


" ekhem ekhem kami tidak lihat!" sindir Dhea.


" hehe maaf lady!"


" baiklah!"


...


saat ini Syifani dan Gus Sean sedang mempersiapkan kan pernikahan mereka yg tinggal 2 Minggu kedepan lagi!


seperti saat ini mereka sedang berada di sebuah WO untuk mendiskusikan tentang rencana rencana persiapan mereka! walaupun Gus Sean terlihat enggan namun dia tetap menuruti permintaan umi nya itu.


" Gus lihat ini! yg mana yg bagus biru atau pink?" tanya Syifani sambil memperlihatkan kartu undangan pernikahan mereka.


" menurut pendapat kamu saja Syifa!" ujar Gus Sean mengulas senyum.


" hmn kalau begitu pink ini lebih bagus!" ujar Syifa berpura pura tidak tahu kalau sebenarnya Gus Sean tidak nyaman berada di WO ini bersama nya bahkan dia tau kalau Gus Sean terpaksa menerima pernikahan ini.


" hemn "


...

__ADS_1


__ADS_2