
KRITIS
🌼__________________________________🌼
" maa..aaff..kaann.. saa..yyaa..!" setelah mengucapkan kalimat itu Gus Sean dengan pasrah menutup mata nya Dhea semakin frustasi dan menangis sambil memeluk erat tubuh pria tampan yg kini bersimbah darah itu.
" TIDAKKKKKK!! GUS SEAN SAYA PERINTAHKAN KAMU BANGUN! BANGUN! SAYA BILANG BANGUNNN!
SAYA TIDAK MENGIZINKAN KAMU TIDUR! INI BELUM WAKTU NYA UNTUK KAMU TIDUR!! HEYYY BANGUN KAU!!" Seru Dhea sambil mengguncang guncang kan tubuh Gus sean. " HEYY KU BILANG BANGUN DASAR PENIPU! JANGAN TINGGALKAN SAYA! BERENGSEK LOE GUA BILANG BANGUN BANGSAT!! BANGUNNNNNNNN!!!" Riak Dhea sambil memikul mukul pelan lengan Gus Sean sambil menyumpah serapah pria itu agar dia bangun dan menceramahi nya seperti dulu saat dia berkata kasar.
Daffa yg melihat Dhea sudah hampir tidak terkendali akhirnya menghampiri mereka dan langsung memeluk tubuh nya yg saat ini sedang mengamuk hebat dan seketika Dhea pun berhenti dan menangis di pelukan Daffa..
" Gus Sean.." lirih Dhea sebelum akhirnya semua menjadi gelap.
.....
pagi hari Dhea terbangun dari tidur nya dan di liatnya langit langit dan infus menandakan dia sedang ada di rumah sakit.
tunggu tunggu! terakhir kali yg dia ingat adalah saat itu sedang bersama Gus Sean yg sedang kritis, tapi.. kenapa aku boleh ada di sini? batin Dhea.
tak berapa.lama kemudian Dhea tersadar dan langsung berlari melepas infus nya dan menuju ruang Gus Sean.
di lihat lah umi yg sedang menangis di depan ruang operasi sambil memeluk Syifani.
" assalamualaikum.." ucap Dhea parau menahan tangisnya.
" waalaikumussalam.." ucap umi dan Syifa.
" ummiiii.." seru Dhea langsung menghampiri umi nyai dan memeluk nya sambil menangis.
" ummi gimana keadaan Gus Sean? dia baik baik aja kan umi? dia ga kenapa Napa kan? ( tanya Dhea sambil terus menangis histeris ) ummiiii" seru Dhea lirih nya.
" nak, Sean pasti baik baik aja! dia ga akan tinggalin kita syg!" ucap umi mencoba menenangkan Dhea dalam pelukannya.
" tapi umi ini semua salah Dhea mi! sebab Dhea Gus Sean jadi macam ini! Dhea.. Dhea jahat umi Dhea jahat!" ucap Dhea lagi kini dia sudah mulai lemas.
" nak ini bukan salah kamu sayang! ini suratan takdir untuk dia nak! kita berdoa dan percaya pada Allah agar Sean selamat dan kembali berkumpul pada kita!" seru umi nyai mengelus kepala Dhea.
" tapi umiii.. dia.. dia.. kritis.. seru Dhea menangis
" kita tunggu hasil dokter syg!" ucap umi.
1 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi dgn wajah lelah dan sedih bersamaan.
" dok gimana? gimana keadaan Gus Sean?" tanya Dhea antusias.
__ADS_1
" Dhe yg tenang!" seru Syifa mengelus pundak Dhea agar tenang.
" operasi nya berhasil namun peluang untuk pasien hanya 10%, kami sudah melakukan semaksimal mungkin!" ucap dokter itu serius namun Dhea yg mendengarnya menjadi marah dan meraung.
" APA? BAGAIMANA BISA KALIAN BILANG OPERASI NYA BERHASIL SEDANGKAN PASIEN NYA MASIH SEKARAT? HEY APA KALIAN HANYA MAKAN GAJI BUTA HAH? AKU INGATKAN JIKA GUS SEAN TIDAK SELAMAT MAKA RUMAH SAKIT INI HARUS MENANGGUNG RESIKO NYA!" ANCAM DHEA DENGAN SUARA MENGGELEGAR.
" Dhea sudah nak sudah, tenangkan diri kamu dulu! semua bisa di bicarakan baik baik sayang!" seru umi menasehati Dhea walau hati nya pun terasa sakit mendengar kabar anak nya.
