Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
97


__ADS_3

Negara B.


Nathan sudah sampai di sana bahkan sekarang dia sudah di bawa kerumah sakit milik Keluarga Edizon untuk mendapat perawatan lebih intensif lagi.


Geril yang baru saja mendapat kabar jika sahabatnya sedang sakit dan saat ini terbaring koma karena kejadian di pulau saat menyelamatkan amira,


dengan segera Geril lansung menghubungi orangtuanya mengajak mereka untuk menjenguk Nathan.


Berapa belas menit kemudian Sampailah sekarang Geril dan orangtuanya di rumah sakit,mereka lansung masuk menuju keruangan VVIP dimana Nathan sedang di rawat.


Krek...


Pintu terbuka,mereka pun lansung masuk dan melihat di dalam sana sudah ada mita yang duluan datang menjenguk Nathan.


"Om..,Tante..,"


Sapa mita yang menyalami tangan kedua orangtua Geril.


"kamu sudah lama di sini?" Tanya Mama Geril kepada mita.


"Belum lama Tante,Sekitar sepuluh menitan yang lalu saya sampainya." jawab mita.


"kenapa saya telepon tidak kamu angkat?" cercah Geril yang lansung menanyakan Mita karena tidak mengangkat telepon darinya tadi, semantara mita hanya menanggapi pertanyaan Geril dengan senyuman cengengesannya.


"Ponselku ketinggalan di kantor karena buru-buru mau kesini tadi.maaf" ucap mita menjelaskan kepada Geril,orangtua Geril melihat kelakuan anaknya seperti kesal kepada mita dengan tidak jelas hanya menggelengkan kepala mereka.


"Jangan begitu son,mita kan nggak sengaja..,dia kan mungkin saking paniknya makanya dia lupa" ucap mamanya yang ikut andil bicara.


"Tapi Ma..,Dia.." ucap Geril terpotong oleh daddy.


"Hey kita itu kesini ingin melihat kondisi nathan bukan ingin melihat perdebatan kamu Ge." ucap Papanya Geril yang membuat mereka lansung terdiam.

__ADS_1


"Iya pa.." jawab Geril yang lansung mengalah tidak ingin berdebat lagi dengan mita maupun mamanya.


Geril lalu mendekat kearah Nathan yang terbaring belum sadarkan diri sampai sekarang.


"Nath..Aku datang menjenguk kamu, cepatlah sadar,Maaf aku tidak tau jika kau mengalami keadaan yang sangat sulit di luar sana." ucap Geril sangat prihatin melihat kondisi Nathan yang di penuhi alat medis di tubuhnya,tidak lupa memberikan semangat supaya Nathan cepat sadar dari komanya.


Setelah selesai mengobrol banyak dengan Nathan,sambil menunggu giliran kedua orangtuanya,Geril kemudian berjalan kearah mita dan bergabung duduk di sana.


menurut dokter pasien harus sering di bawa berintraksi untuk meransang alam bawah sadarnya supaya kemungkinan bisa mempercepat agar dia segera sadar dari komanya.


"Kamu itu kebiasaan suka sekali lupa membawa ponsel nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana?" ucap Geril yang masih kesal menyambung kembali permasalahan yang di bicarakan mereka tadi.


"Maaf..,tadi aku benar buru-buru kesini setelah mendapat kabar pak Nathan masuk rumah sakit, rasanya aku tadi sudah menyimpan ponselku kok,eh taunya saat aku periksa nggak ada." ucap mita yang benar dia tidak sengaja tidak membawa ponselnya.


"Hmm,lain kali jangan di ulangi lagi." ucap Geril masih dengan nada kesal.


"Iya..Kamu kenapa sih,beberapa hari ini sedikit aneh..?" Tanya mita karena Geril sering marah-marah Nggak jelas kepadanya.


"Saya..Aneh!!,perasaan kamu kali,saya biasa-biasa saja" jawab Geril berbohong, sebenarnya apa yang mita katakan memang benar dia beberapa hari ini tidak tau kenapa selalu ingin marah-marah kepada mita,semenjak melihat kejadian di restoran pada waktu lalu,Geril selalu tidak karuan jika melihat mita,ingin bertanya tetapi dia merasa nggak punya hak untuk bertanya masalah itu.


