Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
109


__ADS_3

Krek...terdengar pintu ruangan terbuka.


"Nath..." Panggil Geril yang baru saja masuk keruangan Nathan,nathan tersenyum kearah Geril.


"Senang mendengar kau sudah sadar nath..bagaimana kabar kau pagi ini" tanya Geril.


"Ini sudah enakan.."Jawab Nathan.


"Pak..saya juga sangat senang mendengar bapak sudah sadar.." ucap Mita juga ikut bicara.ternyata Geril tidak sendirian menemui nathan melainkan bersama mita tunangannya.


"Apa kau sudah makan?,Dimana Maora..?" tanya Geril pada nathan.


"Sudah..,belum lama Maora sudah menyuapiku,Maora sedang berada di kamar mandi."Jawab nathan,nathan belum mampu duduk karena banyak bekas luka tembakan di perut dan juga dadanya masih belum sembuh.


"Baiklah.ini aku ada bawakan buah buahan untukmu,ada pesan juga dari papa dan mama mereka tidak bisa menemuimu karena mereka sedang berada di Negara D."ucap Geril mengatakan dia membawa buah tangan untuk nathan serta mengatakan pesan orangtuanya.


"Terimakasih Ge,Ia tidak apa apa" jawab nathan lagi.


"Nathan aku ingin..." terputus karena Maora lansung memotong ucapannya.


"Hey..rupanya ada Tuan mesum tidak tau tempat di sini.." celetuk Maora yang membuat nathan mengkerutkan keningnya.


"Kau..." Geram Geril karena Maora mulutnya sangat tajam sekali jika ngomongin orang.


"Apa..!!"Jawab maora tidak mau kalah dari Geril.


"Apa yang aku lewati di sini??" tanya nathan yang penasaran lalu melirik kearah mereka bertiga bergantian.


"Ge..."Panggil nathan meminta penjelasan dari sahabatnya.


"Nath aku dan mita sudah tunangan satu hari yang lalu."Jelas Geril cepat membuat nathan melototkan matanya terkejut mendengar apa yang Geril katakan padanya.


"Serius...?" tanya nathan yang belum percaya.


"Iya..serius ini buktinya.."Jawab Geril lalu menunjukan jarinya manis mita sudah melingkar sebuah cincin berlian disana. Nathan pun mengalihkan pandangannya melihat ke arah mita.

__ADS_1


"Ahkirnya mita..selamat ya semoga acara pernikahan kalian di lancarkan.., kapan?" Nathan ikut merasa senang mendengar kabar bahwa sekretarisnya akan menikah bahkan dengan pria yang selama ini dia inginkan,nathan juga menanyakan kapan mereka akan melansungkan pernikahan.


"Terimkasih pak." jawab mita tersenyum.


"Nath..,Empat hari lagi kami akan menikah."Jawab Geril membagi kabar bahagianya dengan sahabatnya.


"Secepat itukah..?" tanya nathan lagi.


"Mana tahan dia lama-lama,kemarin lalu saja dia ini berbuat mesum di parkiran kantor." celetuk Maora yang membuat Geril kesal lagi kepada Maora sedangkan nathan tersenyum sambil menahan tawannya.


"Diamlah kau burung beo ngerocos trus mulutnya.."kesal Geril.


"Mending burung beo dari pada Tuan mesum.."Jawab Maora yang lagi-lagi membuat Geril bertambah kesal.


"Maora..!"Panggil nathan yang membuat Geril dan mita melihat kearah mereka berdua,angin apa yang membuat nathan berani memanggil Maora lansung dengan menyebutkan namanya tampa embel embel nona.


"Iya..aku kan' cuman bercanda.." jawab Maora menurut,yang membuat Geril dan mita terkejut karena Maora mau mengikuti apa yang nathan katakan.


selama ini yang mereka ketahui maora adalah wanita yang tidak suka diatur oleh siapa pun,pembangkang dan tidak mau mendengarkan nasehat maupun penjelasan orang lain kecuali Amira.


"Hey Tuan mesum..,kau pikir aku hewan peliharaan hah..kasi kasi apa..," kesal maora karena Geril menyebutnya burung beo terus menerus.


