
"Mit yang aku suruh sudah kamu kerjakan?" Tanya nathan saat itu dia masuk keruangan mita.
"Sudah pak,pak gimana Nona maora?" Tanya mita.
sebenarnya dia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa nona maora.
mendengar pertanyaan sekertarisnya Nathan lansung menarik pelan napasnya
"Sudah di temukan,tapi dia masih di rawat di rumah sakit karena kejadian penculikan itu psikisnya sedikit terganggu" jelas nathan pada mita.
"Apa pak??,Ja..jadi Nona,Ya tuhan.. Pak mita sangat bersalah dalam hal ini" Mita sangat terkejut dan dia lansung menyalahkan dirinya sebab kejadian itu bermula darinya yang dulu memaksa amira untuk bertemu Geril.
"Jangan menyalahkan dirimu,ini semua terjadi karena kelalaianku,oh itu semua berkas sudah saya tanda tangan setelah ini saya mau berangkat KeNegara C menemui Tuan muda." jawab nathan lalu mengalihkan pembicaraan mita mengatakan jika dia akan pergi.
"iya pak,bapak hati-hati sampaikan salam saya sama amira" ucap mita yang di jawab Nathan dengan tangan di bentuk oke.
"Pak Tunggu..,bapak nggak sembunyikan sesuatukan dari saya?, maaf nih pak wajah bapak sedikit berubah saat bilang menemui Tuan Muda." Tanya mita saat nathan sudah mau keluar dari ruangannya.
Ais.."kamu ini memang saya menyembunyikan apa,kerjakan saja apa yang saya beritahui tadi.selama saya tidak ada disini bekerjalah dengan baik." ucap Nathan seperti memberikan pesan perpisahannya dengan sekertarisnya, setelah mengatakan itu nathan kembali keruangannya tampa menunggu jawaban dari mita.
Iiih.."bapak ini main pergi aja,tapi... Benar kok raut wajah Pak Nathan lansung berubah saat sebut Nama Tuan Muda.astaga aku lupa apa jangan jangan,Ya Tuhan semoga pak nathan nggak berat berat hukumannya." Guman mita bicara pada dirinya sendiri mengenai atasannya,setelah lama berpikir dia barulah mengerti kalau atasannya pergi pasti akan menjalani hukuman dari Tuan muda mereka karena sudah lalai menjaga adiknya Tuan muda mereka.mita masih larut dalam pikirannya baru tersadar karena mendengar dering ponselnnya berbunyi.
Tring....Tring...
Mita lansung mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelponnya.
"Hallo.." jawab mita kemudian Geril membawanya beralih ke vedio call.
"Hey..kamu lagi apa?" Tanya Geril.
orang yang menelpon mita adalah Gerilio Johsua Eden.
"Seperti biasa sibuk dengan ini" mita mengarahkan ponselnya pada tumpukan berkas diatas mejanya.
"Wow...banyak sekali!!,apa atasanmu sekarang sudah jadi orang pemalas sampai berkas sebanyak itu belum juga di tanda tangannya?" ucap Geril sedikit mengejek nathan.
"Bukan begitu,ini sudah di tanda tangannya cuma aku harus mengeceknya kembali soalnya..emm.." Ucap mita terputus.
__ADS_1
mita bingung gimana ngomonginnya dengan Geril.
"Ada apa?,Apa sesuatu terjadi dengan nathan? Oh ya dimana dia semenjak aku kembali dia belum menemui aku.!" begitu banyak pertanyaan yang Geril lontarkan kepada mita.mita masih belum menjawab pertanyaan Dari Geril malahan dia melamun.
"Armita Johsua Eden" panggil Geril sengaja namun membuat mita terkejut.
๐๐๐dah mulai ne Geril main gantiin aja nama orang๐๐๐๐
"Kamu bilang apa tadi??" tanya mita yang sebenarnya mendengar jelas apa yang Geril sebutkan.Melihat wajah mita berubah merah seperti tomat Geril lansung tertawa dari sana..
Hahaahahaha...
"Aduh..."
Geril kemudian mengaduh karena perutnya terasa sakit sesudah tertawa barusan,Geril melupakan dirinya jika sekarang masih belum benar pulih.
