
Pintu kamar terbuka,andreu lansung menggelengkan kepalanya karena melihat istrinya sekarang tidur dengan perut kosongnya lagi.
"Honey..bangun ini aku bawakan pesanan kamu." bisik andreu di telinga istrinya membuat amira pelan membukakan matanya.
"Mana kebabnya hubby?" tanya amira yang lansung andreu simpan di depan istrinya.
"Banyak sekali belinya by" Tanya amira kepada suaminya melihat ada sekitar 9 bungkus kebab di dalam bungkusan itu.
"Makanlah kalau ngak mampu nanti ada Rendi yang ngabisin" ucap Andreu yang membuat amira memelas karena Rendi yang akan di jadikan tumbal suaminya ngabisin makanannya.
Amira lansung mengambil satu kebab lalu memakannya dengan menampilkan ekspresi sangat menyukai makanan itu.
emmm.."Enak sekali hubby.."
Ucap amira lalu melahap habis makanan itu kemudian kembali mengambilnya lalu memakannya lagi,
melihat itu andreu sedikit heran Istrinya begitu lahapnya memakannya,
dengan memberanikan diri andreu mencoba sedikit,saat masuk kedalam mulut andreu pun menampil ekpresi yang tidak sama dengan istrinya.
namun dia tetap coba menghabiskannya takut istrinya tersinggung jika mengatakan tidak enak.
"Enak kan hubby" ucap amira.
"Aku udah kenyang,kamu makan saja." ucap Andreu memberi alasan palsu.
๐ฉ๐คฎ๐คฎ๐คฎEnak dari mana asam-asam begini yang ada bikin aku mau mual.
Guman Andreu dalam hatinya,sambil memberikan senyuman kepada istrinya.
"pelan pelan honey,tidak ada yang merebut makanan ini darimu" ucap andreu mengingatkan istri untuk pelan pelan memakan makanannya.
Andreu semakin melongo di buat istrinya,karena sekarang istrinya sudah menghabiskan kelima bungkus kebab dalam berapa menit.
"Honey stop,kamu sudah ngabisin makanannya sampai lima bungkus apa kamu ngak kenyang??" ucap andreu ngerik melihat istrinya.
Iiih.."hubby aku masih pengen..,satu lagi ya" ucap amira memohon ingin memakan lagi makanan tersebut.
"Hanya satu saja oke" ucap andreu ahkirnya mengiyakan permintaan istrinya.mendengar itu amira lansung memakannya dengan lahap membuat andreu tampa sadar menelan ludahnya dengan kasar,ngerik melihat istrinya.
"Tuan muda" panggil Rendi baru saja datang.
"ini.cepat bawa kesana" ucap andreu membuat amira yang tadi tengah melahap makanannya menoleh.
"hubby,kenapa makanannya di kasi sama pak Rendi.?"Tanya amira.
"Kamu cukup memakannya honey,
__ADS_1
kamu sadar nggak,kamu itu sudah ngabisan 6 bungkus makanan ini,aku saja setengah saja tidak habis" ucap andreu membuat Rendi kaget mengetahui Nyonya mudanya banyak sekali memakan makanan itu.
"Bawa pergi sana makanan ini Rend,
kamu habiskan." ucap andreu lagi. Sedangkan Rendi tampa membantah lansung membawa makanan tersebut yang masih tersisa dua lagi.
"Hubby jahat" ucap amira marah lansung meninggal suaminya yang kebengongan karena melihat istrinya sedikit aneh dan kenapa istrinya tiba tiba marah.andreu pun ahkirnya mengejar istrinya.
"Honey..dengarkan aku,kamu makannya sudah terlalu banyak,Nanti bikin perut kamu sakit gimana??" ucap andreu mencoba membujuk istrinya namun amira tidak menghiraukan bujukan suaminya membuat andreu menghembuskan napasnya.
"Fine.. kalau kamu mau makannya lagi nanti pulang dari kantor kita beli ya bagaimana?" ucap andrue lagi.
"Nggak mau lagi" ucap amira masih kesal dengan suaminya kemudian dia kembali menghindar suaminya menuju meja kerjanya sendiri.
"Honey..." panggil andreu kepada istrinya.
"sana kamu,waktunya kerja." usir amira dengan mendorong tubuh suaminya,semantara andreu terpaksa mengikuti kemauan istrinya.
"Dia kenapa?Ahkir-ahkir ini sedikit aneh." pikir andreu sambil menatap istrinya sudah berpokus dengan pekerjaannya. andreu ahkirnya memilih untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.Beberapa belas menit kemudian,andreu menghampiri istrinya.
"Honey,aku metting dulu ya." ucap andreu memberitahu istrinya.
"by.." mendengar panggilan istrinya seperti itu andreu sudah tau pasti istrinya ingin meminta sesuatu.
