Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
129


__ADS_3

Di Negara C pagi ini Andreu dan istrinya sedang dalam perjalanan menuju rumah mertua kakaknya amira karena istrinya sudah tidak sabar ingin makan masakan bundanya.


Setelah menempuh perjalanan berapa belas menit ahkirnya mereka sampai di rumah ayah dan bunda. Andreu dan amira keluar dari mobil mereka lalu masuk kedalam rumah.


"Bunda..ami datang" pangil amira memanggil bundanya, bunda yang masih di dapur lansung menghampiri mereka keruangan tamu.


"sudah datang rupanya ayo kita duduk nak" ucap bunda menyuruh andreu duduk dan juga naira.


"mereka Ayah sama kakak mana bunda?" tanya amira melihat mereka tidak ada kelihatan di ruangan itu.


"Ayah lagi mandi,kalau mereka kakak kamu masih jalan jalan ajak evelyn sekalian berjemur.bunda baru saja selesai memasak rendang yang kamu minta nak." ucap bunda memberitahu amira.


"Bunda ami maulah rendangnya sekarang" ucap amira tidak sabar ingin memakan masakan bundanya, mendengar itu amdreu melirik kearah wajah istrinya.


"Apa nggak nanti aja honey.., barengan mereka ayah..?" ucap andreu yang lansung di gelengkan amira kepalanya.


"Nggak. Aku maunya sekarang Hubby" jawab amira.


"Nggak apa nak,ayo bunda antar kamu kedapur makannya" ucap bunda yang di angguki amira,mereka berdua lansung pergi menuju dapur,disaat itu juga ponsel Andreu berdering yang lansung di lihatnya ternyata Rendi asisstennya yang menghubunginya saat ini.


"Hallo Rend,ada apa?" jawab andreu lalu bertanya.


"Tuan muda bisa ke kantor hari ini ada berkas yang perlu di tanda tangan anda, dan ada sesuatu yang harus saya laporkan kepada anda" ucap rendi memberitahu andreu.


"Baiklah,satu jam lagi saya menuju kesana" ucap jordan.


"Baik Tuan muda." ucap rendi kemudian mematikan sambungan telepon mereka berdua.


"And..sudah lama datangnya?, amira mana?" tanya marsel mengejutkan adik iparnya lalu mereka bergabung duduk dengan Andreu.


"Belum lama bang,amira sama bunda barusan kedapur, istriku maunya sekarang makan masakan bunda." jelas andreu.


"padahal kalau dulu nggak mau ami makan rendang And,ini hamil malah mau.." ucap hesti ikut bicara.


"begitu ya mbak,sekarang banyak yang dia ingin makan,terkadang saya pusing mengikutinya kemauannya,tengah malam saja suka minta sesuatu,kemarin kami masih di Negara B tiba tiba mau masakan bunda sampai merajuk karena saya tidak membawanya cepat pulang" ucap Andreu menceritakan istrinya.


"Nama juga lagi hamil ngidamnya ada ada aja makanan yang mau dia minta,


mbak juga gitu dulu mau makan terus" ucap hesti lagi.


"Iya mbak. Sudah besar rupanya." ucap andreu lalu menengok kearah anaknya marsel dan menoel pipinya,membuat evelyn menggerakan kepalanya.

__ADS_1


"Iya And,minum asinya kuat" jawab hesti lagi.


"And..kamu disini..,amira mana?" tanya ayah belum lama keluar dari kamar, namun belum andreu menjawab amira sudah menjawab sambil berjalan kearah mereka.


"Ini amira ayah.." ucapnya kemudian lansung duduk di dekat suaminya dengan sebuah piring berisikan nasi dan sayuran dan rendang.


"Kamu belum juga selesai makannya?" tanya andrue kepada istrinya,membuat amira tersenyum.


Hehehe..


"Nambah lagi hubby,habisnya enak" jawab amira membuat mereka semua tersenyum karena ulah amira.


"Baiklah,Honey..kamu masih mau disini apa mau ikut kekantor?,barusan rendi menghubungi aku ada berkas yang harus segera di tanda tangan hari ini juga." jelas andreu kepada istrinya.


"kamu mau kekantor And?" tanya ayah sambil meminum teh yang bunda bawakan untuk mereka.


"Iya yah,barusan asisten And memberitahu kalau ada berkas yang harus di tanda tangan And sekarang."


jawab andreu memberitahu mereka.


"Hubby aku mau ikut saja ya.." ucap amira ingin ikut bersama suaminya kekantor.


