Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 61


__ADS_3

SALAH SAMBUNG & RASA SESAK


🌸_______________________________🌸


2 Minggu telah berlalu setelah pertandingan skala besar, kini hari hari Dhea adalah sibuk melatih Haris dan ayu. seperti janji nya pada ayah dan bunda, maka tepat 1 Minggu lagi Dhea akan kembali kepada kedua orang tua nya. misi nya pun sudah selesai di padepokan lima sila itu.


skip.


Dhea sedang bersandar di sebatang pohon di pinggiran danau.


menghadap danau Sambil merenungkan apa yg akan dia lakukan di saat dia sudah kembali nanti! betapa tidak sabarnya dia ingin memeluk kedua orang tua nya yg sangat dia rindukan dan betapa tidak sabarnya dia ingin bertemu dengan Gus Sean dan meminta janji nya dulu.


' Dhea akan kembali Gus! sebentar lagi saja, sebentar lagi Dhea akan kembali bersama kalian semua!


apa kabar ummi? apa kabar Aby? apa kabar ayah bunda? apa kabar Gus? apa kabar Syifani?


apa kalian merindukan Dhea? Dhea sangat rindu akan kalian! jgn melakukan hal bodoh saat Dhea kembali nanti!


huh betapa tidak sabarnya akan hari itu!" batin Dhea


' aku kangen bunda lebih baik telpon bunda aja!' batin Dhea


Dhea menelpon bunda.


calling on


[ 📞 assalamualaikum .. ini siapa?] tanya wanita paruh baya yg tak lain bunda Maya


[ 📞 waalaikumussalam bunda! apa bunda ga ingat sama Dhea?] tanya Dhea di seberang telephon


[ 📞 astaghfirullah ini kamu sayang? apa kabar nak? kenapa baru hubungin bunda sekarang? apa Dhea udh ga syg sama bunda lagi Hem?] tanya bunda sedih


[📞 hehe maaf bunda Dhea baru bisa hubungin bunda skrg! kabar Dhea baik Bun! Dhea juga akan segera pulang kok, kan Dhea sudah janji sama bunda! ] seru Dhea


[ 📞 benarkah sayang?] tanya bunda seperti ada yg di pendam.


[ 📞 ada apa bunda? apa terjadi sesuatu?] tanya Dhea.


.....


[ 📞 ada apa bunda apa terjadi sesuatu?] tanya Dhea dari seberang telpon.


Tampa di sadari bunda Maya sudah terisak dari tadi! dia senang akan kepulangan anak nya sebentar lagi, namun dia juga sedih akan kenyataan bahwa anak nya mungkin akan hancur sebentar lagi juga!


akhirnya bunda Maya memilih untuk memberitahukan yg sebenarnya pada Dhea, nun sebelum itu terjadi ayah lebih dulu datang dan menghentikan bunda.


[📞 sebenarnya...]


ayah mengehentikan bunda dengan menaruh telunjuk nya di atas bibir nya menandakan jgn beritahu apa apa. dan ayah pun mengambil alih telpon itu.


[📞 hallo sayang, ini ayah nak! tidak terjadi apa apa di sini syg semua baik baik saja!] seru ayah.


[ 📞ayah? apa ayah yakin semua baik baik saja? jgn bohongin Dhea ayah!] seru Dhea masih belum percaya.


[ 📞 Apa ayah pernah bohong Hem sama kamu?] tanya ayah.


[ *📞 syukurlah kalo memang ga ada terjadi apa apa di sana! gimana kabar ayah? ayah sehat?] tanya Dhea.


' ayah sehat nak tapi ayah khawatir sama kamu syg!' batin ayah Dhani.


[ 📞 ayah? are you oke ?] tanya Dhea*.


[📞ayah baik baik saja nak! kamu jaga diri baik baik ya syg!] seru ayah pada Dhea.


[ 📞 iya ayah!]


[📞 yasudah kamu jaga diri baik baik ya nak! ayah tutup dulu telpon nya]

__ADS_1


[📞 baik ayah assalamualaikum..]


[📞 waalaikumussalam..]


calling of


kini ayah mengelus pundak bunda Maya lembut guna meredakan emosi nya saat ini.


...


kini telepon sudah terputus namun tidak dengan perasaan Dhea yg saat ini sedang kalut.


'seperti nya sudah terjadi sesuatu! tapi apa? apa yg aku ga tau? ayah bunda apa yg kalian tutupin dari Dhea?' batin Dhea sambil melempar krikil ke danau.


skip.


kembali terpikir oleh Dhea untuk menghubungi seseorang! seseorang yg sangat ia rindukan.


'apa aku telpon saja ya ?' batin Dhea.


