
Marsel berjalan keluar menuju mobilnya yang terparkir di luar sedangkan Amira saat ini sudah masuk kedalam mobil lalu melajukan kendaraannya perlahan, tidak lupa memberikan klakson 2 kali ucapan permisi kepada satpam yang berjaga.
marsel yang sudah sampai di mobilnya juga lansung melajukan kendaraannya menyusul adiknya dari belakang.Tampa mereka sadari di ujung sana parkiran khusus petinggi perusahaan ada seseorang dari tadi menatap serius kearah amira dan satpam yang membawa laki laki menemui amira di parkiran entah kenapa hatinya terasa panas. sadar dengan ekspresi Tuan mudanya,Rendi pun menjelaskan pada Tuan mudanya.
"Sepertinya itu kakaknya nona glorya Tuan muda, karena wajah mereka sangat mirip" Ucap rendi menjelaskan.
Yang di beritahui hanya diam lansung masuk kedalam mobil miliknya lalu melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang mungkin terbawa hawa hatinya lagi panas ya jadi rada rada gimana gitu ya.🤭
"Tuan muda sepertinya tertarik dengan nona glorya,jika itu benar akan bertambah perkerjaanku kalau begini tapi ngak apa apa juga sih asal gila kerja Tuan muda berkurang dan gajiku bertambah 2x lipat" guman Rendi Lalu melajukan kendaraannya menuju Apartemen Tuan mudanya.
Dirumah kediaman Hesti istri marsel, mereka masih tetap menunggu panik kenapa Marsel dan amira juga belum kembali.
"Nak coba telpon suamimu dimana dia?, kenapa belum menghubungi kita sampai sekarang,bunda takut terjadi apa apa Nak." Ucap Bunda.
"Udah bund,tapi Mas marsel ngak aktif nomornya bunda." Ucap hesti juga panik.
"Kita tunggu saja bund siapa tau mereka lagi di jalan,jangan berpikiran yang bukan bukan.berdoa saja semoga mereka berdua baik baik saja" ucap Ayah.
Berapa menit kemudian terdengar suara deruan mobil di depan rumah membuat ayah,bunda juga Hesti lansung keluar melihat,Ternyata amira dan marsel datang bersamaan,mereka bertiga merasa lega.
Amira dan marsel segera keluar dari mobil lansung menuju rumah sekarang sudah ada kedua mertua dan istrinya menunggu disana.
"Ayah,Bunda" ucap amira sambil menyalimi tangan mereka sedangkan kakak iparnya hanya di lihatnya saja soalnya dia masih kotor tidak mau memeluk kakak iparnya yang tengah hamil.
"Syukurlah kamu baik baik saja,kami sangat kuatir kamu belum juga pulang nak" ucap bunda.
"Maaf bunda ayah,ponsel amira mati tadi lupa di cas udah gitu disana di larang bermain ponsel." ucap Amira menjelaskan.
"Ya sudah lebih baik kita masuk,kalian berdua segeralah bersihkan diri setelah itu istirahat "
Ucap Ayah lansung masuk kedalam di ikuti mereka dari belakang menuju ruang tamu .
"Ayah Nanti amira ada yang mau di bicarakan tapi amira mandi dulu" ucap amira.
"Apa tidak besok saja,kamu ngak capek ?"tanya bunda.
"Besok aja dek ngomongnya." timpal hesti
"Ini sangat penting kak,bisakan Ayah,bunda?" tanya amira.
"Ya sudah segeralah mandi ayah bunda akan menunggu." Ucap sang ayah.
"Baik Ayah"
__ADS_1
Ayah dan bunda,dan hesti kakak iparnya menuju ruangan tamu sedangkan amira dan marsel menuju kamar mereka masing masing untuk segera membersihkan tubu mereka.
kurang lebih 10 menit mereka sama sama sudah menyelesaikan mandi,marsel sudah terlebih dahulu keluar menuju ruang tamu sedangkan amira masih menggunakan cream wajah serta handbodynya setelah selesai dia juga segera keluar menuju ruang tamu dimana disana abangnnya,
kakak ipar juga ayah bunda sudah menunggu.
"kalian berdua tidak makan terlebih dahulu" ucap bunda.
"Nanti saja bunda,katanya adek mau ngomongin sesuatu bund" ucap Marsel.
"Kamu mau ngomongin apa nak" tanya bunda.
" Iya bun,emm..amira di terima kerja." ucap amira senang dengan senyum sumrigahnya.
