
"Semalam datang Tuan dan Nona, kamar anda sudah kami persiapkan begitu juga keperluan kalian." terang kepala pelayan kepada maora dan nathan.
"Terimakasih Bik, saya jadi Nggak enak sudah membuat kalian bekerja keras menyiapkan semuanya untuk kami" balas moara.
"Iya Nona sama sama,kami akan berada di sini pagi dan sore,jika Nona memerlukan kami anda bisa lansung menghubungi kami" ucap pelayan itu lagi.
"Baik Bik,kalian boleh bubar " ucap maora. mereka lansung pergi dari sana.
"Ayo kita masuk" ajak maora membawa suaminya masuk,nathan melihat sekitaran Villa yang menurut sangatlah bagus.
"Aku baru mengetahui tempat ini?" ucap nathan.
"Ini Villa pribadi milikku,wajar saja jika kamu tidak pernah kesini,yang pernah kesini hanya kakak ipar dan teman peremuanku satu orang lagi." jelas nathan.
"Begitu,berarti aku lelaki pertama kesini?" tanya nathan melihat kearah istrinya yang saat itu di angguki maora.
"Ia" nathan mempererat rangkulan pinggang istrinya.
"Sayang aku sudah tidak sabar" bisik nathan membuat wajah maora semakin memerah,Dia tidak menjawab namun maora menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. Sekarang mereka sampai di kamar utama,perlahan nathan membukakan pintu kamar mereka.
"Wow...ini sangat indah sekali dekornya nath.." ucap maora mengangumi kamar mereka.
"Ia" perlahan nathan berpindah memeluk tubuh maora dari belakang dengan hidungnya menyentuh bahu istrinya.
"Sayang apa kita harus mandi dulu,
nantikan akan bekeringat lagi" suara nathan sudah terdengar berat. Maora berbalik melihat kearah suaminya.
"Aku mandi dulu,ini sangat lengket. Tunggu sebentar saja,setelah itu baru kita lanjutkan.." ucap maora dengan senyuman manisnya yang meluluhkan hati nathan.
"Baiklah,sini aku bantu buka gaun kamu." ucap nathan lalu perlahan menurunkan reksleting gaun istrinya lalu mau membuka gaun maora namun terhenti karena tangan maora menahannya.
__ADS_1
"kenapa?"Tanya nathan.
"Biar aku saja" ucap maora sudah mulai gugup,nathan mendekatkan wajah lalu pelan mencium istrinya dengan tangannya perlahan membuka gaun istrinya dan menurunkannya.setelah itu nathan mengendong tubuh istrinya masuk kedalam kamar mandi.
"Kita mandi bersama" maora melototkan matanya mendengar itu bahkan tubuhnya sudah melayang di bawa suaminya masuk kedalam kamar mandi,sampai di dalam nathan menurunkan istrinya di sisi pinggiran bak peremdaman. Merasa suhu airnya sudah hangat,nathan perlahan mengambil tangan maora.
"Bantu aku membuka baju ku sayang." Dengan gugup maora menganggukan kepalanya,maora mulai membuka satu persatu kancing baju kemeja suaminya setelah itu dia lanjut membukakan celana suaminya dengan terlebih dulu melepaskan ikat pinggang yang menempel di pinggang suaminya.
"Beremdamlah,aku akan membersihkan tubuh ku disana." tunjuk nathan keruangan shower,nathan lansung berjalan kearah yang dia katakan tadi sedangkan maora masuk kedalam bak peremdaman.
setelah di dalam air barulah maora melepaskan segita penutup miliknya lalu dia mulai meremdamkan semua tubuh polosnya. Semantara nathan membersihkan tubuhnya.Berapa menit kemudian dia kembali mendekati istrinya membuat maora melototkan matanya karena tidak sengaja melihat celana boxer suaminya basah,
memperlihatkan sesuatu yang menonjol berbentuk panjang dan besar.
"Sayang ayo bersihkan tubuhmu." ucap nathan ingin mengangkat tubuh maora.
"Tapi..a aku malu" mendengar itu nathan tersenyum.
