
Acara resepsi pernikahan sudah selesai, semua tamu undangan sudah pulang sekarang tinggal keluarga inti saja yang masih berada disana. Mereka sedang berkumpul sambil bercanda ria, mau pasangan Geril dan Dio begitu juga andreu mereka masih berkumpul disana.
Di sini para istri Tuan muda sedang berkumpul mengobrol sambil makan bersama.
"Ami apa sudah tau jenis kelamin babynya? tanya mita saat ini tengah mengelus perut amira.
"Belum mbak rencananya sih minggu depan ini periksanya lagi,aku lucu ya mbak tubuh ku munggil dengan perut ku sebuncit ini." Gelik amira melihat dirinya.
"kamu makin cantik ami,semoga selalu sehat ya" ucap mita.
"Mbak bisa aja,amin. Mbak gimana apa udah ada tanda tandanya.?" tanya amira dengan hati hati takutnya menyinggung perasaan mita,mendengar itu mita tersenyum lalu menggelengkan kepalanya, melihat itu amira mengambil tangan mita lalu membawanya untuk memegang perutnya.
"Sabar ya semoga segera menyusulku,
semoga cepat menular." mendengar itu mita lansung memeluk amira terharu dengan amira yang memberi semangat padanya.
"Makasih ami," ucap mita yang di angguki amira.
"Kakak Ipar dan kalian berdua sudah bepergalaman,aku mau tau apakah sakit pertama kali melakukannya,maksud ku malam pertama?" Tanya moara yang penasaran dan juga penuh ketakutan saat ini.
Huk...huk..Elisa yang saat itu tengah memakan kue sampai terbatuk mendengar ucapan maora,karena pertanyaan maora mengarah pada saat malam pertama mereka masing masing.
"Sakit..sakit banget tapi setelah itu malah bawaannya ketagihan,benar mbak mita, dokter Elisa?" ucap amira lalu bertanya dengan mereka berdua,dengan malu malu mereka berdua menjawab dengan menganggukan kepala mereka,
membuat maora terdiam lansung memikirkan dirinya nanti.
"Benarkah? Kenapa aku jadi takut ya. " maora semakin gugup mengingat dia juga akan mengalaminya nanti bersama suaminya.
"Jangan takut udah kewajiban kita sebagai istri memberikannya kepada suami kita,palingan nanti nggak bisa berjalan semantara waktu" ucap mita yang ikut bicara.
"Iya Nona,Apa yang mbak mita katakan memang benar tapi nantinya tidak lagi sakit" Ucap Elisa ikut bicara dengan tersenyum.
"Aku harap kau tidak seperti aku dulu yang hampir pinsan karena kakakmu di malam pertama kami" ucap amira membuat mereka bertiga mendengar itu terkejut dan menengok kearah amira ingin mendengar penjelasan amira.
"Ia.." sambung amira menyakinkan mereka bertiga.
"Bayangin saja,bermain selama tiga jam setelah itu semalaman.." sambung amira membuat elisa dan mita yang sudah merasakannya melototkan mata mereka berpikir begitu Gilanya atasan mereka mengempur istrinya,Sedangkan maora lansung menelan air ludahnya dengan kasar karena semakin ketakutan karena ucapan kakak iparnya.
__ADS_1
"Jangan takut.nanti lama lama juga terbiasa Ra" sambung amira sedikit tertawa kecil.
Di samping mereka Para lelaki sedang mengobrol bersama,andreu mendengar istri terus tertawa kecil, dia lansung menghampiri istrinya begitu juga Geril,Dio,dan nathan juga ikut menghampiri istri mereka.
"Sepertinya obrol kalian sangat menarik sampai membuat kamu terus tertawa Honey?." tanya andreu lalu mengelus perut istrinya.
"Tidak..hanya mengobrol biasa saja kami hubby." ucap amira namun dia masih tersenyum karena melihat ekpresi maora yang masih menegang. Sedangkan Geril dan Dio juga sama menanyakan istrinya mengenai apa yang mereka bicarakan, mereka pun sama menjawab seperti ucapan amira.
"Benarkah?..,Aku tidak percaya kamu pasti menakuti maora mengenai malam pertama bukan?." amira tersenyum kaku karena ucapan suami sangatlah benar.
"Bukan menakuti tapi menceritakan kebenarannya kalau hubby membuatku hampir pinsan." bisik amira tidak ingin kedengaran mereka.
"Baiklah,aku memang sangat perkasa." ucap andreu somobong.
"Dio kau sudah membuat jadwal pemeriksaan istriku besok?" tanya andreu mencairkan suasana.
"Sudah And,aku sudah memberitahu Dokter Dona kalau kamu akan memeriksa kandungan istrimu besok." Jawab Dio.
"Hmm Terimakasih. kau boleh kembali selesaikan liburan kalian." ucap andreu membuat Dio tersenyum lalu melirik kearah istrinya.
