
KRITIS II
hey bangun!
bangunlah apa kau tak penat Hem?
masih mengantuk lagi?
ouh ayolah jangan seperti kerbau yg suka tidur!
hey bangun kau jangan buat aku sedih!
ya begitu lah kira kira isi hati Dhea saat melihat orang yg tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit itu.
namun...
...
namun saat sedang asik melihat itu mereka di kejutkan dengan keadaan Gus Sean yg tiba tiba kejang kejang.
Dhea panik dia terus meronta ronta agar di lepaskan, dia ingin ke sana dan melihat Gus Sean. dia tidak ingin melihat pria itu sakit seperti itu.
bunda terus memeluk Dhea agar tidak terlepas dari genggaman nya.
sedangkan umi sedang memanggil dokter untuk gsa Sean.
" enggak bunda lepasin Dhea! Dhea harus kesana bunda Gus Sean butuh Dhea Bun, tolong Bun.." ucap Dhea terus meronta agar di lepaskan.
" tenang nak tenang syg.. Sean tidak apa apa nak kamu yg tenang di sana sudah ada dokter yg memeriksa Gus Sean syg!" ucap bunda yg ikut menangis karena melihat kondisi Dhea yg saat ini sangat lemah dan rawan akan kesedihan nya.
" tidak bunda mereka semua tidak bisa melakukan apa apa Bun.. hanya aku yg bisa bunda lepasin aku bunda.." ucap Dhea menangis pilu walau dia tau itu semua tidak dapat merubah apa apa tapi dia yakin Gus Sean akan selalu mendengarkan perkataan nya.
" syg jangan seperti ini.." ucap umi sedih
namun Dhea tetap tidak mendengarkan kedua orang tua nya itu dia terus meronta untuk di lepaskan.
" DHEA CUKUP! ( bentak umi ) CUKUP NAK! KITA SEMUA JUGA KHAWATIR SAMA SEAN KITA JUGA GA MAU KEHILANGAN SEAN, TAPI KITA TIDAK BOLEH TERLALU BERSEDIH SEPERTI INI! KAMU PERCAYA PADA ALLAH SAYANG? DIA SELALU MEMPERLAKUKAN ADIL TERHADAP UMAT NYA, LANTAS APA HAK KITA INGIN MENUNTUT LEBIH? ( umi mendekat ke arah Dhea yg sedikit reda walau masih menangis dan langsung memeluk Dhea ) Nak percaya lah sayang Sean pasti akan baik baik saja!" ucap umi memeluk Dhea dan akhirnya Dhea tenang dan terus memeluk umi.
beberapa saat kemudian dokter keluar dan membicarakan hal ini kepada bunda dan umi, sedangkan dhea dia ingin menemui gus sean dengan janji tidak akan membuat kekacauan di dalam sana.
dhea terus berjalan kearah gus sean dengan air mata terus membanjiri wajah nya.
mata yg tajam sudah terganti dengan mata sayu.
ketegasannya tergantikan dengan kelemahan.
skrg tidak ada dhea yg tegas dan kuat, yg ada hanya dhea yg lemah dan sayu.
dhea mendekat dan duduk di kursi samping ranjang gus sean, dhea menggenggam tangan gus sean dengan erat nya, menciumi pucuk tangan yg pucat itu dengan getar, menatap sendu dia yg lemah itu.
__ADS_1
" Gus..
" apa harus seperti ini?
" tidak lelah Hem?
" jawab Dhea Gus!
" kata nya mau berjuang! tapi kok tidur Mulu si?
" Dhea kangen Gus! Dhea kangennn banget sama Gus Sean! ayo bangun Gus!
" jgn hukum Dhea kaya gini, Gus Sean boleh marah tapi jgn kaya gini, Dhea ga kuat Gus Dhea lemah!
" tau ga? Dhea sakit! Dhea di rawat di rumah sakit! Gus Sean ga mau jagain Dhea? Dhea sendiri.
" Dhea janji Gus kalo Gus Sean bangun, kalau Gus Sean sembuh, Dhea akan nurutin semuaa yg Gus Sean minta, Dhea janji kok!
" Dhea ga akan pergi lagi tapi Gus Sean harus sehat..
" hiks hiks hiks Gus..
Dhea terus mengeluarkan air mata nya sambil menggenggam tangan Gus Sean erat erat, dia tidak ingin melepaskan genggamannya dia tidak ingin Gus Sean pergi, tidak jangan pergi lagi!
...
