Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 81


__ADS_3

SADAR


_______


Dhea sedang dalam sujud di atas sajadah nya sedang melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim..


dia sedang melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam nya.. bagi nya itu adalah suatu kewajiban setelah yg wajib..


" ya Allah yg maha pengasih lagi maha penyayang.. sembuhkan lah suami ku,,berikan dia hidup untuk menemani ku,,izinkan aku menebus semua kesalahan yg pernah ku perbuat pada nya,, izinkan aku menjadi istri yg baik bagi nya,,izinkan kami melakukan shalat ini bersama,,hanya pada mu kami memohon belas kasih ya Rabb,,amin amin ya rabbal alamain"


Dhea mengakhiri doanya dengan air mata yg tak sengaja turun di wajah nya.


saat dia hendak membuka mukenah yg di pakainya dia melihat Gus Sean yg seperti kejang kejang..


rasa takut kian menggerogoti hati nya dengan cepat dia menekan tombol di sebelah ranjang Gus Sean dengan panik kemudian mencoba sebisa mungkin memeriksa apa yg terjadi pada Gus Sean..


" Gus.. ada apa? jgn seperti ini.. Dhea takut!" ucap Dhea menggenggam tangan Gus Sean erat..


sesat kemudian dokter masuk dengan teleskop milik nya dan memeriksa Gus Sean dengan cepat,,terlihat bahwa ini menandakan hal yg tidak baik baik saja,,Dhea yg mengerti pun hendak melangkahkan tubuh nya keluar namun hal yg tak diduga pun terjadi,,Gus Sean menggenggam erat tangan Dhea yg berada di genggaman nya..


para dokter dan suster yg melihat ini kaget,,apa ini yg di maksud refleks secara tak sadar?


" baiklah kamu tetap disini.. sepertinya pasien tidak ingin kamu pergi!" ucap dokter itu kemudian memeriksa Gus Sean


berbagai obat alat telah siap berada di tubuh Gus Sean Dhea yg berada di samping tak kuasa melihat semua ini.. dia tidak pernah menginginkan untuk melihat suami tercintanya merasakan sakit yg seperti ini,,tak terasa. air mata nya pun menetes namun dia menangis tanpa suara.


" pasien udah keluar dari masa kritis nya! skrg keadaannya sudah kembali normal! kami pamit dulu!" ucap dokter itu


" terimakasih dokter!"


" sama sama!"


Dhea terduduk di samping ranjang Gus Sean dengan lemas.


" Gus.. berhentilah seperti ini! jika Gus Sean marah sama Dhea Gus Sean bisa diemin Dhea atau marahin Dhea! tapi jangan hukum Dhea seperti ini syg,, jgn lakukan hal yg memainkan nyawa mu!


Dhea minta maaf Gus,,sadar lah suamiku,,apa Gus Sean ga mau Dhea panggil suami? mau kan? bangun bangun syg!! jgn terlalu lama tertidur Dhea kangen!!" ucap Dhea sambil mencium tangan suami nya.


tak terasa Dhea pun terlelap dan memasuki alam mimpi nya kembali.


....


keesokan hari nya Dhea kembali beraktivitas di kantor nya dan dengan sibuk mencoba menyelesaikan pekerjaan nya secepat mungkin.


karena hari ini dia akan menemani Caca untuk jalan jalan.


tok tok tok


" masuk!" seru Dhea namun tidak mengalihkan pandangannya dari arah laptop.


" Bu,,di luar ada yg ingin bertemu!" ucap sekretaris Dhea.


" siapa?"


" orang yg kemarin!" ucap sekretaris nya.

__ADS_1


Dhea mengernyitkan alis nya dan beberapa saat kemudian dia mengangguk tanda mengiyakan.


" hallo baby! " ucap pria itu.


" tidak perlu basa basi apa tujuan mu datang kesini?" ujar Dhea menatap tajam pria itu.


" jgn terlalu kejam seperti itu! aku semakin menyukainya!" ucap Willi dengan tersenyum.


" Ada apa?"


" apa tidak ada kesempatan bagi ku Dhea?" ucap pria itu dengan mode serius nya.


ya, Willi dia kembali mengungkapkan isi hati nya yg sangat mencintai wanita di depan nya ini,, bagi nya dia bisa mengorbankan apa saja agar wanita ini mau menjadi istrinya,,tapi wanita ini berbeda! dia tidak tertarik terhadapnya yg bahkan sangat jelas sekali banyak org yg ingin mencuri perhatian nya.


