Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
Episode 8


__ADS_3

PERUBAHAN


Di lain sisi Gus Sean mengahampiri umi nya yang sedang berada di dapur, terlihat umi nya sedang memakan batagor yang tadi sempat di tawarkan Dhea padanya.


" Sean ada apa?." tanya umi sambil memakan batagor nya.


" gpp umi ouh iya itu yang buat siapa?." tanya Sean sembari duduk di kursi sebelah umi nya.


" kamu mau nak?" Tanya umi pada anak nya.


" boleh umi." Seru gus Sean sembari menunggu batagor yang di siapkan sang ibu.


Sean pun memakan batagor itu dengan nikmat karena memang rasanya sungguh lezat dan menggugah selera tanpa sadar senyuman mengembang di wajah Bu nyai.


" enak kan buatan Dhea?." ujar umi membuat Sean kaget bukan main.


" umi serius?." tanya Sean tak percaya.


" iya umi serius Sean! Dhea membuatkan nya spesial buat kamu nak." ujar umi nyai tersenyum.


" buat Sean umi?." tanya Sean kembali terkejut.


" he'em" ujar umi mengangguk


" astaghfirullah apa yang sudah aku lakukan padanya? mengapa aku jadi seperti ini? aku membiarkan dia yang terluka dan aku menyakiti hatinya karena tidak memakan buatan nya." gumam Gus Sean merasa bersalah saat kembali mengingat perlakuan nya tadi.


" umi tau sean! sebenarnya kamu mencintai Dhea nak " gumam umi menatap Sean yang masih mematung.


" Hmn pergi temui Dhea nak!" seru umi tiba tiba yang kembali membuat Sean salah tingkah.


" kenapa umi?" Tanya Gus Sean lagi.


" dia tidak makan tadi! dia langsung buru buru menghampiri kalian" ujar umi lagi.


" apa?." ujar Sean kaget saat mendengar gadis itu belum makan.


" ada apa Sean?" Tanya ummi bingung melihat Tingkah anaknya.


" tidak apa apa umi!" Jawab Sean Malu malu 


" sungguh kejam kamu Sean apa yang sudah kamu lakukan padanya? kamu tidak rela melihat nya sedih tapi kamu yang membuat nya sedih." gumam Sean frustasi sambil terus memakab batagornya.


" yaudh umi Sean ke kamar dulu mau siap siap." Ujar Sean saat telat selesai makan.


Di kamar Sean meratapi diri nya yang sudah tampan di hadapan cermin.


" maafkan saya Dhe! jangan marah sama saya Dhe" ujar Sean berbicara sendiri di hadapan cermin.

__ADS_1


" bismillahirrahmanirrahim." Sean menarik nafas kemudian memakai peci di kepalanya dan dia sungguh terlihat mempesona saat ini


...


Malam hari nya selesai shalat isya Dhea duduk di belakang ponpes sendirian sambil menangis sesak, dia juga bingung kenapa begitu sakit rasanya saat di acuhkan oleh Gus Sean dan mengapa rasanya kembali sakit saat mendengar pengakuan Syifani atas Gus Sean tadi.


" apa aku harus selalu merasakan ini? Kenapa semua nya pergi dari aku?." tanya Dhea dalam tangis nya.


" Rama kenapa kamu pergi sayang!" ujar Dhea sembari menangis dalam tangis nya.


Tanpa sadar ada sepasang mata yang memperhatikan nya dengan paper bag berisi makanan di tangan nya.


Betapa sesak hati nya melihat orang yang di kasihinya menangis karena dirinya.


" Dhea!" ujar Gus Sean mengagetkan Dhea yang tengah bersedih itu.


" Gus Sean? ngapain kesini?" tanya Dhea menghapus air mata nya secepat kilat dan mencoba setenang mungkin.


" saya mencari kamu dari tadi!" Ujar Gus Sean pada Dhea.


" kenapa?" Tanya Dhea singkat dan mencoba menjaga jarak.


" saya mau memberikan ini" ujar Gus Sean sembari memberikan paper bag berisi makanan.


