Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 57


__ADS_3

MENCARI MASALAH & PERESMIAN HUBUNGAN TA'ARUF II


🏵️__________________________________________🏵️


»»»»★««««


Kini Dhea dan Dessi sedang melatih kekuatan fisik mereka, saat ini mereka berdua sedang berlari lari kecil mengelilingi aula paviliun tempat mereka tinggal namun saat di tengah perjalanan mereka kembali di hadang dengan 3 orang yg kemaren mengganggu mereka, namun saat ini mereka membawa senjata sebuah belati dan pedang kecil secara terang terangan.


saat melihat orang orang ini Dhea hanya mendengus kesal, mengapa hari hari nya tidak pernah berjalan dengan lancar? huffh sungguh menyebalkan! batin Dhea


" mau apa lagi kalian? " dengus Dessi pelan seraya pasrah.


" kami hanya ingin membalas dendam! kau kemaren menamparku!" geram Aisyi gadis yg di tampar oleh Dessi kemarin.


" terus?" tanya Dessi santai sambil terus melatih otot otot nya bersama Dhea yg memang tidak menghiraukan mereka sedari tadi.


" cih dasar sombong!" sinis Denis


" kalian hanya beruntung saja kemarin! jika aku tidak sedang lelah apa mungkin kalian akan selamat begitu saja? huh jangan mimpi!" sini Gerry sambil berkacak pinggang.


" jadi apa kalian pikir dengan hari ini kalian bisa menyentuhku?" seru Dessi tak kalah sinis.


" huff jgn mimpi!" dengus Dessi lagi dengan tenang nya yg semakin membuat mereka geram.


" baiklah kalau begitu Jangan salahkan kami kalau pedang dan belati ini menyentuh kulit mulus mu!" seru Aisya dengan dingin nya sambil mengangkat senjata mereka.


" apa kalian pikir dengan aku diam dari tadi kalian bisa seenaknya? apa kalian pikir dengan senjata bodoh itu kalian bisa menyentuh kami? huh jgn bermimpi di siang bolong!" ujar Dhea dengan sini nya sambil tersenyum devil nya.


" terlalu sombong akan terasa sakit jika terjatuh!" sinis Gerry.


" kalau begitu kemampuan akan membuktikan" ujar Dessi dalam sekejap...


sringg..


suara pedang yg tercabut dari sangkarnya kini tengah bersarang di hadapan mereka dan Tampa sadar mereka mundur selangkah.


" hanya segitu? dan kalian ingin melawan ku?" tanya Dessi dengan memandang remeh ke arah mereka.


" banyak omong kalian.."


terjadi nya pertarungan di antara Gerry cs vs Dhea cs.


mereka bertarung hingga kemenangan pun di peroleh oleh Dhea cs.


" lain kali jika ingin melawan orang cari tau dulu kekuatan kalian itu layak atau tidak!" seru Dhea sambil menginjak pergelangan kaki Gerry.


tiba tiba terdengar suara paruh baya yg begitu sombong nya dari arah belakang Gerry cs.


" siapa yg layak dan siapa yg tidak layak?" sinis seorang paruh baya dengan angkuh nya.


" huh datang lagi seekor semut hitam!" dengus Dessi yg mulai bosan dengan terus bermain main.


" siapa yg kau sebut semut hitam gadis muda?" tanya seorang pria paruh baya itu.


" kau siapa lagi?" seru Dessi tak kalah sinis.


" dasar tidak tau sopan santun!" geram nya.


" memang kenapa?" tanya Dhea dingin.


" apa si tua Bangka itu tidak mengajari kalian cara' sopan santun? jika tidak aku tidak akan keberatan untuk mengajari kalian!" ujar seorang paruh baya itu yg tak lain adalah tetua Ghuo dari padepokan jingga hitam'.


" siapa yg ingin mengajari murid ku sopan santun? aku ingin lihat seperti apa anjing itu!" ujar pria paruh baya yg di kenali Dhea dan Dessi yg tak lain adalah Abah Anom.

__ADS_1


" huh dasar tua Bangka apa kau tidak mencari mereka sopan santun Hem?" sinis tetua Ghuo.


" tidak ada urusan dengan mu kami memiliki sopan santun atau tidak pak tua!" geram Dhea yg kini amarah nya sudah memuncak.


" kau tidak berhak mendapatkan sopan santun dari kami dada pak tua!" si i Dessi .


" baiklah jika kalian masih berkeras mulut maka jangan salah kan aku berlaku kasar!" seru tetua Ghuo.


" kalian mundur lah biar Abah yg melawan tua Bangka itu!" ujar Abah Anom.


" tidak Abah! bahkan dia saja belum tentu bisa mengalahkan ku!" seru Dessi dengan tampang serius nya.


" tapi.."


" Abah tenang saja kami pasti akan baik baik saja! skrg Abah hanya perlu menonton dan nikmati pertandingan antara murid dan tetua ini!" ujar Dhea meyakinkan Abah Anom.


" baiklah!"


kini Dhea dan Dessi sedang berhadapan dengan tetua Ghuo dengan tatap setajam pisau.


ntah mengapa aura di sekitar pun ikut merasakan ketegangan yg terjadi antara murid dan tetua Ghuo ini.


" Dhea ini giliran gua, loe duduk santai aja menikmati pertandingan!" ujar Dhea.


" baiklah!" ujar Dhea.


" apakah anda sudah siap pak tua?" ejek Dessi


" jgn banyak bicara! serang aku!" ujar tetua Ghuo.


