Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 55


__ADS_3

PERGURUAN HARIMAU PUTIH & PERESMIAN HUBUNGAN TA'ARUF


🏵️____________________________________________🏵️


di aula pengajian Syifani dan Lissa sedang mengajar para santri untuk mengaji dan menyetorkan hapalan mereka namun di ujung pintu masuklah seorang lelaki tampan yg tak lain adalah Gus Sean.


Syifani yg melihat nya pun langsung menghampiri Gus Sean.


" Liss aku permisi dulu ya!" ujar Lissa.


" iya deh!"


sesampainya Syifani di hadapan Gus Sean dia langsung menundukkan kepalanya.


" assalamualaikum Gus.."


" waalaikumussalam warahmatullahi Syifa!" jawab Gus Sean mengulas senyum.


" bagaimana tentang ta'aruf itu? apa Gus Sean menerimanya? " tanya Syifani penuh harap.


" hmn mari kita putuskan itu nanti! skrg lebih baik kamu lanjut mengajarkan anak anak!" seru Gus Sean lembut.


" apa saya ga ada kesempatan Gus?" tanya Syifani pelan.


" Syifa.. mari kita bahas itu nanti! " ujar Gus Sean lembut.


" baiklah Gus! assalamualaikum.." ucap Syifani melangkah pergi namun sebelum pergi Gus Sean berkata.


" nanti temui saya di rumah! kita akan bahas soal hubungan ini!" ujar Gus Sean membuat Syifani sedikit bersemangat lagi.


...


di depan padepokan para jawara sedang mengantarkan kepergian Abah Anom, Dhea dan Dessi yg akan pergi mengikuti kejuaraan di perguruan harimau putih.


" teh Dhea teh Dessi kalian semangat ya! kalian pasti menang! " ujar ayu bersemangatnya.


" hehe pasti dong kita ga mungkin kalah ya ga Dhe? " seru Dessi dengan bercandanya.


" orang yg bisa mengalahkan kita belum lahir yu! jadi jangan khawatir okh!" ujar Dhea memberi semangat pada mereka.


" hmn kami percaya kok teh! kalian pasti bisa dengan mudah mengalahkan mereka!" ujar Haris juga.


" yasudah kalau gitu kalian harus menjaga padepokan ini dengan baik dan jangan sampai kejadian seperti sebelum nya terjadi lagi!" ujar Abah Anom.


" tenang aja bah mereka pasti akan menjaga padepokan dengan baik! Daffa gua percaya sama loe tolong jaga padepokan ini ya!" ucap Dhea menatap ke arah daffa.

__ADS_1


" tidak ada yg tidak bisa di lakukan oleh king ini!" ujar Daffa dengan sombongnya.


" hmn bisa di percaya!" tukas Dessi lalu memeluk Daffa.


" hati hati disana! pergi tak ada cedera maka kembali harus tetap seperti ini!" seru Daffa sambil mengelus rambut dessi.


" emn ( mengangguk ) kamu juga! " ujar Dessi.


" ekhem ekhem udh udh pelukan nya kapan berangkatnya kalo masih pelukan gitu!" goda Dhea membuat wajah Dessi memerah.


" Yee ganggu aje loe!"


" yuk!


" assalamualaikum..


" waalaikumussalam..


...


Gus Sean kembali termenung di kamarnya dia masih bingung apakah harus menerima hubungan ini atau tidak!


"*maafkan saya Dhe! saya ingin menunggu namun takdir tidak memungkinkan!" gumam Gus Sean sambil mengelus bingkai foto Dhea.


" andai kamu tau betapa sedih nya saya saat ini saya sungguh tidak ingin melakukan hal ini! saya masih mengharapkan kamu Dhe! ntah kenapa hati saya mengatakan bahwa kamu akan kembali! namun saya juga resah kapan waktu itu tiba?!" gumam nya lagi Tampa sadar air matanya pun mengalir dari mata nya.


di sisi lain Syifani sedang duduk di atas kasur yg dulu pernah di tempati oleh Dhea! sambil memegang selembar foto yg terdapat gambar mereka berdua.


dia mengingat masa masa indah saat bersama Dhea! saat dirinya mendapatkan Dhea sebagai teman pertama, saat diri nya tidak di sukai orang bahkan Dhea berdiri di depan nya untuk membela dirinya.


Syifani merasa bersalah atas tindakan nya yg akan melangsungkan niatan nya untuk bersama Gus Sean.


ntah mengapa dia merasa seakan akan dia sudah mengkhianati kepercayaan Dhea pada nya.