" Willi maafkan aku! aku sudah memiliki suami! aku mencintai suamiku! sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkannya! tidak akan pernah!" ucap Dhea dengan tegas namun dengan nada yg lembut tidak seperti biasanya.


" huhhff maafkan aku Dhe! aku terlalu gegabah,,karena kamu sudah menjawab nya maka aku tidak akan memaksa mu lagi! tapi bisa kah kita berteman? setidaknya jgn acuhkan aku seperti skrg!" ucap pria itu dengan sedih dan tulus.


" aku tidak pernah membenci mu! aku sudah memaafkan mu jauh dari sebelum kau meminta maaf Will! kita bisa menjadi teman!" ucap Dhea seraya tersenyum.


" benarkah? hufhhh pria sekarat itu sangat beruntung!" ucap Willi bercanda.


" Will.." seru Dhea.


" iya iya aku hanya bercanda!" ucap Willi lagi


" baiklah!"


Dhea kembali fokus kepada pekerjaannya meninggal kan lelaki itu yg masih terus menatapnya.


" ya sepertinya begitu!"


" apa aku boleh ikut?" tanya Willi hati hati.


Dhea memikirkan perkataan Willi sejenak,,kemudian dia menganggukkan kepalanya.


" baiklah!"


" terimakasih! kalau begitu aku pamit dulu!" ucap nya kemudian bangkit dari duduknya.


" Will!" panggil Dhea lagi sebelum Willi membuka pintu.


" jgn patahkan kepercayaan ku!" ucap Dhea singkat namun terlalu bermakna.


" aku tidak berani!" ucap Willi yg kemudian menghilang dari tatapnya.


Dhea menghela nafas panjang,,masalah terus menerus menghampirinya,,dia merasa tidak ada jeda saat masalah akan terus datang,,lelah? kata itu sudah sangat padat di tempat nya.


...


siang ini Dhea sudah bersama seorang anak kecil dan ayah nya.


mereka sedang menuju cafe untuk mengisi perut masing masing karena sudah kelelahan bermain sepanjang hari.


" syg makan lah yg banyak!" ucap Dhea pada Caca yg berada di sampingnya.

__ADS_1


" baik ma!"


" setelah ini kita mau kemana lagi?" tanya Willi yg kemudian membuka suara.


" Caca mau kemana habis ini?" tanya Dhea pada sang anak.


" heum.." seru sang anak sambil meletakkan tangannya di dagu nya seperti sedang memikirkan sesuatu.


" gimana kita ke pantai saja ma? sudah lama Caca tidak kesana!" ucap Caca pada sang mama.


" tidak!" seru suara yg tiba tiba menyela.


" tapi Will.." ucap Dhea.


" kita tidak akan kesana!" ucap Willi tegas.


Willi ada trauma tersendiri terhadap pantai.


setiap dia melihat pantai dia pasti akan selalu teringat dengan mantan istrinya. dan itu akan selalu menjadi hal yg menyakitkan dalam dirinya.


" tapi pa.."


" Caca! papa bilng tidak ya tidak!" ucap Willi kemudian meninggalkan meja dan pergi ke toilet.


" ma.." ucap Caca.


" tidak apa syg.. nanti mama akan ngomong sama papa!" ucap Dhea lembut.


" heum.."


tak berapa lama kemudian Willi kembali namun dia melihat wajah sang anak yg sangat murung akibat penolakannya.


" Will.." seru Dhea.


" hufhhh baiklah!" ucap Willi akhirnya menyerah dengan ego nya.


" benarkah?" tanya Dhea memastikan.


" baiklah kita akan pergi ke pantai!" ucap Willi dan melihat sang anak.


Willi menghampiri sang anak dan berjongkok di depannya.


" kita akan kelantai syg.. kau senang heum?" tanya Willi.


" maaf papa!" ucap Caca pelan.


" tidak apa syg.. kita akan ke pantai!"


" benarkah?"


" apa papa pernah berbohong sama Caca?" tanya Willi Caca pun menggeleng kepala.


" makasih papa..." Caca memeluk sang papa dengan erat.


...

__ADS_1


__ADS_2