
RUMAH SAKIT II
....
mereka sudah berkumpul di ruang rawat Gus Sean. dengan wajah kantuk masing masing yg masih sangat terlihat jelas.
Abi dan umi sudah pulang karena Dhea dan Syifa yg menyuruh mereka plng.
sekrg tinggal lah Dhea dan Syifani. dengan situasi canggung setelah kebenaran itu, Syifani tertidur di sofa sedangkan Dhea lebih memilih untuk duduk di kursi samping ranjang Gus Sean.
sungguh sakit hati nya saat melihat Gus Sean harus terbaring lemah begini.
Tampa di sadari air mata nya pun terjatuh dia menangis saat itu.
" Gus.. sadarlah.. ku mohon.. jgn buat aku khawatir.. jgn tinggalkan aku.. sadarlah Gus.. bukan nya kamu ingin mengajak ku ta'aruf hemn?? jadi ku mohon sadar!!" ujar Dhea mencoba berbicara dengan Gus Sean yg masih setia menutup mata nya.
" sudah lah Dhe.. lebih baik kamu istirahat.. Gus Sean pasti akan baik baik saja.. percayalah.." ujar Syifani yg tiba tiba datang. ternyata sedari tadi dia belum tidur eh tepat nya dia terbangun ketika mendengar suara isakan tangis.
" aku takut syif.. aku takut kehilangan kedua kalinya.. mengapa Gus Sean tak kunjung membuka matanya?!" tangisan Dhea pecah seketika.
" mungkin Gus Sean terlalu lelah.. berpikirlah positif.. semua akan baik baik saja .." Syifani memeluk Dhea untuk menguatkan nya.
" semoga syif.."
...
keesokan hari nya Abi umi sudah mengunjungi Gus Sean ke rumah sakit dengan membawa makanan dan baju ganti untuk Dhea dan Syifani yg di minta umi dari Lissa
" bagaimana perkembangan Sean nak?" tanya umi pada Dhea dan Syifani
" masih sama umi.. Gus Sean belum berkenan membuka mata nya.." jelas Syifani memeluk umi mencoba menguatkan
" innalilahi.. sadarlah nak.. kami menunggu mu.." seru umi menatap nanar tubuh Gus Sean.
" Dhea mengapa mata mu seperti panda? apa kamu tidak tidur semalaman?" tanya Abi pada Dhea yg sedari tadi hanya diam saja.
" eh eng.. engk.. Abi.. Dhea tidur kok tapi hanya sebentar.. Dhea tidak kantuk tadi malam!" jelas Dhea sambil mencoba tersenyum.
" Abi tau kamu khawatir nak.. Abi tau kalian saling mencintai.. semoga tuhan menyatukan kalian.." gumam Abi menatap Dhea dan Sean bergantian.
" segitu khawatir kah kamu Dhe?? rela mengorbankan kesehatan mu demi Gus Sean.. sungguh aku menyesal telah menjauhkan mu kemaren.. rasa sayang ku kalah jika di bandingkan dengan rasa sayang mu pada nya.." gumam Syifani tersenyum di samping umi.
" umi merestui kalian nak.." gumam umi***
" hmn yasudah ini umi ada bawakan pakaian ganti kamu dan Syifa.. kalian bersih bersih lah.. kemudian makan dan istirahat.." seru umi sambil menyodorkan paper bag.
" eh tidak perlu umi.. biar Dhea saja.. Syifa nanti ikut plng saja sama umi.. " seru Syifani
" iya umi.. Dhea aja yg disini.. umi Abi dan Syifani bisa ke ponpes saja.. nanti kalau ada apa apa Dhea akan kabarkan pada kalian.." seru Dhea tulus
" terimakasih nak.. tapi umi Abi dan Syifani akan pulang sebentar lagi.. jadi kamu bersih bersih lah dulu.." tawar umi tersenyum
" terimakasih umi.. kalau gitu Dhea permisi dulu ingin ganti baju.. assalamualaikum"
__ADS_1
" waalaikumsalam.."
....
3 jam berlalu setelah Dhea istirahat dan berganti pakaian. sekarang tibalah pukul 13.23 Abi umi dan Syifani sudah pergi dari tadi dan tinggallah Dhea dan Gus Sean di sini.
Dhea terus menatap kearah Gus Sean yg masih enggan membuka matanya.
sungguh rasanya dia ingin memeluk tubuh itu. namun itu semua tidak mungkin.
" Gus.. kapan bangun? tak lelah kah tidur terus? Dhea sudah lelah duduk di rumah sakit ini.. bangun lah Gus.. Dhea merasa bersalah karena ini.. karena nolongin Dhea Gus jadi terkapar di rumah sakit ini.. maafkan Dhea Gus.." ujar Dhea mencoba tersenyum walau tak bisa.
....