Dasar pembohong,kau itu memang aneh kok suka marah-marah ngak jelas sekarang,bilang nggak tapi apa ini,suka nanyain posisi setiap saat,maksudnya apa coba..?,hmm huhs.. Kamu nggak boleh baper mita mungkin dia hanya menghuatirkan kamu sebatas teman tidak lebih dari itu jadi nggak boleh terpengaruh.


Guman mita dalam hatinya dengan sedikit mencuri pandangan kearah Geril yang saat itu tengah sibuk memainkan ponselnya. Setelah selesai membawa Nathan bicara orangtua Geril lansung ikut bergabung duduk dengan Geril dan mita. Melihat Geril dan mita sedikit lain tidak seperti biasanya selalu mengobrol dan bercanda,mamanya lansung mengkerut keningnya sambil memberi kode kepada suaminya,papa Johan hanya menanggapi dengan Menggelengkan kepalanya melihat anak nya selalu begitu sikapnya.


"Kalian berdua kenapa marahan?" tanya mama Geril.


"Nggak kok ma.."


"Nggak kok Tante.."


Jawab mereka bersamaan,mama Geril lansung tersenyum gelik melihat mereka berdua sama-sama berbohong.

__ADS_1


"Yang satu nggak peka,yang satu posesif nggak jelas,Ya.. kan Pa..?" ucap mama Geril sengaja menyinggung mereka berdua,mita yang mendengar mama Geril bicara lansung bingung dengan maksud dari ucapannya namun tidak mau bertanya karena mungkin kata-kata itu untuk Geril.


"Mita yang menemani Nathan di sini siapa?" tanya Tuan Johan mengalihkan pembicaraan istrinya.


"Tidak ada om,hanya di sini Pak Nathan di jaga ketat oleh Tim Dokter yang sudah di perintahkan Tuan Jhon untuk memantau lansung kondisi pak Nathan,


karena Seluruh keluarga Tuan Jhon tidak bisa menjenguk pak nathan kesini karena mereka juga sedang mengurus Nyonya muda dan Tuan muda juga sakit akibat kejadian itu,bahkan nyonya muda sampai sekarang kabarnya belum sadarkan diri." jelas mita kepada orangtua Geril.


"Ya ampun,,kasian sekali Tuan Jhon, semoga saja Anak dan menantunya cepat di berikan kesembuhan." ucap papa Geril ikut bersedih mendengar musibah yang menimpa keluarga dari Tuan Jhon.


"Amin." ucap Mita,Geril dan mama bersamaan.


"Geril karena nathan kondisinya seperti ini,jadi kita harus bergiliran menemaninya kesini.kasian dia tidak memiliki keluarga,lagi pula keluarga Tuan Jhon juga sedang mengurus anak dan menantunya, papa sangat mengerti keadaan mereka" ucap Papa Geril memberitahukan mereka.


"Iya pa,Geril juga mau memberitahukan papa tadi juga begitu,dia sahabat Geril jadi seharusnya aku ikut mengurusnya." ucap Geril yang menyetujui usulan papanya.


"Baiklah, Kalau begitu Hari ini sampai malam ini Papa dan mama akan menginap di sini menjaga Nathan dan besok malam Giliran kamu menemani Nathan" Ucap Papa Geril lagi.


"Iya pa."


"Om mita juga mau ikut menemani pak Nathan" ucap mita memberitahukan keinginannya ingin ikut menemani Nathan.


"Baiklah,kalau begitu besok malam kamu bersama Geril disini" ucap papa Geril yang lansung di angguki mita.


Mereka masih mengobrol bersama di dalam ruangan nathan sampai dokter masuk keruangan itu untuk melihat keadaan Nathan dan setelah itu menjelaskan kepada mereka jika kondisi nathan sedang stabil hanya saja untuk dia bisa sadar dokter tidak bisa memprediksinya.


Karena masih di jam kerja mita kemudian berpamitan dengan kedua orangtua Geril untuk kembali keperusahaan,bersamaan dengan itu Geril juga berpamitan dirinya akan kembali keperusahaannya,setelah itu mereka lansung keluar dari rumah sakit itu.sampai di luar Geril kembali di buat panas oleh seseorang yang sebelumnya.


"Nona Armita.." sapa seseorang.Yang membuat mita lansung menoleh kearah pria itu.


__ADS_1


Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ yang membuat Author semangat


update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2