
nathan sedang berada di kamarnya,dia tengah duduk di samping ranjangnya sambil memegang sebuat poto Yang sudah sedikit usang.
"Ma apa nathan harus memaafkan papa?, harus kah aku mengiklaskan semuanya?" Guman nathan sambil mengusap poto mamanya.
Krek... Pintu kamar nathan terbuka pelan.
"Nath..." panggil maora membuat nathan menoleh kearah maora.
"Ada apa?" tanya nathan saat maora sudah mendekatinya.
"Ayo kita makan siang dulu,setelah itu kau harus minum obat juga." ucap maora.
"Baiklah," ucap nathan lalu menyelipkan poto mamanya di bawa bantalnya. Setelah itu mereka berjalan keluar menuju meja makan. Sampainya di meja makan maora mengambil makanan untuk nathan lalu memberikanya kepada kekasihnya itu.
"Terimakasih." ucap nathan menerima piring makanannya yang maora berikan padanya,lalu mereka berdua mulai makan siang.
"Nath boleh aku tau apa yang kamu sembunyikan tadi di bantal mu ?" tanya maora sambil menyuapkan makanannya.
"Itu poto mama ku" jawab nathan membuat maora menghentikan kunyahan nya.
"Mama...?,boleh aku melihatnya nanti?." tanya maora yang di angguki nathan membuat maora tersenyum senang.
"Makanlah dulu setelah itu kamu baru bisa melihatnya.." ucap nathan.
"Baiklah,mengenai kita akan kesana..
,kamu nggak bilang gitu sama mereka kakak kamu,pasti saat ini mereka sedang menunggu jawaban dari kamu.." ucap maora.
"Belum,lagi pula aku tidak memiliki nomor mereka untuk kita hubungi" jawab nathan.
"aa Iya juga sih..," ucap maora menanggapi ucapan nathan.
"Tunggu mereka saja yang menghubungi kita." sambung nathan lagi mendengar itu maora menganggukan kepalanya setuju,lalu mereka berdua melanjutkan lagi makan mereka sampai selesai, setelah itu maora membantu nathan meminum obatnya,lalu maora mulai membersihkan bekas piring kotor mereka.
"Ayo kita beristitahat " ucap maora telah selesai dengan pekerjaannya.
"maksud kamu berdua??" tanya nathan sedikit menggoda kekasihnya.
"Iya" jawab maora lurus,sedang nathan tersenyum mendengar jawaban kekasihnya.
"Jangan menyesal membawaku beristrahat bersama" Ucap nathan dengan wajah serius.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?,lagi pula cuma beristirahat kan..?,kenapa harus menyesal." ucap maora berjalan mendahului nathan masuk kedalam kamar nathan, sampainya disana maora lansung berbaring memiringkan tubuhnya lalu memberikan kode agar nathan segera baring di dekatnya, dengan senang hati nathan lansung berbaring mendekati kekasihnya. Kemudian menarik maora kedalam pelukannya.
"nathan..." ucap maora sedikit gugup karena nathan mengendus endus lehernya.
"Ada apa Hm?" tanya nathan berpura tidak tau kalau saat ini maora sedikit gugup karena aksinya.nathan mengangkat sedikit wajah maora agar bisa bertatapan dengannya.
"Berikan aku makanan siang penutup setelah itu kita beristirahat" ucap nathan sambil menatap lekat wajah kekasihnya yang saat itu sangat dekat dengan wajahnya.mendengar tidak ada jawaban perlahan nathan mendekatkan bibirnya lalu menyatukanya dengan bibir maora,lalu dia mulai mencium maora dengan penuh kelembutan dan kemudian membuat maora membalas ciumannya,ciuman mereka masih berlansung sampai dering ponsel menganggu kegiatan mereka.
tring...
tring..
****..." siapa yang sudah mengangguku" Gerutu nathan,kemudian mengambil ponselnya terlihat disana Tuan muda yang telah menghubunginya.
"Hallo Tuan muda" jawab nathan sedikit tegang.
"Dimana maora..?" tanya andreu,membuat nathan semakin menegang.
"A..ada Tuan." ucap Nathan lalu memberikan ponsel kepada maora.
"Ya kak,ada apa kak?" tanya maora.
"Setelah kau mengantar nathan ke Negara D,cepatlah kembali aku punya pekerjaan untukmu." ucap Andreu membuat maora melirik kearah nathan.
