
PENYERANGAN DI PADEPOKAN
🌸______________________________🌸
keesokan hari nya di pesantren semua sedang sibuk menyiapkan keberangkatan Gus Sean untuk pergi umroh! Gus Sean sudah siap dengan pakaian jubah putih nya beserta surban di kepala nya dan itu sungguh meninggalkan kesan tampan di diri Gus Sean.
" kamu sudah siap nak?" tanya umi nyai
" iya mi Sean udh siap!" ujar Sean
" yasudah mari keluar! di sana udah ada orang tua Dhea dan juga syifani beserta kerabat kerabat kita lain nya!" jelas aby
....
kini mereka semua tengah menunggu kedatangan sosok laki laki yg akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan umroh.
tak lama berselang waktu tiba tiba muncul lah sosok tampan mengenakan jubah putih beserta surban di kepalanya di hiasi tasbih yg bertengger di tangan nya.
" assalamualaikum warahmatullahi semua!"
" waalaimussalam warahmatullahi wabarakatuh "
" terimakasih sudah hadir kesini untuk mengantar saya pergi ke tanah suci! saya mohon doa dan restu kalian agar saya bisa sampai dengan selamat!" ucap Gus Sean pada kerumunan yg hadir
" iya Gus semoga selamat sampai tujuan.." ujar para santri bersamaan.
" baiklah kalau begitu saya permisi dulu! assalamualaikum.."
" waalaimussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab para santri
setelah itu Gus Sean beralih ke ke hadapan orang tuanya beserta kerabat kerabat lain nya untuk meminta restu pada mereka.
" umi Abi Sean pergi dulu! doakan Sean semoga sampai dengan selamat! doakan juga semoga Sean bisa menenangkan hati serta pikiran Sean agar bisa menerima segalanya! mohon doanya umi dan Abi" seru Sean yg kini sedang menyalami kedua orang tua nya.
" Abi pasti selalu mendoakan kamu nak! " ucap Abi sambil memeluk Sean
" doa ibu akan selalu bersama anak nya Sean! di mana pun kamu berada umi akan selalu mendoakan kesehatan dan keselamatan kamu nak!" ucap umi pada Sean sambil menitikkan air mata nya di pelukan Sean.
__ADS_1
" umi jgn menangis! Sean tidak akan pernah tenang kalau umi menangis! tolong jgn menangis umi!" ucap Sean sambil menghapus air mata yg membasahi pipi umi nya.
" umi tidak menangis nak! pergilah!" ujar umi.
kini Gus Sean beralih kepada kedua paruh baya yg tak lain adalah orang tua dari Dhea yg sangat ia rindukan
" ayah bunda Sean pergi dulu! doakan Sean agar selamat sampai tujuan! maaf kalau Sean tidak bisa mengunjungi Dhea saat Sean pergi tapi doakan Sean agar mengikhlaskan semua nya!" ujar Sean mencium punggung tangan ayah Dhani
" hati hati di jalan nak! dan semua ini bukan salah mu! ini takdir!" ujar ayah memeluk Sean.
" iya ayah !! bunda Sean pergi dulu bunda jaga kesehatan dan maaf kalau Sean ada salah!" ujar Sean pada bunda Maya.
" jaga dirimu di sana! dan coba lah berteman dengan takdir! ingat nak jika dia sudah di takdir kan untuk mu maka dia akan tetap untuk mu! ini hanya masalah waktu syg! perbanyak lah sabar di hati mu!" seru bunda sambil membelai kepala Sean yg di tutupi sorban.
jujur saat bunda mengatakan " coba lah berteman dengan takdir! ingat nak jika dia sudah di takdir kan untuk mu maka dia akan tetap untuk mu! ini hanya masalah waktu syg! perbanyak lah sabar di hati mu! "
Sean sedikit bingung dengan apa yg di maksud bunda nya itu! dia tidak paham namun dadanya terasa bergetar saat bunda mengatakan itu yg mampu membuat dia tenang seketika walau dia pun tidak tau mengapa bisa begitu!