Saat ini nathan hanya menggunakan handuk putih sepinggang membuat maora semakin gugup karena sesuatu di bawah sana semakin menonjol. Setelah selesai mengeringkan tubuh istrinya dan rambut istrinya,nathan lansung membawa istrinya menuju tempat tidur karena pusakanya sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Sayang apa kita bisa memulainya?" suara serak nathan membuat maora kasian,dia menganggukan kepalanya yang perlahan nathan menindih istrinya lalu menciumnya,ciuman itu berlansung berapa menit yang kemudian nathan mulai menurunkan ciumannya di leher mulus istrinya lalu membuat stempel cintanya disana,sedangkan tangan nathan sudah sejak tadi bermain di bukit kembar milik istrinya. Merasa cukup disana perlahan nathan membuka kimono milik istrinya lalu membuangnya.sejenak nathan memandang tubuh istrinya membuat maora sangat malu.
"Nathan..." panggil maora malu,nathan kembali mencium bibir istrinya dengan tangannya kembali memegang bukit kembar milik istrinya tampa adanya pelindung lagi. Ciuman mereka semakin panas karena saat ini nathan sudah mulai turun untuk merasakan bukit kembar istrinya.
Cup.. mmm..."Nath...." recau maora karena bukit kembarnya di hisap kuat oleh suaminya secara bergiliran.
"Nath...." recau maora lagi bertambah karena tangan nathan satunya sudah bermain di areal sensitifnya. Kegiatan itu masih berlanjut hingga sepuluh menit kemudian nathan perlahan turun dengan bibirnya mengecup semuanya membuat tanda merah di seluruh tubuh istrinya.
Crup....mmmmm Ahhh..., ******* maora keluar
"Ini sangat nyaman sekali sayang" ucap nathan sudah berkabut giarah menyesap sedikit milik istrinya.Nathan mulai membenamkan wajahnya di milik istrinya dan kembali menyesapnya hingga maora mengangkat kepalanya karena ulah suaminya.
__ADS_1
Mmmm..."Nathan....,Please me.." ucap maora memohon supaya suaminya menyudahi kegiatannya karena dia tidak bisa menahan Gejolak dalam tubuhnya sambil menarik rambut suaminya.
nathan naik lalu kembali mengesap bukit kembar maora dengan tangannya bermain di bawah.
Aaahhhhh....tubuh maora bergetar hebat terasa cairan hangat keluar,merasa itu nathan kembali mencium bibir istrinya karena baru saja istrinya mencampai klimaksnya.
"Sayang aku mulai ya,aku akan melakukannya dengan pelan." ucap nathan yang di angguki maora.Maora juga tidak sabar ingin merasakan apa yang di katakan kakak iparnya tadi jika pertama kali itu sakit. Nathan melempar handuknya sembarangan membuat seketika itu mata maora melotot melihay pusaka suaminya.
"Be..besar sekali.. a..apa itu akan muat nath.?"nathan hanya tersenyum.
"Ini akan muat sayang,kamu tahan ya.." jawab nathan mulai mengesekan Rudalnya di depan milik istrinya membuat gairah nathan semakin meningkat begitu juga maora merasakan ada sesuatu yang sangat nyaman dia rasa. Nathan kembali mencium istrinya dengan di bawah sudah di arahkan tepat di gawangan milik istri,dengan Satu hentakan keras Rudal milik nathan lansung masuk membuat cairan merah itu mengalir di seprei putih itu.
aaaaakh.....hiks hiks.. " sakit nathan...." triak maora menangis sambil mencakar belakang suaminya. Nathan kembali mencium istrinya dengan di bawah sana di masukannya sampai masuk sempurna.nathan benar benar sangat bahagia karena dia yang pertama membuka segel istrinya.
nathan mendiamkan rudalnya agar istrinya merasa nyaman.
"Maafkan aku sayang.." ucap nathan mengusap air mata istrinya.
"Sakit sekali nathan.." pukul maora di dada suaminya.
"Hanya sebentar sayang,terimakasih sudah menjaganya untukku." ucap nathan tersenyum begitu juga maora.
"Aku mulai ya" ucap nathan.
"Pelan..,ini terasa sakit sekali..." rengek maora, perlahan nathan memaju mundur pinggulnya yang membuat rasa sakit maora perlahan mulai menghilang.
Ahhh..."milikmu enak sekali istriku." recau nathan lalu kembali mencium istrinya perlahan permainan mereka semakin panas.malam itu mereka habiskan bermain hingga subuh menjelang barulah nathan menghentikan permainannya dengan istrinya. Mereka berdua sama sama baru merasakannya membuat mereka ketagihan untuk lagi dan lagi melakukannya.
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ
__ADS_1