Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
Episode 6


__ADS_3

HUKUMAN


Dhea kembali ke asrama nya bersama syifani.


saat di asrama syifani membantu Dhea mengembalikan barang barang nya  ketempat semula.


1 jam berlalu seusai membereskan barang-barang nya tiba tiba Lissa and the Genk datang dan mencibir mereka.


" Lhoh kok kamu balik lagi sih? masih ada urat malu atau emng udah putus tu urat malu ?" Lissa mencibir saat melihat Dhea dan Syifani yang kembari membereskan barang barang Dhea tadi.


" Bukan urusan lo dan tenang aja sesuatu akan menunggu lo sebentar lagi!" ujar Dhea sembari menarik tangan syifani untuk keluar dari asrama yg sungguh semakin panas.


" Apa maksudnya? menunggu? siapa?" Lissa bergumam sembari berfikir khawatir.


" duh gawat ni jangan sampe Gus Sean marah bisa amsyong gua!!" Dini bergumam sambil terus menggigit permen nya.


" Apa yang di maksud Dhea itu Gus Sean? ah yasudah lah terima nasib aja" Rini bergumam sambil memijat pelipisnya.


" Bagaimana ini liss, kalo sampai Gus Sean marah kita bisa habis! " Seru Dini khawatir sambil mondar mandir.


" Iya tuh liss klo Gus Sean marah kita bakal di hukum tau!" Tutur Rini yang terkesan lebih santai.


" Huh tenang tenang! Kalian jangan panik gini dong, aku juga jadi panik kalau kalian kaya gini!" Ujar Lissa sedikit kesal dengan kedua temen nya itu.


.....


Setelah beberapa saat kemudian datang lah kedua santri memberi pesan dari Gus Sean untuk Lissa and the Genk yang akan dipanggil ke lapangan depan untuk menghadap pada Gus Sean.


" Assalamualaikum ukhti.." salam santriwati tersebut.


" Waalaikumsalam " jawab Lissa dan teman teman nya.


" Ukhti Lissa sama temen temen di panggil sama Gus Sean di lapangan, kata nya penting!" Ujar salah satu santri yg memberi pesan.


" Duh mampus deh aku udah pasti tu Gus Sean marah" batin lissa sambil mencubit cubit jadi nya.


" oh baiklah Syukron ukhti." seru dini ingin terlihat setenang mungkin.


Lissa and the Genk pun memutuskan untuk memenuhi panggilan dari Gus sean.


Saat mereka sampai di lapangan suasana di sana sudah mulai tegang dengan Gus Sean yang seperti nya sangatlah marah kepada Lissa and the Genk karena sudah berani memfitnah Dhea dan membohongi diri nya.

__ADS_1


" Assalamualaikum Gus." seru mereka kompak dengan hati hati.


" Waalaikumsalam." Jawab Gus Sean dan yang lain nya.


" Kalian tau kenapa saya memanggil kalian?" Tanya Gus Sean dengan raut wajah dingin nya.


" Emang ada apa Gus." tanya Lissa masih dengan kepolosan yg di buat buat.


" MASIH TIDAK MAU JUJUR?!" Gus Sean mengeraskan suaranya karena sudah tidak sabaran menghadapi tingkah laku Lissa dan teman-temannya.


" Afwan Gus." Seru Rini menunduk karena takut melihat aura yg di keluarkan Gus Sean.


" Apa alasan kalian memfitnah dan membohongi saya dan Dhea?" tanya Gus Sean penuh penekanan.


" Ka kami kami hanya.." Dini terbata bata karena sudah sangat takut.


" KALO BICARA YANG JELAS! BICARALAH SEPERTI TADI SAAT KALIAN MEMFITNAH DHEA!" Gus Sean semakin emosi di buat mereka yang sangat bertele-tele.


" Kami hanya tidak suka sama mereka, jika syifani dan Dhea mendekati Gus Sean!" ujar Lissa membuat Gus Sean terdiam sejenak lantaran bingung apa yang dimaksud oleh gadis itu.


