Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
119


__ADS_3

Di Hotel pasangan pengantin masih terlelap sampai siang ini,cahaya dari tirai jendela menyilaukan mata Geril membuat dia perlahan membukakan matanya,setelah itu melihat kearah istrinya yang masih terlelap dalam pelukannya,Geril tersenyum melihat istrinya karena mengingat kegiatan mereka semalam yang di lakukan berulang kali hingga pagi.


Cup..


"Sayang... Bangun...kita bersihkan tubuh ya.." ucap Geril membangunkan istrinya karena mereka masih sama sama polos saat ini.Mita mulai menggerakan tubuhnya lalu perlahan membuka matanya melihat kearah suaminya saat itu sudah menatapnya dengan tersenyum manis.


"Selamat pagi istriku.."


Cup..


Geril mengecup bibir mita sebentar.


"selamat pagi juga suamiku" jawab mita juga tersenyum kearah suaminya.


"Bangun ya..ini udah siang kita bersihkan tubuh dulu setelah itu kita makan.." ucap Geril lagi yang di angguki mita,perlahan mita menggerakan tubuhnya ingin bangun..


Aukhh...."sakit Ge.." ucap mita mengaduh karena areal kewanitaannya sangat perih.


"sini biar aku lihat sayang" ucap Geril membuat mita melototkan matanya.


"Ka..kamu mau ngapain..?" tanya mita gugup.


"Aku mau lihatnya,kamu gini juga karena aku,diamlah dan menurut saja." ucap Geril kemudian bangun membuka kaki istrinya secara perlahan,semantara mita menegang karena suaminya ingin melihat areal kewanitaannya dan juga menegang karena melihat senjata suami yang saat ini tengah berdiri tegak dengan kasar mita menelan ludahnya, karena melihat jelas senjata suaminya yang sudah membuatnya tidak tidur semalaman.


"Ya ampun sayang maafkan aku ya karena sudah membuat ini kamu sampai sebengkak ini,nanti aku belikan salap ya biar mengurangi bengkaknya.." ucap Geril dengan santai sambil mengusap permukaannya.


"Ge....,A..aku mau kekamar mandi " ucap mita Gugup karena menahan dirinya saat ini suaminya masih mengusap lembut miliknya.


"Baiklah..aku antar ya.." ucap Geril kemudian pelahan mengangkat tubuh istrinya dalam gendongannya.


"kamu kenapa sayang.?." Tanya Geril melihat istrinya terdiam,namun detik kemudian Geril mengerti lalu tersenyum kearah istrinya.


"Dia bangun..,apa kamu merasakannya..?" ucap Geril menggoda istrinya.


Bukk..


Mita memukul dada suaminya karena malu


"Mesum..." ucap mita semakin membuat Geril tersenyum.saat sudah berada di dalam kamar mandi Geril pelan menurunkan istrinya setelah itu dia memberikan aroma terapi kedalam air rendaman mereka setelah itu perlahan Geril membawa istrinya masuk kedalam air kemudian dia pun ikut beremdam disana.


"Ka..kamu mau ngapain...?" ucap mita melihat suaminya membalikan tubuhnya untuk menghadap suaminya.tampa menjawab Geril perlahan mengangkat bokong istrinya lalu memasukan kembali tongkat saktinya kedalam tempatnya.


Ahhh....emmm...


******* Geril keluar dari mulutnya karena merasakan senjatanya di jepit milik istrinya.


"Apa terasa sakit ?" tanya Geril kepada istrinya yang lansung di gelengkan oleh mita.


"Maaf ya sayang,Tapi aku masih ingin.." ucap Geril yang membuat wajah mita memerah.


"Ge ini sangat terasa penuh" ucap mita karena senjata suaminya benar benar masuk sempurna,mendengar itu perlahan Geril mengoyangkan pinggul istrinya.

__ADS_1


Ahh..."Ge..." recau mita..


Cup.... mereka berdua kembali berciuman dengan di bawah terus bergoyang,membuat mereka berdua mendesah bersautan.


****


Di rumah sakit.


Setelah kepergian orangtua Andreu dan Maora.Damar masuk kedalam mendekat ke arah Nathan.


"Bagaimana kabar mu..?" tanya Damar.


"jika aku tau kita bertemu lebih baik aku memilih untuk tidak bertahan hidup." ucap nathan dengan rasa kebenciannya kepada keluarganya.mendengar itu Damar tersenyum tipis.


"Tapi Tuhan tidak menginginkan kamu pergi sebelum bertemu dengan ku." jawab Damar.


"Ada apa kau menemuiku?" tanya nathan.


"Damian sebelum aku berbicara,aku ingin mengatakan pada mu untuk tidak menghentikan ucapan ku nanti,terserah kau mau percaya atau tidak." ucap Damar namun tidak di tanggapi Nathan.


"maafkan kakakmu ini tidak bisa mencegahmu waktu itu,tapi asal kamu tau aku sangat marah kepada papa sudah menuduh mu dan mengusirmu,


selama kau pergi aku baru menemui papa satu tahun yang lalu karena papa kondisinya memburuk,aku juga sangat membencinya tapi kemudian aku sadar bahwa aku tidak boleh seperti itu,aku anak tertuanya,aku harus bangkit dan aku harus mencari keberadaanmu aku menyakini kau masih hidup sampai sekarang,begitu juga Dion,dia juga sangat membenci papa. Selama kau pergi kami tidak tinggal bersama papa, kami memilih tinggal bersama nenek." ucap Damar menghentikan ucapannya.