Dhea pun memutuskan untuk menghubungi Gus Sean.


calling on


[📞 assalamualaikum.. ini siapa ya?] seru Gus Sean dari seberang telpon.


[📞 waalaikumussalam..] jawab Dhea pelan.


...


deg.


deg.


deg.


Gus Sean terasa seperti tersambar petir mendengar suara yg di rasa sangat familiar itu.


'apa mungkin itu dia? tapi apa mungkin?' batin Gus Sean.


[📞 hallo Dhea siapa saya bicara?] tanya Gus Sean antusias.


[📞 ... ]


[📞 apa kamu dengar saya? siapa kamu?] tanya Gus Sean lagi.


[📞 ... ]


[ 📞 hallo? apa kamu Dhea ? Dhea? kamu Dhea kan? kamu dengar saya Dhea?] tanya Gus Sean semakin antusias.


[📞 maaf salah sambung!] seru orang seberang yg tak lain adalah Dhea.


deg


deg


deg


salah sambung.


[📞 hallo hallo.. kamu Dhea kan?] tanya Gus Sean tak percaya kalau itu salah sambung.


Tut Tut Tut


calling of


' apa benar tadi itu Dhea? tapi kenapa dia berkata salah sambung? ga ga mungkin itu Dhea! itu pasti bukan Dhea!' batin Gus Sean terlihat gundah.

__ADS_1


Gus Sean pun memutuskan untuk shalat sunah di kamar nya.


setelah salat.


" ***ya Allah ya Rabb, apa benar tadi itu Dhea? bagaimana jika itu ternyata memang Dhea ya Rabb? apa yg harus hamba lakukan? tolong berikan lah petunjuk bagi hamba mu ini ya Rabb!


begitu lama hamba menunggu nya! begitu lama hamba memendam rasa rindu ini ya Rabb! tolong jadikanlah rindu ini sebagai labuhan syahdu untuk Dhea ku!


jika benar dia telah tiada, tolong lapangkan kuburnya! berikan dia tempat terbaik di sisi mu ya Rabb! jaga lah ia!


jika memang kami tidak bisa berjodoh di dunia mu ini, maka jodoh kan lah kami di dunia selanjutnya! amin amin allahumma amin!" seru Gus Sean dalam do'a nya***.


...


Dhea terisak setelah mematikan telpon itu nth perasaan apa yg di rasakan nya saat ini! perasaan sesak yg membara, seperti ada yg terjadi di sana! memang apa yg sudah terjadi saat ini?


setelah merasa cukup tenang Dhea pun kembali ke paviliun untuk bergabung bersama Dessi Daffa Haris dan ayu.


" assalamualaikum.." salam Dhea


" waalaikumussalam.." jawab mereka semua.


" sedang apa kalian?" tanya Dhea.


" kami sedang membahas tentang rencana untuk padepokan!" seru Haris.


" ouh apa sudah selesai?" tanya Dhea.


" sudah kok teh!" seru ayu.


" ada apa teh? teteh terlihat sedih? apa teteh ga mau cerita sama kita?" tanya ayu polos nya dan mereka semua memandang kearah Dhea meminta penjelasan.


" enggak apa apa kok guys! ouh iya Haris ayu! aku akan pulang 1 Minggu lagi!" seru Dhea tiba tiba.


"APA?" Riak mereka tak percaya.


" apa teteh beneran akan pergi?" tanya ayu sedih.


" iya yu! aku udh cukup lama meninggalkan keluarga ku! mereka pasti merindukan ku yu!" seru Dhea.


" tapi apa kita ga bisa ketemu sama teh Dhea lagi setelah ini?" tanya Haris.


" kita akan sering sering kesini kok Haris ayu! jika di perbolehkan kami akan mendonasikan sedikit uang untuk padepokan lima sila! " seru Daffa


" kalian serius? kalian akan sering kesini?" tanya mereka.


" iya kami akan sering sering kesini!" ucap Dessi


" yasudah kalian jgn menjadi cengeng seperti ini! para kesatria dilarang untuk mengeluarkan air mata jika tidak penting! kalian mengerti?" tanya Dhea keras


" kami mengerti lady!" seru mereka semua.


" hehe tak usah begitu formal guys!" ucap Dhea menggaruk tengkuk nya.


" bagaimana kita untuk beberapa hari kedepannya jalan-jalan melepas perpisahan?" usul Dessi


" setuju!" seru mereka kompak.


" tapi bukan besok! lusa kita akan jalan jalan! besok kalian masih harus berlatih!" ujar Dhea membuat mereka kecewa.


" yah.." seru mereka kecewa.


" ouh ayo lah guys! lusa kita akan pergi guys!" seru Dhea mencoba membangkitkan semangat mereka.


" oke lady!"


" baiklah mari kita istirahat!"

__ADS_1


...


__ADS_2