
Damar dan rombongan yang mengantar nathan dan maora sudah tiba di bandara.
"Damian.kakak tau kau masih sakit hati belum bisa melupakan kejadian,tapi kakak tau di hati kecil mu ini sangat sedih melihat papa sakit, kakak mohon
cobalah untuk berdamai dengan masa lalu. Baiklah semoga perjalanan kalian selamat sampai Negara B" ucap Damar tengah memeluk adik keduanya.
"Hm.." jawab nathan karena dia bingung mau bagaimana menjawab ucapan kakaknya.
"Kak jaga kesehatanmu,aku sangat merindukan mu" ucap Dion yang kali memeluk tubuh nathan.
"Kau juga jaga kesehatamu,dan juga dia." ucap Nathan yang lansung di angguki Dio adiknya lalu kemudian melepaskan pelukannya.
"mari kak kami masuk " ucap maora lalu menaiki pesawat pribadi milik keluarga pratama untuk kembali terbang menuju Negara B.
****
Di Negara C.
Andreu dan istrinya sudah tiba di perusahaannya. Dengan perlahan andreu membawa istrinya berjalan masuk kedalam gedung itu yang dimana semua karyawan yang melewati mereka berdua melihat lalu memberikan hormat kepada mereka berdua.
"Ternyata nyonya sudah hamil ya,lihat perutnya sudah sedikit membuncit" ucap karyawan satunya.
"iya benar,nyonya muda samakin bertambah cantik ya. Semoga saja sehat sampai melahirkan." ucap karyawan satunya yang di amin kan mereka semua.begitulah yang mereka bicara kan saat melihat amira melewati mereka tadi.
Andreu dan amira sudah sampai di ruanganya andreu.
"Honey kamu istirahat di kamar ya,aku mau bicara dulu dengan rendi." ucap Andreu sambil merangkul istrinya.
"Hubby kapan aku bisa kembali kerja lagi,aku bosan loh di rumah aku mau kerja lagi." ucap amira belum mendengar ucapan suaminya menyuruh dia beristirahat di kamar.
" Honey..,dengarkan aku.kamu nggak usah dulu kerja ya cukup ikut saja ke kantor kalau mau,lagi pula rendi bisa menghendel semuanya." ucap andreu lalu turun berjongkok mendekati perut istrinya.
__ADS_1
Cup..cup..
"Cukup kerjanya jaga baby kita ini dengan sehat,aku tidak sabar menantikan kehadirannya.. Apa pun jenis kelaminnya nanti aku sangat bahagia memiliki dia seperti kamu" ucap andreu lalu memeluk perut istrinya dan menciumnya berulang kali,membuat amira tersenyum bahagia.
"Iya hubby.Baiklah daddy kami ikuti kemauan daddy,tapi setiap hari kami akan ikut daddy kekantor pokoknya.." ucap amira mengikuti suara anak bayi sambil mengusap kepala suaminya, lalu amdreu bangun dan merangkul pinggul istrinya.
"Iya Honey..,gitu dong mammy baby" andreu mendekatkan wajahnya kearah istrinya lalu mulai mencium bibir istrinya dan memperdalamnya,begitu juga amira dia lansung membalas ciuman hangat yang suaminya berikan.
"Hubby..." ucap amira dengan suara sensualnya di selah ciuman mereka yang sudah di mengerti andreu arti panggilan istrinya,perlahan andrue melepaskan ciumnya.
"Sebentar honey" ucap andreu lalu mengetik pesan dan mengirimnya ke rendi memberitahu untuk menemuinya satu jam lagi di ruangannya.setelah itu andreu lansung menggendong istrinya menuju kamar mereka,sampai disana amira mulai dengan aktivitas biasanya melepaskan semua pakaian suaminya begitu juga dengan andreu yang melepaskan milik istrinya, perlahan andreu membaring tubuh istrinya kemudian mencumbunya dan kembali terulang lagi kegiatan rutin amira minta kepada suaminya yang mengeluarkan keringat mereka bersama sama di siang itu.
Setelah selesai dengan kegiatan satu jam berlalu,andreu bangun perlahan lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai andreu mendekati istrinya lagi.
