Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 66


__ADS_3

WEDDING DAY & SAKIT


💮____________________💮


( Dhea saat pulang )


pagi pagi sekali Dhea sudah terbangun saat bus sudah berhenti di tempat terminal 'kmp. rambutan' dan para penumpang sudah lebih dulu turun sedangkan Dhea masih sibuk menurunkan kopernya dan menarik nafasnya dalam dalam seraya berkata.


" hufh aku kembali semua!" ujar nya kemudian menarik kopernya dan turun dari dalam bus.


setelah turun dari bus Dhea pun merogoh tas nya untuk mengambil iPhone nya untuk memesan taxi online.


beberapa saat kemudian Dhea sudah berada di dalam taxi menuju kediaman nya dan setelah sampai dia pun mengetuk pintu.


tok tok tok


( tak ada jawaban )


tok tok tok


( tak ada jawaban )


tok tok tok


( tak ada jawaban )


" kemana ayah dan bunda? apa dia sedang tak di rumah?" tanya Dhea pada dirinya sendiri.


setelah terdiam beberapa menit Dhea kembali bersemangat.


" huh lebih baik aku ke ponpes saja untuk menemui Gus Sean! aku ingin melihat bagaimana ekspresi wajah Gus Sean saat melihat ku!" seru nya sambil tersenyum membayangkan wajah Gus Sean saat melihatnya.


" pak kita ke ponpes Al ikhlas sekarang nanti ongkosnya saya Doble!" titah Dhea pada supir taksi nya.


" baik nona!" ucap supir itu melajukan pedal gas nya.


di jalan Dhea tak henti henti henti nya tersenyum sambil membayangkan Gus Sean yg akan tersenyum dengan wajah kaget nya.


namun di balik itu Dhea juga sedikit gelisah entah dari mana perasaan ini muncul dia pun tidak tau betul.


' ya Allah mengapa perasaan ku tak enak?!" batin Dhea.


" ada apa nona? kelihatan nya ada yg di pikirkan" tanya sopir taksi memecahkan keheningan yg ada


" eh iya mas saya lagi mikirin seseorang yg berarti di hidup saya! 6 thn lamanya kami tidak bertemu dan hari ini saya ingin memberikan kejutan padanya!" ucap Dhea seraya tersenyum.


" hehe hati hati, biasanya kalo udah di tinggal lama pasti akan ada yg baru! apa lagi 6 then di tinggal!" seru supir itu tanpa sadar menyentuh hati Dhea yg semakin gelisah.


" eh sa saya percaya kok sama dia mas! dia laki laki terbaik yg pernah saya kenal!" ucap Dhea sambil tersenyum membayangkan kebaikan Gus Sean.

__ADS_1


" semoga saja seperti itu ya non!" ucap supir itu lagi.


" aaminn mas" ucap Dhea


beberapa menit kemudian taksi yg di naikin oleh Dhea berhenti di depan gerbang pesantren Al ikhlas yg menjulang tingginya.


" udah sampai non!" ucap sopir itu


" berapa mas?" tanya Dhea sambil membuka dompet nya.


" 500 RB non!" ucap sopir itu dan Dhea mengeluarkan sekitar 550rb untuk tips karena sang supir sudah menunggu dan mengajak nya mengobrol.


" eh tidak usah non terlalu banyak!" ucap sopir itu.


" tak apa mas ambil aja itung itung tips lah karena sudah mengajak saya mengobrol!" ucap Dhea tersenyum.


" eh terimakasih kalau begitu!" ucap sopir itu.


" yasudah saya permisi assalamualaikum.." salam Dhea.


" waalaikumussalam.."..


Dhea sedang menatap kawasan ponpes yg tengah ramai di parkiran mobil mobil serta hiasan hiasan seperti ada acara pernikahan di adakan di ponpes ini.


" ada apa? ramai sekali ponpes hari ini! apa ada acara pernikahan? tapi siapa?" tanya Dhea pada diri sendiri sambil menatap kearah mobil mobil yg ada. " eh tunggu itu ada mobil ayah deh! apa ayah juga ada disini?" seru Dhea lalu menghampiri mobil ayah nya dan melihat kedalam namun tidak ada orang.


Dhea pun bergegas menuju masjid dan benar saja seperti nya sedang ada pernikahan.


perlahan namun pasti saat ini Dhea tengah berjalan menghampiri orang orang yg akan mengutarakan ijab Qabul.


....


" bismillahirrahmanirrahim saya nikahkan ananda Sean ananda dengan anak saya syifani Arrahmah binti Ibrahim dengan mahar seperangkat alat shalat beserta hapalan surah di bayar tunai!" ucap pria paruh baya itu yg tak Alain adalah Abah syifani.


" saya terima nikah nya..."


...


sedetik kemudian dari arah dekat Dhea berhenti seketika setelah dihadapkan ijab kabul dua orang yg sangat ia kenal Tampa aba aba pun air matanya jatuh dengan seketika tubuh nya menegang secara bersamaan, begitu pula dengan orang orang yg semua melihat kearah nya saat ini


entah apa yg ia rasakan saat ini namun hanya satu kata yg dapat di terapkan yaitu 'SAKIT' Hati nya begitu sakit nan hancur dalam beberapa menit.


