
KEDATANGAN BLACK COBRA
🌺__________________________🌺
Gus Sean kembali mengelilingi pasar tradisional Arab Saudi dan kembali melihat seorang wanita bercadar dgn mata coklat yg di lihat nya kemarin.
namun saat itu dia melihat wanita itu tergesa gesa seperti sedang khawatir.
" ada apa dengan wanita itu? dia terlihat terburu buru!" batin Gus Sean mengikuti langkah kaki wanita yg di senggolnya kemarin.
Gus Sean terus mengikuti kemana arah wanita itu berjalan sehingga sampailah dia di sebuah rumah yg tidak terlalu besar dan terkesan sangat tidak pantas lagi untuk di tinggali.
" assalamualaikum Abi umi!" salam wanita itu dan Gus Sean senantiasa mengintip dari balik tembok.
" waalaikumussalam nak! Abi mu Abi mu kambuh lagi Syah!" seru umi wanita itu dgn air mata.
" maafkan Aisyah umi yg belum bisa mencari pinjaman! kita tidak bisa membawa Abi ke rumah sakit saat ini!" ucap Aisyah sambil menangis meratapi penyakit jantung ayah nya yg kambuh tiba tiba.
" Abi.. Abi bertahan lah Abi.. Aisyah mohon!" seru gadis itu sambil mengelus kulit tangan sang ayah.
" mari segera di bawa ke rumah sakit!" seru suara yg tiba tiba muncul dari arah balik tembok yg kemudian muncullah seorang lelaki berpeci yg tak lain adalah Gus Sean.
Aisyah tersentak dengan suara dan org yg muncul namun di balik keterkejutan nya dia bahagia akhirnya ada juga org baik yg menolong nya.
" akhi? akhi yg kemarin itu kan?" seru Aisyah saat mengingat siapa lelaki itu.
" hmn" Gus Sean mengangguk " tapi skrg bukan waktu nya untuk berbicara lebih baik kita bawa ayah mu ke rumah sakit dulu!" seru Gus Sean.
" tapi kami tidak punya.."
" biar saya yg menanggung semua biayanya!" ucap Gus Sean tegas lalu menggendong ayah Aisyah di atas punggungnya.
Aisyah dan ibunya mengikuti Gus Sean dari belakang Tampa sadar Aisya tersenyum di balik niqab nya ntah perasaan apa yg di rasakan nya saat ini namun hatinya begitu tenang saat melihat Gus Sean.
"ini ini perasaan apa ini? nyaman!" gumam Aisyah
Gus Sean telah mengantarkan ayah Aisyah kerumah sakit dan dia juga telah membayar biaya pengobatan nya namun belum sempat Aisyah berterima kasih Gus Sean sudah lebih dulu ingin pamit pada mereka.
" saya permisi dulu! saya doakan semoga ayah mu kembali sehat!" seru Gus Sean.
" terimakasih nak!" seru ibu Aisyah
" sama sama kalau begitu assalamualaikum.."
" waalaikumussalam warahmatullahi.."
setelah kepergian Gus Sean terlihat Aisyah yg masih terdiam dan tampak dari matanya bahwa dia sedang bahagia.
" sudah lah Ais dia sudah pergi!" seru ibu Aisyah pada Aisyah.
" iya umi Ais tidak memikirkan laki laki itu!"
" kamu tidak bisa berbohong pada umi Ais!"
" ah umi mari kita lihat Abi!" ajak Aisyah pada uminya agar tidak terus di goda oleh sang bunda.
...
di padepokan Dhea sedang melatih Haris dan ayu di belakang aula paviliun.
terlihat dari Haris dan ayu yg begitu semangat saat latihan mereka begitu giat sehingga tidak ingin istirahat padahal Dhea sudah menyuruh mereka untuk istirahat terlebih dahulu namun tetap saja mereka tidak ingin mendengarkannya dan terus latihan.
__ADS_1
tiba tiba datang seorang jawara junior yg menghampiri Dhea sehingga membuat Haris dan ayu menghentikan latihan nya.
" assalamualaikum!"
" waalaikumussalam warahmatullahi"
" sis di depan ada orang yg mencari sis Dhea!" seru jawara junior itu pada Dhea.
" siapa yg mencari ku? apa Genk serigala lagi? tapi tidak mungkin mereka berani!" gumam Dhea sambil berfikir siapa yg ingin menemui nya
" baiklah kamu kembali dulu!" titah Dhea pada jawara junior itu
" terimakasih sis!"
" Haris ayu aku kedepan dulu kalian lanjutkan saja latihan nya!" seru Dhea pada Haris dan ayu.
" tidak teh kami sudah selesai kami akan ikut bersama teh Dhea!" seru ayu cepat.
Dhea hanya geleng-geleng kan kepalanya tadi saja saat dia menyuruh mereka berhenti mereka tidak ingin nah sekarang tiba tiba mereka berinisiatif untuk berhenti huh dasar org org kepo batin Dhea sambil tersenyum.
Dhea harus dan ayu pergi menuju gerbang depan tempat dimana org yg ingin menemui Dhea
namun saat sampai di gerbang itu ada sepasang lelaki dan wanita yg membelakangi mereka sehingga mereka tidak dapat melihat wajah kedua pasangan itu.
