
Di pulau yang sebelumnya Pria bertopeng itu kembali mengamuk kepada semua pengawal yang di tugaskan menjaga amira tadi, karena mereka tidak bisa menemukan keberadaan amira sampai sekarang.
dia benar sangat marah karena sesuatu yang akan memuluskan semua rencananya sudah hilang.
Tampa memberi ampun dia lansung membunuh semua pengawalnya di tempat.
Ahkkk..Sial..
Triaknya sangat marah.
"Tuan Saya ingin menyampaikan___" ucap anak buahnya yang baru saja datang namum tdak sampai selesai.
"Apa?" tanyanya masih dengan amarah.
"Tuan Gerilo putra Eden sudah masuk kewilayah kita" jelas anak buahnya.
****..."Apa kau tidak mengirim pesan padanya untuk besok kesini Hah.." ucapnya marah.
"Tuan maaf tapi anda sendiri memerintahkan Tuan Geril untuk hari ini kesini" pria itu baru menyadari ternyata dia sendiri yang sudah menyuruh Geril kesitu.
"Ijinkan dia masuk dan bereskan mereka" perintah pria itu yang lansung di angguki anak buahnya lalu berjalan menuju keluar melaporkan untuk mengijinkan Geril masuk kedalam wilayah Tuannya.
Semantara Geril yang masih di dalam
Helikopter yang membawanya masih menunggu ijin untuk masuk.pikiran Geril penuh dengan pertanyaan dan sedikit gugup untuk memulai rencana yang Andreu berikan.
Apa hubungan andreu dengan orang ini,kenapa dia tidak bisa memasuki wilayah ini?, apa yang sebenarnya terjadi,apa mungkin dia penculik amira.begitu susah untuk aku pahami.hmm huhs...semoga berhasil.
Guman Geril Dalam hatinya.
Tidak lama kemudian Geril mendapat akses untuk masuk kewilayah pulau itu,Lima belas menit kemudian Helikopter yang membawa Geril mulai Turun perlahan sampai kebawah, dimana sudah di jaga ketat oleh anak buah pemilik pulau tersebut.
"Selamat datang Tuan Geril,Mari anda ikut saya" ucap salah satu penjaga disana menyambut Geril,Geril menganggukan kepalanya.
"Terimakasih" Balas Geril kemudian mengikuti langkah kaki penjaga itu dengan matanya menyelidiki setiap sudut sekitarnya. begitu banyak penjaga yang berjaga disana yang membuat Geril menjadi sedikit heran ada apa di pulau itu.
Saat sudah mencampai Gerbang pertama Tiba tiba Geril menunduk.
"Ada apa Tuan?" Tanya penjaga itu tidak merasa curiga dengan apa yang di lakukan Geril.
"Sebentar sepertinya tali sepatu saya lepas" jawab Geril.
Klik.
Misi pertama selesai Geril lakukan, Geril kembali berdiri dan melanjutkan lagi langkah kakinya masuk kedalam.
__ADS_1
sampai disana Geril sedikit terkejut tapi lansung dia merubah raut wajahnya menjadi seperti biasa lagi.
Baru aku tahu ternyata ada pulau sebagus ini Di Negara ini,kenapa andreu sangat mengetahui tentang pulau ini?ada hubungan apa dia dengan pemilik pulau ini?,bahkan aku yang menjalin kerja sama dengan pemiliknya saja belum pernah melihat wajahnya lansung.
Geril berjalan dengan pikirannya penuh dengan pertanyaan.Geril kemudian mengingat pesan andreu yang kedua.
Saat kau sudah memasuki Gerbang kedua dan sudah menginjak bundaran halaman tengah mulailah menghitung mundur dari tiga.
sampailah Geril di halaman yang andreu katakan.
Tak.
Sepatu Geril tepat berada di bundaran halaman kedua.
"3-2-1" Hitung Geril mundur tidak terdengar oleh penjaga di belakang dan di depannya.
Tit..tit..mulailah Alat yang Geril letakan tadi bekerja mengalirkan semua Energinya memimdai semua yang ada di pulau tersebut sampai kedalam Villa yang berdiri megah di tengah pulau itu.
***
"Tuan muda sepertinya rencana kita berhasil" panggil boby mengatakan kepada andreu karena rencana yang mereka lakukan berhasil.
"Bagus.sekarang Retas semua Cctv yang ada di pulau tersebut dan juga di ruangan pertemuan keparat itu" perintah andreu yang lansung di lakukan Boby.
"Meskipun kau membuatku tidak bisa masuk kepulau itu,Kau lupa aku lebih tau pulau itu,selamat menikmati permainanku" ucap andreu dengan senyuman yang mengerikan.
***
"Gerilio Putra Eden selamat datang di kediaman ku" sapa pria itu perlahan membalikan badannya tepat kearah Geril yang saat itu sudah berada di depan mejanya.