1 Minggu sudah Gus Sean berada di rumah sakit namun tak kunjung jua membuka matanya.
saat ini Dhea tengah berada di ponpes dan Syifani yg menggantikan nya menjaga Gus Sean di RS PELITA.
siang hari setelah urusan nya selesai Dhea pun memutuskan untuk pergi ke RS PELITA dia hanya sendiri karena Abi dan umi sedang pergi keluar kota karena ada acara yg tidak bisa di tinggalkan.
saat sesampainya di RS betapa senang sekaligus sedihnya dirinya.
pasalnya dia senang karena Gus Sean sudah sadar namun dia juga sedih karena bukan dia yg berada di samping Gus Sean saat dirinya sadar.
" assalamualaikum.." salam Dhea mengalihkan perhatian Gus Sean dan Syifani yg sedang tertawa.
" waalaikumsalam " jawab mereka serempak namun Gus Sean seperti tidak menganggap kehadiran nya..
" ada apa ini? Gus Sean marah padaku? seharusnya aku yg marah padanya.. huffhh sungguh menyebalkan orang satu ini!!" gumam Dhea.
" seperti anak kecil saja mereka ini.. sungguh menyebalkan.." gumam Syifani***.
" gimana keadaan mu? " tanya Dhea pada Gus Sean
" seperti yg kamu lihat! saya baik.." jawab Gus Sean seadanya
" syukurlah.. Syifa ini aku bawakan makanan buat mu.." seru Dhea memberikan paper bag kepada Syifani
" terimakasih Dhe.."
" bahkan mengingat membawakan saya sesuatu saja tidak.." gumam Gus Sean kesal.
" Gus Sean sudah makan?" tanya Dhea ramah
" tidak perlu peduli.." ketus Gus Sean
" ada apa ini Gus? kenapa seperti ini? apa Gus marah pada ku?" tanya Dhea pada Gus Sean yg saat ini notabene nya mereka berdua karena Syifani memutuskan untuk makan di kantin.
" tidak!"
" hufffss.. seterah lah.." Dhea jengah menanggapi Gus Sean yg marah tak jelas padanya dia pun memutuskan untuk duduk di sofa sambil memejamkan matanya.
ya! beberapa hari ini dia tidak cukup tidur akibat menjaga Gus Sean.
__ADS_1
Dhea terbangun saat melihat Gus Sean sedang kesusahan mengupas buah karena selang infus nya.
" sini biar Dhea kupaskan" ujar Dhea mengambil paksa pisau dan buah dari tangan Gus Sean.
" mengapa kamu semakin tidak sopan saja !" bentak Gus Sean tiba tiba yg mampu membuat Dhea terhenyak kaget.
( bentakan pertama Gus Sean )
"mengapa Gus Sean membentak ku? aku hanya ingin membantu.." seru Dhea yg mulai terbawa emosi dia kesal karena Gus Sean sama sekali tidak menghargai nya.
" karena saya tidak menyuruh mu jadi jangan bersikap berlebihan!" ketus Gus Sean membuang muka.
" berlebihan Gus bilang? apa salah saya membantu? "bentak Dhea yg tak kuasa menahan emosi nya dia terus berusaha agar air mata nya tidak tumpah.
" jika kamu tidak suka kamu bisa pergi!" ketus Gus Sean lagi.
Dhea terhenyak dengan pernyataan Gus Sean. apa ini balasan untuk nya setelah dia menunggu Gus Sean sadar? apa tidak ada balasan yg setimpal untuk nya? sungguh tidak adil batin nya.
" baik saya akan pergi!" seru Dhea yg bangkit dengan air mata nya yg tak dapat di bendung lagi.
saat Dhea keluar ruangan Gus Sean dia berpapasan dengan Syifani yg hendak masuk.
Syifani yg mendengar semuanya pun justru kasihan melihat Dhea.
" mengapa Gus memarahinya?" tanya Syifani pada Gus Sean yg terlihat biasa saja
" ntah lah.."
" Gus tau? Dhea menjaga Gus Sean setiap hari disini.. dia rela tidak tidur semalaman hanya demi menunggu Gus Sean sadar.. mengutamakan Gus Sean dari pada kepentingan nya.. asal Gus tau.. Dhea tadi pergi karena ingin membawa pakaian ganti Gus Sean yg sudah di cucunya kemaren.. apa Gus tidak bisa menghargai nya??" jelas Syifani yg mampus membuat Gus Sean bungkam
" astaghfirullah.. maafkan saya Dhea saya sungguh tidak tau.. maafkan saya.. dimana kamu?" gumam Gus Sean merasa bersalah.
Gus Sean bangkit dari tidurnya berusaha untuk mencari Dhea yg di usir nya tdi.
" mau kemana? Gus Sean belum bisa banyak gerak! nanti jahitan nya terbuka lagi Gus.." jelas Syifa yg khawatir saat Gus Sean hendak menuruni ranjang nya
" saya ingin mencari Dhea.. "
" tapi Gus.."
" saya tidak papa Syifa.."
" baiklah hati hati.."
....
HALLO GUYS GIMANA CERITANYA?
SERU GA?
MAAF AUTHOR JARANG UPDATE SEKARANG KARENA AUTHOR BANYAK TUGAS SEKOLAH...
JIKA SUKA DENGAN CERITA "SEBENING CINTA GUS PESANTREN" JANGAN LUPA VOTE + COMENT + LIKE YA..
__ADS_1
♥️♥️♥️