" ekhem assalamualaikum.. apa kalian yg mencari saya?" tanya Dhea pada mereka.
deg.
deg.
deg.
" itu suara itu persis seperti suara milik lady!" batin wanita itu*
seketika kedua orang ini membalikan badan nya sehingga mereka dapat melihat wajah dari kedua orang yg ingin menemui Dhea.
namun saat mereka berbalik betapa terkejutnya Dhea melihat wajah teman teman nya yg sudah lama tidak pernah di lihat nya.
begitu pula dengan dua sejoli itu yg tak kalah terkejutnya dgn Dhea.
" Dhe Dhea?" seru wanita itu yg tak lain adalah Dessi.
" Dhea ini benar benar loe?" seru laki laki itu pada Dhea
" ka kalian apa yg kalian lakukan disini? bagaimana kalian tau gua ada di sini?" tanya Dhea kaget sekaligus senang.
namun belum sempat mereka menjawab Dessi sudah lebih dulu memeluk sahabatnya itu yg telah hilang selama berbulan bulan lamanya.
begitu juga Haris yg langsung mendekap kedua wanita yg begitu ia sayangi.
" loe baik baik aja kan Dhe disini? loe ga kenapa kenapa kan Dhe? bilang sama kita kalau loe kenapa kenapa!" seru Dessi terkesan berlebihan.
" gua gapapa kalian ga usah khawatir!" ujar Dhea ingin menenangkan mereka namun siapa sangka Dessi malah menjawab..
" ga usah khawatir pala lu pe'a apa? jelas jelas kita khawatir eh malah di suruh ga usah khawatir aneh loe Dhe!" seru Dessi sambil mentoyor kepala Dhea pelan.
" hehehe iya deh iya! " ujar Dhea cengengesan bagaimana pun dia tau bahwa kedua sahabatnya itu pasti sangat khawatir padanya.
" gua denger kemarin anak serigala membuat onar disini? apa benar?" tanya Daffa pada Dhea.
" hmn begitulah! bajingan itu tidak puas puasnya untuk membuat kerusuhan!" ujar Dhea pada Daffa dan Dessi.
__ADS_1
" kita harus kasih mereka pelajaran!" ujar Daffa tersulut emosi.
" sudahlah kita akan menyerang mereka beberapa Minggu lagi! jadi kalian siapkan anggota elit karena kita akan menghancurkan markas besar serigala! " ucap Dhea tegas dan tampak senyum devil di ujung bibirnya.
" *huh tamatlah riwayat kalian serigala iblis ini telah kalian bangunkan!" seru Dessi dalam hatinya.
" asik perang besar akan segera di mulai udah lama juga Marquez tidak di latih" batin Daffa sambil tersenyum licik*.
" *duh jadi nyamuk deh kita yu!" batin Haris yg dari tadi di cuekin sama 3 org itu.
" siapa sebenarnya mereka?" batin ayu bertanya tanya dalam hati nya*.
" ouh iya kenalkan ini Haris dan ayu temen temen gua selama di padepokan ini!" ujar Dhea sambil memperkenalkan ayu dan Haris pada Daffa dan Dessi.
" dan ayu Haris kenalin ini sahabat sahabat ku Daffa dan Dessi mereka adalah queen dan king Black cobra!" ujar Dhea pada ayu dan Haris seketika membuat mereka terkejut sehingga bergetar sedikit.
" *ja jadi mereka adalah queen dan king Black cobra duh bagaimana ini apa tadi aku menyinggung mereka? kurasa tidak!" batin Haris bergetar tipis.
" untung saja ayu ga buat masalah tadi*!"
" Hay salam kenal" sapa Haris dan ayu.
" salam kenal kami dari black cobra sahabatnya Dhea!" ujar Dessi ramah
" kalian kesini hanya berdua? " tanya Dhea pada Daffa dan Dessi.
" kami bareng anak anak lain nya mereka ada di hotel skrg!" seru Dessi
" berapa banyak kalian membawa merekA?" tanya Dhea
" sekitar 370 org ! kami tau pasti masalah ini tidak sesederhana itu!" seru Daffa.
" hmn baiklah namun kalian akan tinggal disini!" ujar Dhea.
" kenapa?" tanya Dessi bingung
" karena gua punya tugas untuk kalian!" ujar Dhea
" tugas?" tanya Daffa sambil menaikkan satu alis nya.
" kalian berdua akan melatih para jawara di padepokan ini! apa kalian keberatan? " tanya Dhea sambil memasang wajah penuh selidik.
" *ini mah pemaksaan namanya!" ucap Dessi cemberut.
" huh baru juga nyampe udh dapat tugas aja!" seru Daffa dalam hatinya*.
" baiklah baiklah kami akan melatih mereka semua!" seru Daffa pada Dhea.
" bagus kalau begitu mari kita masuk dan temui Abah Anom!" seru Dhea dan mereka berlima pun masuk.
.
.
.
HALLO GUYS GIMANA KABARNYA?
JANGAN LUPA VOTE + COMENT + LIKE
🖤🖤🖤
__ADS_1