
Andreu dan istrinya sudah berada di dalam restoran itu,saat ini mereka juga sedang memesan makanan yang akan mereka makan.
"Honey pesan nya jangan banya banyak nanti tidak ada yang memakannya." ucap andreu lansung mengingatkan istrinya yang saat itu tengah memilih menu yang ingin dia pesan.
"Iya hubby," jawab amira masih berpokus dengan memilih menu makanan.
"Mbak pesan yang ini 2 dan ini 2 ya. " ucap amira memberitahu pelayan makanan yang mau amira pesan,setelah itu pelayan pamit pergi untuk segera menyiapkan menu makanan yang amira pesan.melihat itu andreu mengkerut keningnya berpikir benarkah istrinya hanya memesan makanan itu saja.
"ada apa hubby..?" tanya amira melihat suaminya melihat dirinya.
"Aku tidak percaya istri kecil ku ini mau mengikuti kemauan ku,memesan makan tidak seperti biasanya" ucap andreu yang masih menatap istrinya.
"kenapa hubby tidak percaya,dengan apa yang aku pesan?,memang hanya ini yang mau aku makan hubby" jawab amira kepada suaminya.
"Hmm baiklah,tapi kenapa kamu menyuruh Dio dan elisa kemari honey..?" ucap andreu lalu bertanya lagi dengan istrinya.
"Hanya menyuruh mereka kesini saja untuk makan bersama kita,kan besok kita akan pulang by..," ucap amira mengatakan yang sebenarnya.
"Baiklah honey.." ucap andreu namun dia tidak percaya kepada istrinya ,dia meyakini pasti ada sesuatu yang istrinya rencanakan,telang berapa menit kemudian Dio dan Elisa datang kesana lalu lansung di suruh amira duduk dan memesan makanan untuk mereka sendiri,mereka berdua mau tidak mau menuruti kemauan nyonya mereka.
"Dio kapan kau akan menikahi mbak elisa?" tanya amira yang tiba tiba membuat Dio dan elisa saling pandang,
Begitu juga dengan andreu dia melihat kearah istrinya berpikir apa yang ingin istrinya rencanakan.
"Kami berdua sepakat ingin menundanya tahun depan nyonya." jawab Dio memberitahu amira,membuat amira melihat kearah suaminya perlahan memeluk suaminya.
Hiks..hiks..hiks..tiba tiba amira menangis.
"Honey...kenapa menangis hm..,ada apa katakan padaku.." ucap andreu kemudian menghapus air mata istrinya.
__ADS_1
"hubby mau kah kamu mengabulkan permintaanku," ucap amira di selah tangisannya.
"Apa yang ingin kamu minta,jangan menangis aku akan mengabulkan nya jika itu masuk akal." ucap andreu.
"suruhlah Dio menikahi elisa setelah kita sampai ke Negara C besok, jika tidak mau aku tidak mau makan.." ucap amira meminta kepada suaminya dengan sedikit mengancam,mendengar itu andreu menatap tajam ke arah mereka berdua.
"Dio Saya tidak mau mendengar penolakan kalian,turuti permintaan istriku,mengenai masalah mu nanti saya sendiri yang mengurusnya,kau mengerti maksudku." ucap andreu meminta kepada Dio untuk mengabulkan permintaan istrinya. Dio yang mendengar itu melihat arah elisa.
"Elisa maukah kamu menikah denganku,
aku tidak memaksa mu kalau kamu belum siap" ucap Dio bertanya serius dengan Elisa. Sedangkan elisa belum menjawab dia masih melihat kearah amira menangis yang saat itu masih dalam pelukan andreu lalu dia melihat lagi kearah Dio dan menatap Dio dengan lekat.
"Aku bersedia." jawab elisa yang membuat amira menghentikan tangisannya,kemudian mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya.
"Pakaikan ini untuk mbak elisa,anggap ini cincin lamaran mu kepada mbak elisa." ucap amira yang memberikan kotak cincin berlian kearah Dio,Dio masih melihat kearah andreu yang lansung andreu beri kode untuk mengambil pemberian istrinya,melihat itu perlahan Dio menerima kotak tersebut,di saat Dio membukanya Dia sangat terkejut karena melihat cincin berlian yang sangat indah yang pasti harganya sangatlah mahal.