Deg..
Geril sangat terkejut melihat pria yang ada di depannya.
kenapa wajahnya mirip sekali dengan Zeus,siapa dia?,apa mungkin..?
"Ada apa Tuan Geril?Apa wajah saya mirip seseorang?" Tanya pria itu melihat Geril menegang melihatnya.
"Tidak Tuan,saya hanya kagum melihat anda,karena ini pertama kali saya melihat anda." ucap Geril setengah berbohong.pria itu lansung tersenyum manis mendengar pujian untuk dirinya.
"Saya kira anda pernah melihat wajah saya mirip dengan seseorang" Ucap pria itu lagi,mendengar itu Geril sedikit Gugup namun kemudin dia mampu mengendalikannya.
"Tuan Geril bagaimana kalung Berlian yang saya pesan?" Tanya pria itu kepada Geril yang masih terdiam kemudian tersadar dari lamunanya.
"Ya Tuan,ini kalung berlian yang anda pesan" kemudian Geril menyodorkan kotak perhiasan itu kearah pria itu lalu membuka kotak perhiasan itu,
__ADS_1
perlahan pria itu mengambil kalung berlian itu.tampa sadar dia bicara yang membuat Geril merasa ada arti lain yang tersembunyi dari ucapan pria itu.
"Apa yang menjadi milikmu sekarang pasti akan aku rebut semuanya,
sebentar lagi semuanya akan menjadi miliku" lalu tersenyum dengan aura yang menyeramkan.
"Anda menyukai desain yang saya buat?" Tanya Geril.
"Iya saya sangat menyukainya,apalagi dia yang memakainya,Terimakasih sudah bersedia mengantar lansung pesanan saya." biar pun dia terlihat menyeramkan tapi dia tidak pernah lupa berterimakasih kepada orang menurutnya jujur padanya.
"Sama-sama Tuan saya sangat senang jika anda menyukai perhiasan rancangan saya." jawab Geril.
"Hmm.kalau anda tidak keberatan tidak usah buru-buru pulang,saya akan menjamu anda terlebih dahulu." ucapnya yang ingin mengajak Geril makan terlebih dahulu." ucapnya.
"Maaf Tuan bukannya saya menolak tetapi saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesai kan hari ini,mungkin lain kali kita bisa kembali melanjutkan obrolan kita." jelas Geril seramah mungkin.
"Baiklah. Antar Tuan Geril sampai keluar"
Perintahnya,Geril lansung keluar dengan pengawal yang mengantarnya namun terhenti sebentar karena melihat ada anak buah pria itu tergesa -gesa masuk keruangannya.
"Bisa antar saya ketoilet sebentar" ucap Geril yang lansung di antar oleh penjaga itu.sampai di dalam Geril segera mendengar percakapan dari alat yang sudah tersambung di dalam ruangan Tadi untuk memdengar semua apa yang di bicarakan dengan anak buahnya. Saat Geril di persilahkan duduk tadi dan di suruh meminum kopinya Geril melekatkan benda kecil itu menempel di bawah meja tersebut karena itu atas perintah dari Andreu.
"Ada apa?" Tanya pria itu.
"Tuan sepertinya wanita yang anda cari melarikan diri dari pulau ini,dan saya menemukan jejak wanita itu di pantai yang mengarah ke pulau Bagian Barat." mendengar penjelasan Anak buahnya pria itu lansung teringat di sebelah barat ada pulau yang di miliki seseorang bahkan dia sangat mengenalnya.
"Pasti ada yang menyelamatkan dia, Pergilah Ratakan pulau itu segera sebelum wanita itu melarikan diri,sebelum andreu mengetahuinya." perintahnya pada anak buahnya.
"Tapi Tuan.!"
"Jangan membantah." Triaknya.
Dengan terpaksa anak buahnya mengikuti perintah Tuannya,semantara Geril yang mendengarnya lansung menduga pasti wanita itu amira.Geril segera keluar dan berjalan menuju jetnya dan segera mendarat.sampai di atas Geril lansung menghubungi Andreu.
Sedangkan andreu yang mendengar dari sana sangat marah mengetahui istrinya benar di culik pria itu pantas saja dia tidak bisa menemukan istrinya,dan saat ini pria itu malah ingin melenyapkan istrinya di pulau milik mommynya. Tampa menunggu lagi Andreu lansung menerbangkan Jet pribadinya menuju pulau itu berharap dia belum terlambat menyelamatkan istrinya.
"bob aktifkan bomnya" perintah andreu yang lansung di lakukan boby.
nathan semoga kau sudah menyelesaikan apa yang aku suruh.
Guman andreu dalam hatinya menuju pulau yang nathan tempati.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,jangan lupa klik tanda suka setelah membacanyaππ,dan komentarππ yang membuat Author semangat
__ADS_1
update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