Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
6


__ADS_3

Amira sudah bersiap siap menuju perusahaan Giledz one Group untuk mengikuti interviu tahap pertama. sebelum berangkat amira tidak lupa berpamitan dengan kedua orangtua kakak iparnya, setelah itu amira lansung menuju parkiran mengambil mobil kakak iparnya yang di pinjamkan untuknya dan segera melajukan kendaraannya takut nantinya akan telat.


sedangkan disisi lain Andreu baru sampai di kantor lansung menuju ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena menjemput adiknya kebandara. Sebelum menuju kantor, Andreu singgah terlebih dahulu di restoran untuk makan siang.


Waktu sudah menunjukan pukul 13:30 siang,tempat di selanggarakan Interviu calon seketaris Tuan mudanya sudah di persiapan dan di depan resipsionis sudah juga di beritahu jika siang ini akan ada interviu.bagi para calon seketaris Tuan muda di harapkan melampirkan tanda pengenal mereka masing masing sebelum memasuki perusahaan.Ada beberapa calon perserta sudah datang terlebih dahulu dan lansung masuk sesuai peraturan yang di buat oleh pak Rendi,begitu juga amira yang baru tiba di depan halaman perusahan dengan di pandu oleh satpam dia mermarkirkan mobilnya terlebih dahulu,sebelum keluar dari mobil Amira terlebih dahulu merapikan penampilannya, setelah itu dia baru keluar lansung menuju Meja Resipsionis.


"Selamat siang mbak,saya peserta yang akan mengikuti interviu hari ini " Ucap amira dengan sopan.


"Bisa tunjukan identitasnya,setelah itu silahkan scan disini" Ucap Tari ramah.


"Baik mbak,ini.." jawab amira saat ini menyerahkan identitasnya dan juga menscan kode QR nya.


ting...terdengar suara menandakan jika identitasnya cocok.


"Nanti nona masuk lewat lif sebelah kiri pencet nomor 45,disitu ruangan untuk interviunya." ucap tari.


"Terimakasih mbak,kalau begitu saya permisi" ucap amira ramah.


"Iya sama sama.." ucap mereka serempak dan setelah itu tari membisik sesuatu ketelinga sari.


"sar Gw ngak percaya tu cewek tadi umurnya udah 20 tahun,gw kira masih SMA lo liatkan tubuhnya mungil ,cantik, senyumnya manis banget ada lesung pipitnya." ucap tari.


"Iya Tar,yang bikin gue kaget gelar pendidikannya itu loh udah Magister Manejemen,udah gitu lulus Cumlaude tar..,mana anaknya ramah banget ya.., ngak kayak yang sebelumnya datang sombong banget ngak ada sopannya apalagi penampilan mereka." Ucap Sari.

__ADS_1


"Iya sar benar banget,Gue berharap dia aja deh yang lulus jadi seketarisnya."


"Amin.anaknya juga baik kelihatannya." ucap tari.


Begitulah pembicaraan mereka berdua setelah kepergian amira keruangan tempat interviu di selangarakan.Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 14:00 siang,saatnya interviu akan di mulai. menurut nomor urut amira mendapat urutan nomor 5.Saat ini sedang berlansung tes untuk urutan pertama dan selanjutnya,masing masing mereka mendapat waktu selama 20 menit dalam tes tersebut dan tidak terasa kini giliran Amira yang dipanggil.


Amira menarik napas lalu di keluarkannya agar bisa mengurangi rasa gugupnya,setelah itu dia berjalan menuju ruangan tempat dia akan di tes juga seperti temannya yang lain. sampai disana terutama pak Rendi yang melihat kedatangan perserta yang di depannya sedikit menaikan alisnya merasa kurang percaya jika di depannya seorang wanita yang berumur 19 tahun dan sudah mendapat 2 gelar pendidikan tapi masih seperti anak SMA.sampai berapa kali Rendi menatap poto wanita itu dengan secara lansung di depannya tetapi tidak ada yang berbeda,untuk menghilangkan rasa ketidak percayaannya Rendi lansung berbicara.


"Glorya amira putri.SM,MM.Betul namamu? dan jelaskan biodatamu" Tanya rendi saat ini menatap tajam ke arah amira.


