
Sebelumnya masih di malam yang sama Dimana di Apartemen Andreu dan istrinya sedang bermadu kasih,berbeda dengan Dio,dia sedang membawa Elisa pergi menuju sebuah restoran mewah untuk mengajak elisa dinner berdua.
"Dokter Dio sebenarnya kita mau kemana..?" tanya Elisa yang saat itu sangat penasaran kemana mereka akan pergi.
"Kamu akan tau nanti" hanya itu jawaban yang Dio berikan membuat elisa terdiam.
"Jangan khuatir..,saya hanya ingin mengajak kamu dinner ." sambung Dio lagi.
"Iya ..." jawab elisa dengan senyuman manisnya.
Berapa menit kemudian sampailah mereka kerestoran yang sudah Dio pesankan hanya untuk mereka berdua.
"Ayo kita masuk" ajak Dio membawa Elisa masuk menuju ruangan yang sudah Dio persiapkan,sampailah di dalam ruangan itu tampa sadar elisa tercengang melihat dekorasi restoran yang sangat bagus dan romantis menurutnya
"Kamu suka...?" Tanya Dio yang lansung di angguki elisa.
"Emm..suka banget..Dokter nyiapin semua ini??" tanya Elisa.
"Iya. Mari duduklah" jawab Dio kemudian menyuruh elisa duduk di bangku yang sudah di persiapkannya untuk Elisa.
"Terimakasih" ucap elisa karena saat itu Dio membantu elisa untuk duduk,
setelah itu Dio juga duduk di bangkunya menghadap kearah elisa,kemudian dia memberikan kode kepada pelayan untuk menyajikan makanan untuk mereka.
"Mari kita makan..?" ucap Dio yang mengajak Elisa makan,mereka pun makan sekarang kadang kadang saling memberikan tatapan yang mengagumkan satu sama lain.
"Makannya pelan pelang dong.." ucap Dio yang tiba tiba mengusap tepi bibir Elisa karena ada sedikit makanan menempel disana,membuat Elisa terkejut dan wajahnya menjadi bersemu merah.
setelah selesai makan mereka berdua hanya terdiam,namun kemudian...
"Dokter Dio.."
"Elisa.."
Ucap mereka bersamaan,membuat mereka berdua sama sama tersenyum gugup.
"Kamu duluan" ucap Dio menyuruh Elisa duluan bicara.
"Dokter Dio saja duluan" ucap Elisa malu malu.
"Baiklah.Elisa boleh saya menanyakan sesuatu?" tanya Dio dengan menatap Elisa dengan serius.
"Iya Dok,Apa yang mau Dokter Tanyakan ke saya?" ucap Elisa sudah mulai merasa Gugup.
__ADS_1
"Apa kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Dio serius.
Deg...
Apa ini kenapa Dio menanyakan apakah dia sudah memiliki kekasih atau tidak.. Pikir Elisa, jantung elisa berdegug kencang rasanya ingin meledak,tapi kemudian Elisa lansung menyadarkan dirinya.
"Saya belum pernah memiliki kekasih Dok,saya takut menjalin hubungan dengan seseorang." jawab elisa jujur. Mendengar itu Dio sangat senang kemungkinan ini adalah kesempatannya bisa menjalin kasih dengan Elisa.
"Boleh saya tau,apa yang membuatmu tidak berani menjalin kasih dengan seseorang?" tanya Dio tertarik ingin mengetahui alasan elisa mengenai itu.
sedangkan elisa mendengar pertanyaan dari Dio membuat dia lansung berubah sedih lalu perlahan manarik dan membuang pelan napasnya.
"saya trauma melihat hubungan orangtua saya,secantik dan sepintar mama saja papa masih saja mau berselingkuh,
itu yang membuat saya takut menjalin hubungan dengan seseorang Dok." jelas Elisa sedih,mendengar itu Dio terdiam ternyata di balik senyum dan kepawaiannya menjadi seorang dokter
,Elisa adalah wanita yang memiliki trauma berat mengenai ini. Dio perlahan memegang tangan elisa.
"Maafkan saya sudah membuatmu mengingat kejadian itu." ucap Dio dengan menatap lekat wajah elisa, seketika itu elisa tersenyum kepada Dio.
"Nggak apa apa dok,lagian semuanya sudah berlalu." jawab elisa tenang.
"Elisa." panggil Dio.
"El bisakah kamu memberikan saya kesempatan menjalin hubungan denganmu yaitu menjadi kekasihmu,
saya tidak mau berjanji tapi saya akan membuktikan padamu bahwa saya serius sama kamu El" ungkap Dio serius membuat Elisa terdiam,di sisi lain dia sangat senang ternyata Dio memiliki perasaan sama sepertinya namun disisi lain dia trauma dengan hubungan kedua orangtuanya.
