
KELUAR KOTA
....
Hari ini Dhea dan Syifa ada jadwal kelas pagi hari.
mereka sudah bersiap untuk pergi ke sekolah dengan memakai seragam yg sesuai aturan ponpes.
di kelas banyak mata yg tertuju pada nya.
banyak yg memandang kagum dan ada juga yg memandang tak suka.
ya sampai skrg pun masih ada yg tidak menyukai Dhea dan Syifani.
ntah apa alasan mereka yg jelas mereka semua masih ada sedikit yg tidak.mwnyjkai Syifani dan Dhea.
hari ini mereka memasuk pelajaran sharfu.
telat nya yg masuk hari ini adalah ustadz Yusuf namun kata nya ustadz Yusuf ada kendala sehingga tidak dapat hadir dan akan di gantikan namun mereka tidak tau siapa yg akan menggantikan mapel ustadz Yusuf.
tiba tiba ada suara langkah kaki yg mendekat ke arah pintu sontak para murid melirik pintu dan seketika kelas menjadi gaduh..
pasal nya karena yg masuk ialah Gus Sean yg dominan nya di gemari para santri wati.
Dhea yg menyadari bahwa yg masuk adalah Gus Sean pun sedikit gugup dan Syifani yg melihat mencoba menggenggam tangan Dhea erat.
"assalamualaikum semua" salam Gus Sean.
" waalaikumsalam warahmatullahi Gus" jawab semua santri.
" buka halaman yg sudah di Khabar kan ustadz Yusuf..
dan mulai lah menyetor nya.." Gus Sean berucap dingin kembali menjadi Gus Sean yg dingin dan berwibawa.
para santri mulai sibuk dengan hapalan masing masing berbeda dengan Dhea yg sedikit kesusahan karena dia pun belum terlalu paham cara membaca Sharaf.
" sekarang giliran Dhea Zheyyfa Ananda.. " ucap Gus Sean dingin.
" semangat Dhe.. lor pasti bisa!" ujar Dhea dalam hati mencoba menyemangatkan dirinya.
Dhea menghapal semua nya dengan lancar tapi pada saat di tengah kalimat ada sedikit yg di lupakan nya dan Gus Sean malah memarahinya.
" maaf Gus saya lupa" ujar Dhea lembut sambil menunduk.
" apa kamu tidak belajar Dhea?" tanya Gus Sean ketus.
" sudah Gus!"
" setelah mapel ini temui saya di ruang dewan guru!" jelas Gus Sean yg di angguki Dhea.
"kenapa semakin menyebalkan saja sih ni orang.. untung guru kalo engk udh gua jamin tu muka ga ganteng lagi" gumam Dhea dengan wajah kesal nya.
" Iyah Gus" jawab Dhea.
...
__ADS_1
Dhea pun menemui Gus Sean di ruang dewan guru sesuai dengan perintah nya tadi.
sesampai nya di ruang guru Dhea pun memasuki ruang khusus milik Gus Sean.
"assalamualaikum Gus"
"waalaikumsalam.. silahkan duduk!"
" to the points aja Gus hukuman apa yg harus saya terima?" ketus Dhea
" kenapa kamu menghindari saya Dhea?" tanya Gus Sean
" tolong bahas masalah di kelas tadi Gus jgn lari dari permasalahan.." Dhea dengan ketus nya menjawab
" ini adalah masalah bagi saya Dhea! kenapa kamu menghindari saya?"
" karena saya memang harus menghindari Gus Sean!" seru Dhea lantang .
" kalau begitu mulai hari ini kamu jgn menghindari saya itu hukuman buat mu dan satu lagi besok temenin saya keluar kota untuk menghadiri ceramah Abi yg di alihkan pada saya!" jelas Gus Sean tersenyum menang.
" ck. hukuman macam apa itu? tidak aku ga mau dan jgn paksa aku!" ketus Dhea hendak pergi.
" ini hukuman dan kamu harus menjalaninya suka tidak suka dan mau tidak mau! " seru Gus Sean meninggi kan suaranya karena sudah jengah dengan sikap Dhea yg kekanak Kanakan.
