Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 33


__ADS_3

KEHILANGAN KEDUA KALINYA


.........


Saat ini Gus Sean sedang berada di tepi danau belakang ponpes.


Gus Sean sudah memantapkan hati nya untuk pergi ke rumah Dhea.


" ya Allah ya Rabb! jika ini keputusan terbaik mu maka ridhoi lah segala langkah ku! sesungguhnya engkau sebaik baiknya yg membolak-balikkan hati manusia!" ujar Gus Sean sambil mengusap lembut wajah nya.


Gus Sean saat ini bergegas menemui org tuanya.


dengan perasaan senang dia menghampiri mereka di ruang keluarga.


" assalamualaikum umi aby"


" waalaikumussalam.."


" umi aby Sean akan pergi ke rumah Dhea aby!" jelas Sean serius.


" apakah kamu serius nak?" tanya aby


" iya aby! "


" kalau begitu pergilah! bawa kembali Dhea! aby dan umi merestui kalian" jelas umi mengelus kepala Gus Sean dan aby hanya mengangguk sambil tersenyum.


" terimakasih aby umi!"


" iya nak!"


saat ini Gus Sean sedang dalam perjalanan akan berkunjung ke kediaman keluarga Dhea.


gugup, galau, senang , takut, gelisah semua bercampur menjadi satu di pikiran Gus Sean.


dia gugup saat ingin menemui Dhea, dia galau apakah Dhea ingin menemui nya atau tidak, dia senang karena bisa bertemu Dhea lagi, dan dia takut serta gelisah apakah Dhea akan memaafkan nya?..


saat ini Gus Sean sudah sampai di komplek elite kediaman keluarga besar Dhea.


dia melangkahkan kaki nya menuju pagar dan menekan bell dan...


Ting.. tong.. Ting.. tong..


(suara bell rumah berbunyi )

__ADS_1


terlihat kedua paruh baya keluar dari rumah dan melihat siapa yg datang mengunjungi kediaman nya.


" assalamualaikum paman bibi.." salam Gus Sean lembut dan ayah Dhea membukakan pagar dengan senyum.


" waalaikumussalam nak Sean.."


ayah dan bunda Dhea menuntun Gus Sean masuk ke dalam rumah dengan senyum yg terus menyala di bibir mereka.


" Bi Inah tolong bikinin minum buat tamu ya!" seru bunda saat melihat bi Inah lewat.


" baik buk" jawab bi Inah


" jadi apa yg membuat nak Sean datang berkunjung ke sini?" tanya ayah Dhani langsung serius melihat kearah Sean


" sebelum nya saya minta maaf paman saya tidak memberi tahu kepada paman dan bibi jika saya mau datang!" seru Sean penuh sopan.


" tidak papa nak rumah ini akan selalu terbuka buat nak Sean dan sekeluarga!" ujar bunda sambil tersenyum .


" terimakasih bibi.."


" tidak usah panggil bibi nak panggil saja bunda !" pinta bunda pada Sean


" iya bunda terimakasih.."ucap Sean


" ayah bunda kedatangan Sean kesini ingin meminta maaf atas apa yg terjadi pada Dhea! dan Sean ingin bertemu dengan Dhea karena ada satu hal penting yg belum kami selesai kan!" ujar Gus Sean dengan mata berbinar binar.


saat Gus Sean mengucapkan hal itu raut wajah kedua orang tua Dhea pun berubah menjadi murung.


terlihat ada pancaran kesedihan di mata mereka.


" maaf nak Sean tapi Dhea sudah pergi kemarin keluar negeri! Dhea memilih untuk melanjutkan pendidikan nya di sana!" jelas bunda sedih


seketika raut wajah Gus Sean berubah drastis dan tidak ada yg dapat di tebak dari raut wajah nya itu.


dia tidak menyangka bahwa Dhea betul betul marah sehingga tidak ingin menunggu nya datang.


" apa saya boleh tau kemana Dhea pergi ayah bunda?" tanya Gus Sean penuh harap.