"ELisa..,sejak pertama melihat kamu saya lansung jatuh cinta sama kamu,
jujur saya juga baru pertama kali ini menyukai wanita yaitu kamu,sebelumnya saya juga belum pernah memiliki kekasih." sambung Dio lagi membuat elisa menatap lekat wajah Dio,mencari kebohongan dari ucapan Dio tetapi dia tidak menemukannya,Dio sungguh serius dengan apa yang dia katakan.
"Dokter Dio,jujur sebenarnya saya juga sama seperti dokter,pertama kali melihat dokter saya juga lansung tertarik dengan dokter." ucap Elisa jujur kepada Dio,membuat Dio tersenyum kearah Elisa dengan kebahagiaannya.
"Bagaimana,Apa kamu memberikan saya kesempatan El." Tanya Dio lagi,melihat keseriusan dalam diri Dio,elisa perlahan menganggukan kepalanya.
"Ya..tapi bukan kesempatan melainkan pembuktian jika Dokter benar benar serius dengan saya." jawab Elisa.
"Baik..saya akan membuktikan kepada kamu bahwa saya sangat serius dengan hubungan ini." ucap Dio yang tidak main main dengan ucapannya.
"Iya.." jawab elisa singkat karena jantungnya samakin berdegug kencang.
"Jadi sekarang kita sepasang kekasih?" tanya Dio menanyakan elisa mengenai hubungan mereka,dengan cepat dan malu malu elisa menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Iya." jawab elisa,yang membuat Dokter dio lansung berdiri dan berteriak
"Yes...."
"Terimkasih Elisa." ucap Dio bahagia karena ungkapan cintanya di terima oleh Elisa.
"Iya Dok." jawab elisa juga bahagia sekarang dia sudah memiliki kekasih yang mana laki laki itu orang yang sudah lama dia kagumkan.
"El.seperti ucapan saya tadi,saya tidak mau berjanji apapun dengan kamu tapi saya akan membuktikan kepada kamu selamanya hanya kamu wanitaku." ucap dio lagi yang saat ini sudah duduk dan kembali memegang tangan Elisa sambil mengusapnya pelan.
"Iya dok.saya akan menantikan itu untuk perlahan bisa menghilangkan rasa trauma ini." jawab Elisa.
"Iya..Hmm..sekarang kitakan sepasang kekasih,jangan panggil saya sebutan Dokter lagi,.berikan saya nama panggilan yang khusus untuk saya biar saya tau saat kamu memanggil saya, saya jadi tau itu adalah kamu." ucap dio menginginkan nama panggilan sayang Dari kekasihnya.
"Emm..kalau Dio aja gimana??" saran elisa ingin memanggil kekasihnya dengan sebutan biasanya.
"Apa tidak ada yang lain,biar tidak sama dengan yang lain..?" ucap Dio yang kurang setuju.
"Emmm..apa ya,nanti saya pikirkan ya.." ucap Eli.
"Baiklah,"ucap dio yang tidak memaksa kekasihnya untuk saat itu mencarikan nama panggilan sayang untuknya. Mereka berdua masih mengobrol sampai tidak terasa waktu sudah menjelang tengah malam,mereka pun memutuskan untuk kembali ke Apartemen mereka masing masing. Dio mengantar elisa sampai kedapan pintu apartemennya.
"Selamat malam sayang.." ucap Dio sambil mengusap kepala Elisa.
"selamat malam juga,hati hati ya pulangnya." ucap elisa mengingatkan kekasihnya untuk berhati hati pulang menuju Apartemennya.
"Iya...,udah masuk sana.." ucap Dio yang kemudian menyuruh elisa masuk kedalam, perlahan elisa menutup pintunya bersamaan Dio yang lansung pergi dari sana.
"iii mimpi apa aku semalam,sekarang Dokter Dio jadi kekasihku..ii senangnya.." ucap Elisa begitu bahagia karena keinginannya terwujub,setelah itu berjalan menuju kamarnya untuk segera berisitirahat.
*****
Di Negara B.
Maora sudah terlelap tidur karena merasa sudah mengantuk berat,
sebelumnya dia sedang melihat pekerjaannya tetapi matanya tidak mau di ajak kompromi ahkirnya maora memutuskan untuk tidur duduk di samping Nathan, Namun kemudian Maora merasa terganggu tidurnya,
perlahan membuka matanya yang saat itu membuatnya sangat terkejut.
"Nath...."
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