
Acara pernikahan Geril dan mita di Gereja sudah selesai satu jam yang lalu,kini mereka sedang menantikan acara resepsi pernikahan mereka yang akan di lansungkan jam tiga sore nanti. Di ruangan mek up Geril dari tadi tidak melepaskan tangan mita sejak mereka kembali dari Gereja.
"Sayang..." panggil Geril kepada istrinya.
Cup...tampa memperdulikan Tim mek up yang ingin mendandani mita disana,Geril lansung mencium sekilas bibir mita,
membuat wajah mita sedikit malu.
"Sayang..." panggil Geril lagi sambil mengelus tangan istrinya.
"Iya ada apa Ge.?" tanya mita.
"Tidak...,Hanya saja lama sekali acaranya di mulai." keluh Geril yang membuat mita mengingat semua pembicaraannya dengan amira tadi.
"Emm..kan kamu sama mama yang ngantur semua jadwal acaranya.." jawab mita sebisa mungkin tidak menampakan dirinya sedang gugup.
""Iya juga sih,ck.... aku ke kamar mandi dulu ya.." ucap Geril dan kemudian berjalan kearah kamar mandi.
"Mbak sepertinya suami mbak udah ngak sabar Belah Durennya mbak.." celetuk tim mek up menggoda mita membuat wajah mita seketika itu bertambah merah karena malu.
Krek..
Pintu ruangan mita kembali di buka yang ternyata mamanya yang masuk menemui mita.
"Nak..dandannya udah selesai??" Tanya mamanya.
"Udah ma..ne lagi mau pakai gaunnya ma" jawab mita yang saat itu tengah di bantu Tim memasangkan bajunya.
"Suami kamu mana..?" Tanya mamanya.
"Ada..dia lagi di kamar mandi ma.." jawab mita,belum lama Geril muncul menghampiri istri dan mertuanya.
"Ma...,ada apa ma?" tanya Geril kepada mama mertuanya.
"ini.. mau ngasi tau kalian kalau sebentar lagi acaranya akan di mulai,
kalian harus segera ketempat resepsinya,karena Tamu undangan juga sudah berdatangan." jelas mamanya mita.
"iya ma..ini lagi nunggu mitanya,kalau Geril sudah lama selesai." ucap Geril.
Mereka bertiga masih mengobrol diruangan itu sambil menunggu mita siap,sedangkan orangtua Geril sudah berada di tempat resepsi anaknya untuk menyambut tamu undangan mereka dari berbagai negara datang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan anaknya.
****
Di tempat lain andreu sedang mengurus istrinya yang tiba tiba mual setelah makan makanan yang di pesan suaminya yang membuat seluruh keluarga Gilbert panik melihat menantu mereka.
"kalau masih mual Nggak usah saja sayang kesana,nantinya kamu kenapa kenapa disana.." ucap mommy memberitahu menantunya.
"Iya Honey...kita ngak usah pergi ya.., lagi pula kamu masih lemah honey ya.." ucap andreu memcoba membujuk istrinya untuk tidak menghadiri acara resepsi Geril dan mita.
__ADS_1
"Nggak mau hubby,aku mau kita tetap kesana..ya,mualnya udah hilang kok.." jawab amira tetap ingin kesana,Andreu dan keluarganya yang mendengar itu mau tidak mau harus mengikuti keinginan istrinya kalau tidak istrinya pasti akan mendiaminya.
"Baiklah.tapi tidak lama ya honey oke.." ucap andreu setuju menuruti kemauan istrinya,
"Iya hubby..." jawab amira,setelah mereka bersiap siap mereka pun lansung menuju tempat resepsi Geril dan mita.
Di tempat resepsi Geril dan mita,
mereka berdua sudah berada disana begitu juga tamu undangan sudah banyak datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan anak dari Tuan Eden itu.
Sampailah Andreu dan keluarganya di sana membuat semua mata yang ada di sana lansung mengarah kepada mereka terutama Andreu dan istrinya,karena kebanyakan dari mereka belum mengetahui jika andreu sudah menikah,
banyak dari mereka memuji kecantikan amira yang sangat cocok berdampingan dengan andreu. Mereka juga membicarakan amira karena melihat perut amira sudah nampak membuncit, dari situ mereka bisa menilai jika andreu sudah lama menikah.
"Tuan andreu.." sapaan banyak dari rekan bisnisnya yang juga hadir disana.
"Hmm.." andreu hanya menganggukan kepalanya menanggapi mereka,
Dengan tangannya semakin erat merangkul istrinya.
"Tuan Andreu,Saya tidak menyangka ternyata anda sudah menikah,saya mengira anda masih lajang." ucap rekan bisnisnya bernama roby.
"saya sudah menikah berapa bulan yang lalu,sengaja tidak menpublikasinya." jawab andreu dengan wajahnya sedikit ramah.
"Nyonya .." ucap istri roby yang ingin menyalami tangan amira namun tidak di ijinkan andreu,melihat itu amira melihat kearah suaminya,andreu lansung memberikan kode bahwa dia tidak menyukai amira disentuh siapa pun disana,melihat itu amira hanya pasrah mengikuti kemauan suaminya.
"Tidak masalah Tuan,maaf atas kelancangan istri saya.." ucap roby yang meminta maaf kepada andreu.
"Hmm..kalau begitu kami permisi" ucap andreu lansung membawa istrinya menuju mita dan Geril. Sampai disana andreu dan amira lansung menyapa orangtua Geril mengucapkan selamat lalu berjalan kearah mita.
"Mbak...selamat ya atas pernikahannya,
semoga pernikahan kalian bahagia sampai selamanya.." ucap amira yang kini sudah berpelukan dengan mita.
