Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
100


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu,empat hari sudah amira di rawat di rumah sakit tersebut,tetapi Amira belum juga sadar dari komanya,sedangkan andreu sudah membaik keadaannya,


lukanya juga sudah mengering tetapi dia tetap di lihat oleh Dio kesehatannya.


Andreu masih berada di ruangan istrinya untuk menunggu istrinya,sedangkan Daddy Jhon kembali bekerja mengantikan Andreu di perusahaan mereka selama andreu belum kembali memimpin perusahaan mereka,


sedangkan mommy masih kembali kerumah untuk mengambil keperluan anak dan menantunya untuk di bawa lagi kerumah sakit.


Di ruangan yang lain,Hesti hari ini sudah di perbolehkan pulang, mendengar dirinya sudah di perbolehkan pulang Hesti mengatakan kepada suaminya dia ingin melihat adik iparnya terlebih dulu sebelum mereka pulang,dia hanya mendengar kondisi amira dari cerita suaminya dan orangtuanya jika adiknya sedang terbaring lemah.


melihat istrinya ingin sekali melihat adiknya ahkirnya marsel menyetujui permintaan istrinya,Setelah selesai bersiap- siap untuk pulang,marsel kemudian lansung membawa istrinya menjenguk amira.


"Mas evelyn kita bawa masuk ya mas.?" pinta Hesti ingin membawa anaknya ikut bersama mereka menjenguk amira.


"Tinggal aja yank sama bunda di luar ya kasian kalau di bawa nanti dia nangis gimana..?" ucap marsel yang keberatan membawa anaknya keruangan adiknya.


"Mas aku mohon..,evelyn bawa aja pasti dia juga ingin melihat tantenya mas,


siapa tau setelah membawa evelyn kedalam ami bisa sadar mas,ya...aku mohon.." ucap hesti memohon kepada suaminya entah kenapa dia bersikeras sekali ingin membawa anaknya kesana, mendengar itu marsel melihat kearah ayah dan bunda.


"Gimana bund..?" Tanya marsel meminta persetujuan dari mertuanya.


"Ya sudah Ayo kita bawa saja evelyn masuk,siapa tau mudah -mudahan ami bisa sadar adanya kehadiran evelyn." Jawab Bunda menyetujui membawa cucunya keruangan amira,


mendengar ucapan bundanya,marsel lansung mendorong kursi roda milik istrinya bersama mertuanya masuk kedalam ruangan amira.


Krek..


Pintu terbuka andreu lansung menoleh dan melihat marsel dan anak istrinya dan juga kedua mertuanya masuk kesana.


"Bang..,Ayah bunda.." sapa Andreu duluan.


"Maaf ya And,mbakmu bersikeras ingin menjenguk ami,sekalian abang mau memberitahu jika istri abang sudah boleh pulang hari ini" ucap marsel memberitahu andreu.

__ADS_1


"Iya bang Nggak apa-apa,baguslah kalau begitu.maaf saya belum mengucapkan selamat atas kelahiran anak kalian" ucap andreu yang juga meminta maaf kepada marsel dan istrinya.


"Abang ngerti keadaan kamu sekarang," jawab marsel,andreu lansung beralih melihat anak marsel lalu berjalan mendekati Bunda yang mengendongnya.


"Hay putri kecil om,sehat-sehat ya sayang" ucap Andreu tersenyum melihat evelyn lalu menoel pipi evelyn dengan lembut,yang membuat evelyn bergerak sambil tersenyum.andreu semakin gemas melihat evelyn.


"Macasih Om" ucap Hesti menirukan suara bayi.


"And mbak mau ajak evelyn ngobrol sama amira bolehkan??" tanya hesti meminta ijin dengan andreu yang lansung andreu anggukan kepalanya mempersilahkan hesti mendekati amira.


marsel lansung mendorong kursi roda istrinya dan anaknya sudah di gendongan hesti mendekati ranjang amira.


"ami..ini kakak datang menjenguk kamu, maaf kakak baru sekarang bisa menemui kamu,kakak kesini ngak sendirian loh kamu mau tau..kakak kesini sama putri kecil kakak yang dulu masih dalam kandungan suka ngerepotin kamu,dia cantik sekali seperti kamu..Evelyn Rosalia Heysel,Kakak dan abang memberikan namanya sesuai keingian kamu,cepat sadar ya biar cepat gendongin evelyn." ucap Hesti memberitahukan kepada amira jika dirinya kesini bersama bayi gembulnya,


kemudian dia bicara lagi dengan menirukan suara bayi.


"Hay Tante evelyn,cepat sehat ya biar bisa main bareng aku..,Tante evelyn nungguin tante bangun.." ucap Hesti yang kemudian membawa bayinya di baringkan samping amira,seketika itu evelyn lansung menangis kuat,membuat masrel dan andreu juga orangtuanya menghampiri hesti.


Oek...oek..oek..