" *maafin Syifa, Dhea! Syifa tau ini tidak benar, namun perasaan tidak bisa di hindari! Syifa sudah lama sudah menyukai Gus Sean! Syifa ikhlas jika Gus Sean bersama Dhea waktu itu! tapi skrg saat Dhea tiada izinkan Syifa untuk menggantikan posisi Dhea di kehidupan Gus Sean! izinkan Syifa untuk merasakan bagaimana rasanya bersama orang yg kita sayangi! " gumam Syifani sambil mengelus foto itu.


" jujur ntah mengapa Syifa merasakan kalo Dhea masih hidup! ntah harus senang atau sedih Syifa pun tidak tau Dhe! jujur Syifa senang kalau Dhea selamat, tapi Syifa juga takut kalo Dhea kembali akan mengambil perhatian Gus Sean! Syifa ga sanggup untuk kembali merasakan sakit Dhe! maafin Syifa kalo nantinya Syifa egois! Syifa juga tau Gus Sean masih belum bisa melupakan Dhea tapi apa salah nya mencoba? seiring berjalan nya waktu Syifa yakin Gus Sean pasti akan bisa mencintai Syifa sama seperti Gus Sean mencintai Dhea! " ujar Syifani lagi namun kali ini kilatan di mata nya terlihat sedih dan egois secara bersamaan.


" maafin Syifa, Dhe! tapi coba lah sekali saja untuk mengalah! maaf!" ujar Syifa yg kini sudah melipat foto dirinya dan Dhea*.


...


mere*ka sudah sampai di depan gerbang perguruan harimau putih. gerbang tinggi bernuansa klasik yg cukup indah seperti gerbang istana.


mereka mengamati sekeliling padepokan ini.

__ADS_1


Abah Anom sudah lebih dulu masuk dan berbaur bersama teman teman seperguruan nya.


namun tidak dengan Dhea dan Dessi yg saat ini sedang berjalan jalan untuk melihat lihat sekitar perguruan harimau putih.


" lumayan ga terlalu buruk" gumam Dessi pelan kepada Dhea.


" klasik namun mengikuti budaya tradisional Itali!" ujar Dhea sambil melihat bangunan bangunan tradisional yg indah itu.


" hmn orang yg memilih desain ini mempunyai selera yg bagus! patut di acungi jempol!" ujar Dessi lagi.


tiba tiba terdengar suara mencibir datang dari arah belakang mereka yg membuat Dhea dan Dessi saling pandang sebelum kemudian mereka menatap kearah 2. orang pria dan 1 orang wanita muda.


" huh orang orang kampung ini mencoba sok tau dengan gaya perguruan harimau putih!" cibir pria itu


" benar benar tak tau malu!" timpal teman nya yg juga lelaki.


" palingan juga kalah seperti tahun tahun sebelum nya!" cibir gadis yg ikut bersama 2 pria itu.


Dhea dan Dessi yg mendengar itu hanya acuh tak acuh sambil menggelengkan kepala mereka tanda tidak tau apa isi kepala mereka sebenarnya.


" hufh seseorang tidak mampu namun bermulut besar!" cibir Dessi yg memang sedikit tidak sabaran.


" apa kau bilang?" geram lelaki pertama yg di sebut Gerry.


" aku bilang kalian tidak mampu! kenapa ada yg salah?" ujar Dessi tak kalah Sinin nya.


" dasar kau.." gadis itu ingin melayangkan tamparan kepada Dessi namun kecepatan nya tidak bisa menandingi kecepatan tangan Dessi dan...


plakk..


sebuah tamparan mendarat di pipi mulus gadis itu dan sebekas telapak tangan langsung terceplak di wajah gadis yg di panggil Aisyi.


" kau kau berani menampar ku?" geram gadis itu memegang wajah nya yg memerah akibat tamparan itu.


" jika kau sekali lagi berani mengangkat tangan mu untuk menyentuh wajah ku! maka tidak hanya tamparan bahkan akan ku pastikan tangan mu terlepas dari tubuh mu!" sinis Dessi yg mengeluarkan aura membunuh di tubuh nya sehingga membuat mereka bergidik ngeri.


" kalian tunggu saja nanti kami akan membuat perhitungan!" ujar lelaki kedua yg bernama Denis


" kalau begitu akan kami tunggu!" ujar Dhea yg kini membuka suaranya setelah beberapa saat yg lalu dia diam saja.


" huh"


mereka semua meninggalkan tempat itu dengan perasaan campur aduk menahan kekesalan di hati nya.


 

__ADS_1


»»»»★««««


 


__ADS_2