Namun amira dengan tenang, dia lansung menjawab pertanyaan pertanyaan yang pak Rendi berikan.


hampir 25 menit Amira di dalam ruangan tersebut ahkirnya selesai juga dan dia segera keluar menunggu di tempat yang telah di sediakan karena nanti akan lanjut sesi berikutnya.Mereka yang ada disana semua memperhatikan Amira juga penampilannya menurut mereka telihat kuno.


"Amira mbak"jawab amira ramah


"kenapa kamu ikutan daptar,buang tenaga dan waktu kamu aja,yang pasti kamu ngak akan diterima,lihat penampilanmu kampungan begini." ucap perserta lain pedas,sedangkan Amira hanya tersenyum mendengar ucapan mereka.


"Terimakasih pujiannya,mbak bertanya kenapa saya ikut?,karena saya membutuhkan pekerjaan ini dan soal penampilan memangnya ada mereka menyuruh kita memakai bekini,atau Gaun pesta??,setau saya yang ada aturannya pakai pakaian sopan bukan begitu mbak - mbak???"


ucap amira tenang.


Mendengar jawaban dari amira,wanita wanita yang ada disitu merasa tersinggung makin bertambah tidak suka melihat amira ,Mereka memilih menjauh dari amira,sedangkan amira tersenyum licik.

__ADS_1


"Kena kan ulat keket" guman Amira.


untuk sesi interviu tahap pertama sudah selesai,namun akan di lanjutkan sesi interviu kedua dan sesi ketiga pukul 16:30 yang akan di pimpin lansung oleh Direktur perusahaan yaitu Andreu Gilbert Edizon.sedangkan sekarang waktu sudah menunjuk pukul 16:20 sore. mereka di beri waktu 10 menit untuk beristirahat.Amira melihat jam tangannya masih sepuluh menit lagi waktunya memutuskan pergi ketoilet untuk membasuh mukanya setelah itu kembali lagi ketempat duduknya mengambil air putih lalu di minumnya, sudah dari tadi tenggorokannya terasa kering karena begitu banyak pertanyaan yang harus di jawab juga dijelaskan.


Tring....bunyi alarm ruangan menandakan mereka harus berkumpul kembali.setelah semuanya sudah di dalam ruangan tersebut,pak Rendi pun ikut masuk dan lansung menjelaskan aturan untuk sesi ini.


"untuk sesi kali kalian akan di tes lansung di hadapan direktur perusahaan ini,mohon kalian mempersiapkan diri karena pertanya yang akan Tuan muda berikan tidak berpokus di ruang lingkup perusahaan maunpun pekerjaan. kalian mengerti !!" Ucap Rendi tegas.


"Siap.kami mengerti" jawab mereka serempak.


"Silahkan masuk Tuan muda" Ucap pak Rendi.


tak..tak..tak..bunyi sepatu mahal


Tuan muda Andreu memasuki ruangan tersebut dengan berjalan tegap,


berwibawa,juga dengan pesonanya yang sangat tampan membuat perserta wanita yang melihatnya terpesona,juga penuh dengan pikiran licik dalam diri mereka kecuali amira hanya sekilas melihat ,setelah itu dia berpokus dengan apa saja yang akan di pertanyakan nanti.Amira juga sadar sepertinya pernah melihat direktur perusahaan ini tapi dia lupa dimana pernah melihatnya.Tak ingin berpikiran keras amira sejenak melupakan hal itu sekarang kembali berpokus pada diri sendiri.


"silakan di mulai rend" ucap Andreu sudah duduk di kursi depan mereka.


"Kali ini tes akan di mulai dengan masing masing dari kalian menyalin ulang poin penting dari pembicaraan di vedio ini secara detail tampa melewatkan poin pentingnya ,setelah itu satu persatu dari kalian lansung mempresentasikan di depan Tuan muda.waktu kalian hanya 5 menit di mulai dari sekarang" Ucap Rendi.


Saat ini tes pun sedang berlansung masing masing dari peserta sedang mempokuskan diri pada tes tersebut, tetapi berbeda dengan Amira sedari tadi dia hanya duduk diam mendengarkan pembicaraan di vedio itu tampa mencatat apapun karena di sadar vedio yang dia dengar tidak sesuai dengan ilustrasi gambar yang tertera serta ada pengecohan di dalam suara Aslinya.

__ADS_1


__ADS_2