"Iya And." jawab Dio.
karena teringat sudah jalan dua bulan pernikahan mereka,mita belum juga ada tanda tanda akan hamil malahan dia masih lancar Datang bulannya,mereka juga sudah melakukan pemeriksaan tetapi dokter mengatakan jika semuanya baik baik saja. mengenai Dio, mereka berdua baru seminggu ini menikah jadi prosesnya masih berjalan.
"Hubby,jangan menyinggung perasaan Geril terutama mita" bisik amira tidak enak hati.
"Tidak aku tidak menyinggung, hanya memberikan semangat." kilah andreu membuat amira mencubit hidung suaminya.
"Baiklah." ucap amira tidak ingin berdebat.
Mereka semua masih berkumpul disana karena maora dan nathan akan pamit lansung pergi menuju tempat yang akan menjadi saksi malam pertama mereka nanti,Maora dan nathan memilih untuk pergi honeymoon di Negara itu saja yaitu di tempat favorite maora sering kesana bersama temannya termasuk amira dulu.
saat ini semua keluarga nathan dan maora begitu juga kerabatnya akan segera kembali ketempat masing masing.
Saat ini Nathan dan maora sudah berada di dalam mobil menuju bandara karena mereka akan lansung menuju tempat mereka tuju.
"Sayang kenapa kamu diam dari tadi hmm?." Tanya nathan membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Ti..tidak" jawab maora yang lansung di mengerti oleh nathan.
"Apa kamu gugup mengenai malam pertama kita?" maora lansung menganggukan kepalanya membenarkan ucapan suaminya. Nathan menaik sedikit wajah maora untuk bisa dia tatap, perlahan nathan mendekat wajahnya lalu mencium lembut bibir istrinya dan pelan ********** sampai kedalam.berapa menit kemudian melepaskannya.
"Percayalah aku akan melakukannya nanti dengan lembut"
Cup... Nathan mencium kening istrinya dengan lembut,maora merasa nyaman setelah mendengar ucapan nathan, bahkan kegugupannya hilang begitu saja.
sepuluh menit kemudian mereka sampai juga di bandara,mereka lansung masuk kedalam pesawat jet pribadi yang akan membawa mereka menuju tempat mereka honeymoon.
nathan mengiring istrinya naik keatas jet itu,setelah naik mereka lansung mengudara terbang.
"Beristirahatlah" ajak Nathan membawa istrinya berbaring di atas tempat tidur di dalam pesawat itu.
"Aku bahagia sayang,sekarang kita benar benar menikah,dan menjadi suami istri." Ucap nathan dengan penuh kebahagiaannya karena menikah dengan wanita yang dari dulu dia cintai.
"Aku juga sama,aku bahagia karena kau pria yang mencintaiku,maaf aku lambat menyadari perasaanmu." ucap maora yang membuat nathan menggelengkan kepalanya.
"Jangan salahkan dirimu,disini aku yang bersalah tidak berani mengungkapkan perasaan ini padamu,Aku terlalu takut jika kau menolak perasaanku." ucap nathan.
"Lupakan itu sekarang aku adalah istrimu,jadi kau harus terus mencintaiku sampai hembusan napas terahkir."
Cup..maora yang memulai ciuman itu, membuat Nathan lansung membalasnya. Mereka berdua saling bertukar silva, hingga tangan kekar nathan sudah menyusup kedalam bongkahan buah kenyal milik Maora.
"Sayang boleh aku meminta ini,anggap saja ini tanda awalnya" maora tidak bisa menolak,dia menganngukan kepalanya membuat nathan perlahan membuka setengah gaun atas milik maora,saat itu juga nathan terpana melihat pucuk kenyal milik istrinya yang memerah menggoda membuat nathan menelan air liurnya kasar, perlahan dia membenamkan wajahnya disana menciumnya lalu kemudian memainkan lidahnya disana dengan mengecupnya dengan lembut yang menghasilkan banyak tanda merah disana.
"Nath.." recau maora merasakan sensasi gairah timbul di tubuhnya,
sepuluh menit kemudian nathan menghentikan permainannya lalu menutupnya kembali,setelah itu dia mengecup sebentar bibir istrinya.
"Terimakasih sayang,aku akan sabar menanti mendapatkan semuanya disana." ucap nathan sambil mengedipkan matanya membuat wajah maora bersemu merah,Maora lansung memyembunyikan Wajah nya di dada suaminya.
"Ayo kita tidur" nathan memeluk istrinya lalu perlahan mereka mulai terlelap tidur.
Tiga jam mengudara ahkirnya petang itu mereka sampai di Villa di atas puncak milik keluarga maora. Mereka lansung turun kebawah, sampai disana mereka berdua lansung di sambut oleh pelayan yang akan melayani mereka berdua selama disana.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