Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
137


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan berapa jam ahkirnya marsel dan levin tiba di kota A,dia dan levin lansung menuju kerumah lama mereka,sampai disana di halaman rumah,marsel dan levin lansung turun mobil lalu berjalan menuju depan rumah mencoba mengetuk pintu rumah itu.


Tok..tok...


"Ma..." panggil levin namun belum juga ada jawabannya.


"mama ini levin ma..,buka pintunya ma.." panggilnya agi.


pintu terbuka,terlihat mama dengan wajah pucatnya.mama anisa terkejut melihat ada marsel bersama levin menemuinya,levin lansung memeluk tubuh mamanya.


"Mama sakit?,lihat wajah mama sangat pucat sekali." ucap levin begitu khuatir dengan mamanya.


"Mama tidak apa apa nak." ucap mama anisa membalas pelukan anaknya,setelah itu mereka berdua melepaskan pelukan itu.mama anisa kembali melihat kearah marsel yang hanya terdiam melihat dirinya.


"Marsel.." panggil mama anisa.


"Mama ikut kami pulang" hanya kata itu yang marsel ucap dari mulutnya.


"Iya ma kita pulang,mereka sudah tau papa sudah memperlakukan mama tidak baik,Abang Andreu juga sudah melaporkan papa,sekarang papa sudah di tahan,dia pantas mendapatkan itu ma." ucap levin membuat mamanya terkejut.


"Kenapa papa harus di laporkan kekantor polisi?" ucap mama mendengar suaminya sudah di laporkan kekantor polisi.


"Ma sadar,dia bukan laki laki baik mama masih mau membelanya?,buka mata mama,ini yang marsel tidak suka dari mama, apa yang mama harapkan dari laki laki yang sudah menghianati mama?,Sudah berani memukul mama berkali kali?,apa papa dulu pernah begitu dengan mama,tidak ma,tidak pernah ma.. Sama sekali tidak pernah ma,bahkan papa tidak mau melihat mama menangis" ucap marsel sangat marah membuat mama anisa menangis kembali.


"Apa yang bang marsel bilang benar ma, meski pun dia papa kandungku tapi dia sudah sering memukul mama,bahkan berselingkuh ,apa yang mau mama pertahankan,mama masih bisa hidup sama levin ma,mama juga punya keluarga,ada kak amira dan bang marsel ma.." ucap levin ikut memberitahu mamanya.


"Maafin mama sel,mama banyak salah sama kalian,maafin mama,mama malu makanya mama pergi kesini,kalian pasti malu memiliki mama seperti aku ini." ucap mama masih menangis,sedangkan marsel hanya terdiam sejenak.


"Semua sudah terjadi dan berlalu ma,


Hanya satu harapan marsel berubahlah ma,levin masih membutuhkan mama,jangan lakukan hal yang membuat mama sakit.Levin simpan barang barang mama kita bawa mama pulang." ucap marsel.


"Baik bang," lalu levin masuk kedalam mengemasi semua barang barang milik mamanya.

__ADS_1


"Ayo ma.." ucap marsel lalu menuntun mamanya masuk ke dalam mobil duluan. tidak lama menunggu levin datang dengan dua koper milik mamanya yang lansung levin masuk kedalam begasi mobil,setelah itu dia ikut masuk kedalam mobil,perlahan marsel melajukan mobilnya menuju pusat kota.


"Kita makan dulu,setelah itu baru kita meneruskan perjalanan" ucap marsel memberitahu adik dan mamanya. Tidak lama mereka sampai di kedai makanan lalu singgah disana untuk makan malam terlebih dahulu.


****


Di tempat lain,Andreu dan istrinya baru saja sampai di kediaman utama rumah Gilbert.sampai disana mereka berdua lansung ikut bergabung duduk dengan orangtuanya, Ada maora dan nathan juga disana.


"Hubby aku mau kekamar saja ya,


kamu disini saja ikut mereka mommy." ucap amira.


"Baiklah hati hati jalannya." ucap andreu yang di angguki amira lalu berlalu dari hadapan mereka.


"And istri kamu kenapa?" tanya mommy melihat menantunya kelihatannya sangat lelah.


"Di kantor tadi adik tirinya datang menemui kami,menanyakan keberadaan mama mereka." ucap andreu.