" Bu saya tau ini berat, namun ini harus di lakukan! ( dokter menarik nafas dalam dalam ) kita harus mencabut alat bantu pasien! " dokter mengatakan semua nya yg terjadi agar mereka bisa paham.
" apa tidak ada cara lain dok? tolong selamatkan anak saya! saya mohon dok!" ujar umi yg menangis
" iya dok pasti ada cara lain! jgn nyerah dok Sean pasti sembuh!" seru bunda sambil menenangkan umi.
" maaf ibu, detak jantung pasien sudah tidak normal lagi! terkadang terdeteksi dan terkadang menghilang! kasihan pasien jika harus di tahan seperti itu!" jelas dokter.
" izinkan saya berbicara dengan suami saya dulu dok, besok saya sampaikan kembali!" ucap umi
" baik Bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi ini kehendak yg maha kuasa!" ucap dokter tersebut.
" assalamualaikum..
" waalailumussalam..
...
di depan ruangan dokter Dhea mendengar semua yg di katakan oleh dokter kepada umi dan bunda.
sekali lagi dia merasakan perasaan hancur itu setelah bertahun tahun dia tidak merasakan nya.
apa harus seperti ini? kenapa harus lagi? belum cukup dia? itu lah yg di rasakan Dhea, menangis dalam diam dan tak bersuara.
__ADS_1
setelah melihat bunda dan umi hendak keluar Dhea memilih untuk pergi dari sana dia tidak ingin bunda dan umi melihat dirinya, biarkan saja mereka berfikir kalau dia tidak tau apa apa.
skip Dhea pergi ke taman rumah sakit menangis sejadi jadi, menahan sakit yg tak berdarah.
" Rama.. dia akan tinggalin Dhea lagi! Dia ingin nyusul Rama! kenapa kalian jahat sama Dhea ha? kenapa? Dhea ga kuat ram Dhea ga kuat!" tangis Dhea sambil mengungkapkan isi hati nya
" Gus Sean! kamu jahat! kamu udh janji kalau kita akan menikah kan? tapi apa ini? kenapa kamu ingin pergi?
jgn buat Dhea kecewa Gus Dhea tidak mampu! " ucap Dhea tersedu sedu.
tiba tiba sebuah tangan datang sambil memberikan sapu tangan kepada Dhea.
sekilas Dhea dapat melihat bahwa dia adalah salah satu dokter di rumah sakit ini.
Dhea tidak keberatan dan langsung mengambil sapu tangan dan menyeka air mata nya, sedangkan sang dokter sudah duduk di samping Dhea sedari Dhea mengambil sapu tangan itu.
" tidak semua yg kita inginkan akan kita miliki!" ucap dokter itu menatap lurus, Dhea memalingkan wajah nya ke arah dokter itu.
" terkadang tuhan terlihat tidak adil! namun percayalah Tuhan hanya membantu agar dia terlepas dari penderitaannya! ikhlas! walau berat namun hanya itu yg kita punya, merelakan hal yg lebih di sukai oleh tuhan! dan yakin bahwa kita akan bertemu lagi!" ucap dokter itu panjang lebar.
" saya Kelvin!" ucap dokter itu mengulurkan tangan nya.
" Dhea!" jawab Dhea mengulurkan tangan nya.
" jgn bersedih lagi! saya juga pernah merasakan hal yg sama! namun saya ikhlas karena saya tau tuhan lebih menyayangi dia!" ucap dokter itu.
" saya lemah dok! saya tidak kuat melepaskan untuk kedua kalinya!
" saya yakin kamu bisa!" ucap dokter tersebut memegang tangan Dhea.
" tapi sulit.."
" saya dengar kamu berani mengancam rumah sakit ini jika tidak bisa menyelamatkan dia betul? lantas kenapa kamu jadi seorang pengecut skrg? saya yakin itu tidak benar kan?" tanya D. Kelvin.
" haha tidak juga dok!"
" ketawa mu bagus! lebih cantik!" ucap d. Kelvin.
" haha bisa saja dok!"
" panggil saja Kelvin!"
" oke Kelvin, yasudah saya kembali dulu takut keluarga saya mencari saya! terimakasih sudah menghibur saya! assalamualaikum.." ucap Dhea namun Kelvin tidak menjawab salam nya.
Dhea yg melihat itu menjadi paham bahwa ternyata Kelvin adalah seorang non muslim.
Dhea berjalan meninggalkan Kelvin dan menuju keruangan nya.
...
__ADS_1