Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
133


__ADS_3

Di tempat lain, Maora dan nathan sedang dalam perjalanan menuju tempat resepsi pernikahan Dio, mereka baru tiba di Negara C malam itu ,saat mereka sampai di tempat resepsi pernikahan Dio,mereka melihat banyak anggota kepolisian sedang berjaga jaga disana.


"Apa yang terjadi..,kenapa pengamanan disini berlapis?" tanya Maora melihat sekeliling mereka.


"Sepertinya Tuan muda sudah membongkar semua kebusukan ibu tiri Dio,Ayo kita masuk saja" ucap nathan lalu membawa maora masuk kedalam menuju pelamin Dio dan elisa.banyak pasang mata melihat kearah maora dan nathan. Mereka berdua lansung bersalam dengan mama elisa lalu menuju kearah Dio dan elisa.


"Selamat kak Dio,Dokter eli atas pernikahan kalian, semoga selalu bahagia" ucap maora tersenyum.


"Terimakasih nona." ucap mereka bersamaan.


"Selamat Dio,semoga bahagia.maafkan kami terlambat datang, badai membuat kami menunda keberangkatan kami" ucap Nathan memeluk tubuh Dio yang juga di balas Dio.


"Terimakasih Nath,tidak masalah yang penting kalian selamat, kau juga tidak akan lama lagi menyusul ku." ucap Dio lalu melepaskan pelukan mereka.


"Tentu. Apa semuanya berjalan lancar tadi?aku melihat banyak petugas kepolisian di luar?" ucap nathan menanyakan masalah Dio dan Keluarga tirinya.


"Semuanya berjalan lancar berkat Tuan muda." jawab Dio dengan tersenyum.


"Baguslah kalau begitu.nanti aku akan bantu kau bagaimana cara mengelola perusahann mu, oh ya aku hampir lupa,


ini ada hadiah di kirim Geril kalian. Dia tidak bisa hadir karena masih honeymoon." ucap nathan lalu menyerahkan bingkisan dan juga sebuah amplop untuk Dio yang di terima Dio saat itu juga.


"Tentu aku akan meminta bantuan mu nanti,katakan pada Tuan Geril terimakasih hadiahnya." ucap Dio.


"Akan aku sampaikan nanti, baiklah aku kebawah dulu." ucap Nathan lalu membawa maora menuju meja yang sudah di siapkan disana.


"Apa yang kamu bicarakan dengan elisa?" tanya Nathan menatap kekasihnya.


"Tidak ada,hanya masalah urusan wanita, kenapa?" tanya maora tidak mengatakan apa yang di bicarakannya dengan elisa.


nathan perlahan mendekatkan wajahnya kearah telinga maora.


"Baiklah,bersiaplah kau akan merasakannya juga nanti,saat hari itu tiba jangan membuatku berhenti." ucap Nathan lalu mengedipkan sebelah matanya kaerah maora.


Aukh.."Sakit sayang..,kau selalu saja mencubit perutku,apa kau tidak sabar merasakannya" maora melototkan matanya mendengar ucapan nathan.


"Tidak,pasti tidak enak." ucap maora lalu berpura pura memakan kuenya. Melihat itu nathan tersenyum tipis melihat kekasihnya berbohong.

__ADS_1


Mereka menikmati acara itu sampai selesai,nathan lansung mengantar kekasihnya kembali kerumahnya setelah itu dia akan kembali ke apartemennya.


Sedangkan Andreu dia sudah kembali sejak tadi setelah selesai menyelesaikan urusannya mengurus keluarga tiri dio tadi.


Sampainya di rumah utama Gilbert maora dan nathan lansung di suguhkan pemandangan romantis Andreu dan istrinya sedang suap suapan makanan dengan mulut mereka.


Ais..."Mataku sakit kak,melihat kalian bermesraan tidak tau tempat" celetuk maora mengejutkan andreu dan amira.


"Maora.. Aku kangen sama kamu..,sini ayo ikut kami makan" ucap amira lansung memeluk tubuh maora.


"Aku juga kangen sama kamu,duh ponakan tante semakin besar ya.." ucap maora lalu mengelus pelan perut amira. Melihat itu andreu menatap tajam kearah Adiknya,yang saat itu di sadari maora.


"Dasar pelit." ucap maora lalu duduk mendekati nathan.


"Tuan muda " sapa nathan yang di angguki andreu.


"Bagaimana keadaan Tuan Danu?" ucap Andreu menanyakan Tuan Danu kepada Nathan.


"Beliau sudah lumayan membaik Tuan Muda." jawab nathan.


"Menginaplah disini,besok pagi kita akan membahas pernikahan kalian" ucap andreu membuat nathan menaikan wajahnya,Begitu juga maora.


"Jika tidak setuju,tidak mungkin aku mau membahas pernikahan kalian." ucap andreu lalu kembali mengusap tepi bibir istrinya.mendengar itu maora tersenyum melihat kearah nathan lalu mengambil tangan nathan kemudian memegangnya.


"Makasih kak,kalau begitu kami mau beristirahat dulu kak." ucap maora pamit.


"Jangan tidur bersama belum sah ra.." Ledek amira tersenyum, membuat nathan tersenyum malu.


"Iya kakak ipar ku sayang." jawab maora lalu menuju kamarnya begitu juga nathan,dia lansung menuju kamar tamu disana.


****


Di tempat lain.


Dio dan elisa sudah berada di kamar pengantin mereka, sejak tadi Dio terus memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Sayang..," panggil Dio.