"Nyonya ini sangatlah mahal.."ucap Dio yang merasa tidak enak dengan hadiah yang amira berikan.
"Terimakasih Nyonya atas kemurahan hati mu." ucap elisa sangat bahagia, amira menganggukan kepalanya menanggapi ucapan elisa.
"Hubby...," ucap amira bahagia melihat Dio dan Elisa sudah resmi bertunagan.
"Kamu memang istriku yang cerdik honey" bisik andreu mengakui kecerdikan istrinya dalam membuat drama yang berujung membuat Dio dan elisa mau mengikuti keinginannya.
"Selamat untuk kalian berdua, nanti semua acaranya kalian jangan khuatir mommy sudah mengatur semuanya." ucap amira yang membuat mereka bertiga sedikit terkejut.
"Terimakasih Nyonya tapi anda tidak perlu mengurus semuanya."Ucap dio lagi.
"Tidak masalah,lagi pula bukan saya yang menyiapkannya tapi mommy,saya hanya mengurus ini saja.." ucap amira yang kemudian mengambil makanan yang dia pesan lalu memakannya.
__ADS_1
"Ikuti saja keinginan istriku," ucap andreu yang juga ikut memberitahu Dio dan elisa,mereka menganggukan kepala mereka setuju tidak berani membantah lagi lalu ikut memakan makanan yang mereka pesan. Setelah selesai makan mereka pun lansung pulang menuju apatemen mereka masing masing.
"Honey..apa ini rencanamu dan mommy?" tanya andreu saat ini mereka berdua sudah di ruang tamu apartemen,dan andreu sedang memangku istrinya.
"Iya..mommy menyuruhku membuat mereka cepat menikah,aku sudah tau permasalahan keluarga Dio hubby dari mommy.
"Hmm Baiklah,sekarang ayo kita mandi ya ini sudah malam" ucap andreu kemudian mengendong istrinya menuju kamar mereka,sampai disana andreu menurunkan istrinya perlahan, setelah turun amira mulai membukakan semua pakaian suaminya begitu andreu. Setelah polos barulah mereka menuju kamar mandi dan sampai disana andreu menyuruh istrinya duluan masuk kedalam bak karena dia akan buang air kecil,setelah selesai andreu pun ikut masuk kedalam air rendaman.
"Hubby..." ucap amira mengelus dada suaminya.
"Hmm..,ada apa?" tanya andreu yang masih pura tidak mengetahui keinginan istrinya.
"Aku mau hubby" ucap amira kemudian mengecup dalam bibir suaminya yang lansung di balas andreu, kemudian perlahan tangan andreu mulai memainkan buah melon istrinya membuat amira mendesah,karena merasa permainan suaminya menbuat dia bergetar,perlahan amira mengangkat bokongnya lalu memegang ular cobra suaminya dan memasukan ular cobra suaminya kedalam sarangnya.
Bermainlah mereka berdua yang membuat air itu bergejolak kencang sampai tumpah keluar.
***
Di Apartemen lain Dio dan elisa duduk bersama di ruang tamu milik Elisa.
"Elisa.." ucap Dio menarik tangan elisa pelan lalu memegangnya.
" kamu benaran nggak nyesal dengan rencana pernikahan kita secepat ini??" tanya Dio serius.
"Tidak sama sekali menyesal,aku percaya kamu tidak akan membuatku kecewa." jawab Elisa tersenyum,begitu juga Dio juga tersenyum.
"Maafkan aku belum bisa membahagiakan kamu apa lagi memberikan sesuatu yang kamu inginkan." ucap Dio memberitahu elisa.
"Tidak masalah,kita akan berjuang bersama sama ya.." Dio menganggukan kepalanya menyetujui ucapan elisa.
__ADS_1
"Dio apa aku boleh tau sesuatu tentang keluargamu,aku jadi penasaran dengan ucapan Tuan Muda tadi.." ucap elisa yang membuat Dio terdiam.