
KEKEJAMAN DALAM KELEMBUTAN
🌺________________________________🌺
Gus Sean sedang berbelanja di pasar tradisional Arab Saudi melihat lihat apa yg sedang ingin dia beli sehingga kemudian matanya tertuju pada satu gamis yg cukup indah dan sebuah Khimar senada dengan gamis itu! dia berencana akan memberikan gamis ini pada calon istrinya kelak saat mereka sudah menikah!
awalnya dia akan memberikan gamis ini pada Dhea namun mengingat bahwa Dhea tak kunjung kembali membuat Gus Sean sedikit kehilangan harapan dan dia percaya hanya takdir yg akan menentukan arah jalan plng nya!
saat hendak membayar tiba tiba dia tidak sengaja menyenggol seorang wanita dgn wajah yg di balut sebuah niqab! mata indah berwarna coklat persis seperti mata org yg di rindukan nya namun itu hanya mirip!
" Afwan ukhti! saya tidak sengaja" seru Gus Sean dengan bahasa Arab nya! karena bagaimana pun dia juga pernah 5 thn bersekolah di Al Azhar Mesir.
" laba'tsa akhi!" jawab wanita bercadar itu.
" kalau begitu saya duluan ya ukh!"
" na'am akhi!" seru wanita bercadar itu.
setelah itu Gus Sean pun kembali ke penginapan tempat nya tinggal namun saat itu dia kembali teringat dengan ukhti bercadar yg memiliki mata persis seperti milik org yg di rindukan nya.
" andai kamu disini dhe! mungkin saat ini kita sudah bahagia dan mungkin saja kita sudah ingin memiliki buat hati kita! saya salah Dhe! tapi bisakah kamu sedikit lembut untuk menghukum saya? sungguh saya tidak kuasa seperti ini Dhea zheyyfa Amanda!" gumam Gus Sean memikirkan nasib cinta nya
*******
saat ini Dhea sedang berlatih ilmu bela diri para murid senior yg menjadi tanggung jawabnya!
namun saat sebelum itu tiba Abah Anom memanggilnya dan terpaksa para jawara berlatih sendiri sedangkan Dhea yg berada di dalam ruangan bernuansa kuno namun elegan jika di pandang dengan pencerahan yg sedikit layu membuat ruangan itu tampak indah jika di lihat!
" ada apa Abah memanggil Dhea? " tanya Dhea pada Abah Anom yg lekat memandang nya.
" nak apa benar kamu adalah lady black cobra?" tanya Abah Anom pada Dhea.
" maafkan Dhea Abah yg tidak jujur sedari awal pada Abah!" seru Dhea sambil menundukkan kepalanya.
" tidak masalah nak! tapi apa bisa Abah meminta sesuatu?" tanya Abah lagi pada Dhea.
" jika Dhea bisa membantu Dhea siap membantu! " ucap Dhea tegas.
" ada sebuah pertandingan sekala besar di perguruan harimau putih! dan setiap dari padepokan seperti kita selalu ikut andil dalam pertandingan tersebut namun..." ucapan Abah berhenti tampak mata itu terpancar aura putus asa.
__ADS_1
" namun apa Abah? " tanya Dhea penasaran.
" namun padepokan kita selalu gagal dan jika dalam pertandingan ini kita tidak bisa memenangkan pertandingan maka padepokan lima sila akan di tutup dan Abah khawatir bagaimana nasib para jawara karena sebagian dari para jawara adalah anak anak yg tidak memiliki keluarga nya lagi!" seru Abah dengan raut wajah penuh harap kepada Dhea dan benar saja apa yg sedari di duga oleh nya pasti terjadi masalah seperti ini.
" baik Abah Dhea akan ikut andil dalam mengikuti pertandingan ini! namun sebelum itu izinkan Dhea melatih Haris dan ayu! karena bagaimana pun Dhea tidak akan bisa terus berada di padepokan ini karena ada seseorang yg sedang menunggu Dhea kembali! Dhea hanya tidak ingin padepokan ini tidak ada yg melindungi maka dari itu Dhea ingin melatih Haris dan ayu agar mereka bisa menjadi jawara yg bisa menjaga padepokan lima sila ini! " jelas Dhea pada Abah Anom
" itu ide bagus nak! terimakasih sudah banyak membantu padepokan lima sila!" ujar Abah terlihat sedikit bersemangat.
