
"Mommy kenapa menangis" Tanya Amira yang sudah tiba di ruangan tamu sebelumnya diam sejenak melihat mertuanya sedang menangis,kedua mertuanya terkejut melihat amira di depan mereka,
mommy lalu menghapuskan air matanya.
"Kamu sudah datang" ucap mommy tarisa tersenyum lalu menghampiri amira dan memeluknya.
"Mommy Nggak apa apa,Hanya saja ada masalah sedikit di butik " Jelas Mommy menyakinkan menantunya supaya dia tidak curiga padanya. mendengar itu Amira tersenyum dengan anggukan kepalanya.
"Masuklah kekamar Andreu,kamu pasti capek sudah menempuh perjalanan cukup jauh" mommy menyuruh menantunya untuk beristirahat.
"Baik Mom,kalau begitu ami kekamar dulu" ucap Amira patuh.
"Bik Antar menantu saya kekamar bik" Perintah mommy tarisa menyuruh bik suti mengantar amira kekamar suaminya.
"Baik Nyonya. Mari Non.." Ajak Bik suti kepada amira dan amira lansung mengikuti langkah Bik suti,sedangkan di ruang tamu setelah kepergian amira Mommy kembali mengeluarkan air mata kesedihannya.
"Kendalikan dirimu nanti menantu kita akan tau sebenarnya kalau kau terus menangis seperti ini,percayalah pada And,dia pasti akan menemukan Putri kita."ucap Tuan Jhon menghapus air mata istrinya memberitahui untuk tidak terlalu menguatirkan Maora, sebenarnya dia juga menguatirkan keadaan putrinya saat ini tapi dia tidak mau menampakanya di hadapan istrinya.
"Ayo kita kekamar" ajak Tuan Jhon mengiring istrinya menuju kamar mereka.di lain ruangan amira yang baru tiba di kamar suaminya lansung terpana dengan suasana kamar itu.
"Makasih bik sudah ngantarin ami kesini" Ucap amira kepada bik suti.
"Sama sama Non,kalau Nona butuh apa apa kasi tau bibik saja Non,kalau begitu bibik keluar dulu" ucap Bik suti berpamitan untuk keluar dari kamar Tuan mudannya,amira lansung mempersilahkan bik suti.
amira kemudian berjalan kearah dinding di depannya untuk lebih dekat melihat sesuatu yang menarik perhatiannya menempel disana,
Ketika sudah dekat betapa kagetnya amira melihatnya ternyata itu adalah lukisan wajahnya.
"inikan wajah ku kenapa hubby menyimpannya,kalau ngak salah saat aku kuliah dulu,Tunggu!! bagaimana dia bisa mendapatkan gambar ini,
berarti Hubby sebelumnya pernah melihat aku tapi kenapa aku ngak tau.
Hmmm jadi kangen sama hubby..." ucap amira penasaran melihat lukisan dirinya ada disana,seingat amira pose tersebut waktu dia masih kuliah dulu.
"Tunggu hubby pulang aku mau tanyakan ini,lebih baik aku bersihkan tubuhku dulu"ucap Amira lagi kemudian berjalan kearah ruang ganti ingin mengambil handuk untuk di bawanya kekamar mandi,ketika membuka lemari pakaian yang bik suti bilang tadi miliknya, betapa kagetnya amira saat membuka lemari tersebut melihat isinya penuh dengan pakaian wanita bahkan ukuran pakaian itu pas di badannya, dengan tersenyum amira memegang satu persatu pakaian yang bergantungan di lemari itu.
"Sultan mah bebas borong pakaian sebanyak ini,lihatlah inikan harganya sangat mahal semua,Astaga amira begitu kayanya suamimu." amira seperti orang bodoh seolah olah baru mengetahui jika suaminya seorang sultan yang tajir melintir.
__ADS_1
Setelah puas berguman banyak pada dirinya sendiri amira menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
Dua puluh menit kemudian amira baru menyelesaikan mandinya lalu menuju ruang ganti mencari pakaian yang akan dia kenakan.
"kok aku ngak ada lihat Maora ya,Apa mungkin udah balik ke Negara B,
sebaiknya nanti aku tanyakan sama mommy.." ucap amira sambil mencari pakaiannya tiba -tiba dia mengingat maora.
Setelah selesai Amira kembali keranjangnya lalu duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
"kenapa hubby belum ngubungin aku,coba aku telepon saja"
Tut...tut...
Tidak ada jawaban dari sana,sampai ketiga kalinya belum juga di angkat oleh suaminya.