"kan..kan..Makanya jangan aneh aneh sakit kan jadinya,kamu nggak apa apa??" Mita lansung mengomeli Geril tidak ingat kalau dirinya masih sakit.
mendengar omelan mita dan kekhuatiran mita,hati Geril terasa nyaman,senang dan bercampur aduk.
"Udah nggak sakit lagi.aku tanya kenapa ngak di jawab." Geril masih ingin mita menjawab pertanyaannya tadi.
"Armita Queen" tekan Geril dengan menyebut nama panjang dari mita. Mendengar itu mita menghembus napasnya pelan.
"kamu tau kenapa aku ngak bisa menemui kamu waktu keluar rumah sakit berapa hari yang lalu" jeda mita membuat Geril menganggukan kepalanya.
"Aku sangat sibuk,karena menghendel metting yang seharusnya Pak nathan yang menghadirinya,pak nathan saat itu sedang bersama Tuan muda mencari Nona maora di culik saat di bandara." jelas mita membuat Geril sedikit terkejut.
"Terus gimana udah ketemu?,siapa penculiknya?." tanya Geril penasaran.
"Udah.dia..Zeus" ucap mita dengan nada sedihnya.sedangkan Geril juga tambah terkejut karena dia sangat mengenal orang itu karena zeus juga Geril bisa sakit seperti sekarang ini.
"Keparat" umpat Geril disana.
"Jadi sekarang bagaimana kondisi Maora?"Tanya Geril lagi.
"Nona mengalami gangguan psikisnya karena kejadian itu,membuat nona sekarang harus di rawat intensif di rumah sakit khusus" jelas mita lagi dengan meneteskan air matanya,Geril mengerti dengan keadaan mita karena masalah ini awal dari kisah lama dulu.
__ADS_1
"Benar benar manusia iblis zeus itu,
jangan sedih aku tau ini bukan kesalahan kamu dan amira,ini sudah takdir Tuhan berikan." Geril lagi lagi mengumpat zeus yang sudah keterlaluan.dia juga memberikan pengertian kepada mita bahwa masalah ini bukan kesalahan dia.
"Ge pak Nathan ge.." ucap mita di tengah tangisannya
"Nathan kenapa??" Tanya Geri serius.
"Pak nathan akan menjalani hukuman atas kelalaiannya menjaga Nona Maora Ge,saat ini pak Nathan mau kenegara C menemui Tuan muda."
mendengar penjelasan mita, Geril terkejut lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
"kamu tenang saja,Andreu pasti tidak akan menghukum nathan di luar batas kesalahan nathan lakukan,oke." mita hanya menganggukan kepalanya lalu menghapus air matanya mendengar ucapan Geril.
"Mit.." panggil Geril pelan.
"Iya Ge." jawab mita.
"kapan ada waktu luang kita dinner mau?" mita lansung mengkerut keningnya karena marasa Geril sedikit aneh tiba tiba mau mengajaknya dinner berdua.
"Dinner..?" tanya mita,Geril menyahut dengan anggukan kepalanya.
"Iya.kamu ngak mau?" tanya Geril lagi.
"Bukan begitu.aku mau tapi tunggu kamu benar benar sehat ya, lagian kalau sekarang aku juga lagi sibuk." jelas mita pada Geril membuat Geril tersenyum pada mita.
"Oke.." Ucap Geril dengan sedikit malu malu bingung mau bicara apa lagi soalnya Geril merasa dirinya tiba tiba gugup dan kebingungan disana.
"Kamu istirahat ya Ge,aku mau kerja dulu." ucap Mita ingin mengahkiri obrolan mereka membuat Geril lansung tersadar.
"Oh.ya baiklah,by.." ucap Geril kemudian mematikan Vedio callnya sebelum itu mita juga memjawab ucapannya.
Hai kakak kakak semua๐๐๐ Terimakasih selalu setia membaca dan menungu lanjutan episode novel
"Seketaris mungil milik Tuan muda"
__ADS_1
Jangan lupa tetap dukung Novel ini, jadikan novel ini favorite kalian, dengan kerendahkan hati jangan lupa klik tanda suka ๐dan berikan hadiahnyaโ๐นatau yang lain ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ komentar ๐yang membuat Author semangat update.๐๐