Sebening Cinta Gus Pesantren

Sebening Cinta Gus Pesantren
#eps 75


__ADS_3

JANJI


setelah mimpi itu Dhea sontak terbangun dari mimpinya aja jejak air mata di wajah nya namun dia bisa tenang saat ini karena dia percaya semua akan baik baik aja Rama ga akan pernah benar benar ninggalin dia.


Dhea melihat sekelilingnya namun dia tidak mendapati bunda dan umi di sini dan tiba tiba...


deg.


deg.


deg.


Dhea langsung berlari ke bangsal Gus Sean dengan kecepatan penuh nya tanpa sedikit pun memerhatikan kondisinya saat ini, infus ditangan nya sudah hilang entah kemana, pakaian yg berantakan dan rambut yg sudah tidak rapi lagi.


'td


Idak mereka tidak bisa melakukan ini.. Gus Sean.. Gus ga akan ninggalin Dhea.." batin Dhea sambil menggeleng pelan.


begitu Dhea tiba di pintu bangsal Gus Sean dia melihat kalau dokter dan perawat ingin melepaskan alat bantu pernapasan Gus Sean seketika Dhea langsung berteriak.


" STOPPP!" Riak Dhea sehingga semua orang melihat kearahnya.


" jangan ada yg berani melepas alat itu dari nya!" ucap Dhea penuh penekanan.


semua orang sudah berkumpul melihat seorang gadis yg memakai baju pasien dengan ngeri.


aura yg di keluarkan gadis itu sungguh menyeramkan sehingga tanpa sadar suster tidak berani melepaskan alat itu dari Gus Sean.


umi segera mendekati Dhea dan memakaikan jilbab ke arah kepala Dhea dan Dhea hanya diam saja dia pun lupa tadi untuk berhijab dikarenakan Gus Sean.


" nak biarkan Sean pergi.. dia tidak akan bahagia kalau kamu seperti ini!" ucap umi mencoba memberi paham Dhea.


" tidak umi! keputusan Dhea tetap sama, jika ada yg berani melepas SATU alat saja dari dia ( sambil menunjuk Gus Sean ) kalian, kalian, kalian, dan kau! ( tunjuk Dhea pada dokter ) maka kalian akan melihat bagaimana saya membereskan kalian semua!" ucap Dhea Tampa mau di bantah dan menambah tekanan pada auranya sehingga semua orang serasa sulit bernapas.


bunda sudah menangis sedari tadi ketika melihat anak nya seperti ini. dia sangat tau bahwa Dhea dapat melakukan apa saja jika dia sudah hilang kesabaran dan hilang kendali. maka dari itu bunda hanya bisa meratapi anak nya dengan sendu, jujur dia tidak suka dgn sikap Dhea yg seperti ini! namun ini lah anak nya yg jika sudah begini tidak ingin orang lain membantahnya.


" ingat ini baik baik di kepala kalian! ( ucap Dhea menyapu pandangan nya keseluruh bangsal rumah sakit ) jika ada satu alat saja yg terlepas dari dia..( menunjuk kearah Gus Sean ) maka saya pastikan kalian semua akan kehilangan tangan kalian! ( ucap Dhea penuh keyakinan kalau itu akan dilakukannya jika ada yg melanggar perintahnya ) jika kalian tidak percaya maka kalian bisa mencobanya! " ucap Dhea berlalu pergi namun saat sampai di pintu dia berbalik kearah umi dan bunda.


" Dhea akan kembali sebentar lagi!" ucap Dhea sambil melangkahkan kaki nya lagi.


...


disinilah Dhea berada di taman kemarin dengan tangan gemetar tak karuan.


dia merogoh saku nya dan mengambil ponselnya tampak dia sedang mencari sesuatu di iPhone nya dan menelepon seseorang.


entah apa yg di bicarakan nya di telepon itu namun terlihat sangat tegas Tampa mau di bantah sedikit pun.

__ADS_1


" saya tunggu dalam waktu setengah jam! " ucap Dhea langsung mematikan iPhone nya dan beranjak kembali ke ruangan nya sendiri.


...


sedangkan bunda dan umi sudah saling menguatkan diri mereka masing masing untuk siap menerima apa pun konsekuensi nya mereka merasa saat ini tidak ada yg bisa mengatasi Dhea jika sudah seperti ini.


" ibu ibu sekalian.. bagaimana ini? apa kita tetap menjalankan prosedur nya atau kita hentikan saja?" tanya salah satu suster di sana.