' sungguh beruntung Gus Sean mendapatkan wanita seperti mu Dhe! cinta mu mengalahkan cintaku pada nya! skrg aku ikhlas untuk melepaskan dia!
aku percaya kamu adalah yg terbaik dan bidadari syurganya!' batin Syifani menatap sendu kearah Dhea yg sedang meraung.
' *kamu baik nak! Sean beruntung di cintai kamu! sabarlah sayang semua akan baik baik saja nak!' batin umi nyai menangis haru.
' cinta sejati yg rumit' batin para suster yg melihat dhea*
BRUKKKK
Suara keras terdengar saat Dhea kehilangan kesadaran nya dalam pelukan umi.
depresi itu lah kata yg tepat saat ini! karena trauma di masa lalu membuat nya takut untuk kehilangan lagi.
tak sanggup kata itu sangat membekas di hati nya!
aku ikhlas kata itu yg sangat menyakitinya!
sungguh mengapa Tuhan terasa berpaling dari ku! apa karena banyak nyawa yg hilang di tangan ku di masa lalu? mengapa? aku hanya membela keadilan!
apa tidak cukup dulu dia mengambil Rama ku?
apa dia sekarang ingin mengambil Gus Sean juga dari ku? jangan ku mohon jangan! tidak ada rasa yg paling menyakitkan selain perpisahan!
jika aku di izinkan memilih maka aku akan memilih untuk menjauhinya asalkan dia kembali sehat! aku tidak akan mengganggu nya! tolong! ucap Dhea di bawah alam sadar nya, dia meneteskan air mata walau saat ini dia tengah terpejam.
umi dan Syifa yg melihat nya sedih dan terharu! bahkan saat tidur Dhea masih khawatir! lantas rasa apa yg mereka rasakan saat ini? benar Syifa dan umi.
...
3 hari sudah Dhea masih belum sadarkan diri sedangkan bunda dan umi khawatir melihat nya. dokter mengatakan Dhea hanya butuh waktu saja untuk beradaptasi dengan takdir.
bunda sudah menceritakan semua tentang Dhea di masa lalu, umi yg mendengarnya paham bahwa Dhea tidak ingin kehilangan untuk kedua kali nya!
umi mulai yakin dan bangga pada Dhea yg mampu menghadapi semua ini dengan bermodal senyum nya.
" auhh.. air.." lirih Dhea membuka mata nya perlahan.
__ADS_1
" nak kamu haus syg? mau minum?" tanya bunda antusias dan Dhea hanya mengangguk ringan.
" ada apa yg sakit Dhea? bicara nak apa masih pusing?" tanya umi jga khawatir.
" Gus seannn.." nama itu yg keluar dari mulut Dhea saat ini ntah mengapa dia tidak bisa berpaling dari nama itu.
" Sean.." bunda tak tau harus bilang apa pada Dhea, dia takut anaknya itu akan drop lagi namun disisi lain Dhea juga harus tau tentang ini.
" Sean masih sama syg.. dia masih enggan membuka mata! kita hanya bisa berdoa saja pada Allah!" ucap ummi mengelus kepala Dhea sedangkan sang empunya menahan rasa sesak yg teramat sangat dalam diam nya.
" bunda.. umi.. Dhea mau lihat Gus Sean.." lirih Dhea pelan.
" jangan sayang.. kamu masih lemah nak, kamu istirahat aja biar ummi yg jaga Sean!" ucap umi menggenggam tangan Dhea erat.
" tidak umi Dhea mau lihat Gus Sean.. tolong.." lirih Dhea mulai menangis pelan.
umi dan bunda seketika saling melirik satu sama lain seakan tidak tau harus menjawab seperti apa lagi pada Putri mereka ini.
" baiklah!" ucap umi di angguki bunda.
...
disini lah Dhea berada di atas kursi roda di depan ruang ICU Gus Sean.
pria tampan yg karismatik dan cool sudah tidak ada, dia sedang terbaring lemah seakan tak bernyawa.
pria yg bisa membuat kaum hawa terpesona akan sifat santun nya.
pria saleh menantu idaman bagi para mertua mertua yg ingin melamarnya untuk putri mereka.
namun apa? saat ini dia tengah mengantuk sampai terlelap.bwgitu lama.
hey bangun!
bangunlah apa kau tak penat Hem?
masih mengantuk lagi?
ouh ayolah jangan seperti kerbau yg suka tidur!
hey bangun kau jangan buat aku sedih!
ya begitu lah kira kira isi hati Dhea saat melihat orang yg tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit itu.
namun...
__ADS_1