__ADS_1


"D.. Aku bersihkan tubuh ya ini lengket sekali." ucap elisa.


"Baiklah,yang wangi ya " ucap Dio lalu melepaskan pelukannya mengijinkan istrinya membersihkan tubuhnya. Elisa lansung menuju kamar mandi setelah meminta bantuan Dio membuka reksleting gaunnya. Sedangkan Dio duduk di sofa kamar mereka lalu mengambil hadiah yang Geril berikan untuknya yang ternyata Geril menghadiahkan rumah mewah di Negara B untuknya dan sebuah tiket honeymoon keluar Negara untuknya. Dio kembali menyimpannya,lalu dia kembali membuka Hadiah yang andreu berikan untuknya yang ternyata dia juga mendapakan Villa mewah yang ada di Negara itu. Setelah menunggu lima belas menit kemudian barulah istrinya keluar dari kamar mandi.


"D..."panggil elisa yang membuat Dio melihat kearahnya dan terdiam kaku melihat keindahan tubuh istrinya menerawan dari selah lengerie yang istrinya gunakan. Dio menghampiri istrinya lansung memeluk tubuh istrinya.


"Sayang apa kau sengaja menggodaku?" ucap Dio melihat lekat wajah istrinya.


"aku kan sudah mengatakan aku akan memberikan semuanya malam ini untuk mu" ucap elisa membelai rahang suaminya yang menimbul sensasi menegang dan meningkat gairah Dio. Dio lansung mengangkat tubuh istrinya membawanya menuju ranjang mereka, sampai disana Dio perlahan meletakan istrinya.elisa bangun menarik Dio mendekati dirinya dengan perlahan dia membuka kancing baju suaminya dan juga pakaian bawah suaminya yang menyisakan celana boxer suaminya belum di buka elisa. Elisa lansung menegang karena melihat senjata suaminya sudah menyembul tegak berdiri.


Elisa membelai tubuh Dio perlahan membuat Dio makin bertambah bergairah,dengan cepat Dio lansung menindih tubuh istrinya lalu mencium bibir istrinya dan mengesapnya hingga kedalam,ciuman itu mulai berjalan kearah jenjang leher elisa dengan tangan Dio menelusuri mencari gundukan lembut milik istrinya,Dio masih menautkan bibirnya dengan sedikit kasar,dio melepaskan lengerie milik istrinya,setelah terlepas semua dio sejenak memandang setiap jengkal tubuh istrinya.


"D..jangan begitu aku malu." ucap elisa menutup bongkahan kenyal miliknya dengan menggunakan tangannya. Dio tersenyum kearah istrinya lalu perlahan menyingkir tangan istriny,Dio kembali mencium bibir istrinya dengan tangannya saat ini sudah meremas pelan bongkahan kenyal milik istrinya secara bergiliran.


Ah..******* keluar dari mulut elisa karena saat ini Dio meremas bongkahan kenyalnya dan bibirnya mulai mengesap habis leher putih mulus miliknya membuat sebuah tanda cinta disana lalu tangan Dio turun memegang bongkahan kenyal itu dengan kedua tangan dan lansung mengesapnya sampai berulang kali.


"Ahhhh...D..." recau Elisa merasa terbuai karena permainan suaminya. Dio masih mengesap pucup itu yang berulang kali membuat istrinya mendesah. Tangan Dio mulai turun keareal sensitif istrinya lalu memainkannya perlahan disana sampai tempat itu melimpah basah.


"Sayang...ini sangat nikmat sekali." recau Dio lalu kembali mengecup ujung bongkahan kenyal itu lagi perlahan mulai turun kebawah dan lansung membenamkan wajahnya disana dan mulai mengesapnya.


"D....." triak elisa sambil membenamkan kukunya di lengan dio karena Dio mengecup areal sensitifnya membuat elisa menegang dan bergetar, beraa menit kemudian elisa mencapai pelepasannya.


"Kamu siap sayang..?" ucap Dio lalu membukakan bungkusan senjatanya dan memegangnya yang membuat elisa melototkan matanya.


"D..besar sekali memangnya muat.?" ucap elisa tidak percaya milik suaminya begitu besar bisa masuk kemiliknya atau tidak.


"Cukuplah sayang,ini akan sakit awalnya. Aku akan pelan pelan ya." ucap Dio sudah mengarah senjatanya di depan ereal sensitif elisa lalu mengeseknya.


Ahh..."sayang..." recau dio masih mengesekan senjatanya.


"Aku mulai ya.." ucap dio tidak sabar lagi yang di angguki elisa.dengan satu hentakan Keras senjata dio lansung masuk kedalam.


"Dio...." triak.. Elisa lalu menangis karena kesakitan.


Hiks...hiks...hiks..


"Sakit D..." ucap elisa,mendengar itu dio kembali memcium bibir istrinya memberikan ketenangan,setelah istrinya mulai tenang,di bawah sana dio mulai menusukan kembali senjata sampai dalam lalu dia kembali mendiam senjatanya.dio beralih kebawah mengecup kembali bongkahan kenyal istrinya,setelah istrinya terbuai dengan permainannya,Dio mulai memaju mundur Goyangan yang awalnya pelan lalu kemudian menambahkan ritme permainan mereka. Malam itu sepasang pengantin itu berapa kali mengulangnya hingga pagi menjelang barulah Dio menghentikannya.

__ADS_1



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2