Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 80


__ADS_3

CACA


_______


Terdengar suara kaki dengan sedikit berlari dari arah luar dan muncul seorang putri cantik berusia sekitar 4 THN


dia berlari dan langsung menghantam Dhea dengan pelukan nya.


" mama!" ucap gadis kecil itu.


Dhea mensejajarkan tubuh nya dengan gadis itu agar dapat menyamankan diri nya.


jujur Dhea pun sangat merindukan gadis kecilnya ini namun mereka berbeda!.


" Hay cantik!" ucap Dhea membalas pelukan Sang gadis.


" mama Caca kangen! mama kenapa ga pernah temui Caca lagi?" ucap Caca mengerucutkan bibirnya merajuk.


Dhea yg melihat putri kecil nya itu merajuk pun langsung mengecup singkat bibir gadis itu.


" muach.. jgn ngambek sayg.. bagaimana kabar Caca??" tanya Dhea mengelus rambut anak itu.


" Caca baik ma! Caca kangen mama! " ucap nya kembali ke dalam pelukan Dhea.


" mama juga syg!"


Dhea menarik Caca keatas pangkuan nya dan mereka saling bertukar cerita tentang kehidupan mereka selama berpisah beberapa tahun terakhir.


" Caca mama sudah punya papa baru buat Caca!" ucap Dhea pada sang gadis.


" papa? papa Caca cuma papa Willi!" ucap Caca tak mengerti maksud Dhea.


" papa baru suami mama! Caca mau ketemu sama papa? tapi papa nya lagi sakit sayang!" seru Dhea memeluk Caca dari belakang.


" mau ma! Caca mau ketemu papa baru!" seru Caca senang.


" baiklah besok kita ketempat papa Sean! papa Sean pasti senang banget punya putri cantik kaya Caca!" seru Dhea tersenyum namun mata nya mulai berkaca kaca.


" mama kenapa nangis? mama jangan nangis! nanti Caca juga sedih!" seru Caca sambil menghapus air mata Dhea.


" mama ga nangis sayang! Caca udh makan?"


" belum! Caca ga mau makan kalo ga di suapi mama"


" ada bawa bekal?" tanya Dhea dan di angguki oleh Caca.


" biar mama suapi!" ucap Dhea membuka bekal Caca dan menyuapi nya sedikit demi sedikit.


" ekhem ekhem.. " dehem Willi saat kedua wanita nya itu tidak menganggap nya.


" papa kenapa?" tanya Caca polos.


" papa tidak apa apa syg.. habiskan makanan mu dan kita pulang!" ucap William pada Caca


" Caca mau sama mama! Caca ga mau pulang!" ujar Caca merengek.


" Caca kita harus pulang syg.. ini sudah siang kamu harus istirahat.." ucap Willi pada sang putri yg merengek meminta menetap.

__ADS_1


" tapi.."


" Caca.. Caca pulang sama papa Willi ya.. besok kan kita mau ketemu papa Sean.. jadi Caca harus istirahat!" seru Dhea mencoba membuat sang anak mengerti.


" baik ma!"


" anak pintar!"


tak lama kemudian Caca telah mengabiskan seluruh bekal nya dan mereka pun bergegas untuk pamit dan pulang.


" besok jam 09.00 antar Caca pada ku di rumah sakit xxx! " seru Dhea dingin pada Willi yg menggendong Caca.


" bisakah kau berbicara lembut pada ku sama seperti kau berbicara pada Caca?" ujar Willi kesal saat Dhea ketus pada nya.


" tidak bisa! kau pergilah dan jgn lupa besok!" ujar Dhea.


" hmn aku padamu!"


kemudian Willi beserta sang putri pergi dari ruangan Dhea. Dhea menghempas tubuh nya di atas ranjang dan memejamkan mata nya sejenak sambil memikirkan apa yg terjadi hari ini.


Caca! gadis itu sudah berhasil mengambil hati nya! dia tidak bisa begitu saja mengabaikan anak itu..


tapi dia juga tidak bisa terus menerus bertemu dengan Willi saat bersama Caca..


sungguh dilema yg membosankan.