"puji tuhan " Ucap mereka serempak.
"Benaran kamu di terima kerja dek,
bukannya baru interviunya saja tadi?" tanya ulang Hesti.
"Iya benar kak aku lansung diterima kerja,awalnya memang begitu tapi ada perubahan disana,Direkturnya ingin cepat memiliki seketaris,jadi interviunya diselesaikan pada hari ini juga,
makanya kami pulang malam." jelas amira.
"Syukurlah nak,selamat untuk kamu sekarang sudah dapat pekerjaan.jadi berkerjalah dengan baik,jujur ,dan teliti " Ucap ayah.
"sama sama nak" Ucap ayah.
"Selamat ya dek,sekarang udah dapat kerjaan.."ucap marsel senang melihat adiknya.
"Makasih abang" ucap amira.
"Tapi Amira juga sedih..." ucapnya terhenti.
"Loh dapat kerjaan kok sedih,kenapa ?"
"Iya dek kok sedih bahagia dong."
Tanya bunda dan juga hesti bersamaan.
"Di kontrak kerjanya amira harus pindah keApartemen yang sudah di sediakan dekat perusahaan itu bund,ayah,kak, abang..,amira sedih akan pisah sama kalian." Ucap Amira.
Mendengar itu mereka berempat terdiam lama dengan pikiran masing masing begitu juga amira,menit kemudian marsel berbicara.
__ADS_1
"Apa tidak bisa berangkat dari sini aja dek?" marsel mengungkap rasa berat hati berpisah dengan adik satu satunya.
"Ngak bisa bang,jarak perusahaan dari sini cukup jauh apa lagi jam masuk kantor awal jam 7 pagi sudah harus di kantor bang "Jawab amira.
.
Huuuh..."bagamana ayah?" Ucap Marsel meminta pendapat dari Ayah.
"Kamu yakin mau tinggal disana nak?" tanya Ayah.
"Sebenarnya tidak ayah,tapi ami sudah terikat kontrak kerja mau tidak mau harus tinggal disana" ucap Amira.
"Begini saja yah,ngak apa apa Amira tinggal disana tiap minggu kan bisa kita mengunjungi ami atau menginap kesana ,kalau amira berangkat dari sini takutnya telat, jalanan sering macet,
udah gitu jadi seketaris itu banyak perkerjaan yang di beri atasannya,harus buat skejul ini itu ,kadang kadang bisa mendadak juga kerjaannya." Ucap Hesti menjelaskan.
"Baiklah Ayah mengikuti saja nak,pesan ayah tinggal sendiri jaga diri baik baik nak,Ayah anggap kamu seperti dulu sedang kuliah di luar." Ucap ayah sambil mengusap kepala amira.
"Ya ayah makasih sudah ngijinin amira,kalian bisa kapanpun tempat amira." Ucap amira.
"Kapan kamu pindahnya dek,Biar abang bantu kamu Antar segala barang kamu " Ucap marsel.
"sebenarnya besok sudah di suruh pindah bang,bagaimana kalau kalian ikut aku kesana menginap disana 1 malam setelah itu kita makan malam keluar untuk merayakan amira terima kerja." Ucap amira.
"Mas aku mau mas,yah bunda ya..?" Ucap hesti merayu.
"baiklah kita semua mengantar ami besok" ucap ayah setuju.
"Dek kamu kan udah kerja biar enak kemana mana mobil kakak kamu pakai aja." Ucap hesti.
Hehehe.."sebenarnya Ami juga dapat mobil inpentaris dari perusahaan kak." jawab amira tersenyum.
"Wow... enak sekali kamu dek dah dapat Apartemen,dapat mobil lagi,ya kan mas?"
ahh "Biasa aja kak." Jawab amira.
"Abang hanya berpesan jangan gelap mata,ingat ya dek" ucap abangnya.
"Ya abang,makasih untuk semuanya ayah bunda,kakak terutama abang selalu dukung ami,ami akan selalu ingat pesan kalian." ucap amira.
"Ya sama sama."
"Ayo kita istirahat sudah malam,jangan lupa makan terlebih dahulu kalian berdua " ucap sang bunda.
__ADS_1
"Ya bunda" ucap amira dan marsel.
Ayah dan bunda menuju kamar mereka untuk beristirahat sedangkan amira,marsel menuju ruang dapur karena belum makan malam,kalau hesti dia hanya ingin menemani suaminya juga masih ingin mengajak adik iparnya ngobrol.