"Sepertinya Hubby sibuk,sebaiknya aku aku kirim pesan ajalah" ucap Amira yang tadi mencoba menghubungi suaminya beberapa tapi tidak diangkat lalu berinusiatif mengirim pesan untuk suaminya.
Hubby aku tau kamu sedang sibuk banget tapi jangan sampai telat makan ya, i love you.๐๐๐
Begitulah bunyi pesan yang amira kirim untuk suaminya,setelah itu dia bangun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar,saat sudah sampai di lantai bawah amira bertemu dengan Bik suti.
"Aku udah nggak capek kok bik,Oh ya Bik apa Maora masih disini?" ucap amira menanyakan keberadaan maora.
"Non Maora sudah dua hari yang lalu kembali ke Negara B non." jawab bik suti yang membuat amira mengangguk.
"Mmm..begitu...,aku mau jalan jalan lihat rumah ini apa bibik ngak keberatan ngantarin aku..?" ucap Amira yang ingin mengajak Bik suti untuk menemaninya melihat sekeliling rumah mertuanya.
Bik suti lansung mengiyakan akan menemani amira jalan jalan,mereka pun lansung berkeliling kesetiap sudut rumah sambil Bik suti memberitahu semua kepada amira.
*****
Hari ini Geril di perbolehkan pulang kerumah namun masih tetap dalam pengawasan dokter karena lukanya masih belum sembuh benar.
"Mama senang son kamu sudah bisa pulang,ingat pesan dokter tadi kamu nggak boleh banyak bergerak dulu Nanti jaitan lukanya bisa terbuka lagi" Ucap mama Geril bahagia karena anaknya sudah di perbolehkan pulang.
"Iya ma,aku juga udah nggak betah lama disini,makasih kalian selalu menjaga aku." ucap Geril sambil mengusap tangan mamanya.
__ADS_1
"kamu adalah putra kami sepatutnya kami menjaga kamu son.." jawab papa Johan.
"Oh ya pa,urusan adminitrasinya udah belum?" tanya mama cantika kepada suaminya.
"Sudah ma,sekarang tinggal kita pulang,papa keluar dulu ngasi tau Bram bawakan barang barang kita" Ucap papa Johan kemudian keluar menemui asissten pribadi anaknya.
di dalam ruangan Mama geril sedang membantu anaknya untuk bangun berdiri lalu membantunya duduk di kursi roda.
"Ada apa son?" tanya mama cantika kepada anaknya terus melihat kearah ponselnya seperti sedang menunggu seseorang manelepon ataupun membalas pesannya.mama cantika kemudian mengerti dan lansung tersenyum.
"Nungguin mita?" Tanya mamanya dengan menggoda Geril.
"A..Nggak kok ma.." jawab Geril berbohong sebenarnya iya,dia tadi sempat mengabari mita kalau hari ini dia sudah di perbolehkan pulang,
namun sampai sekarang mita belum juga membalas pesan darinya.
"Mungkin dia lagi sibuk son,nanti kan dia bisa menemui kamu di rumah" Ucap mamanya lagi sambil mengusap belakang anaknya.
"Mama selalu saja bisa membaca pikiran aku."ucap Geril tersenyum malu karena mamanya.
"Jelas dong,mama kan' mamanya kamu,kamu itu beda kalau jujur atau pun tidak son,sudah jangan terlalu di pikirkan mungkin dia lagi benaran sibuk.udah tertarik,dia juga nggak kalah cantik kok dari yang sebelumnya,baik iya dan penyanyang juga,salut tiap malam mau nemanin kamu,bisa dong jadi menantu mama" ucap mama cantika sambil menggoda anaknya,mendengar itu wajah Geril lansung berubah bersemu merah.
"Apaan sih ma,Geril belum kepikiran mau menikah." ucap Geril.
"Hmm fine,tapi jangan menyesal jika nanti dia juga pergi dari kamu dan memilih pria lain"mama cantika mengingatkan anaknya.
mendengar itu Geril lansung terdiam bingung bagaimana harus menjelaskan pada mamanya jika hatinya masih mencintai amira,
bagaimana dia bisa menjalin sebuah hubungan dengan wanita lain.
dia akui jika mita wanita yang sangat baik dan perhatian padanya tapi dia tidak ingin memberikan harapan dengannya,takutnya nanti bisa menyakiti mita.
Hai kakak kakak semua๐๐๐ terimakasih selalu setia membaca novel
"Seketaris mungil milik Tuan muda"
__ADS_1
Jangan lupa tetap dukung Novel ini, jadikan novel ini favorite kalian, dengan kerendahkan hati jangan lupa klik tanda suka dan berikan hadiahnyaโ๐นatau yang lain ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ koment yang membuat Author semangat Abdate