....


keesokan harinya Dhea di koridor rumah sakit Dhea menunggu kedatangan Caca .


tak berapa lama kemudian tampaklah seorang anak kecil dalam gendongan seorang pria yg tak lain adalah Willi dan Caca di gendongan Willi.


" Hay sayang.. wah anak mama cantik sekali hari ini!" seru Dhea mengelus kepala Caca.


" Caca memang cantik sama seperti mama!" seru nya polos.


" hahah iya nak.." seru Dhea, kemudian Dhea berbalik menatap ke arah Willi dan langsung mengubah wajahnya 180°. " kau pulang lah! Caca aman bersama ku!" ujar Dhea dingin.


" aku tidak mau!" ucap Willi sambil mengalihkan pandangan nya.


" kau harus pulang! aku tidak mau melihat mu!"" ucap Dhea serius.


" hufhhh baiklah aku pergi! tolong jaga Caca untuk ku!" ucap Willi pasrah.


" tidak perlu di minta Caca aman bersama ku!"


" baiklah aku pergi!"


Willi pergi walau dia tidak mau.


kemudian Dhea membawa Caca ke ruangan Gus Sean dengan adanya umi dan bunda di sana.


saat Dhea masuk bunda dan umi terkejut karena Dhea bersama seorang anak kecil yg sangat cantik.


" assalamualaikum.." ucap Dhea


" waalaikumsalam.." jawab umi dan bunda seraya bangkit dari duduk nya dan menghampiri Dhea dan sang anak

__ADS_1


" anak siapa itu Dhea?" tanya bunda


" anak Dhea Bun!" ucap Dhea membuat bunda dan umi kaget bukan main.


"APAAA?!!!" Ucap bunda dan umi bersamaan.


" kalian kenapa?" tanya Dhea bingung melihat reaksi bunda dan umi.


" Dhea jgn bercanda.." ucap bunda lagi.


" hehe iya iya ini Caca, anak temen Dhea waktu di London! dia sudah tidak punya ibu jadi dia menganggap Caca sebagai mama nya!" seru Dhea menjelaskan.


" ouh begitu cantik nya.." ucap umi mengelus kepala Caca.


" Caca salam pada nenek!" seru Dhea dan sang anak pun menuruti dan mencium tangan bunda dan umi.


" anak pintar.. siapa namanya?" tanya bunda.


" Caca!" ucap Caca imut.


" wah sini sama nenek!" ucap umi Caca pun setuju dan memeluk umi.


dhea membawa Caca kehadapan Sean dengan perlahan. di tatapnya tubuh sang suami yg masih setiap menutup mata nya rapat rapat itu.


rasanya ia ingin sekali menangis saat ini jga, tapi dia mengurungkan niat nya karena ada Caca di dekat nya. dia tidak ingin Caca melihat kesedihan nya saat ini.


" mama jgn nangis!" ucap Caca yg melihat mata Dhea berkaca kaca.


" hah eh engk kok syg.. mama ga nangis..!" ucap Dhea berbohong sambil menghapus jejak air mata nya.


" itu.."


" mama hanya kelilipan.. ouh iya kenal kan ini mpapa Sean.." seru Dhea pada Caca agar dia tidak terus bertanya.


" Caca cium tangan papa Sean.." seru Dhea


" assalamualaikum papa Sean.." ucap Caca sambil mencium tangan Sean.


" papa Sean cepet bangun.. mama sama Caca nungguin papa bangun! papa ga mau bertemu Caca ?" ucap Caca pada Sean yg masih tertidur itu.


" iya syg.. papa Sean tidak mau bangun dia.. mungkin papa Sean masih ngantuk nak!" ucap Dhea menguatkan diri.


" iya ma.. papa Sean masih ngantuk!" jawab nya polos.


" hehe.. iya nak.. Caca ada bawa bekel syg?" tanya Dhea pada sang anak.


" eumnn kaya nya engk bawa deh mah.." ucap Caca.


" baik lah ayo kita makan di luar.." ajak Dhea.


" baik ma!"


" bunda sama umi mau nitip apa?" tanya Dhea


" eumn kaya biasa aja Dhea!" ucap umi.


" bunda nasi goreng spesial biasa aja!" ucap bunda.

__ADS_1


" baiklah!"


__ADS_2