" maafkan kami nak! tapi Dhea tidak memberi tahu kemana dia akan pergi! dia hanya bilang kalo sudah waktunya dia pasti akan kembali! " jelas ayah sedikit berbohong namun bagaimana pun dia sudah berjanji untuk tidak memberi tahu keberadaan putri nya kepada siapapun.


" saya mohon beri tahu saya ayah di mana keberadaan Dhea saya mohon!" seru Gus Sean saat ini sudah pasrah.


" nak biarkanlah dulu Dhea sendiri! dia butuh waktu untuk menerima semuanya nak! biarkan dia mengistirahatkan hatinya untuk sementara waktu! tunggu saja nak dia pasti akan kembali jika waktunya tiba!" jelas bunda yg kasihan melihat Sean yg tampak begitu sedih.

__ADS_1


" apakah kamu begitu marah sama saya Dhe? sehingga memberi jejak pun kamu tidak ingin! saya tahu saya salah Dhe tapi jangan hukum saya seperti ini sungguh saya tidak mampu Dhe!" batin Gus Sean yg sungguh tak bisa di lihat oleh siapapun kalo di sana dia sungguh rapuh dan menangis.


" terimakasih ayah bunda Sean paham kalo Dhea belum bisa terima semuanya.


" maafkan Dhea nak!" ujar bunda mengelus Pelang bahu Sean


" Dhea tidak salah bunda Sean yg salah! kalau begitu Sean pamit dulu bunda! terimakasih sudah mengizinkan Sean berkunjung" ujar Sean bangkit dari duduknya


" nak sebaiknya kamu bermalam dulu disini! ayah khawatir terjadi sesuatu pada mu nanti!" ujar ayah menahan Gus Sean untuk bermalam di rumahnya.


" tidak apa ayah Sean pulang saja! Sean akan baik baik saja!" jelas Sean dengan senyum.


" baiklah nak tapi jika sudah sampai tolong kabari kami agar kami tidak khawatir!" ucap bunda sedih.


" baik bunda.. kalo begitu Sean pamit assalamualaikum.." ucap Sean sambil menciumi punggung tangan kedua orang tua Dhea.


" waalaikumussalam.."


setelah kepergian Sean ayah dan bunda Dhea kembali duduk di tempat semula sambil memikirkan kedua anak muda yg sedang sama sama dilema itu


" ayah apa yg kita lakukan ini baik? bunda takut hal ini bisa mempengaruhi jodoh mereka!" ujar bunda sedikit cemas.


" ayah juga berpikir begitu Bun.. tapi bagaimana pun kita harus menghormati keputusan mereka! mungkin ini yg terbaik kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yg terbaik untuk mereka!" jelas ayah sambil mengelus pundak bunda.


" semoga kalian bahagia nak" ujar bunda.


...


di sisi lain Gus Sean yg sedang mengendarai mobil nya sedikit frustasi dengan apa yg terjadi dia menangis di mobil nya yg di parkirannya di pinggir jalan karena keadaannya yg skrg tidak terlalu baik jika melanjutkan perjalanan.


" Dhea apa kamu terlalu membenci saya? saya tahu saya salah karena melepaskan kamu begitu saja! tapi jangan menghukum saya seperti ini sungguh saya tidak sanggup Dhe saya tidak sanggup! " ujar Gus Sean melepaskan keluh kesah nya di dalam mobil seorang diri.


" jika memang ini adalah keputusan kamu untuk beristirahat sebentar maka saya akan menunggu sampai kamu kembali Dhe! saya juga berharap jika kamu kembali nanti kamu sudah bisa memaafkan saya!" ujar Gus Sean yg mencoba tegar walaupun sebenarnya hatinya begitu rapuh dan mudah runtuh kapan saja.


saat beberapa jam Gus Sean mengistirahatkan tubuh dan hati nya sejenak diapun kembali melanjutkan perjalanan nya ketika merasa sudah sedikit lega.


....


HALLO GUYS GIMANA CERITA NYA SERU GA?


MAAF AUTHOR JARANG UPDATE KARENA AUTHOR SIBUK SKRG!


KALO KALIAN SUKA DENGAN CERITA 'SEBENING CINTA GUS PESANTREN' JANGAN LUPA VOTE + LIKE + COMENT YA!!!

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2