"Selamat atas pernikahan kalian mita,semoga selalu bahagia." ucap andreu juga kepada Mita dan Geril.
"Terimakasih Tuan muda dan Nyonya muda,terimakasih atas doanya." jawab mita ,kemudian amira dan andreu beralih mendekati Geril,amira ingin berbicara kepada Geril namun lansung di dahului suaminya mengajak Geril bicara.
"Selamat Tuan Gerilio jhosua Eden,
semoga pernikahan kalian bahagia,dan buktikan anda bisa menyusul saya jika anda kuat." ucap andreu sambil mengejek Geril.
"Hubby..." amira mengelengkan kepalanya melihat suaminya tidak terlalu ramah dengan Geril,amira juga sedikit kesal dengan suaminya yang masih menyimpan rasa ketidak sukaannya kepada Geril karena permasalahan dulu.
"maafin suami saya ya Geril,selamat untuk pernikahan kalian,semoga bahagia selalu"ucap amira.
"Terimakasih amira.Tuan muda andreu Gilbert Edizon terimakasih juga atas doanya,untuk tantangan anda saya akan membuktikan jika saya lebih kuat dari pada anda." jawab Geril yang menerima tantangan dari andreu,andreu tersenyum tipis kepada Geril.
"Bailah saya Tunggu.untuk hadiah kalian istriku sudah memberikan kepada istrimu jangan menolak karena itu adalah sesuatu yang sejak kecil mita inginkan." ucap andreu meskipun dia terlihat dingin dan seperti tidak peduli dengan orang lain tetapi dia sangat peduli dengan orang sekitarnya apa lagi mereka bekerja dengannya dengan baik. Setelah mengatakan itu Andreu dan amira lansung menuju tempat duduk disana.kini orang tua Andreu dan lain juga menghampiri Geril dan mita untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua atas pernikahan mereka,setelah itu Giliran Maora dan Nathan menyusul dari arah belakang.
__ADS_1
"Selamat ya Mita sekarang sudah jadi Nona muda keluarga Eden. Ge selamat semoga pernikahan kalian bahagia selalu." ucap nathan sahabatnya.
"Amin..terimakasih Nath kau sudah mau datang." ucap Geril yang sangat senang mereka semua memberikan doa untuk kebahagian pernikahan mereka berdua.
"Mammy..." triak anak kecil dari arah belakang membuat orangtua Geril dan mamanya mita serta nathan dan juga maora masih disana terkejut mendengar anak kecil itu memangil mita dengan sebutan mammy, nathan yanh penasaran lansung mengalihkan sedikit pandangannya keanak kecil itu dan orang yang ada di samping anak itu, dia lansung menegang dengan cepat nathan mengajak maora berpamitan dengan Geril untuk segera turun dari sana.
"Hay Kesysa..." ucap mita yang kini sudah menunduk melihat kearah balita yang imut itu.
"Maaf Tuan Eden dan Tuan Geril anak saya sudah membuat kalian terkejut." ucap Damar yang baru datang bersama anaknya dan juga adiknya Dion.
"Tidak apa apa Tuan Damar ,saya maklumin,saya tidak keberatan dengan itu." kemudian Geril menunduk.
"Hay Gadis kecil,perkenalan om adalah suaminya mammy mita.." ucap Geril ramah membuat keysa menatap lekat wajah Geril.
"Apa keysa boleh memangil om dengan sebutan papy" tanya keysa dengan polosnya,membuat Geril tersenyum kearahnya.
"Boleh dong..,"
Hap. Geril lansung mengendong anak Damar.
"maafkan anak saya Tuan.." ucap Damar lagi meminta maaf.
"Tidak perlu meminta maaf Tuan Damar,saya sangat mengerti dengan yang Tuan alami begitu anak anda,di usianya yang masih kecil dia harus kehilangan sosok ibunya, saya tidak keberatan dengan ini."
"Ya Tuan.selamat atas pernikahan kalian semoga selalu bahagia selamanya,dan cepat di berkati Tuhan Seorang Anak." Ucap Damar.
"Terimakasih Tuan Damar." jawab Geril.
"Keysa ayo kita turun,katanya keysa mau makan kue. "ucap damar ingin membawa anaknya segera turun,dengan patuh keysa lansung turun Dari gendongan Geril menghampiri Damar lalu mereka berpamitan untuk menuju kebawah.
Di sisi lain andreu mengalihkan pandangannya kearah nathan,kemudian dia berjalan menghampiri nathan setelah memberitahui istrinya untuk tetap bersama mommynya.
"Kau tidak bisa menghindari masalah mu nath.." ucap andreu yang tiba tiba.
"Tuan muda.." nathan terkejut mengetahui jika Tuan mudanya tau apa yang dia rasakan saat ini.
"saya akan mendukung apa pun keputusanmu,sejahat apa pun dia tetap ayah mu." sambung andreu lagi,kemudian andreu kembali berjalan menemui istrinya lagi takut tamu undangan disana menemui istrinya,andreu tidak mau istrinya di sentuh siapapun.
"Nath..apa maksud dari perkataan kakak ku ..?" Tanya maora yang saat itu mendengar semuanya.
"Maora bisa kita kembali,kepalaku tiba tiba pusing" ucap nathan.
"Baiklah,tunggu sebentar aku memberitahui daddy dan mommy" maora lansung berjalan kearah orangtuanya memberitahu mereka berdua duluan pulang.setelah itu maora lansung membawa nathan keluar dari ruangan itu. Saat mereka sudah sampai di luar ingin menuju parkiran tiba tiba ada seseorang yang memanggil nathan.
"Tuan muda Damian.."
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ
__ADS_1