" kalau begitu aku tak akan sungkan lagi!" Dessi mulai menyerang tetua Ghuo dengan ganas nya dan tidak mengizinkan celah apa pun untuk tetua Ghuo melawan nya.


namun walaupun begitu kekuatan tetua Ghuo juga tidak bisa di remeh kan begitu saja, jika tidak bagaimana bisa dia mendapatkan gelar tetua utama padepokan jingga hitam'.


tak terasa 10 menit sudah berlalu namun Dessi masih ingin terus bermain main karena dia tidak mwngizin kan nya kalah secepat itu.


pukulan mendarat di dada tetua Ghuo menyebabkan tetua Ghuo terlempar ke tanah dengan mengeluarkan seteguk darah.


" sudah sudah aku menyerah, uhukk uhukk.. jgn pukul lagi jangan pukul lagi!" ujar tetua Ghuo sambil memegang dada nya.


" baiklah tapi aku peringatkan jika kalian masih ingin selamat maka lekaslah pergi dari perguruan harimau putih ini karena aku tidak ingin melihat kalian besok di acara pertandingan!" ujar Dessi dengan mata dingin nya.


" baiklah baiklah kami akan segera pergi dari sini!" ujar tetua Ghuo lagi.


" silahkan!"


Aisyi Denis dan Gerry pun memapah tetua Ghuo yg sudah terkapar tak berdaya.


namun belum sempat mereka berjalan terlalu jauh sebuah suara menghentikan langkah mereka.


" berhenti!" ujar suara itu yg berasal dari Dhea.


" apa lagi?" tanya Denis santai.


" apa kalian tidak ingin menyembuhkan tetua Ghuo ?" tanya Dhea.


" kami akan membawa nya ke dokter habis ini!"seru Aisyi dingin.


" dokter tidak akan bisa menyembuhkan apa yg sudah Dessi lakukan pada tetua kalian!" seru Dhea dingin


" apa maksud mu?" tanya Gerry.


" siapa pun yg terkena pukul tapak seribu oleh Dessi maka siapa pun tidak akan bisa menyebutkan nya! hanya ada satu pilihan saja! lumpuh selamanya!" ujar Dhea namun begitu mengerikan di dengar oleh telinga mereka tak terkecuali Abah Anom yg merasa ngeri.

__ADS_1


" tolong tolong selamat kan aku! aku mohon tolong selamatkan aku!" ujar tetua Ghuo


" duduklah di teras itu.." seru dhea.


mereka bertiga pun membawa guru mereka ke teras yg di tunjuk oleh Dhea.


lalu dengan tatapan mata Dhea menyuruh Dessi untuk menyembuhkan tetua Ghuo, walaupun enggan namun dia tetap melakukannya.


" baiklah hanya untuk kali ini! lain kali aku tidak akan mengobati orang yg tidak aku suka!" ujar Dessi beranjak ke tempat tetua Ghuo.


" aku tau itu!"


kemudian Dessi mentotok punggung tetua Ghuo dengan totokan akupuntur sehingga aliran darah nya pun berjalan kembali normal dan tetua Ghuo memuntahkan seteguk darah merah yg kental.


" terima kasih anak muda terimakasih! " seru tetua Ghuo.


" baiklah baiklah!"


" maaf kami telah mengganggu kalian! kalau begitu kami permisi dulu!" seru tetua Ghuo .


setelah kepergian mereka Dessi dan Dhea kembali kekediaman mereka setelah berpamitan dengan Abah Anom.


....


disisi lain di sebuah ruangan keluarga terdapat sekeluarga yg ingin membicarakan soal hubungan ta'aruf anak mereka.


ya mereka yg tak lain adalah keluarga Sean beserta keluarga Syifani.


awal saat Syifani datang dia tidak menyangka saat melihat keberadaan Abah dan ummah nya yg di kediaman Aby kyai.


namun dia menetralisir emosi nya agar stabil dan tidak menghilangkan keanggunan nya sebagai wanita muslimah.


dengan anggun Syifani masuk dan duduk di antara kedua orang tuanya.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.." seru Aby kyai.


" waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.." jawab Abah Syifani.


" begini maksud kami memanggil bapak dan ibu kami ingin membahas tentang hubungan ta'aruf yg akan di langsungkan oleh anak anak kita! bagaimana keputusan keluarga Syifani?" seru Abah mengutarakan niat nya.


" semua keputusan kami serah kan kepada Syifani..'' ucap Abah Syifani.


" baiklah kalau begitu! Ananda Syifani binti Muhammad Abdul Ghani bersediakah kamu saya persunting untuk anak saya Ananda Sean Ananda?" seru Aby kyai pada Syifani.


lalu Syifani menatap kedua orang tuanya dan orang tuanya mengangguk kemudian beralih kearah umi nyai dan mengangguk juga laku dia menatap kearah Gus Sean yg di balas dengan senyuman.


" saya bersedia!" ujar Syifani membuat semua orang lega..


" Alhamdulillah.." seru mereka semua saat mendengar jawaban Syifani.


" baiklah kalau begitu, maka dari itu pernikahan kalian akan di laksanakan 3 Minggu mendatang! apa kalian setuju?" tanya Aby kyai pada semua orang.


" apa tidak terlalu cepat Aby?" tanya Gus Sean.


" lebih cepat lebih baik nak!" ucap umi nyai.


" baiklah kalau begitu!" seru Sean pasrah.


" bagaimana dengan nak Syifa?" tanya Aby kyai.


" Syifa akan mengikuti Gus Sean Aby!" seru Syifani pelan.


" Alhamdulillah kalau begitu pernikahan akan di laksanakan 3 Minggu lagi!"

__ADS_1


" baiklah.."


»»»»»★«««««


__ADS_2