"Iya,Ada apa?" tanya andreu.
"Aku pengen menemui kak Hesti bolehkan aku kesana sekarang?" ucap amira meminta ijin ingin menemui kakak iparnya.
"Iya sekarang,boleh ya...?" ucap amira dengan memohon.
"Apa nggak bisa nanti aja,tunggu aku selesai metting gimana?" sebenarnya andreu berat mengijinkan istrinya sendiri kesana.
"Nggak mau,pokoknya sekarang..?" amira bersikeras ingin menemui kakak iparnya sekarang,membuat andreu semakin heran dengan istrinya.
"Baiklah,tapi hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut,sampai disana lansung kabari aku oke.." ucap andreu berpesan dengan istrinya,amira merasa senang karena mendapat ijin dari suaminya,dia lansung mengangguk pelan kepalanya.
"Iya hubby pasti nanti aku kasi tau kamu.." ucap amira menyakinkan suaminya.
Cup...Amira memberikan ciuman kepada suaminya yang lansung di balas oleh andreu,hampir satu menit mereka berciuman barulah andreu melepaskannya.
"Habis metting aku menyusul kesana oke.." tekan andreu kepada istrinya.
"iya..hubby Semangat mettingnya" ucap amira kepada suaminya.
"Iya Honey,Aku pergi dulu." Ucap Andreu.setelah itu andreu lansung pergi menuju ruangan metting yang sudah di tunggu Rendi dan rekan bisnisnya. Sedangkan amira,dia lansung bersiap-siap untuk pergi menemui kakak iparnya.sebelum itu dia mengirim pesan kepada kakak iparnya mengatakan jika dirinya akan kesana sekarang.
Amira sudah selesai mengemas meja kerja kemudian dia lansung pergi untuk menemui kakak iparnya.
__ADS_1
Sampai di parkiran amira lansung melajukan kendaraannya.saat dalam perjalanan tiba ponsel amira berbunyi.
amira kemudian menepikan mobilnya untuk melihat siapa yang menelponnya.
"Ma..Maora..,ke..kenapa dia tiba-tiba menelpon aku ya?." ucap amira sangat terkejut karena yang barusan menelponnya adalah maora sahabat sakaligus adik iparnya.
Tring.suara pesan masuk di ponsel amira.dia lansung membukanya dengan serius membacanya.
kamu mau aku maafin kamu,temui aku di restoran xx sekarang.
Tampa berpikir lagi,amira lansung melajukan mobilnya kerestoran yang maora beritahu,sepuluh menit kemudian amira sampai,dia segera keluar dan masuk mencari keberadaan maora.
Amira lansung menemukan maora meskipun dia mengunakan topi dan kacamata dan juga masker tapi amira masih bisa mengenal maora.
Amira lansung duduk di hadapan maora.
"Ra terimakasih kamu ngak marah lagi sama aku" ucap amira begitu senang maora sudah mau bertemu dengannya.namun berbeda dengan maora di balik maskernya maora tidak sama sekali merasa senang dengan kehadiran amira.
"Lansung aja,kamu bilang kamu mau ngelakuin apapun keaku supaya aku bisa maafin kamu bukan?" ucap maora.
"Ya benar Ra apapun,asal kamu mau maafin aku." jawab amira dengan masih tersenyum senang.
"oke.aku akan maafin kamu dengan satu syarat" namun ucapan maora lansung dipotong oleh amira.
"Apa Ra?"
"Tinggalkan kakakku selamanya,
pergilah menghilang darinya sejauh mungkim.apa kamu bisa??" jelas maora dengan tegas.
Deg....!
Amira lansung terkejut mendengar persyaratan dari maora.
"Ra apa tidak ada pilihan lain??" Tanya amira masih mencoba tenang belum percaya dengan apa yang di katakan sahabatnya.
"Tidak ada,hanya satu saja persyaratan jika mau aku maafin kamu.pergilah dari kehidupan kami, kau akan membuat hidup keluargaku hancur dengan kehadiran kamu,terutama aku,kamu tidak lupa kan,aku seperti ini itu karena kamu,kamu sudah buatin hidup aku hancur,kamu sudah buat aku kehilangan keperawananku.kamu tidak akan lupa kan."Ucap Maora.
Amira lansung berderai air matanya mendengar ucapan maora yang masih menyalahkan dia.
"Jangan keluarin air mata palsu kamu,
itu tidak akan mengubah keadaanku.
Setelah ini pergilah sejauh mungkin dari hidup keluargaku terutama kakakku."Tekan maora setelah itu dia lansung meninggalkan amira yang menangis.
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,jangan lupa klik tanda suka๐๐,dan komentar๐๐ yang membuat Author semangat Apdate episode selanjutnya.๐ค๐ค๐ค๐๐๐๐