"Sudahlah Ge jangan membuat Tuan putriku bertambah kesal karena kau.." ucap nathan memberikan kode mata mengkedip kearah Geril,yang lansung dimengerti oleh Geril.


"Baiklah aku mengerti." ucap Geril yang sudah memahami keadaan,pasti sudah terjadi sesuatu yang baik antara sahabatnya dengan Maora. Geril senang mengetahui hal itu sebab nathan sudah sejak lama menyukai Nona muda mereka tetapi dia tidak berani mengungkapkannya.


Mereka masih mengobrol sampai waktu menjelang siang,setelah itu Geril dan mita berpamitan dengan Nathan dan juga Maora untuk kembali kekantor masing masing.


Saat sudah berada di dalam mobil mita bertanya dengan Geril karena dia masih penasaran apa yang terjadi dengan nathan dan maora.


"Ge jelaskan padaku kenapa nona maora tiba-tiba berubah menjadi penurut dengan pak nathan??" ucap mita yang membuat Geril melihat kearah mita dengan tersenyum.


"Sepertinya Nathan melakukan hal yang membuat nona kalian itu tidak ingin melepaskan nathan,itu sebabnya dia menuruti apa yang nathan katakan." jawab Geril yang belum di mengerti mita.


"kamu tau bukan,maora orangnya tidak mau di bawa bercanda jika itu menurutnya serius.kamu pasti tau maksudku sayang.." sambung Geril lagi baru mita mulai mengerti.

__ADS_1


"Ya ya..Aku mengerti sekarang.,kita jadikan pergi kebutiknya??" ucap mita yang juga bertanya lagi dengan tunangannya rencana mereka akan membuat baju pernikahan mereka.


"Jadi dong...kita lansung kesana sekarang tapi sebelum itu kita makan siang dulu ya.."


"Iya Ge.." jawab mita.


Setelah itu mereka lansung mencari restoran untuk mereka makan siang terlebih dahulu.


*****


Di Negara lain yaitu Negara D.


seorang pria paruh baya sedang bicara dengan kedua anaknya mengenai informasi yang ingin dia ketahui.


"Damar bagaimana dengan kerjasamanya,apa kau sudah mendapatkannya.?" tanya papa mereka.


"Sudah pa..mereka menerima kerja sama yang kita ajukan,tapi mengenai apa yang papa suruh saya belum bertemu dengannya pa,menurut informasi dari sekretarisnya,dia sedang di tugaskan Tuan Andreu keluar kota pa." jawab Damar kepada papa mereka.


Hmmms.."papa ingin segera memastikan apakah dia adik mu atau bukan..,papa berharap adikmu masih hidup sekarang,papa sangat bersalah dalam hal ini." ucapnya sedih di hadapan kedua anaknya.


"Papa sungguh ketelaluan,Dion kecewa sama papa.."kesal anaknya yang nomor tiga karena papa mereka kakak keduanya pergi dari rumah beberapa belas tahun yang lalu karena suatu kejadian salah paham.


"Dion jangan menyalahkan papa.." ucap Damar tidak menyukai adiknya selalu menyalahkan papa mereka.


"Papa memang bersalah kak..karena papa kak Damian pergi dari rumah ini kak.,jelas-jelas itu bukan kesalahan kakak.. Mengapa papa masih tega mengusirnya dari rumah." ucap Dion masih sakit hati dengan apa yang papa mereka lakukan dulu,papa mereka mulai memegang dadanya mulai sesak karena mendengar ucapan anak bungsunya.


"Pa..papa..pa.." triak Damar dan Dion melihat papa mereka kembali sakit,


meskipun Dion sangat kecewa dengan papa mereka tapi dia sangat menghuatirkan papanya jatuh sakit lagi.Mereka pun lansung membawa papa mereka menuju rumah sakit untuk segera mendapat pananganan intensif.


"Om Rey pergilah ke Negara B cari lagi informasi mengenai adikku karena firasatku mengatakan jika Damian berada di Negara itu. Jika om bisa menemukan dia katakan padanya jika papa saat ini sedang sakit. Jika dia tidak mau mendengar perkataanmu hubungi aku segera." ucap Damar memerintahkan asissten papanya yang lansung di angguki om rey.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2