"Mau ikut suami ami ajalah bunda, nanti ajak Hubby nginap disini.maukan hubby.." ucap Amira lalu melihat kearah suaminya dengan mata memohon.


"Baiklah." ucap andreu pasrah, Ayah bunda dan kakak iparnya tersenyum karena amira.


"kalau begitu ayo kita makan terlebih dulu,setelah itu baru kalian pergi" ucap bunda.


"Iya bunda." ucap mereka semua lalu bangun berjalan menuju meja makan dan duduk disana,kemudian mereka lansung makan. Berapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan makan mereka,andreu dan amira lalu berpamitan dengan keluarganya untuk segera berangkat kekantor andreu.


****


Di negara D.


masih di ruangan Tuan Danu.


"Iya nak papa akan berusaha sembuh,untuk bisa menghadiri acara pernikahan kalian." ucap Tuan Danu lansung semangat.


"Iya om,oh ya hampir lupa maora juga ada bawa buah buahan segar untuk om makan nanti." ucap maora lalu meletakan buahan itu di atas meja samping ranjang pak Danu.


"Terimakasih nak,Panggil papa" ucap Tuan Danu dengam meminta maora memanggilnya dengan papa.

__ADS_1


"Iya pa.." ucap maora.


"kapan pernikahan kalian akan di selenggarakan?" Tanya Tuan Danu lagi.


"Setelah kami kembali dari sini Pa,kami tidak membuat acara lamaran mau lansung menikah saja" ucap maora tampa malu malunya.


"Baiklah,Damar kau dengar itu kirim sesuatu untuk tanda kita menerimanya sebagai menantuku." ucap Tuan Danu.


"Tidak perlu,aku bisa melakukannya." ucap Nathan membuat maora mencubit sedikit tangan nathan.


"Jangan dengarkan dia ,kalian bisa mengirim seauatu sebagai hadiah pernikahan kami,dengan senang hati aku akan menerimanya." ucap maora tersenyum.


"Baiklah.akan aku siapkan nanti.,apa kalian tidak ingin menginap disini dulu satu atau dua hari lagi.?" tanya Damar mewakili papanya.


"Maaf kak,sebenarnya aku mau tapi ada tugas yang kak amdreu berikan kepadaku jadi aku tidak bisa berlama lama disini." jawab maora, mendengar itu mereka menganggukan kepalanya.


"Damian..?" panggil Tuan Danu.


"nath.." ucap maora berbisik memberitahu nathan agar dia mendekati papanya,perlahan nathan mendekati papanya.


"Boleh aku memeluk kamu" ucap Pak Danu bertanya kepada anaknya.


Meskipun rasa sakit hatinya masih menyelimuti hatinya,tapi di hati kecilnya nathan juga merindukan papanya,tampa bicara nathan merentangkan tangannya lalu memeluk tubuh lemah papanya. Tuan Danu lansung meneteskan air matanya bahagia sudah di pertemukan kembali dengan anaknya.


"Maafkan papa nak,maafkan papa" ucap Tuan Danu dalam pelukan nathan, tampa sadar nathan meneteskan air matanya juga namun kemudian dia lansung menyadarkan dirinya lalu melepaskan pelukan papanya.


"kami akan berangkat hari ini,mengenai pernikahan ku nanti akan kami kabari" ucap nathan.


"Baiklah,kamu juga cepat sembuh, pesan kakak jaga adik ipar kakak dengan baik." ucap Damar lalu memeluk Nathan yang perlahan di balas nathan. Kemudian Dion yang juga ikut memeluk nathan.


"Aku masih merindukan mu kak,apa aku boleh ikut kalian?" tanya Dion.


"Tidak perlu,kau jaga saja dia sampai dia benar benar sehat setelah itu baru kau boleh ikut dengan ku kalau kau mau." ucap nathan memeluk erat adiknya, ada kerinduan begitu dalam juga di hati nathan namun rasa sakit hatinya masih menguat membuatnya menepiskan semuanya.


"Baik kak,akan memenuhi permintaan kakak" ucap Dion lagi lalu mereka melepaskan pelukan itu.


"Pa kami antar Damian ke bandara dulu" Ucap Damar yang di angguki Tuan Danu lalu mereka lansung pergi keluar dari ruangan itu menuju bandara mengantar nathan dan maora karena mereka akan kembali menuju Negara B.


🙏🙏🙏👍👍👍💌💌


Terimakasih sudah membaca,jangan lupa like&koment yang membuat author semangat Update.

__ADS_1


__ADS_2