"Damian kebencianmu terhadap papa tidaklah salah,tapi apakah itu bisa mengembalikan mama?,Tidak Dami tidak..kakak mohon maafkan papa, papa saat ini sangat sekarat,dia benar benar menyesal sudah menyalahkan mu. Kakak hanya ingin kamu mengerti" ucap Damar menjelaskan kepada nathan.


"saat aku pergi,saat itu juga aku sudah memutuskan hubungan dan melepaskan namaku menjadi keluarga pratama,


"Baiklah kau beristirahatlah,cepatlah sembuh.ini ada hadiah dari anakku untuk mu." ucap Damar meletakan sebuah boneka kecil di atas meja kemudian Damar pergi keluar. Sedangkan nathan setelah kepergian Damar lansung membalikan badannya melihat kearah boneka kecil disana tersimpan sebuah poto keysa.nathan mengambil boneka itu lalu memandangnya.


Di luar Damar bertemu dengan orangtua Andreu dan maora.


"Tuan Jhon terimakasih anda sudah memberi waktu kepada saya bicara dengan Nathan." ucap Damar.


"Sama sama Tuan Damar." jawab daddy jhon.


"Kalau begitu saya pamit pergi Tuan." ucap Damar.kemudian berlalu dari hadapan mereka.


semantara Tuan Jhon dan istri juga anaknya lansung menuju keruangan nathan lagi.


"Nath..." panggil maora menghentikan lamunanya.


"Nath kami akan kembali,cepatlah sembuh" ucap Tuan jhon.


"Ya Tuan berhati hatilah kalian.." ucap nathan,setelah itu mereka berpamitan dengan maora kemudian barulah mereka pergi dari ruangan nathan.


"Nath..ini boneka siapa?..lucunya" ucap maora melihat boneka pink di atas meja di dekat ranjang nathan lalu di ambil oleh maora.


"Itu milik anak Damar." jawab nathan.


"Nath..boleh aku tau sesuatu..?" tanya maora yang saat itu sudah duduk di dekat nathan.

__ADS_1


"Baiklah.akan aku ceritakan." ucap nathan menjeda ucapannya yang di angguki maora.


"Sebenarnya aku masih memiliki keluarga,Nama asliku Nathanuel Damian pratama putra kedua Danu pratama dan tadi dia Damar tirta pratama kakak kandungku" ucap Nathan membuat maora terkejut.


" jadi...,"


"Iya. Dan orang tua yang hari itu memanggilku asissten papaku,om roy." jawab nathan.


"ceritakan sebenarnya apa yang terjadi." pinta maora.


"Aku pergi dari mereka atas permintaan papa ku karena sesuatu yang bukan aku lakukan,waktu itu kami liburan di negara ini.Aku anak yang tidak suka keramaian jadi memilih untuk tetap tinggal di vila semantara mereka semua memilih pergi kepantai dan aku tidak tau kalau mama tidak ikut, saat itu aku ingin kedapur tapi langkahku terhenti karena mendengar suara triakan dari kamar orang tua ku,aku lansung naik keatas menuju kamar orangtuaku namun saat sampai disana aku melihat ibuku di habisi teman mamaku sendiri. Dia berhasil melarikan diri,saat itu aku mau menolong mamaku namun aku terlambat mamaku lansung meninggal dan saat itu aku menangis dan ingin mencoba menarik belati menancap di perut mama,namun terhenti karena kedatangan keluargaku saat yang bersamaan papaku murka,dia lansung menuduhku yang membunuh mama,dan papa lansung mengusirku dari sana." jelas nathan berderai air matanya begitu juga maora yang mendengar cerita sedih kekasihnya. Maora lansung memberikan pelukan hangat kepada nathan memberikannya kekuatan.


"Maafkan aku sudah membuat mu mengingat kejadian itu.." ucap maora masih memeluk nathan.


Hiks hiks...


Nathan lansung menangis dalam pelukan maora.


"Aku tidak membunuh mamaku tapi kenapa papa lansung menuduhku,ini sangat tidak adil bagiku maora..,dan sekarang dia menyuruhku kembali setelah dia membuat luka di hatiku, aku harus bagaimana maora..aku harus..." terputus karena maora lansung mengangkat wajah nathan untuk menatap kearahnya.


"Tenangkan dirimu..,jangan pikirkan apapun saat ini.setelah kau sembuh nanti barulah kau memutuskan semuanya,aku tau pasti orangtuaku dan kak andreu pasti sudah mengetahui ini,


mereka tidak akan memaksamu jika kau tidak mau kembali..kau masih punya kami nathan terutama aku." ucap maora menenangkan nathan yang membuat nathan menghentikan Tangisannya,


dengan lembut maora menghapus air mata nathan perlahan...


Cup...


Maora mencium bibir nathan sekilas,


membuat nathan sangat terkejut karena melihat keberanian maora.


"Maora....." ucap nathan menatap lekat kearah maora.


"Apa...?" jawab maora masih tersenyum malu.


" kamu yang memulai ya..,berti ini adalah persetujuan mu.." ucap nathan. Dengan tiba tiba nathan menarik maora kearah tubuhnya membuat mereka sama terjatuh keranjang milik nathan,


perlahan nahtan mendekati wajahnya kearah maora.


Cup...


Nathan mencium bibir maora dengan sangat lembut,mereka sama sama menikmatinya apalagi ini pertama kali bagi mereka berdua merasakan yang namanya berciuman,ciuman nathan masih mengesap masuk kedalam langit langit mulut maora.berapa menit kemudian nathan melepaskan ciumannya melihat bibir maora membengkak karena ulahnya.


"Aku harus segera menikahimu jika tidak,aku tidak tau bisa menahannya atau tidak" ucap nathan serius.


"Aku menunggu hari itu." ucap maora malu malu membuat nathan tersenyum kearah maora kekasihnya.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2