Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
96


__ADS_3

"APAA!!,mommy akan segera kesana,kebetulan juga mommy berada di rumah sakit ini." ucap mommy kemudian mematikan sambungan teleponnya dengan andreu.


Andreu menghubungi mommy memberitahui jika mereka sudah berada di Negara C, mengatakan jika saat ini mereka sedang berada di rumah sakit karena istrinya harus mendapatkan perawatan secara intensif karena kejadian yang belum andreu ceritakan detailnya kepada mommy.


Tiga Jam yang lalu saat mereka sampai Amira lansung di tangani Dio untuk mengeluarkan virus yang masuk kedalam tubuhnya.Setelah selesai Amira di bawa kembali keruangannya lagi dengan Andreu juga saat ini sedang di rawat dalam satu ruangan dengan istrinya karena kondisinya masih lemah akibat kelelahan dan luka di perutnya yang infeksi.


***


Di ruangan Hesti kakak iparnya Amira,


Marsel yang penasaran dengan pembicaraan mommy Tarisa barusan lansung menanyakan kepada mommy.


"Ada apa momm?" Tanya marsel.


"Glory sudah di temukan bahkan andreu sudah membawanya pulang kesini dan saat ini glory juga sedang di rawat di rumah sakit ini,mommy belum tau apa yang terjadi kepada Glory,nanti mommy akan menanyakan kepada andreu Apa yang sebenarnya terjadi" jelas mommy dengan sangat senang menantunya sudah di temukan bahkan sudah kembali kesini,begitu juga marsel dan hesti juga ikut senang mendengar kabar amira yang sudah kembali.


"Mommy kesana dulu ya sel,nanti kalau kamu mau melihat Glory datang aja di ruangan VVIP 1" ucap mommy lagi memberitahu Masrel dan hesti.


"Ya momm nanti marsel menyusul tunggu ayah dan bunda datang" jawab marsel,namun lansung di tanggapi hesti dengan menyuruh suaminya untuk pergi kesana sekarang juga.


"Mas pergilah sekarang aku dan anak kita Nggak apa-apa di tinggal nanti juga ada ayah dan bunda kesini,lihat amira mas biar tau dia kenapa sampai di rawat di rumah sakit" pinta hesti yang tidak sabar mengetahui kabar adik iparnya.


Mendengar ucapan istrinya marsel lansung setuju kemudian marsel lansung ikut bersama mommy menuju ruangan Amira sedang di rawat.


Berapa menit kemudian mommy yang sudah sampai disana lansung masuk kedalam,begitu juga dengan marsel mengikuti mommy dari belakang,Tetapi ketika sampai di dalam ruangan mommy dan marsel sangat terkejut melihat kondisi amira yang di penuhi alat medis di tubuhnya dan Andreu yang juga terpasang selang infus di tangannya.


"And.." panggil mommy dalam keterkejutannya,andreu yang mendengar Mommy memangil lansung bangun dari tempat tidurnya dan memposisikan diri duduk di atas ranjangnya.


"And nggak apa-apa my,hanya kelelahan saja" jawab Andreu yang membuat mommy lansung memeluk andreu dengan sangat erat sambil mengusap lembut belakangnya namun tidak sengaja mengenai luka tusukan di perut andreu yang masih belum sembuh itu.

__ADS_1


Aukhh...


Ringisan kesakitan andreu terdengar oleh mommy.


"kenapa ?" tanya mommy lalu melepaskan pelukannya melihat anaknya masih meringis kesakitan,


dengan pelan mommy menaikan baju andreu dan lansung melihat kearah perut andreu dengan terkejut.


"Kamu terluka And?,Kamu bilang Nggak apa-apa,ini apa..?" tanya mommy sedih melihat keadaan anaknya.


"ini sudah nggak apa-apa momm" ucap andreu lagi kemudian mengalihkan pandangannya kearah marsel yang saat itu sudah duduk tampa berkedip melihat adiknya yang sedang terbaring belum sadarkan diri di sebelahnya.


"Maafkan saya membuat amira seperti ini,saya terlambat menemukannya sehingga kondisinya seperti ini." ucap andreu dengan tulus meminta maaf kepada kakak dari istrinya. Mommy yang tersadar melihat kondisi menantunya saat ini lansung menangis.


"Apa yang terjadi dengan ami And??" tanya Marsel yang sangat sedih dan kecewa melihat adiknya seperti ini.


