Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 63


__ADS_3

JALAN JALAN II & SALAH UCAP


🌸_____________________________🌸


mereka saat ini sedang berada di sebuah pasar tradisional yg sedang mengadakan pameran tahunan.


saat ini Dhea dan yg lain nya sedang menikmati suasana pedesaan yg asri yg belum pernah mereka rasakan saat mereka berada di kota.


Daffa dan Dessi sedang memainkan permainan lempar pisau.


berulang ulang kali Daffa menepati sasaran nya sehingga membuat pemilik toko sedikit gemetar di karena kan takut kalau dirinya akan bangkrut akibat Daffa terus menerus tepat sasaran.


" huh permainan ini sungguh membosankan!" seru Daffa pelan yg mampu di dengar oleh banyak orang.


ya Tampa mereka sadari akibat ulah mereka, mereka malah mengundang banyak mata yg memperhatikan aksi mereka.


" hah? apa? kenapa kalian berkumpul disini?" tanya Daffa terkejut melihat banyak orang yg mengelilingi mereka


" huss diamlah ini semua gara gara kamu! jadi mereka datang menonton! cepatlah minta hadiah ku dan segera pergi!" bisik Dessi sambil menatap tajam kearah para penonton.


" huh apa kalian tidak ingin pergi Hem?" tanya Dessi sambil menatap tajam kearah mereka dan sedikit mengeluarkan aura membunuh nya, dan tinggallah Dessi Daffa dan penjaga stand dengan merinding.


" mana hadiah ku?" tanya Dessi tajam.


" i ini ini hadiah kalian!" seru penjaga stand itu dengan gugup.


dan dapatlah Dessi berbagai macam boneka yg banyak akibat ulah Daffa yg memenangkan semua pisau itu.


tiba tiba dari arah Deket terdengar idaman tangis seorang gadis kecil yg berusia sekitar 3 tahunan itu menangis sambil menunjuk kearah Dessi yg memeluk erat semua boneka nya itu.


" hiks hiks ma ma Eka Eka ma ma Eka Eka " tangis gadis itu sambil menunjuk boneka Dessi.


Dessi yg sadar akan tunjukan gadis itu pun mendekatinya dan berjongkok mensejajarkan posisinya dengan sang gadis kecil itu.


" kamu mau boneka Hem?" tanya Dessi di angguki gadis kecil itu.


" au Eka atu au Eka!" ucap gadis itu.


" ambillah satu!" seru Dessi sambil menyerahkan sebuah boneka hello Kitty kepada gadis kecil itu.


" imakacih tatak cantik!" seru gadis itu tersenyum.

__ADS_1


'' terimakasih nak sudah bersedia memberikan Syella boneka itu!" seru mama dari gadis kecil bernama Syella.


" sama sama Tante! kalau gitu kita pamit dulu!" seru Dessi.


" silahkan!"


berbeda dengan Dhea ayu dan Haris yg saat ini sedang menaiki biang Lala, ayu terus saja memeluk erat tangan Haris karena sangking takut nya biang Lala itu berputar dengan kencang nya.


" huaa huaa teh Dhea a' Haris.. ayu takut huaaa" riak ayu keras sehingga membuat penghuni biang Lala yg lain melihat ke arah mereka.


" hehe ayu bisa kan kamu kecilkan sedikit suara mu Hem? lihatlah semua orang menatap kearah kita sekarang!" seru Dhea memasang senyum canggung nya.


" ayu takut huaa a'Haris tolong bilang hentikan huaa!" riak ayu sedangkan Dhea dan Haris hanya menunduk malu.


" sudahlah yu tidak apa apa kok semua akan baik baik saja! sebentar lagi ini akan berhenti!" seru Haris mengelus bahu ayu.


Tak lama kemudian biang Lala pun berhenti dan ayu cepat cepat segera turun dan memuntahkan semua isi perut nya.


" ayu.. apa yg terjadi padamu? Haris ayu kenapa?" tanya Dhea yg terlihat panik.


" dia hanya mabuk ketinggian saja kok teh! tak apa!" seru Haris sambil terus mengelus pundak ayu yg terus mengeluarkan muntah nya.


" minum lah dulu!" seru Dhea memberikan air mineral.


setelah memuntahkan isi perut nya ayu pun terlihat pucat, dan mereka pun memutuskan untuk mencari Daffa dan ayu agar mencari restoran terdekat untuk mengisi perut mereka.


" mari kita cari daffa dan Dessi!" seru Dhea dan Haris membantu ayu berjalan.


tak lama kemudian mereka menemukan Daffa dan Dessi yg sedang menyantap gulali dengan begitu bahagianya.


" assalamualaikum.." seru Dhea cs.


" waalaikumussalam.. eh ayu kenapa?" tanya mereka kaget.


" tadi ayu muntah akibat mabuk udara!" jelas Haris.


" oke skrg kita cari cafe terdekat aja!" usul Daffa.


" oke.."


mereka pun memutuskan untuk mencari cafe atau restoran terdekat untuk mengisi perut mereka karena sekarang pun sudah masuk waktu makan siang.

__ADS_1


" huh kenyang nya!" seru ayu dengan polos nya.


mereka ber 4 menatap kearah ayu terasa ajaib! baru saja gadis itu terlihat lemah tadi dan sekarang setelah makan dia begitu bersemangat.


" yu kamu sudah baikan?" tanya Dessi hati hati.


" hehe udah teh!" seru ayu cengengesan.


" secepat itu?" tanya Dhea lagi karena tadi dia begitu panik melihat ayu yg begitu pucat.


" hehe ayu udh baikan kok! mungkin tadi cuma karena ayu lapar aja!" seru ayu cengengesan membuat semua orang menepuk pelan jidat mereka masing-masing.


" AYUUUU!!" Riak mereka bersamaan dan yg di teriakin hanya memasang wajah Tampa dosa nya.


akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi kota kecil ini.


...


disisi lain saat ini Gus Sean dan Syifani sedang berada di sebuah cafe sambil memikirkan rencana kedepannya


" hmn setelah pernikahan nanti kita akan tinggal di mana Gus?" tanya Syifani memulai percakapan.


" kita akan mencari rumah terdekat dengan pesantren!" seru Gus Sean pelan.


" hmn.. bukan nya Gus Sean sudah membeli rumah ya?" tanya Syifani lagi.


" iya tapi itu rumah khusus untuk Dhea saat kami akan menikah!" seru Gus Sean Tampa sadar dia telah salah berucap.


seketika Syifani terdiam mendengar perkataan Gus Sean yg melukai hati nya.


Gus Sean yg tahu akan kesalahan nya pun mencoba meminta maaf pada Syifani karena sungguh dia tidak.sengaja mengucapkan hal itu.


" maaf maaf saya tidak bermaksud berkata seperti itu!" seru Gus Sean pelan.


" sudah lah Gus tidak apa! Syifa paham kok!" seru Syifani pelan mencoba menahan agar air mata nya tidak tumpah.


" maafkan saya!"


" tidak apa apa! yasudah ayo kita pulang! saya tidak berniat jalan jalan lagi!" seru Syifani pelan.


" baiklah ayo!"

__ADS_1


...


__ADS_2