
PENYERANGAN DI PADEPOKAN II DAN
KEMBALINYA ABAH ANOM
🌸_____________________________________🌸
Saat ini suasana makin tak terkendali lagi banyak para jawara yg sudah tidak bisa bertahan lagi lalu sebelum Dhea pergi dia memberi arahan kepada jawara senior yg di latih nya tadi bahkan mereka sudah hampir 1 Minggu ini di latih oleh Dhea dan tidak perlu di ragukan lagi jika Dhea yg melatih maka orang itu pasti akan kuat! walau mereka tak lebih dari 15 orang sampai 20 orang namun ini lebih dari cukup untuk membantu setengah dari kekuatan untuk menyerang lawan.
" baiklah! kita akan pergi ke depan namun kalian jgn sampai mengecewakan saya! karena setiap saya melatih orang maka orang itu akan kuat! tapi jika orang itu lemah maka lebih baik jangan berlatih dengan saya lagi! karena saya hanya akan melatih sang juara dan ini waktu nya bagi kalian untuk membuktikan bahwa kalian layak dan patut menjadi kebanggaan padepokan Lima sila!" tegas Dhea pada semua orang.
" baik sis kami pasti akan melakukan yg terbaik!" ucap kapten dari regu naga Phoenix yg di latih Dhea.
" saya percaya kalian! mari kita pergi!"
para murid senior sudah berbaur dengan jawara lain nya yg menjaga pertahanan depan sedangkan Dhea samar samar masih menyaksikan pertikaian itu dari atas gedung padepokan lima sila.
dia masih mencoba memahami situasi di sini sebelum dia mengambil satu langkah maju! karena bagaimana pun ada ratusan nyawa yg harus ia selamatkan di bawah tanggu jawabnya.
oleh karena itu setelah mengamati beberapa saat Dhea dengan perlahan menghampiri orang orang yg sedang mengadu kekuatan itu.
" kami peringat kan sekali lagi panggil lady keluar!!" riak salah satu Genk serigala.
" disini tidak ada yg kalian panggil lady! " riak Haris sambil terengah-engah.
" jgn banyak bicara cepat panggil lady black cobra kesini atau tidak kami akan menghancurkan padepokan sialan ini!" bentak Ryan yg tak lain pemimpin pasukan serigala di kota ini.
mengapa Ryan menjadi pemimpin di kota ini? mengapa bukan pemimpin di setiap daerah? jawaban nya karena setiap Genk pasti memiliki ketua pemimpin di setiap masing masing kita kekuasaan.
" sudah ku bilang berapa kali tidak ada yg kalian sebut lady black cobra itu disini!" Haris mulai geram dengan tingkah para bajingan ini yg masih terus menerus membahas soal lady black cobra yg pada kenyataannya tidak mungkin org sehebat itu berada di padepokan lima sila.
" heh, dasar para tikus bodoh bahkan org seperti lady pun kalian tidak mengenalinya huh dasar orang kampung" hina Ryan sembari meludahkan dengan remeh nya.
" ya Tuhan bagaimana ini? mereka mencari teh Dhea! teh semoga teteh tidak kesini teh.." doa ayu dalam hati nya yg saat ini sungguh masih sangat panik.
" kalian.." sebelum ayu menyelesaikan perkataan nya namun perkataan nya sudah lebih dulu di potong oleh Dhea.
" huh dasar para semut yg mencari mati!" cibir seseorang dengan pembawaan yg angkuh dan berwibawa jelas ini adalah Dhea.
" akhirnya kau datang juga lady!" sinis Ryan
" dasar tdk berguna berani sekali kalian memulai penyerangan di saat aku masih disini! sungguh cari mati!" sinis org itu yg tak lain adalah Dhea.
" ya ampun teh kenapa keluar sih? bahaya teh." gumam ayu mulai cemas.
" apa ternyata teh Dhea adalah lady black cobra? dan tanpa sadar kami telah menampung org yg begitu hebat? huh sungguh mengejutkan!!" gumam Haris yg masih terbengong-bengong dengan pemikiran nya saat ini.
tak luput dari Haris dan ayu saja namun para jawara lain nya juga kaget sekaligus tak percaya bahwa mereka selama ini bersama seseorang yg begitu berwibawa dan karismatik.
" lady cepat ikut kami skrg jika tidak padepokan ini akan kami hancurkan!" sinis Ryan angkuh nya.
__ADS_1
" ikut? apa kau tak takut mati? "
" hahahaha mati? mati katanya? huh benar benar wanita sombong!" seru Ryan
" baiklah karena kalian ingin membawa ku maka ayo tangkap aku jika kalian mampu!" ujar Dhea sambil tersenyum santai.
" ya Allah teh Dhea pada saat genting seperti ini masih bisa bisanya dia tersenyum? kami saja sudah kewalahan menghadapi nya hadehhh efek orang hebat emang seperti ini!!" gumam Haris melihat Dhea tersenyum saat masa kritis ini.
" baik kalau itu mau mu! seranggg" Ryan berteriak
anggota serigala sudah berlarian mendekati Dhea dengan semangat 45 nya namun sayang nya mungkin mereka melupakan identitas nya yg merupakan lady black cobra. nama itu bukan di buat seperti itu saja jika tidak terbukti benar maka dari itu seperti nya mereka melupakan hal itu.
buk buk buk
banyak dari mereka yg sudah terkapar akibat pukulan Dhea dan hanya tersisa beberapa saja. untuk saat ini Dhea sudah berhenti untuk membunuh karena saat ini dia sudah ingin berhijrah namun bukan berarti dia tidak melawan jika ada yg ingin menyakiti nya sungguh hal itu di luar kendalinya.