Gus Sean yg ingin menjawab ijab kabul itu pun seraya berhenti dan spontan langsung berdiri. merasa tak percaya akan yg ia lihat saat ini


seorang gadis bermata coklat yg amat dia rindukan kini sudah berada tepat di hadapan nya dengan air mata yg kian kolor membanjiri pipi tembem nya.


" Dhe.. aa" satu kata dengan lirih ia ucapkan.


semua orang yg hadir kian berdiri, Aby kyai, ummi nyai, ayah Ghani, bunda Maya, syifani, Lissa n the Genk, ustadz Yusuf, beserta para tamu lain nya.

__ADS_1


ummi nyai dan bunda Maya Tampa sadar air mata nya melesat begitu saja, mereka sedih dan bersyukur secara bersamaan.


Sedih karena saat ini saat Dhea kembali tapi malah orang yg ia sayang malah akan menikah dengan sahabatnya sendiri serta bersyukur karena Putri mereka kembali dengan selamat Tampa ada sedikit goresan.


sedangkan syifani pun air matanya kian jatuh, saat ini ada 2 gambaran yg ia pegang takut dan bahagia.


takut kalau nantinya Gus Sean akan kembali meninggalkan nya dan bahagia karena sahabat nya sudah kembali dengan selama.


Gus Sean Tampa sadar berjalan mendekati Dhea yg saat ini sedang menatapnya tak percaya.


seakan ribuan pisau kian menembus tepat di jantung nya betapa hancurnya perasaannya saat ini.


niat dia yg akan memberikan kejutan pada Gus Sean saat dia kembali nanti malah sekarang dia yg mendapatkan kejutan akan fakta ini.


" Dhe Dhe aa.." lirih Gus Sean sambil menatap sendu gadis tersayang nya.


" ka kamu kembali? Alhamdulillah Allah masih mengabulkan doa saya! Dhea ka kamu ba baik baik saja kan?" tanya Gus Sean sambil melepaskan semua yg ia rasakan .


" saya saya bahagia! saya sangat merindukan kamu Dhea! kemana kamu selama ini saya saya selalu menunggu mu! saya merindukan mu! saya saya tersiksa selama ini Dhea!" ujar Gus Sean yg ikut meneteskan air mata nya.


Gus Sean sedang merasakan kalut di hatinya dia sangat bahagia seakan ingin memeluk gadis di depan nya itu namun saat ini dia tau pasti gadis di depan nya ini sedang merasakan sakit yg teramat dalam.


" maafkan saya!" ujar Gus Sean menunduk.


" kenapa? kenapa Gus? kenapa Gus Sean melakukan ini? kenapa Gus Sean tidak pernah menepati janji Gus Sean?!! kenapa harus saya yg selalu mengerti! kenapa Gus Sean tidak bisa sedikit saja memahami saya! kenapa Gus kenapa!" bentak Dhea yg kian meluapkan emosinya.


" maaf.."


" maaf? apa Gus tau betapa menderitanya saya saat itu? saya berjuang keras untuk kembali! saya berjuang keras agar saya tetap hidup dan menepati janji saya pada Gus Sean! tapi apa? apa yg saya dapat? kenapa Gus kenapa?" tanya Dhea dengan suara tinggi nya yg kian menangis sejadi jadi nya.


hal itu menyayat semua penonton yg melihat nya.


betapa sedih dan menderitanya gadis itu, terus berjuang namun tidak mendapatkan hasil!


" maafkan saya Dhea maafkan saya! saya selalu menunggu kamu! saya selalu berdoa kepada Tuhan agar dia mengembalikan kamu pada saya! tapi apa? selama berbulan bulan kamu menghilang Tampa kabar! saya terpuruk Dhea saya hancur saat itu!


saya hampir saja putus asa dan menyalahkan takdir! tapi saya tetap optimis akan kamu kembali kelak dan saya kian menunggu! tapi beberapa waktu saya berfikir sampai kapan saya akan menunggu? saat itu saya tidak punya pilihan Dhea! saya berfikir kapan waktu itu akan tiba! tolong Dhea maafkan saya!" ujar Gus Sean sambil meluapkan apa yg ia rasakan selama ini dan semua orang paham bahwa ini juga bukan kemauan nya.


tiba tiba Lissa menghampiri Dhea dan menampar wajah Dhea dengan kerasnya.


PAAKRSSS


Sebuah tamparan lolos begitu saja di wajah Dhea dan semua orang kini menatap kearah mereka.


" PUAS? PUAS KAMU MENGHANCURKAN SEMUA NYA? kenapa kamu terus saja mengusik kehidupan kami? kenapa? jika saja kamu tidak datang maka semua ini tidak akan terjadi! jahat kamu Dhea! kamu jahat!" bentak lissa meluapkan emosi nya.


" saya? saya jahat? saya memang jahat! saya memang berandalan seperti yg pernah kamu katakan, tapi saya bukan PENGKHIANAT' ( sambil melirik kearah syifani yg terisak akan tangisnya di pelukan ibu nya ) Saya selalu berusaha untuk merubah diri saya namun.. tidak! kalian tidak akan mengerti!!" ucap Dhea sambil melirik semua orang yg ada.


...

__ADS_1


__ADS_2