" seharusnya Dhea yg berterima kasih karena sudah di izinkan tinggal disini dan merepotkan Abah dan yg lainnya!" ujar Dhea tersenyum.
" kalau begitu Dhea pamit Abah! Dhea mau melatih para jawara senior! assalamualaikum" salam Dhea
" waalaikumussalam warahmatullahi.."
Dhea kembali melatih para senior dan benar saja mereka saat ini sudah jauh lebih hebat dari sebelumnya dan gerakan gerakan dasar yg di berikan oleh Dhea sudah mampu di kuasai oleh mereka namun sayangnya dengan kekuatan seperti ini mereka hanya bisa melawan para senior menengah! tapi bukan Dhea namanya jika tidak bisa melatih org menjadi orang yg hebat!.
" baiklah latihan hari ini selesai namun sebelum itu saya akan mengajarkan teknik lain agar kemampuan kalian bisa setara dengan senior kelas atas!" jelas Dhea pada mereka semua dan mereka semua tampak senang karena bagaimana pun semangat juang mereka yg tinggi yg juga mendorong mereka menjadi org yg kuat.
" baiklah perhatikan ini!"
kemudian Dhea memperaktek kan beberapa gerakan ekstrim di depan mereka yg salah satunya adalah teknik naga Phoenix dan teknik aungan harimau keduanya adalah teknik pamungkas bagi seorang pendekat untuk menjaga jaga.
" baiklah karena sudah ada kemajuan kalian boleh berlatih sendiri dan 30 menit kemudian istirahatlah!" titah Dhea pada mereka sebelum akhirnya pergi menemui ayu dan Haris yg tengah bersantai di aula paviliun.
" ekhemm !" tegur Dhea Tampa melihat mereka.
" eh teh Dhea!" ujar ayu lembut.
" assalamualaikum"
" waalaikumussalam warahmatullahi"
" masih jam berapa ini kenapa kalian tidak berlatih diri?" tanya Dhea pada Haris dan ayu dengan nada tidak bersahabat.
" eh anu anu teh ka kami sedang istirahat teh!" ucap Haris terbata bata bagaimana pun dia takut akan Dhea dgn identitas lady black cobra.
kemudian Dhea langsung mendudukkan dirinya di kursi depan mereka.
" apa kalian ingin menjadi kuat?" tanya Dhea dgn aura mencekam
__ADS_1
" iya teh kami mau!" jawab mereka tegas.
" apa kalian ingin aku latih?" tanya Dhea lagi.
" siap sis kami mau!" jawab mereka mengganti panggilan mereka menjadi 'sis'
" tapi jika berlatih pada ku harus sungguh sungguh karena aku tidak pernah melatih para pecundang! kalian mengerti?" tanya Dhea sinis.
" siap sis kami mengerti!" seru mereka kompak.
" baiklah baiklah tidak usah terlalu tegang begitu aku tidak memakan orang kok!" ujar Dhea mengembalikan ketegangan yg di perbuat oleh nya.
" huh selamat!" gumam Haris pelan.
" kalian tau mengapa aku ingin melatih kalian?" tanya Dhea lembut.
" karena waktu ku disini tidak lama lagi! dan aku hanya mempunyai waktu kurang dari satu bulan lagi untuk melatih kalian! bagaimana pun aku ingin padepokan ini selalu aman dengan adanya kalian sebagai pengurusnya!" seru Dhea sambil memakan kentang goreng di atas meja Tampa memperhatikan raut wajah ayu dan Haris yg terlihat sedikit sedih atas ucapannya.
" hey hey hey apa seorang prajurit ada yg lemah?!" tegas Dhea saat melihat 2 org di depan nya itu memasang wajah sedih.
" siap tidak sis!" jawab mereka.
" huh aku juga tidak ingin berpisah dari kalian namun aku juga tidak bisa meninggalkan seseorang yg sangat berarti bagi ku! " seru Dhea lagi.
" *huh sungguh jantungku ingin keluar seketika! " batin Haris mengelus dada nya.
" ini mah namanya kekejaman dalam kelembutan! aihh" batin ayu memutar matanya*
.
.
.
HALLO GUYS GIMANA KABARNYA?
SEHAT SEHAT SELALU YA!
SALAH HANGAT DARI AUTHOR UNTUK KALIAN SEMUA!
__ADS_1
🖤🖤🖤