
GUS SEAN PERGI UMROH
๐ธ_______________________๐ธ
Ayu Dhea dan Haris kini telah berada di pinggiran kota y dan mereka langsung bergegas menuju pangkalan angkot untuk mengantar mereka ke tempat tujuan mereka.
" teh emng teteh mau balik ke Jakarta na mah?" tanya ayu pada Dhea saat di dalam angkot
" iya yu aku mau balik ke Jakarta tapi aku masih ada sesuatu yg harus di urus di padepokan dan desa x!" seru Dhea sambil terus melihat ke arah gantungan yg di dapat nya tadi siang.
" apa teteh ga mau tinggal di sini aja sama kami?" tanya Haris pada Dhea
" ga mungkin a'haris aku ga bisa di sini untuk waktu yg lama! ada seseorang yg menunggu ku di sana! " jelas Dhea sambil tersenyum menatap kedua insan yg memasang wajah sendu
" berrti kita akan berpisah dong?" ayu semakin sedih
" setiap pertemuan pasti ada perpisahan! tapi aku janji ini bukan lah pertemuan kita yg terakhir!" jelas Dhea memegang kedua tangan sejoli itu.
.....
saat ini bunda dan ayah Dhea sedang berada di ruang tamu sambil menonton tv.
mereka masih memikirkan nasib putri tunggal mereka yg saat ini bahkan keberadaan nya masih penuh teka teki!
" ayah!"
" ya Bun!"
" bunda kangen Dhea yah!" seru bunda menatap ayah dgn wajah sedih nya
" ayah juga Bun! tapi kita ga bisa berbuat apa apa! semua sudah diatur dengan yg maha kuasa kita hanya bisa berharap saja Bun!" ayah masih mencoba menenangkan sang istri dengan mencoba tersenyum walau hati nya begitu sakit mengingat anak semata wayangnya.
" tapi yah..."
tiba tiba iPhone ayah berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
" siapa yah?"
" ga tau ni Bun ga ada nama nya!"
" ouh yaudh biarin aja yah mungkin orang iseng!"
namun iPhone nya terus berdering seiring berjalan nya waktu.
dreeettt dreeettt dreeettt
" angkat aja yah siapa tau penting soalnya ga mungkin kan nelpon berulang kali kalo g penting!" seru bunda
" baiklah Bun!"
__ADS_1
iPhone onn โ๏ธ
[๐assalamualaikum dengan siapa saya bicara?]
[๐ waalaimussalam ayah!]
deg deg deg iPhone ayah terjatuh dari genggaman nya hal itu justru mengagetkan bunda.
" kenapa yah? siapa yg nelpon?" tanya bunda panik kemudian ayah melirik bunda dan langsung bergegas mengambil iPhone nya dengan cepat.
[๐ halo nak! ini beneran kamu sayang? ini kamu nak? bagaimana keadaan kamu sayang? apa yg terjadi? dimana kamu skrg nak? biarkan ayah menjemput kamu sayang!] seru ayah yg hampir menitikkan air mata nya
" ayah siapa yg menelpon ayah? apa dia anak kita yah? apa dia Dhea yah? berikan yah bunda mau bicara!" ujar bunda sambil mengambil paksa iPhone ayah.
[๐sayang apa ini kamu nak? ini bunda Dhe! kamu di mana skrg nak?] bunda sangat senang sekaligus panik dengan keadaan Dhea.
[๐ ay.. yaahh Bun.. daa.. ini Dhea yah Bun! ] seru Dhea terbata bata.
[๐ ini kamu sayang kenapa baru ngabarin sekarang nak? apa kamu baik baik saja sayang? dimana kamu skrg nak? biara ayah dan Munda menjemput mu nak!] seru bunda senang
[๐Dhea baik baik saja bunda! Alhamdulillah ada orang baik yg menyelamatkan Dhea! jangan khawatir Bun Dhea pasti baik baik saja!] jelas Dhea mencoba meyakinkan bunda dana ayah.
[๐ knpa baru ngabarin skrg sayang? tau kah kamu bunda dan ayah sangat khawatir hmn?]
