
PENYAMBUTAN GUS SEAN
🏵️________________________🏵️
Gus Sean sedang menunggu jemputan karena saat ini dia sudah berada tepat di bandara internasional Soekarno-Hatta dan sedang termenung di atas kursi sambil melihat cincin yg berada tepat di jari manis nya yg di berikan oleh Aisyah beberapa hari yg lalu saat masih berada di Arab Saudi.
" mengapa semua terasa nyata? apa benar tak ada harapan untuk ku bertemu Dhea kembali? apa ini jalan dari yg maha kuasa untuk kita Dhe? mengapa terlalu kejam begini? kuatkan hamba ya Rabb!" gumam Gus Sean sambil menitikkan air mata nya dan dengan cepat menghapusnya karena melihat Abi yg kunjung mendekat bersama ustadz Yusuf.
"assalamualaikum.." salam Abi dan ustadz Yusuf.
" waalaikumussalam warahmatullahi.." Jawab Gus Sean
" Abi.. " ucap Gus Sean langsung memeluk Abi kyai dengan erat.
" Alhamdulillah akhirnya nya kamu kembali nak!" ucap Abi kyai sambil menepuk bahu Gus Sean.
" Alhamdulillah Aby.. Sean sudah lebih baik skrg!" ucap Gus Sean.
" apa kabar Gus?" seru ustadz Yusuf mendekat dan memeluk Gus Sean.
" Alhamdulillah baik ustadz! syukran!" ucap Gus Sean membalas pelukan ustadz Yusuf.
" mari kita pulang umi dan para santri sudah menunggu!" ajak Abi
" iya ayo Aby!"
" baik "
...
di pesantren para ustadz dan ustadzah sedang menyiapkan keperluan acara syukuran kembalinya Gus Sean dari tanah suci.
para ustadz sedang menyiapkan aula tempat syukuran dan para ustadz serta santri putri sedang membantu menyiapkan menu makanan untuk syukuran.
" umi Syifani ingin membuat salad buah untuk Gus Sean apa boleh?" tanya Syifani
" silahkan nak! Sean memang menyukai salad buah!" ucap umi nyai
" baiklah umi!"
di sela sela Syifani memotong buah buahan umi nyai bertanya pada Syifani.
" apa Syifa senang sayang?" tanya umi pada Syifani yg mampu membuat pipi Syifani merona.
" eh anu umi i.. iya Syifa senang karena Gus Sean sudah kembali dengan selamat!" ucap Syifani tersipu malu.
" haha sudahlah nak sebentar lagi dia sampai dan kalian akan bertemu!" ucap umi kyai yg masih berkutat dengan tugas nya.
" hehe iya umi Syifa hanya terlalu senang!"
" Alhamdulillah jika itu benar nak!" seru umi kyai.
" umi berharap kalian bisa bahagia nak! umi berharap Sean mampu menerima mu untuk mendampingi nya! semoga Sean sudah ikhlas dengan semuanya amin allahumma amin!" doa umi dalam diam nya sambil menatap kearah Syifani yg sibuk dengan urusan nya sendiri.
tiba tiba dari arah depan terdengar deru mobil yg bertanda memasuki ponpes Al ikhlas.
dengan cepat para ustadz/ustadzah dan para santri beserta umi dan Syifa bergegas keluar melihat Gus Sean yg baru saja tiba bersama kyai dan ustadz Yusuf.
" assalamualaikum.." salam Aby Gus Sean dan ustadz Yusuf.
" waalaikumussalam warahmatullahi.." jawab para penghuni pesantren.
" umi!" seru Gus Sean menghampiri umi dan memeluknya.
" Alhamdulillah nak akhirnya kamu kembali dengan selamat!" seru umi nyai mengelus punggung Gus Sean
" Alhamdulillah umi.."
__ADS_1
" Gus Sean!" seru suara lembut yg berasal dari gadis berkerudung coklat itu.
" Syifani!" seru Gus Sean yg saat ini sudah berbalik menghadap Syifani gadis berkerudung coklat.
" terimakasih Gus!" ucap Syifani.
" mengapa?" tanya Gus Sean bingung
" karena sudah kembali dengan selamat!" ucap Syifani tersenyum sambil meneteskan air mata bahagia.
" jgn menangis! saya sudah kembali!" ujar Gus Sean lembut.
" Syifa bahagia Gus bukan menangis!" ucap Syifani.
" terimakasih!" ucap Gus Sean kembali.
" untuk?" tanya Syifani kembali bingung.
" karena sudah menunggu saya!" ucap Gus Sean tersenyum.
" sama sama!" ucap Syifani membalas senyum Gus Sean.
