
PULANG DULUAN & DETIK DETIK
🌸______________________________🌸
Pagi ini Dhea sedang melatih Haris dan ayu setelah kemaren mereka free seharian!
namun seketika Daffa dan Dessi menghampirinya dgn raut wajah yg begitu serius.
" assalamualaikum.." salah Daffa dan Dessi.
" waalaikumussalam.."
" Dhe kita mau pamit pulang duluan!" seru mereka dengan tampang khawatir.
" kenapa?" tanya Dhea mulai memasang wajah serius. " bukan nya kita akan pulang lusa ya?" tanya nya lagi.
" ada masalah di markas! gua sama Dessi harus segera balik!" titah Daffa.
" baiklah kalau begitu! hati hati di jalan dan sampaikan salam ku pada seluruh anggota black cobra!" ujar Dhea sambil memasang aura pemimpin nya.
" pasti! kalau begitu kita pamit dulu!" ujar Dessi
" Haris ayu, kita pamit pulang duluan ya! maaf sudah merepotkan kalian semua! dan terimakasih sudah menerima kami disini!" ujar Dessi pada ayu dan Haris.
" hiks hiks teh Dessi nanti hiks sering sering main hiks kesini ya!" seru ayu memeluk Dessi dengan erat nya.
" hehe dasar cengeng iya nanti aku bakalan sering kesini!" seru Dessi sambil menghapus air mata ayu yg sudah di anggap seperti adik kecil bagi mereka. " yasudah kalau begitu kami pamit ya jgn menangis lagi!" seru ayu menepuk bahu ayu dan Haris bergantian.
" iya teh! a'daffa hati hati di jalan ya!" seru Haris memeluk singkat Daffa.
" makasih! dan kalian juga jaga kesehatan!" ujar Daffa menepuk bahu Haris. " dan jga lah ayu dia begitu cengeng lihatlah itu!" bisik Daffa pada Haris.
" pasti a'daffa!" ucap Haris.
" yasudah kami pamit ya assalamualaikum.."
" waalaikumussalam.."
...
kini tinggallah Dhea seorang diri di sini! di padepokan lima sila ini! ntah mengapa akhir akhir ini perasaan nya begitu tidak tenang, sebenarnya apa yg akan terjadi? batin Dhea.
__ADS_1
tiba tiba saat Dhea sedang menikmati waktu sendiri nya di tepi danau sambil memejamkan matanya pun muncul kedatangan Haris dan ayu yg seakan tau perasaan Dhea saat ini!
" Hay teh!" sapa ayu sambil ikut duduk di samping kanan Dhea di ikuti oleh Haris disebelah kiri Dhea.
" teh Dhea kenapa?" tanya ayu bersandar di bahu Dhea.
" aku ga papa kok yu!" ujar Dhea mengelus singkat kepala ayu.
" kalau teh Dhea ada masalah GPP kok teh cerita aja sama kita!" seru Haris pelan.
" aku GPP kok ris! cuma akhir akhir ini aku sering banget ngerasa sesak dan perasaan tidak tenang! entah apa yg sudah terjadi semenjak aku ga ada di sana!" seru Dhea mencoba cerita walau sebenarnya dia pun tak tau ini benar apa tidak.
" yg sabar ya teh! semua pasti baik baik aja kok, sebentar lagi kan teh Dhea mau pulang!" seru ayu mengelus lengan Dhea.
" hehe iya ayu iya! nanti kalau aku pulang kalian harus tetap semangat ya latihan nya! jgn sampe kecolongan kaya waktu itu!" ujar Dhea meledek mereka.
" siap.teh Dhea! kami pasti akan terus berlatih biar padepokan dan teh Dhea bangga!" ujar ayu dan Haris bersamaan.
" Hem aku percaya sama kalian kok! dan aku berdoa semoga kalian cepet cepet jadian!" seru Dhea menggoda kedua nya sehingga membuat pipi mereka memerah.
" ih teh Dhea apaan sih!" seru ayu malu.
" ekhem Haris sih seterah ayu nya aja teh! kalo ayu nya mau mau Haris mah hayyuk aja dah!" seru Haris sambil malu malu gitu.
" ekhem ekhem ingat disini mah ada yg jomblo oy!" seru Dhea sambil berdehem.
" hehe sekali sekali ah teteh mah!" seru ayu malu.
" jadi kalian resmi pacaran nih?" tanya Dhea sedangkan yg di tanya hanya mengangguk pelan.
" haha iya iya maaf ga lagi deh pichh" seru Dhea menampilkan huruf v
...
disini dirumah bernuansa tradisional, terdapat Gus Sean yg sedang termenung tepat di depan halaman rumah nya.
pemandangan ini pun tak luput dari penglihatan umi nyai yg melihat anak nya seperti sedang sedih.
" assalamualaikum.." seru umi nyai memberi salam.
" waalaikumussalam umi!" jawab Gus Sean.
__ADS_1
" ada apa nak?" tanya umi nyai pada anak nya.
" ga ada apa apa umi!" ucap Gus Sean berbohong.
" kamu berbohong sama umi Sean! kamu jujurlah nak!" ucap umi mengelus pelan pundak Sean.
" ntahlah umi, Sean ngerasa aneh aja soal hubungan ini! Sean ngerasa seperti terpaksa menerima pernikahan ini!" ucap Sean menunduk.
" nak dengarkan umi sayang! pernikahan hanya terjadi satu kali seumur hidup nak! ini bukan lah main main Sean!" ucap umi pada Sean.
" tapi umi belakangan ini Sean ngerasa ada yg janggal sama kepergian Dhea umi!" ucap Sean menatap kearah umi nyai.
" ada apa?" tanya umi serius.
"udah beberapa kali Sean mendapatkan telepon dari nomor yg tidak di kenal! dan beberapa kali pula Sean ngerasa kalau itu Dhea! nada suara nya, ketegasan dalam berbicara, dan aura nya umi! Sean ngerasa kalau Dhea masih ada!" ucap Gus Sean merasakan hampa.
" nak sadarlah sayang, Dhea sudah tenang di sana! ikhlaskan dia sayang! semua nya ga akan berakhir kalau kamu terus seperti ini!" jelas umi mencoba membuat Gus Sean paham
" tapi umi!"
" Sean! pernikahan kamu akan berlangsung 2 hari lagi! kamu jgn membuat masalah sampai hari itu tiba nak! kasihan Syifani nanti nya! kamu jgn egois sayang!" seru umi nyai berlalu pergi.
Gus Sean semakin merasa bersalah dan semakin kalut hati nya seakan semua nya terasa seperti misteri yg belum terpecahkan.
...
Syifani saat ini sedang melakukan pasang hena untuk acara pernikahan yg sebentar lagi!
betapa bahagia nya dia saat ini, akhirnya dia bisa bersama orang yg dia sayangi!
" mba nya senang banget kaya nya!" ujar wanita pemasang hena.
" iya mba, akhirnya penantian saya tidak sia sia selama ini!" ujar Syifani.
" tapi apa mba nya yakin kalau ustadz nya sayang sama mba?" tanya wanita itu Tampa sadar membuat mood Syifani memburuk.
" eh mba knpa? apa perkataan saya membuat mba sedih?" tanya wanita itu merasa bersalah.
" engk kok mba saya cuma sedih aja sebentar lagi akan berpisah sama Abah dan ummah!" ucap Syifani berbohong.
" sabar mba kan cuma pisah rumah aja nanti bisa berkunjung lagi kok!" jelas wanita itu
__ADS_1
" hehe iya mba.."
...