[๐ maaf bunda disini tidak ada phonsel ataupun jaringan internet maka dari itu Dhea belum mengabarkan kesana! Dhea skrg baik baik saja bunda ga usah khawatir!] seru Dhea
[๐ anak nakal bagaimana kami tidak khawatir nak kamu menghilang sudah hampir berbulan bulan dan skrg tiba tiba menelpon apa kamu mau membuat ayah mu ini serangan jantung mendadak hemm? ] ayah mengomel pelan sambil menyeka air mata nya
[๐ Alhamdulillah kami semua baik nak! kamu tau? Gus Sean sangat khawatir pada mu sayang bahkan hampir setiap Minggu dia selalu mengunjungi laut tempat kamu terjatuh nak!] jelas bunda
[๐ benarkah Bun? Alhamdulillah kalau semua baik baik saja! Dhea kangen kalian ayah bunda! Dhea juga kangen Gus Sean!] ujar Dhea malu malu saat mengucapkan kata Gus Sean
[๐ kami juga kangen kamu nak! kapan kamu pulang biar ayah menjemput mu sayang!]
[๐tidak perlu ayah! Dhea masih ada sesuatu yg harus di uruskan disini jadi Dhea belum bisa pulang kerumah!] jelas Dhea dan wajah mereka pun memburuk
[๐tapi kapan Dhe?] tanya ayah
[๐ ga lama lagi yah! beri Dhea waktu 1 sampai 2 bulan lagi yah! Dhea janji setelah itu pasti akan langsung pulang kembali bersama kalian! Dhea janji ini yg terakhir untuk Dhea kabur laburan yah! tolong percaya sama Dhea bunda ayah!] Dhea memohon agar diberikan waktu
[๐ baiklah hanya dalam kurung waktu 1 sampai 2 bulan! setelah itu kamu harus pulang kerumah!] ujar ayah tegas.
" yah kenapa di izinin sih yah anak nya ga pulang? bagaimana keadaan nya nanti di sana? gimana pola makan nya? ayah kenapa kejam banget sih sama anak nya" seru bunda pada ayah sambil mengomel sedangkan Dhea bahagia karena rindu mendengar perdebatan kecil kedua orang tuanya tentang diri nya.
" Bun kok jadi ayah sih tanyain tu sama anak nya dia yg minta lhoh Bun!" ucap ayah tak mau disalahkan
" hun anak sama ayah sama saja!" gerutu bunda kesal.
[๐Bun.. tolong izinin Dhea ya Bun? plissss Dhea janji ini yg terakhir! plisss bunda cantik dehhh!] ucap Dhea memohon sambil mengeluarkan jurus andalan nya.
__ADS_1
[๐Hmn yasudah baiklah tapi janji ya segeralah selesaikan urusan kamu nak! lalu kembali kesini!] ucap bunda mengakhiri
[๐ay ay kapten! Dhea janji akan segera pulang! tapi tolong rahasiakan tentang Dhea pada siapa pun termasuk Gus Sean dan seluruh santri ponpes!] jelas Dhea
[๐baiklah baiklah !]
[๐yasudah Dhea tutup ya Bun udh hampir malam kami harus segera pulang!]
[๐baiklah nak hati hati di jalan!]
[๐iya Bun ayah! assalamualaikum jaga kesehatan kalian ya]
[๐ waalaimussalam kamu juga nak]
Tut Tut tut.
panggilan terputus namun kedua orang paruh baya itu masih tidak percaya dengan apa yg mereka rasakan saat ini.
mereka merasa ini seperti sebuah mimpi bagi mereka saat kenyataan muncul bahwa putri mereka selamat dari kecelakaan mau itu
" yah Dhea kita masih hidup yah! dia selamat dri maut!" ujar bunda
" iya Bun ayah merasa ini mimpi tolong cubit ayah Bun" ujar ayah
"auh auh auh bunda kok cubit ayah sih? sakit lhoh Bun!" rengek bunda
" kan tadi ayah yg suruh cubit!"
" hehe iya ya!" ayah cengengesan
....
keesokan hari nya di pesantren semua sedang sibuk menyiapkan keberangkatan Gus Sean untuk pergi umroh! Gus Sean sudah siap dengan pakaian jubah putih nya beserta surban di kepala nya dan itu sungguh meninggalkan kesan tampan di diri Gus Sean.
" kamu sudah siap nak?" tanya umi nyai
" iya mi Sean udh siap!" ujar Sean
" yasudah mari keluar! di sana udah ada..."
.
.
.
HALLO GUYS GIMANA KABARNYA?
JANGAN LUPA VOTE + LIKE + COMENT YA!!
__ADS_1
๐ค๐ค๐ค๐ค