" apa ini?." Tanya Dhea singkat.


" makanan!" Jawab Gus Sean 


" tapi Dhea kata umi kamu belum makan.'' Gus Sean menahan Dhea agar menerima pemberian nya.


" saya kenyang dan terimakasih saya pamit dulu!" ujar Dhea tegas.


Gus Sean hanya menatap kepergian gadis itu dan entah mengapa ada yang hilang di hatinya, terasa asing saat Dhea bersikap cuek dan ketua seperti tadi pada dirinya.


...


Hari hari berlalu Dhea terus menjauhi Gus Sean yang selalu berusaha untuk menarik simpati nya kembali.


Gus Sean tidak tau mengapa tidak suka jika harus selalu di cuekin dengan Dhea setiap hari.


Dunia nya terasa berbeda saat Dhea menjauhinya.


" ada apa Sean?" tanya umi pada sang anak yang termenung.


" tidak ada apa-apa umi!" Jawab Gus Sean pelan .


" umi ini ibu mu nak, umi yang melahirkan kamu, jadi umi tahu kalau anaknya sedang sedih atau enggak, cerita lah sama umi Sean!" jelas umi sembari duduk di samping putra nya.

__ADS_1


" Dhea marah sama Sean umi! Dhea marah karena kesalahan Sean! Sean udah berusaha untuk meminta maaf tapi Dhea tak mempedulikan nya umi! Sean harus gimana?" tanya Sean sembari mengacak rambut nya frustasi.


" Hmn kamu juga sih kenapa mengacuhkan nya saat itu!" Seru umi pada anak nya.


" Sean minta maaf umi!" Sean menundukkan kepalanya.


" kamu harus terus berjuang untuk mendapatkan maaf dari Dhea nak! bagaimanapun kamu salah jdi wajar saja Dhea marah sama kamu!" jelas umi dengan sabar pada anak nya yang terlihat sedih saat ini.


" iya umi!" Ujar Sean.


" umi selalu mendoakan mu Sean."


" terima kasih umi! "


...


Pagi hari Gus Sean berpas pasan dengan Dhea di depan kelas mata mereka beradu dan jantung mereka saling bergemuruh satu sama lain.


" saya minta maaf Dhea!" ujar Gus Sean penuh harap.


" Gus ga punya salah sama Dhea jadi ngapain minta maaf!" ujar Dhea tanpa menatap ke arah lawan bicara.


" jangan cuekin saya!" Keluh Gus Sean.


" saya biasa aja kok Gus!" Ujar Dhea singkat.


"Dhea, saya mohon !" ujar Gus Sean penuh harap.


" apa aku udah terlalu menyiksa Gus Sean dengan menjauhinya? " Batin Dhea termenung memikirkan perilaku nya.


" maafkan saya Dhea!" Ujar Gus Sean lagi.


" baiklah Gus saya sudah maafkan Gus sean! tapi jangan buat saya seperti kemaren lagi ya!" ujar Dhea tersenyum manis.


" saya janji Dhea saya tidak akan seperti kemaren lagi!" Gus Sean bersemangat saat sudah mendapatkan maaf dari Dhea.


" yasudah sekarang kita masuk kelas yuk Gus, keburu telat!" ujar Dhea tersenyum sembari mendahului Gus Sean.


" iya "


Gus Sean mengikuti Dhea dari belakang saat memasuki kelas semua mata tertuju pada Dhea dan Gus Sean hal itu tak luput dari pandangan Lissa and the Genk.


" assalamualaikum.." salam Dhea dan Gus Sean.


" wa'alaikumussalam.." jawab mereka serempak.


Kemudian Dhea duduk di kursinya di samping Syifani dan Gus Sean bersiap memulai kelasnya hari ini, namun Dhea masih merenung kan perilaku nya saat ini, apakah ini baik bagi dia dan Syifani saat ini, mengapa terkesan dia sedang mencoba merebut Gus Sean dari Syifani?

__ADS_1


Dhea menatap lurus pada laki laki tampan di hadapan nya saat ini sambil terus memikirkan tindakan nya.


...


__ADS_2