" ekhem ekhem yasudah ayo masuk !" ajak Abi kyai di angguki oleh semua orang.
saat ini pesantren sedang mengadakan syukuran bersama atas kembali nya Gus Sean.
saat ini Gus Sean sedang duduk bersama Abi kyai, umi nyai dan Syifani!
merasa bingung namun Gus Sean tetap mengiyakan permintaan umi nya itu.
" ada apa ini Abi umi?" tanya Gus Sean bingung.
" Sean bagaimana perasaan mu saat ini setelah menyelesaikan umroh mu?" tanya Abi pada Gus Sean.
" Alhamdulillah Sean merasa lebih tenang dan ikhlas Abi!" jawab Gus Sean.
" apa kamu sudah menerima kepergiannya nak?" tanya umi lembut walau sebenarnya dia pun merasa sedih atas pergi nya Dhea.
" Abi umi apa sebenarnya yg ingin kalian bicarakan pada Sean?" tanya Gus Sean semakin bingung.
" Abi dan umi berniat menjodohkan mu dengan Syifani nak!" ucap umi sambil menatap Sean iba.
" apa? tapi ini.." ucap Gus Sean terpotong
" Abi memberikan mu waktu nak untuk beristikhara!" ucap Aby kyai.
" tapi bagaimana dengan Syifani? apa dia setuju?" tanya Gus Sean menatap Syifani yg tertunduk diam itu.
" bagaimana Syifa apa kamu bersedia menerima Sean?" bertanya umi nyai sama Syifani.
" jika Gus Sean bersedia maka Syifani juga bersedia umi!" seru Syifani lembut.
" bagaimana Sean?" tanya Abi.
" Sean pikirkan dulu Aby umi!" jawab Gus Sean.
" silahkan nak!" ujar Abi.
" baiklah Sean permisi dulu Aby umi Syifa?!"
" baik Sean!"
" baik Gus Sean!"
.....
saat ini Dhea sedang berada di tepi danau di belakang paviliun dan saat ini Gus Sean sedang menatap iPhone yg beberapa hari lalu di berikan oleh Dessi ntah mengapa dia ingin sekali menghubungi seseorang yg sangat ia rindukan itu sehingga keinginan muncul dan mengharuskan dia untuk menelpon orang itu.
__ADS_1
"bismillahirrahmanirrahim semoga ini menjadi yg terbaik! huh jantung gua deg degan! " batin Dhea menggenggam iPhone nya.
satu panggilan.
( tidak diangkat )
dua panggilan
( tidak diangkat )
dan saat ini Dhea semakin deg degan dan berharap semoga yg terakhir ini mendapat jawaban.
Tut Tut Tut.
( telepon terhubung )
" ... "
" 📞assalamualaikum.. dengan siapa?" tanya seseorang di di seberang.
" ... "
" *📞 hallo dengan siapa saya berbicara? " tanya orang itu lagi.
" ... "
" 📞jika tidak ada kepentingan maka saya tutup dulu!" ujar orang itu*.
namun sebelum sempat orang itu mematikan nya lebih dulu di matikan oleh Dhea yg saat ini sudah di banjiri oleh air mata nya.
" hiks hiks hiks dhea rindu Gus.." seru Dhea terduduk lemas sambil menangis tersedu sedu.
....
disisi lain Gus Sean sedang termenung di danau belakang ponpes tempat di mana ia dan Dhea sering bertemu dulu.
namun tiba tiba iPhone nya berdering namun tidak ada nama sang penelepon yg membuat Gus Sean mengira bahwa itu hanya telepon dari orang iseng.
drett drett drett..
drett drett drett..
namun saat yg ketiga kali nya Gus Sean mengangkat dengan alasan mungkin ini adalah telepon penting.
"..."
" assalamualaikum.. dengan siapa?" tanya Gus Sean pada orang seberang.
"..."
" halo dengan siapa saya berbicara?" tanya nya lagi.
"... " tidak ada jawaban namun hanya terdengar suara isakan tangis seorang wanita.
" mengapa aku menjadi sedih sekaligus rindu dengan suara tangisan nya? ini seperti... tidak ini tidak mungkin dia.." batin Gus Sean yg saat ini bergetar hebat.
" jika tidak ada kepentingan maka saya tutup dulu!" ujar Gus Sean langsung mematikan telpn nya.
setelah mendapat telpne itu Gus Sean merasa gelisah dan terus deg degan di rasakan nya.
" *pertanda apa ini ya Rabb? siapa gadis itu?" batin Gus Sean.
🏵️..........🏵️
HALLO GUYS MAAF GA UP
SOALNYA LAGI SIBUK SEKOLAH!
__ADS_1
STAY HEALTHY & SELALU MENJAGA 3M!
🖤🖤🖤🖤*