
PULANG
hari-hari berlalu Husein pun semakin hari semakin membaik, Aby ummi bunda ayah dan keluarga lainnya juga sering mengunjunginya.
saat ini Dhea sedang mengupas jeruk untuk suaminya sedangkan gus Sean senantiasa menatap gadis yg skrg sudah menjadi istrinya.
ntah apa lagi yg dia inginkan saat ini dia begtu bahagia mengingat gadis ini istrinya.
" Gus buka mulutnya!" pinta Dhea sembari mengangkat tangan yg berisi jeruk.
" terimakasih!" seru Gus Sean setelah memakan jeruk itu.
" sama sama Gus!"
" jangan panggil saya Gus bisa?" ucap Gus Sean.
" terus Dhea manggilnya apa dong? " tanya Dhea bingung.
" apa saja selain Gus, Dhea skrg kan sudah menjadi istri masa masih manggil Gus sih?" kata Gus Sean sembari menatap sang istri.
" heum enaknya apa ya?" seru Dhea sambil berfikir.
" Abang? " seru Dhea pada Gus Sean.
" hisss jgn Abang keliatan seperti saudara." ujar Gus Sean
" Aby?" ucap Dhea lagi namun Gus Sean kembali menggelengkan kepalanya.
" terus apa dong? " seru Dhea frustasi.
" apa aja Dhea.."
" habib? ya Dhea ingin sekali memanggil suami Dhea habib!" ujar Dhea girang sambil menatap Gus Sean.
" itu lebih bagus! saya suka itu!" ujar Gus Sean.
" terus panggilan buat Dhea apa?" ujar Dhea cemberut.
" heum sayang? " ujar Gus Sean pada Dhea yg kini merona.
" Dhea suka!" ujar Dhea sambil menyandarkan kepalanya di bahu Gus Sean.
tiba tiba ada dari arah luar terdengar suara langkah kaki yg berlari kearah mereka. Dhea dan Gus Sean yg melihatnya pun senang melihat anak angkat mereka itu.
" mamaa papaa... " riak seorang gadis kecil sembari berlari menghampiri mereka dengan memeluk kaki Dhea yg tergantung dri atas ranjang.
" eh sayang.. sama siapa kesini? " tanya Dhea sembari mengangkat tubuh kecil itu kepangkuan nya.
" tadi Gareng nenek, tapi skrg nenek lgi di kantin!" ujar Caca.
" udh makannya?" tanya Dhea pada sang gadis.
Caca menggelengkan kepalanya sedangkan Sean yg melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" ya sudah sini mama suapkan!" seru Dea sembari mengambil kotak makan dari dalam tas Caca.
__ADS_1
" papa sean kok dari tadi diem aja sih? papa nggak kangen ya sama Caca?" keluh gadis kecil itu karena ku sayang tidak menghiraukannya sedari tadi.
" mana ada papa sean kangen kok sama Caca!" ucap Gus Sean sembari mengangkat Caca ke pangkuannya.
" tadi Caca ada sekolah nak?" hanya gus Sean.
" ada papa cuma tadi nggak seru di sekolah teman-teman Caca pada jauhin Caca!" cerita gadis kecil itu kepada Sean sedangkan Dea hanya mendengarkannya sambil menyiapkan makanan untuk sang anak.
" oh kenapa apa Caca berbuat salah?" katanya gusean sembari mengelus kepala anaknya.
" Caca nggak nakal kok papa beneran deh!" ucap Caca sembari berkaca-kaca hendak menangis.
" terus kenapa sayang?" tanya Dea di sela-sela aktivitasnya.
" mereka bilang Caca nggak punya mama, jadi Caca memukul anes teman Caca karena dia jahat sama Caca!" seru Caca sembari menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
" Caca dengar papa nak, kalau seandainya ada yang jahat sama kita, kita jangan balas orang itu dengan kejahatan tapi nasehatilah dia dengan yang baik, biarin apa kata mereka yang penting Caca jangan membalasnya!" nasehat Sean kepada sang putri yg kian hendak menangis.
" maafin Caca pa, Caca nggak bakal ngulangin lagi!" sama Caca menunduk semakin dalam.
" hei sudah sudah papa nggak marahin Caca kok! jangan menangis oke nanti cantiknya hilang!" ujar Gus Sean lembut sembari mengelus kepala putrinya.