" ikuti saja perintah nya!" ucap bunda karena dia takut jika mereka tetap memaksa maka akan terjadi sesuatu pada mereka semua.


" baik!" ucap suster itu lagi.


...


disisi lain Dhea sudah berada di kamarnya sendiri dan menatap yakin dengan dirinya saat ini.


pasalnya dia baru saja memerintahkan kepada Daffa dan DESSI hal yg sangat sulit di percayai nya.


Dhea bertekat akan menepati janji nya dan Gus Sean walau pada akhirnya Gus Sean akan benar benar pergi namun dia tetap akan melakukan itu.


flashback on


Dhea merogoh saku nya dan mengambil iPhone nya dan menekan nomor seseorang.


ya, Dhea menekan nomor Daffa dan memerintahkan mereka untuk segera datang dalam waktu 30 menit dan membawa anggota sekitar 15 orang bersama dengan penghulu kesini.


" gua mau nikah" ucap Dhea sontak membuat kedua sahabatnya itu syok setengah mati.


" apa nikah? nikah pala loe peang? loe kira kita percaya loe mau nikah!" ucap Daffa kaget


" gua serius! kalian datang dalam waktu 30 menit dari sekarang!" ucap Dhea.


" tapi siapa?" tanya Dessi.


" Gus Sean!" sontak mereka kembali terkejut di buat nya.


apa tadi kata nya Gus Sean? tapi Gus Sean kan masih koma gimana mau merried? berbagai pertanyaan melekat di kepala mereka sebelum suara penuh penekanan membuyarkan mereka.


" saya tunggu dalam waktu setengah jam!"


flashback end


...


sudah 20 menit berlalu namun masih belum ada tanda tanda Dhea kembali ke bangsal Gus Sean, sehingga membuat salah satu suster di sana geram dan melangkah kearah bunda dan umi.


" maaf Bu! kita tidak boleh seperti ini terus! jangan menghambat waktu kerja kami dengan seperti ini! kami harus menjalankan ini sesuai prosedur!" ucap suster itu lantang.

__ADS_1


" maaf sus sebaiknya jangan! saya khawatir nanti kalian tidak bisa menanggung kemarahan anak saya!" ucap umi dengan penuh nasehat pada dokter.


" haha ibu bisa saja! jgn terlalu menganggap serius pada Putri ibu!" ucap suster itu meremehkan. "dia tidak mungkin menghilangkan tangan kami!"


" saya mohon sus jangan gegabah!" tutur umi mulai jengkel dengan kesombongan suster itu.


mau di bantu eh malah ngelunjak itu suster! batin para penonton yg masih setia di depan bangsal Gus Sean.


" saya akan tetap melakukan tugas saya!" ucap suster itu.


kemudian suster itu kembali dan berbicara pada beberapa suster sekalian yg berada di ruangan itu.


" mari kita lakukan tugas kita!" ucap suster tersebut.


" kami tidak berani!" ucap mereka.


" apa yg kalian takuti? ancaman gadis itu? itu hanya ancaman belaka tidak ada ngaruhnya!" ucap suster itu.


" kamu yg akan menanggungnya jika dia marah!" ucap suster yg lain.


" baik saya yg akan menanggung nya!" ucap suster itu.


" dok bagaimana ini?" tanya salah satu suster.


" saya tidak akan ikut campur dan saya tidak akan melakukannya! jika kalian mau maka lakukanlah tapi kalian menanggung resiko sendiri!" ucap dokter itu.


" baik!"


suster suster itu mulai melepaskan alat di tubuh Gus Sean mulai dari akar picu jantung. namun sesudah itu mereka berhenti karena teriakan dari seseorang.


" BERANINYA KALIAN TIDAK MENDENGAR PERINTAHKU?!!" BENTAK SESEORANG DARI ARAH PINTU YANG TAK LAIN ADALAH DHEA.


deg.


deg.


deg.


jantung para suster yg melanggar kian berdetak hebat.


mereka tidak menyangka bahwa gadis itu ternyata sangat mengerikan apa lagi suster yg sombong tadi sudah sangat berkeringat.


" emang kenapa? dia sudah mau mati y harus dong di cabut alat nya!" ucap suster itu.


jeddaarr bagai di sambar petir saat ini Dhea sangat marah akan perkataan gadis suster itu, selama ini belum ada yg. bisa membuatnya mars sampai seperti ini namun skrg satu sampah bisa memanggil kemarahannya.


" kau..

__ADS_1


__ADS_2