"Maksud kamu mama kandung istri kamu?" tanya mommy menyakinkan ucapan anaknya.


"And sudah menemukan keberadaan mama mereka ternyata mama tinggal di rumah lama di kota A." ucap andreu lagi.


"Kasian sekali besan," ucap mommy prihatin mendengar besannya.


"Mommy,kalau menurut cerita Glory. Papa tirinya itu memang jahat mom, dulu waktu Glory masih tinggal sama mereka,dia sering di bentak bentak sama papa tirinya,bahkan mamanya tidak membelanya mom,untungnya bang marsel cepat membawa amira keluar dari rumah itu." ucap maora juga ikut bicara.


"Oh ya..?kasian sekali menantu mommy, kenapa mamanya begitu ya? Padahal Glory anak kandungnya." ucap mommy pilu mendengar kisah menantunya.


"Karena itu Glory tidak terlalu suka dengan mamanya momm,dia jadi teringat terus dengan perlakuan mamanya dan papa tirinya itu." sambung Maora lagi.


"And pergilah kekamar temani istrimu, pasti saat ini sedang sedih memikiran masalah mamanya,daddy tidak mau terjadi apa apa, apalagi saat ini dia sedang mengandung,daddy tidak mau mereka berdua kenapa kenapa" ucap daddy membuat andreu lansung bangun.


"Kalau begitu And kekamar dulu" ucap andreu yang di angguki mereka semua.

__ADS_1


"Dadd apa sebaiknya pernikahan kami di tunda dulu,sampai masalah istri kakak selesai dadd" ucap maora membuat nathan melihat kearahnya.


"Apa nath?, aku bicara benar lagi pula papa kamu juga belum sembuh,aku nggak mau pernikahan kita tidak di hadiri keluarga kamu juga nath." ucap maora membuat nathan terdiam membenarkan ucapan maora.


"Persiapkan saja pernikahan kalian, untuk urusan kakak kamu,dia bisa menyelesaikan dengan cepat.


mengenai keluarga mertua kamu barusan daddy sudah menghubungi mereka,mertua kamu sudah di bolehkan pulang hari ini. " ucap daddy membuat nathan tersenyum.


"Terserah kalian saja," ucap maora menurut saja.


Di kamar,amira sedang duduk di sofa sambil menonton flm kesukaannya,dia terkejut karena andreu yang tiba tiba menutup matanya lalu memeluk tubuhnya.


"Kita mandi..," ucap Andreu lalu mencium kening istrinya.


"Biar lebih segar,setelah itu kita cari makanan yang kamu mau.." ucap andreu membuat amira tersenyum lalu menganggukan kepalanya dan mengalungkan tangannya keleher andreu,andreu lansung mengendong tubuh istrinya menuju kamar mandi mereka.Seperti biasa rutinitas mandi mereka pasti akan memakan waktu yang cukup lama karena mereka pasti akan bermain terlebih dahulu setelah itu barulah mandi. Satu jam kemudian mereka baru menyelesaikannya, andreu baru selesai membantu istri berganti pakaian.terdengar ponsel andreu berbunyi yang lansung andreu angkat.


"Iya Bang" jawab Andreu.


"And abang mau bicara sebentar dengan ami" ucap marsel lalu andreu memberikan ponselnya kepada istrinya.


"Bang marsel" ucap andreu menyuruh istrinya bicara,amira mengambil ponsel suaminya.


"Ya bang?"Ucap amira.


"Abang lagi di jalan bawa mama pulang, ami besok kerumah abang ajak suami kamu ya.." ucap marsel yang di mengerti amira maksud abangnya.


"Iya bang besok ami kesana ajak Andreu.,kalian behati hatilah di jalan, kalau abang mengantuk bawa mobilnya suruh levin saja yang nyetir atau singah dulu bang." ucap amira yang membuat marsel dari sana tersenyum.


"Iya,ya sudah abang tutup teleponnya" ucap Marsel lalu mematikan sambungan telepon dengan adiknya.


"Hubby besok bisa kan kamu antar aku kerumah ayah,abang suruh kita kesana " ucap amira.


"Iya istriku..,ayo kita keluar katanya mau makan kan.."ucap andreu lalu membawa istri turun kebawah karena mereka mau makan di luar.

__ADS_1



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2