" apa maksud bunda?" tanya Sean bingung.
" pergilah nak!" ujar bunda tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Sean yg tentunya di tujukan ke Dhea yg kemarin baru saja menelpon mereka.
" Gus Sean hati hati di sana! jaga kesehatan di sana dan cepatlah kembali Gus!" seru Syifani segugukan
" makasih Syifa! jangan menangis nanti hidung mu merah! saya akan segera kembali jika semua nya selesai! saya hanya 2 Minggu di sana bukan selamanya" ujar Gus Sean tersenyum.
" emn Syifa ga nangis kok"
" na'am! "
" semua nya Sean pergi dulu jaga diri kalian baik baik! assalamualaikum warahmatullahi " ujar Gus Sean sambil melangkah kan kaki nya menuju mobil yg akan mengantar nya ke bandara.
" waalaimussalam warahmatullahi wabarakatuh!"
....
Hari ini tepat 3 hari setelah keberangkatan Gus Sean ke tanah suci dan hari ini Dhea sedang berada di depan para jawara senior padepokan Lima sila.
__ADS_1
di padepokan para jawara sedang berlatih di lapangan luas yg di khususkan untuk latihan bagi para jawara di padepokan Lima sila.
saat ini Dhea sedang mengajarkan kan beberapa jurus pertahanan pada jawara jawara senior guna untuk berjaga jaga saat mereka sedang menghadapi lawan.
" perhatikan gerakan saya!" ujar Dhea tegas dengan aura pemimpin yg hebat.
" baik sis!" ucap mereka serempak.
lalu Dhea memasang kuda kuda nya dan menggesekkan kaki ke tanah dalam bentuk bujur ke kanan lalu di ikuti dengan kaki kirinya dengan gerakan yg sama. kemudian mengibaskan tangan nya ke area depan dada dengan satu tangan lagi berada di belakang punggung hal ini guna untuk berjaga jaga agar jika lawan menyerang tangan di depan dada bisa melindungi arean kantuk dan dada sementara tangan di belakang guna untuk menyerang balik ke arah lawan saat kedua kaki bertumpu dan membanting ke arah belakang lutut lawan serta berputar seratus delapan puluh derajat sambil mengulurkan tangan tepat kearah tengkuk belakang leher lawan dan bisa di jamin bahwa lawan pasti akan kalah dan bahkan mengalami patah leher dan berbaring setidaknya 6 sampai 8 bulan di rumah sakit.
" baiklah kalian sudah lihat apa yg saya peragakan barusan dan sekarang saat nya kalian memperagakan nya!" ujar Dhea dan para jawara langsung memperagakan gerakan itu dengan lancar.
namun saat para jawara sedang latihan ada suara ribut ribut di depan gerbang padepokan seperti nya ada yg mengacau Disni! ap mereka sudah datang? batin Dhea.
kemudian tak berapa lama Dhea melamun datanglah seorang jawara ingin melaporkan kepada Dhea.
" assalamualaikum Sis Dhea! saya dari regu harimau putih ingin melapor!" seru jawara dari regu harimau putih.
" waalaimussalam.."
" laporkan!" ucap Dhea
" di depan gerbang sedang ada keributan dan a'haris dan teh ayu sedang mencoba menghadapi para pemberontak yg tak lain adalah dri geng serigala! dari kejadian ini a'haris menyuruh saya untuk melapor kepada sis Dhea! " ujar jawara dari harimau putih yg tampaknya sedikit lelah itu.
" baik laporan di terima! silahkan pergi!"
" baik assalamualaikum!"
" waalaimussalam warahmatullahi wabarakatuh.!"
mengapa jawara tadi melapor kepada Dhea karena saat ini Abah Anom sedang tidak di tempat dan padepokan ini alihkan untuk di pertanggung jawabkan kepada Dhea, Haris dan ayu.
" seperti nya mereka sudah tidak sabar untuk mati!" gumam Dhea dengan aura membunuh yg kuat.
....
HALLO GUYS GIMANA KABARNYA?
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE + LIKE + COMENT YA!
🖤🖤🖤🖤