" Apa yang kamu pikirkan Lissa? kenapa saya tidak boleh berdekatan dengan Dhea dan syifani?" Gus Sean mulai merendahkan suaranya karena menurutmu masalah ini tidak sesederhana kelihatannya.


" Jaga bicara kamu Lissa! saya ini ustadz kamu tidak pantas jika kamu berbicara seperti itu!" ujar Gus Sean mencoba menyadarkan gadis itu.


" tapi apa salah jika saya suka sama Gus Sean?" tanya Lissa yg makin tidak terima.


" Lissa tolong jaga bicara kamu! Jangan sampai orang orang pada salah paham dan menimbulkan fitnah." ujar Gus Sean penuh penekanan agar Lissa bisa sedikit lebih rasional.


Di lain sisi Dhea syifani dan santri lain nya melihat adegan itu, awal nya Dhea senang karena Gus Sean akan memberikan pelajaran kepada Lissa and the Genk tapi saat melihat Gus Sean mulai tidak mengendalikan emosi nya Dhea mulai takut dan khawatir jika nanti Gus Sean berbuat kasar seperti yg di lakukan nya pada Dhea tadi.


" tapi Gus saya.. " ujar Lissa terputus karena Gus Sean hendak menamparnya.


PPLLAAKK


Tamparan itu kembali mendarat di wajah Dhea karena Dhea menghalangi Gus Sean untuk menampar Lissa, Dhea berfikir bagaimana pun dialah yang meminta Gus Sean memberikan pelajaran kepada Lissa and the Genk tapi bukan ini yang Dhea mau dia hanya menginginkan agar Gus Sean menghukum nya agar mereka jera bukan untuk membuat mereka semakin menjadi jadi.


" Dhea ! ma maaf.." ujar Gus Sean merasa bersalah.


" Apa begini cara Gus memperlakukan santri nya? saya memang meminta Gus Sean memberikan Lissa pelajaran tapi saya tidak meminta Gus Sean untuk berlaku kasar! " ujar Dhea yg emosi seketika.


" maaf kan saya." Tutur Gus Sean mencoba tenang.

__ADS_1


" sudah lah Gus bagaimana pun Gus Sean akan tetap sama ga bisa berubah, dan untuk masalah kali ini biar Dhea aja yang menengahi, Dhea udah tidak mempermasalahkan kejadian hari ini." ujar Dhea yang mencoba menahan emosi.


" Gua udah maafin lo sekarang lo semua boleh pergi!" ujar Dhea kepada Lissa and the Genk.


" Ga usah sok baik!" itu lah kata kata Lissa yang keluar dari mulut nya untuk Dhea.


Dhea hanya sabar terhadap perlakuan Lissa karena bagaimanapun dia lah penyebab nya.


" apa lagi yang kalian lihat? masih tidak mau bubar?." Dhea meninggikan suaranya agar di dengar oleh yang lain.


Al hasil mereka semua bubar dari lapangan dan tinggal lah Dhea, syifani dan Gus Sean.


Dan saat Dhea hendak pergi namun tangan nya di cekal oleh Gus Sean.


"Dhea tunggu!l!" Gus Sean mencekal tangan Dhea mencoba menahan gadis itu.


" bukan muhrim!" tegur Dhea tegas dan terlihat ketus.


"Afwan.." jawab Gus Sean merasa bersalah.


" Saya permisi." ujar Dhea kembali berkata ketus.


"Dhea saya ingin bicara!" Titah Gus Sean.


" Saya ga ada waktu!" Ujar Dhea yang hendak berlalu pergi.


" sebentar saja!" Seru gus Sean lagi sedikit dengan nada memelas.


" Baiklah " akhirnya dia pun mengalah dan mengikuti Gus Sean untuk berbicara.


" Ya sudah Syifa permisi dulu Gus!." Ujar syifani yang 


 merasa tidak di butuhkan lagi disini.


Gus Sean mengajak Dhea ke halaman belakang rumah nya lebih tepatnya di danau belakang rumah Gus sean.


"Dhea maaf kan saya, saya tidak sengaja saya berani bersumpah." seru Gus Sean merasa bersalah.


"udah di maafin Gus.." 


...

__ADS_1


__ADS_2