Cup..ciuman mendarat di kening istrinya.
"Honey..kamu istirahat ya aku keruangan kerja dulu." bisik andreu sambil menyelimuti tubuh istrinya sampai leher istrinya kemudian dia berjalan keluar dari kamar itu.saat di luar andreu melihat rendi sudah menunggunya di sana lalu dia lansung duduk di kursinya.
"Tuan muda." sapa Rendi melihat Tuannya datang,namun ada menarik perhatian rendi saat itu.
mendengar itu Rendi lansung meletakan berkasnya di hadapan andreu.
"Ada apa rendi,kenapa kau terus menatapku ?" ucap andreu yang mengetahui jika rendi menatapnya dengan lekat dari tadi.Rendi yang ketauan lansung menelan ludahnya dengan kasar karena ketauan.
"Tidak Tuan muda" jawab Rendi berbohong membuat andreu tersenyum kecil.
"menikah sana biar kamu tau rasanya rend,agar kelak kau bisa membuat stempel ini di leher mu" ucap andreu dengan masih berpokus ke berkasnya.
ucapan andreu membuat rendi terdiam merasa di tikam belati tubuhnya karena ketauan dia dari tadi memperhatikan leher andreu yang penuh tanda merah.
"saya belum kepikiran untuk menikah Tuan muda" jawab rendi membuat andreu menghentikan tangannya lalu melihat kearah asisstennya.
__ADS_1
"Carilah wanita yang bisa membuat kau bahagia,saya menjadikan kau asissten saya bukan berarti saya melarang kau menikah ." ucapan andrue membuat rendi sedikit tersentuh tidak percaya Tuan mudanya begitu mengerti masalah hubungan percintaan sekarang.
"Iya Tuan muda,tapi benar saya belum kepikiran mau menikah Tuan muda" jawab Rendi berkata jujur.
"Baiklah.Apa yang ingin kau sampai kan.?" ucap andreu lagi lalu menanyakan perihal masalah yang ingin rendi beritahukan.
"saya ingin memberitahu anda jika malik sudah diam diam menjual propeti milik anda kepada rekan bisnis kita,tapi saya sudah mengatasinya." jelas rendi membuat andreu terdiam sebentar.
"Di memang tidak ada jeranya,kau kumpulkan semua buktinya rend..
sebentar lagi mereka akan gelandangan." ucap andreu.
"Baik Tuan.mengenai meting besok pagi semuanya sudah saya persiapkan Tuan muda." ucap rendi.
"Baik rend,Oh ya apa kau sudah selesai dengan pekerjaan yang saya suruh rend.?" tanya andreu.
"Sudah Tuan" jawab rendi,lalu mereka membahas mengenai isi dari kerja sama yang akan mereka lakukan besok.
****
Di sisi lain Dio dan Elisa hari ini sedang mencari pakaian pengantin untuk mereka berdua kenakan di pernikahan mereka yang akan di gelar dua hari lagi.
saat mereka mau memilih pakaian ,mereka berdua tidak sengaja bertemu dengan ibu rosita yang merupakan ibu tiri Dio.saat itu juga Dio lansung mendidih darahnya dengan tangannya terkepal di bawah sana,melihat itu elisa perlahan memegang lengan Dio lalu mengusap belakang Dio.
"kendalikan dirimu,dia bahkan tidak mengenal mu Dio,lihat di hanya melewati kita sebagai orang asing." ucap elisa membuat Dio perlahan mulai bisa mengotrolkan emosinya
"Maafkan aku,aku benar ingin membunuhnya,lihatlah wajahnya seperti tidak memiliki rasa bersalah setelah membunuh orang.." ucap Dio geram sekali melihat ibu rosita saat itu dia juga sedang pakaian yang ada di butik itu.
"Iya aku tau perasaan kamu,tapi tenanglah aku yakin Tuan muda sudah membuat rencana yang bisa melumpuhkan wanita itu." ucap elisa.
"Iya sayang,ayo kita kembali aku tidak mood mau mencari pakaian disini,kita cari tempat lain saja." ucap dio lalu membawa elisa pergi dari sana pergi menuju butik lain.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