"Ami..ini Abang...abang tau kamu wanita yang kuat,berjuanglah kami menunggu kamu begitu juga suami kamu,kamu tau kakak kamu yang manja itu sekarang sudah melahirkan putri kami yang sangat.. cantik seperti kamu,cepatlah bangun ya biar nanti bisa gendong Evelyn.., abang mohon Berjuanglah demi bayi yang kamu kandung ponakan abang." marsel terus mengajak amira bicara sambil berderai air matanya yang kemudian marsel tampa sengaja melihat amira saat itu mengeluarkan air matanya merespon ucapannya.


"And amira merespon ucapan abang dia mengeluarkan air matanya" jelas Marsel yang lansung membuat Andreu menekan tombol untuk menyuruh dokter datang keruangan itu,tidak lama kemudian Dio pun datang kesana.


"Tante,Bang marsel" sapa Dio yang baru masuk keruangan Andreu dan istrinya.


"cepat Priksa istriku tadi dia sempat meneteskan air matanya mendengar bang marsel bicara kepadanya." ucap andreu yang kemudian membuat Dio lansung memeriksa kondisi Amira.


"ini kabar yang sangat baik ,istrimu sudah melewati masa kritisnya,tetapi untuk dia bisa kembali sadar kita harus sabar menunggu karena alam bawah sadarnya belum mau membawanya untuk segera sadar. Ucap Dio memberitahu andreu,mommy dan Marsel.mendengar itu mereka kembali bersedih.


"Jangan bersedih biasanya tidak akan lama,tunggu saja dalam dua puluh empat jam dari sekarang.kita doakan semoga amira cepat sadarkan diri" ucap Dio lagi.di saat yang bersamaan pintu ruangan amira dan andreu kembali terbuka dan ternyata.


Krek...

__ADS_1


"Ami..."


Panggil Bunda dan ayah yang saat itu sudah masuk keruangan amira lansung terkejut melihat kondisi amira, sebelumnya mereka di beritahukan hesti jika amira sudah di temukan tetapi dia sedang di rawat di sini juga,karena ingin mengetahui bagaimana kondisi amira saat itu ayah dan bunda lansung menyusul marsel meninggalkan hesti yang sudah di temani keluarga mereka yang lain.


Hiks...hiks..."Nak.."


Bunda lansung menangis mendekati amira kemudian duduk di dekatnya.


"Ami kenapa sel?,kenapa dia sampai seperti ini,apa yang terjadi??" tanya Bunda beruntun membuat andreu di sebelahnya merasa tambah bersalah karena dirinya lah istrinya seperti ini.


"Bund..Tenanglah" ucap ayah menenangkan istrinya.


Hiks...hiks...hiks..


"Ami Yah.."


Bunda tidak bisa mengendalikan kesedihannya dan juga tangisannya.


"Maafkan saya." Hanya kata itu yang mampu andreu ucapkan kepada mertua abang dari istrinya.mendengar itu Bunda baru menyadari ternyata suami amira juga sedang sakit.Bunda kemudian menghapus air matanya.


"Ini semua salah saya,jika saat itu saya duluan menyelamatkannya,istriku tidak akan seperti ini,Maafkan saya." ucap Andreu benar benar merasa bersalah kepada semuanya,melihat anak sangat bersedih perlahan mommy mengusap belakang andreu untuk memberikan kekuatan,semantara Ayah dan bunda yang mendengar permintaan maaf dari andreu hanya terdiam,mereka tidak tau bagaimana harus menanggapinya. Tetapi kemudian Ayah lansung bicara.


"Terimakasih kamu sudah membawa amira kami kembali,meskipun dengan keadaan seperti ini,Sebagai orangtuanya Ayah tidak menyalahkan kamu,ini adalah musibah siapa pun bisa mengalaminya,sebagai suami kamu sudah berusaha menyelamatkan istri kamu jadi jangan menyalahkan diri mu atas apa yang sudah terjadi,saat ini yang bisa kita lakukan adalah berdoa kepada Tuhan semoga amira cepat melalui masa sulitnya ini dan cepat sadar" Ucap Ayah yang sangat paham dengan keadaan yang terjadi, tidak menyalahkan anak menantunya dengan apa yang sudah terjadi.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ yang membuat Author semangat


update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2