" sudah sudah ini Caca sekarang makan dulu ya!" seru Dhea sembari menyuapi Caca.
Caca segera disuapi oleh Dea hingga makanannya habis sedangkan gus Sean hanya memperhatikan dua orang kesayangannya saat ini.
tak lama setelah itu bunda Maya memasuki bangsal Gus Sean sembari membawa makanan untuk Dea dan Sean.
" assalamualaikum.."
" waalaikumsalam.." ucap Dea Sean dan Caca.
" ini bunda membawakan makanan buat kalian!" ujar bunda sembari memberikan plastik pada Dhea.
" terimakasih Bun!"
" sama sama nak! Sean gimna keadaannya? udah membaik?" tanya bunda sembari mengambil Caca dari pangkuan Sean.
" Alhamdulillah sudah bunda, Sean udh baik baik aja!" ujar Sean sembari mencium tangan sang bunda.
" Alhamdulillah kalau gtu!"
beberapa saat kemudian setelah mereka asik berbincang bincang datanglah dokter yg merawat Gus sean hendak memeriksa Gus keadaan Gus Sean.
" gimna keadaannya?" tanya dokter itu.
" Alhamdulillah dok udh lebih baik!" jawab Sean.
" syukurlah kalau begitu! kalo infusnya sudah habis pasien sudah bisa meninggalkan rumah sakit!" seru dokter tersebut sembari memeriksa kondisi Gus Sean.
" Alhamdulillah.. terimakasih dok!" ucap Dhea.
" sama sama!"
...
__ADS_1
di markas black cobra saat ini sedang mengalami kekacauan dikarenakan ada penghianat di antara mereka yang membocorkan keamanan dari black cobra kepada geng halilintar.
ya perlu diketahui gen halilintar adalah anak dari geng serigala di bawah pengaruh kekuasaan Devon.
namun biasanya dia pun tidak menggerakkan geng itu untuk berurusan dengan black cobra dikarenakan biasanya gen halilintar hanya berada di luar pulau tersembunyi, namun sepertinya hal ini tidak berlaku sekarang dan kekacauan akan segera terjadi.
" bagaimana ini terjadi, siapa penghianat ini? " ujar Daffa geram.
" jika saya mengetahui diantara kalian ada yang berkhianat maka kalian harus siap menanggung resikonya!" kecam Desi dingin sembari meninggalkan Aula.
...
setelah mendapatkan konfirmasi dari dokter yang merawat Gus Sean, Dea pun segera memberikan kabar baik ini kepada orang-orang penghuni pesantren agar mereka dapat menerima kabar baik ini juga.
[ assalamualaikum umi ini dea] seru dia dari Balik telpon.
[ waalaikumsalam ada apa nak apa ada yang sesuatu yang terjadi?] tanya umi yang kelihatan khawatir.
[ tidak umi tidak terjadi apa-apa Dhea cuma mau memberikan kabar baik] hujan Dea pada umi.
[ apa itu nak?]
[gus sean hari ini sudah diperbolehkan pulang umi! sebentar lagi kami akan segera pulang setelah infusnya habis!] seru Dea pada Umi.
[ Alhamdulillah baiklah kalian hati-hati nanti ya!] ucap umi penuh syukur.
[ ya sudah umi dia tutup dulu ya telepon nya!]
[ iya nak]
[ assalamualaikum]
[ waalaikumsalam]
o0o
setelah mendapatkan berita dari Dea umi segera menghampiri pak kyai untuk menyampaikan kabar baik ini kebutuhan saat ini syifani tengah berada di kediaman umi.
" Alhamdulillah Abi saya sudah diperbolehkan pulang hari ini!" ujar umi pada sang suami.
" Alhamdulillah" seru Abi dan Syifa bersamaan.
" kalau begitu Syifa akan memasak makanan untuk kita semua!" tawar syifani kepada umi dan Abi kyai.
" makasih Syifa biar umi bantu sekalian!"
" iya umi terima kasih!"
o0o
setelah kepergian bunda dan Caca tinggallah Dea dan Gus Sean.
'' sayang kita pulang ke rumah umi dulu ya!" kata Gus Sean pada Dhea.
" iya habib ke mana pun habib sayang akan mengikutinya!" ucap Dea Seraya tersenyum ke arah sang suami.
__ADS_1
" terima kasih sayang!"
" sama-sama habib!"