"Sini bunda gendongnya" ucap bunda mengambil alih cucunya untuk menenangkannya tetapi evelyn tetap masih menangis kuat.bersamaan dengan itu amira menggerakan-gerakan jarinya lalu perlahan membuka matanya yang masih berat.Dengan semampunya amira mencoba untuk memanggil suaminya.


"Huu..hu..bby.." Pangil amira lemah yang membuat andreu dan keluarganya yang masih ada di dalam lansung terkejut melihat amira sadar,anehnya bersamaan dengan sadarnya amira, evelyn lansung berhenti menangis saat itu.


"Honey..kamu sadar.. Terimakasih tuhan honey ini aku.."


Cup...


ucap andreu bahagia lansung mencium kening istrinya dan kemudian cepat memencet tombol yang terhubung keruangan Dio,Dio lansung menuju ruangan itu.


"Honey..apa ada yang sakit?,beritahu aku honey.." Tanya andreu sangat bahagia juga masih khuatir keadaan istrinya,Amira hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu perlahan melihat kearah keluarganya yang menangis terharu saat itu karena melihat dia sudah sadar.


"Ada apa honey..?" tanya suaminya yang melihat amira menatap kearah Bunda yang tengah mengendong evelyn.bunda yang mengerti lansung membawa cucunya mendekati amira.

__ADS_1


"Dia anak abangmu sayang..namanya evelyn..,terimakasih kamu ahkirnya sadar nak kita semua sudah menunggu kamu" ucap bunda tersenyum senang karena melihat amira ahkirnya sadar,


mendengar itu amira tersenyum.Dio yang baru datang lansung mendekati mereka.


"Biar saya priksa dulu" ucap Dio yang kemudian membuat keluarga amira kembali duduk di sofa ruangan itu menunggu hasil pemeriksaan amira.


"hubby.." pangil amira.


"Ya honey..Ada apa honey..,ada yang sakit..?" tanya andreu yang selalu di samping istrinya.


"Anak kita.." tanya amira sedih dia mengira pasti anaknya tidak akan selamat karena waktu dia belum benar kehilangan kesadarannya,amira melihat ada darah keluar dari selah pahanya. Mendengar ucapan istrinya yang menanyakan calon anak mereka itu andreu lansung tersenyum.


"Dia masih disini,dan dia sangat kuat." ucap andreu memegang pelan perut istrinya yang membuat amira meneteskan air matanya terharu senang ternyata kandungannya selamat.


"Benar nyonya kandungan anda baik-baik saja,tenang saja dia sangat kuat dari perkiraan kami setelah apa yang sudah nyonya alami." ucap Dio menyakinkan amira.


"And aku sudah memeriksa semuanya dan kondisi istrimu ini luar biasa semuanya sangat baik..ini di luar dugaanku,Ya..sekarang karena istrimu sudah sadar dan semuanya baik - baik saja nanti kita hanya perlu memeriksa ulang apakah virus tersebut masih ada atau tidak di dalam tubuh istrimu." jelas Dio yang membuat Andreu dan keluarga amira lansung behagia sekali mendengar kondisi amira baik - baik saja.


"Terimakasih banyak Dio" ucap Andreu lalu memeluk Dio dan juga di balas Dio sambil menepuk bahu Andreu.


"Sama - sama,ini juga berkat kalian yang terus mendoakan istri kamu.,sekarang istri kamu akan aku lepas semua alat yang tidak perlu lagi dia gunakan,kecuali cairan infusnnya masih,nanti kamu bisa berikan istrimu makanan yang bergizi karena kandungannya perlu gizi yang cukup untuk perkembangannya sekarang" Jelas Dio lagi kepada andreu dan keluarga amira.


"Terimakasih Dok "ucap marsel mewakili keluarganya .


"Iya bang,sama - sama,oke..kalau begitu saya keluar dulu untuk mempersiapkan pengecekan ulang Nyonya nanti" ucap Dio yang berpamitan kepada mereka semua,semantara suster sedang melepas alat yang menempel di tubuh amira.


"cepat sehat ya Nyonya" ucap suster yang sudah melepaskan semua alat medis di tubuh amira.sedangkan amira hanya tersenyum mendengar ucapan suster.setelah kepergian suster keluarga amira mendekati amira.


"Cepat sembuh ya nak,Ayah senang kamu sadar.." ucap ayah mengusap lembut kepala amira.


"Iya ami..cepat sehat biar bisa main sama evelyn.." ucap hesti yang juga ikut bicara.Keluarganya masih mengajak amira mengobrol bersama begitu juga andreu suaminya juga ikut mengobrol dengan mereka.setelah itu mereka berpamitan dengan amira dan andreu karena akan pulang terlebih dulu. Nanti mereka akan sering - sering datang menemui amira.


__ADS_1


Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,tidak terasa sampai juga ke episode 100 πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ yang membuat Author semangat


update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2