"katakan pada nathan jika ingin lebih dari ciuman,cepat bawa keluarganya melamar kamu kepada kami." ucap andreu membuat nathan dan maora sama sama menegang karena andreu mengetahui kegiatan mereka.
"I..iya kak.." jawab maora,setelah itu andreu lansung mematikan sambungan teleponnya.
"Nathan kau dengar itu." ucap maora.
"Iya aku tau.aku akan segera menikahi mu." ucap nathan serius,maora tersenyum kearah nathan,namun ponsel nathan kembali berdering terlihat disana nomor baru yang menghubunginya.
"Halo.." jawab nathan.
"Damian ini aku Damar,apa kami bisa menemui kamu sekarang?" tanya Damar yang saat itu menelepon nathan.
"Buat persiapan untuk keberangkatan ke Negara D malam ini,setelah itu jemput kami kesini." ucap nathan membuat Damar disana terkejut senang adiknya mau ikut bersama mereka kembali ke Negara mereka.
"Damian kau tidak berbohong dengan kakak?" tanya Damar sekali lagi karena belum percaya.
"Aku tidak pernah bermain main dengan ucapan ku." jawab nathan membuat Damar sangat bahagia sekali.
__ADS_1
"Baiklah kakak akan melakukan apa yang kau minta,kalau begitu kakak tutup teleponnya" ucap Damar kemudian menutup sambungan teleponnya.
"Kita akan berangkat malam ini nath?" tanya maora.
"Iya.aku mau menyelesaikan urusan ini secepatnya agar aku bisa menikahi mu." jawab nathan membuat maora memeluk kekasihnya.
"Baiklah,aa mana poto mama nath aku mau melihatnya?." ucap maora lalu teringat dengan keinginannya ingin melihat poto mamanya nathan, nathan lansung mengambilnya lalu memberikannya kepada maora.
"Cantik sekali mama nath," ucap maora melihat poto mama nathan di dalam liontin milik nathan.
"Mama memang sangat cantik, dia membuat semua orang iri melihatnya, apalagi mama menikah dengan papa kami yang jug sangat tampan." ucap nathan lalu mengambil liontin itu dari tangan maora kemudian memasangkan liontin itu di leher maora.
"kau wanita yang sangat berarti dalam hidupku maora dan juga disini di hatiku, kau berhak memakainya." ucap nathan tersenyum.
"Terimakasih nath,aku akan menjaga ini dengan baik." ucap maora menerima liontin milik nathan.
"Hmm..ayo kita beristirahat." ucap nathan kemudian membawa maora berbaring lalu memeluk maora,berapa menit kemudian mereka lansung terlelap tidur.
****
Di apartemen Damar,Dia sedang menyuruh om roy lansung menyiapkan keberangkatan mereka untuk pulang kenegara D.
"Kak benar kah yang aku dengar ini,kak Damian mau ikut bersama kita kak.?" tanya Dion yang baru saja keluar dari kamarnya namun saat ingin keluar tadi dia tidak sengaja mendengar Damar bicara dengan om roy untuk menyiapkan keberangkatan mereka kembali ke Negara D.
"Iya benar,bahkan Damian meminta untuk malam ini kita kembali kesana" jawab Damar dengan senyuman.
"Aa syukurlah,kak Damian mau ikut kita meskipun hanya sebentar tapi setidaknya semoga dengan kepulangan kak Damian,papa bisa sembuh kak" ucap Dion sangat bahagia.
"Kau benar Dion,kakak juga berharap papa bisa sembuh." ucap Damar.
"Ya sudah aku juga mau bersiap siap kak " ucap Dion lalu pamit kembali kekamarnya untuk menyiapkan keperluannya untuk di bawa kembali pulang Ke negara D.
Tidak terasa sore pun sudah menyapa, nathan dan maora sudah menyiapkan semua keperluan mereka untuk berangkat ke Negara D, saat sudah selesai ponsel Nathan kembali berbunyi disana tertera nama Damar.
"Damian kami sudah di parkiran,apa kami boleh masuk ?" Tanya Damar kepada nathan.
"Naiklah kelantai empat,kamarku nomor dua.kalian masuk saja nanti, kami juga sudah siap." jawab nathan.
"Baiklah,aku tutup dulu" ucap Damar kemudian menutupkan teleponnya lalu mereka keluar dari mobil menuju apartemen nathan.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