" okh untuk hukuman yg pertama aku akan kabulkan tapi untuk ikut ke luar kota aku ga bisa! lebih baik suruh org lain saja kalau tidak suruh Syifani saja!" jawab Dhea yg mulai kesal dengan Gus nya itu.
" keputusan saya sudah bulat ga bisa di ganggu gugat jadi persiapkan diri mu untuk besok.." seru Gus Sean
" dasar semau mu saja bertindak tidak memikirkan org lain!" ketus Dhea dgn kesalnya bangkin dan pergi meninggalkan Gus Sean dan tak lupa pula dia menghentakkan kakinya tanda bahwa dia sedang marah.
dia senang karena Dhea tidak akan menjauhinya.
dan dia lebih senang lagi karena besok dia akan pergi bersama Dhea.
di asrama Dhea dengan wajah kesal nya masuk dan duduk begitu saja di kasur nya.
hal ini sontak membuat Syifani penasaran dan menghampirinya.
" ada apa Dhe? knpa terlihat begitu kesal?" tanya Syifani.
" aku kesal sekali dengan Gus mu itu! seenak nya saja nyuruh aku ini itu dan parah nya lagi dia menyuruh ku menemani nya pergi ceramah besok di luar kota.. dia itu dendam atau apa sih? dia kan tau aku tidak pandai dalam hal dakwah seperti itu!" jelas Dhea panjang lebar.
ini lah Dhea jika sedang kesal dia akan berbicara panjang lebar dan akan membuat org yg mendengarnya jengah karena ocehan nya yg tidak ada hentinya.
Syifani yy mendengar ocehan sahabatnya itu pun terkekeh geli.
" udh udh Dhe.. sabar saja.. itung-itung kamu liburan nanti" seru Syifani memenangkan Dhea.
" tapi ya tidak seperti itu juga lah Syifa.."
" jalanin aja dengan ikhlas Dhe.."
" hmn iya-iya..''
...
__ADS_1
keesokan hari nya Dhea sudah siap dengan baru rok hitam kembang dan baju kaos berwarna hitam juga di padu dengan blezer berwarna mocca Dan hijab pashmina berwarna senada dengan blezer nya.
ya saat itu Dhea terlihat begitu cantik mempesona.
" udh udh Dhe.. jgn di tekuk gitu muka nya.. ntar cantiknya hilang lho.. " Syifani mencoba menggoda Dhea yg masih memanyunkan bibirnya.
" yasudah aku pergi dulu ya syif.. assalamualaikum.."
" waalaikumsalam.."
....
Dhea menuju rumah Abi kyai dan umi nyai hendak menemui Gus Sean.
dan saat hendak mengetuk pintu tiba tiba pintu nya lebih dulu terbuka dan menampilkan sosok pria bak malaikat tak bersayap.
ya itu yg tak lain adalah Gus Sean dengan pakaian jubah nya berwarna hitam di padu dengan topi khas nya yg di belinya waktu di Cairo yg berwarna putih bercorak coklat itu
" assalamualaikum gus"
" waalaikumsalam.."
" saya kira kamu tidak ingat.. hampir saja saya ingin menjemput mu" ujar Gus Sean sedikit menggoda Dhea.
" hmn yaudh buruan jgn pake lama"
" iya-iya"
Gus Sean pun melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, dan kira kira perjalanan mereka kurang lebih sekita 3 sampai 4 jam lamanya.
skip.
sepanjang jalan Dhea hanya diam sambil menatap keluar jendela Tampa berbicara satu kata pun dengan Gus Sean.
" Dhe .. apa kamu marah dengan saya?"
" hmn"
" Dhe.. harus dengan cara apa saya meminta maaf dengan kamu? apa sebenarnya salah saya? tolong katakan Dhe.." tanya Gus Sean yg membuat Dhea terdiam sebentar dengan pikiran nya.
"iya ya apa emang nya kesalahan orang ini sehingga gua harus menjauhinya?" gumam Dhea
" sudahlah Gus aku ga marah.. lebih baik Gus Sean fokus saja dengan mobil nya"
"iya Dhe.."
.
.
.
.
Bersambung~
__ADS_1