
Sampai diruangan amira lansung menuju meja kerja duduk bangkunya dengan pura pura tidak melihat andreu,andreu yang menyadari sepertinya amira sedang kesal dan menyembunyikan sesuatu dia lansung menghampiri amira.
"Ada apa Hm,kenapa wajahmu sepertinya sedang kesal,katakan padaku siapa yang membuat wanitaku begini" ucap andreu yang tiba dihadapan amira lalu menaikan sedikit dagu amira supaya bisa bertatapan dengannya, amira lansung menepis tangan andreu perlahan.
"Tidak ada Tuan muda." Ucap singkat amira.
"hey sudah ku katakan jangan pangil aku dengan sebutan itu,kau harus menemukan nama panggilan yang romantis untukku, jika sampai nanti malam tidak ada maka bersiaplah dengan hukumanmu" ucap andreu sedikit berbisik.
"Dasar Tuan pemaksa" omel amira semantara andreu yang mendengar hanya tersenyum lalu tampa aba aba mengendong tubuh amira untuk dibawa ketempat duduknya membuat amira melototkan matanya dan gugup dia tidak mau ada drama dramatis lagi nanti.
"Tu..tuan jangan seperti ini."
"kenapa,kau takut mereka menganggu kita,tenang saja mereka tidak akan berani" ucap andreu yang saat ini sudah duduk dikursi kebesarannya dimana amira sudah didudukannya diatas pangkuannya dengan menghadap kearahnya.
"Jangan banyak bergerak kau bisa membangunkannya" ucap andreu dengan pelan karena saat ini amira tidak bisa diam bisa saja membuat yang sedang tidur jadi terbangun,amira lansung memukul dada andreu sedikit keras namun andreu tidak menghiraukannya.
"bagaimana aku bisa diam,ini sangat tidak nyaman.."
__ADS_1
"menurutmu bagaimana posisi yang nyaman,apa begini..emmm bahkan ini sungguh terasa menyentuhnya Dear..,enak kan??"
ucap andreu dengan sedikit menaikan rok milik amira dengan bicara sangat menohok,amira kembali memukul dada bidang andreu karena baginya ini posisi memalukan namun bagi andreu adalah kenyamanan.
"Dasar omes,turunkan aku." ucap amira ingin turun dari pangkuan andreu yang ditanggapi andreu dengan tatapan tajam.
"tidak.tetap disini" kemudian dia mengambil pupper bag disampingnya "pakailah ini nanti malam."ucap andreu menyuruh amira menggunakan gaun yang dipesannya tadi untuk keacara nanti malam,amira mengeryitkan keningnya.
"bahkan aku tau semua ukuran tubuhmu Dear" ucap andreu menohok.
"Beri aku hadiah dulu baru kau bisa turun" ucap andreu yang belum mau melepaskan amira dari pangkuannya malah sekarang sengaja merapatkan pelukannya.amira semakin prustasi menghadapi andreu yang semakin kesini semakin gila dan mesum.
"Hubby..turunkan aku ya.., aku mau bekerja" ucap amira sedikit merayu bahkan sudah memberikan nama panggilan sayang untuk andreu sambil memainkan tangannya dibaju kemeja andreu,membuat andreu sangat senang dan bahagia dia sudah mendapatkan nama panggilan spesial dari amira.
"Baiklah aku melepaskanmu,aku menyukai panggilan itu seterusnya panggil aku begitu Dear."
Cup..
__ADS_1
mencium kening amira,kemudian menurunkan amira,amira berpura tersenyum lansung berlari kearah meja kerjanya,dalam hati terus menggerutu sedangkan andreu tersenyum atas kemenangannya.
"aku seperti wanita malam saja merayunya seperti itu tapi jika tidak entah kapan dia akan melepaskanku,.. oh my god kenapa aku harus engkau pertemuan dengan lelaki seperti dia."
Amira terus menggerutu karena sikap andreu yang selalu memaksa dan aneh padanya,entah bagaimana kedepannya nanti pasti akan lebih parah mungkin posesifnya,introvertnya,bdan lainnya. amira kembali menormalkan kondisinya kemudian cepat mengalihkan dengan pekerjaannya.
*****
"Bos semua sudah saya persiapkan." Ucap asisstennya.
"Bagus.aku tidak sabar melihat wajah polosnya yang ketakutan nanti.
hahahahahaha.....,Andreu Gilbert Edizon lihat saja nanti,kau akan menangis darah hahahahaa" ucap orang misterius itu yang tidak sabar menjebak wanita yang diinginkannya bahkan membuat sebuah rencana licik untuk Andreu yang baru dia ketahui siapa Andreu,
sebenarnya andreu sengaja membocorkan sedikit datanya untuk memancing musuhnya yang belum diketahui siapa orangnya.
π±π±bakalan seru ya gais episode selanjutnya..π²π²π²π§π§π§
__ADS_1