" hanya segitu saja ingin menangkap ku? hmn jangan coba coba!" ujar Dhea sambil memainkan kuku nya dengan santai.
" cih dasar sombong! baiklah karena mereka tidak berguna tapi tidak dengan ku! "
kemudian Ryan menyerang Dhea dengan membabi buta namun bagi Dhea itu hanya perlu sebagian kecil dari kekuatan nya untuk menghabisi dia.
buk buk buk
Dhea menangkap tinju Ryan yg hendak menyentuh wajah cantiknya dan memutarnya 30° lalu menendang di bagian bawah perut nya sebelum kemudian melompat dan bergelantungan dengan sangat mahir di tubuh Ryan sebelum menarik tangan yg di pegang nya tadi dan...
krekk
" akhhhh tangan ku kaki ku akhhhh ampun lady ampun lady aku salah aku salah lady tolong maafkan aku!" seru Ryan sambil bersimpuh di tanah dengan sangat mengenaskan.
" huh tadi bukan nya kau ingin menangkap ku hmn?" tanya Dhea melipat kedua tangannya di dada.
" tidak lady aku salah aku salah tidak memiliki mata! tolong ampunilah kami lady!" seru nya terengah-engah.
" ini akibat nya jika kalian ingin melawan ku untuk memberontak! sudah ku peringatkan jgn membuat onar tapi kalian tidak mendengar nya malah pergi ingin membawaku? pergi sampaikan pada Deffon sepertinya bajingan itu sudah bebas? sampaikan padanya 1 bulan kurang aku akan kembali ke markas serigala untuk menghancurkan Genk sialan itu!" ujar Dhea dengan tenang padahal kemarahan nya sudah memuncak itulah cara dia menyembunyikan kemarahan nya untuk menghadapi para musuh agar tidak terlihat getir sehingga mereka dapat celah untuk menusuk nya.
" sungguh menyeramkan untung nya aku tidak berbuat yg aneh aneh kalau tidak? sudah jadi apa aku skrg!" gumam Haris bergidik ngeri
" cantik tapi menyeramkan huh topeng macam apa itu yg di pakai teh Dhea? menyeramkan" gumam ayu sambil membopong Haris yg terluka itu
saat mereka hendak pergi namun Dhea mencegat langkah mereka sehingga mereka berbalik.
" tunggu!!" cegat Dhea
" apa kalian mau pergi begitu saja lihat apa yg sudah kalian perbuat dengan padepokan ku! apa tidak ingin membayar kompensasi? " seru Dhea sambil tersenyum santai
" hah? ( mereka tercengang namun tidak berani membantah ) ba baik lady kalian semua kumpulkan uang kalian dan taruk di amplop ini" riak Ryan pada semua anggota nya.
dengan cepat mereka memasukkan uang mereka kedalam amplop berwarna merah muda itu dan segera dia letakkan di atas batu lalu mereka pergi dengan segera.
__ADS_1
setelah mereka pergi ayu dan Haris menghampiri Dhea yg sedang mengambil amplop itu.
" teh! teh Dhea ga papa kan? ga ada yg terluka kan? " tanya ayu pada Dhea dengan raut wajah khawatir.
" tenang saja yu belum lahir orang yg mampu membuat aku terluka!" gurau Dhea sambil tersenyum pada ayu
" teh jadi selam ini..."
" nanti aja bahas nya di dalam nanti aku ceritain semuanya sama kalian! "
" baik teh!"
sebelum mereka pergi seluruh jawara di kumpulkan tepat di depan gerbang yg terjadi penyerangan tadi.
" tugas kalian saat ini adalah membersihkan semua kekacauan ini segera!" seru Dhea pada mereka semua dan di anggukan oleh mereka.
" dan ini adalah uang gunakan uang ini untuk mengganti apa saja yg rusak karena kejadian tadi dan kalian hanya punya waktu satu hari untuk membersihkan kekacauan ini!" seru Dhea tegas
" baik sis!" riak mereka.
kemudian Dhea melangkah ke dalam bersama ayu dan Haris untuk mengobati Haris yg terluka. ayu mengambil baskom serta kompres sedangkan Dhea mengambil obat p3k di kamarnya.
kemudian Dhea menjelaskan semuanya pada Haris seperti yg dulu di jelaskan nya pada ayu sebelumnya.
dan Haris pun hanya mengangguk paham.
tiba tiba terdengar langkah kaki dan munculah seorang paruh baya yg tak lain adalah Abah Anom.
" apa yg sudah terjadi ?" tanya Abah saat melihat Dhea dan ayu mengobati Haris.
" Abah sudah pulang? " tanya Dhea.
" sudah!! apa yg telah terjadi di padepokan ini? mengapa semuanya berantakan? " tanya Abah
" tadi Genk serigala kembali membuat onar Abah!"
kemudian mereka menceritakan semua peristiwa yg terjadi termasuk dengan identitas Dhea yg sebagai lady black cobra.
" maafin Dhea Abah! ini semua terjadi karena Dhea!" seru Dhea merasa bersalah
" sudah lah ini juga bukan salah kalian sepenuh nya kalian sudah menjaga padepokan ini dengan baik dan istirahat saja untuk hari esok!" seru Abah pada Dhea Haris dan ayu
" baik Abah!"
....
HALLO GUYS GIMANA CERITA NYA? SERU GA?
SELAMAT MEMBACA PARA READER!!
__ADS_1
🖤🖤🖤🖤