
Pagi sudah menyapa Di negara B, amira dan andreu sudah bangun sejak tadi karena mereka akan pulang hari ini ke Negara C,bahkan mereka sudah bersiap siap akan berangkat menuju bandara.
"Honey minum dulu susunya." ucap Andreu memberikan segelas susu untuk istrinya yang lansung di ambil amira lalu di minumnya sampai habis.
"Terimakasih hubby" ucap amira kemudian...
Cup.. Amira memberikan ciuman sekilas di bibir suaminya membuat andreu tersenyum.
"Hmm,Hari ini mammynya baby sangat cantik dan seksi" ucap andreu menggoda istrinya sambil memeluk perut istrinya .
"Oo jadi kemarin kemarin aku nggak cantik maksud hubby,hubby jahat.." ucap amira kesal dengan ucapan suaminya membuat andreu terdiam berpikir apa dia sudah salah bicara, andreu memegang keningnya pasti istrinya merajuk sekarang.
"Honey...kamu itu cantik setiap harinya tapi maksud aku hari ini cantiknya semakin bertambah honey.." ucap andreu membujuk istrinya,namun amira tetap diam dengan wajahnya menjadi dingin.
"Honey..,hey.." ucap Andreu memegang tangan amira.
amira melepaskan tangannya yang di pegang suaminya lalu berjalan keluar menuju apartemen elisa yang juga lansung di ikuti andreu.
"Honey... Tunggu,jangan marah aku kan tidak bermaksud yang lain..,maafin aku ya.." ucap andreu berjalan mendekati amira.
semantara amira tidak menghiraukan suaminya terus berjalan menuju apartemen elisa.
tring...
Krek..
"Nyonya.." ucapan elisa terputus.
Hiks..hiks...hiks..
"Mbak dia jahat mbak,dia nggak cinta lagi sama aku..." adu amira kepada elisa lalu memeluk tubuh elisa membuat elisa dan Dio keheranan apa terjadi dengan atasan mereka.
"Nyonya tenang saja ya,ada saya disini." ucap elisa menenangkan .
"Honey...,aku minta maaf ya tadi aku tidak bermaksud yang lain.." ucap andreu masih berusaha membujuk istrinya, melihat itu Dio memberikan kode kearah andreu untuk meminta penjelasan apa yang terjadi.andreu perlahan menghembuskan napasnya.
"Bawa nyonya masuk kedalam eli,aku mau bicara sebentar dengan Tuan muda." ucap Dio yang lansung di angguki elisa.
"Ayo kita masuk nyonya.." ucap elisa membawa amira masuk.
"And kamu apain istri kamu sampai dia menangis begitu..?" tanya dio sebagai sahabat andreu.
"Dio aku tidak melakukan apa apa,hanya saja aku tadi sempat memujinya jika dia hari ini sangatlah cantik..,itu saja.. Aku nggak tau kalau ucapan ku membuat dia lansung merajuk dan lari kesini.." jelas andreu memberitahui Dio,mendengar itu dio mengaruk kepalanya tidak gatal.
"And..And,berapa kali aku kasi tau kamu kalau ibu hamil itu sensitif,jadi bicara sama mereka itu harus hati hati And..," ucap Dio mengingatkan andreu lagi.
__ADS_1
"Aku tau Dio,tapi benar aku tidak sengaja membuat dia tersinggung, aku mengatakan sebenarnya kalau dia memang sangat cantik hari ini." ucap andreu.
"Hmm ya ya,,masuklah bujuk dia kami akan coba membantu" ucap Dio kemudian mereka berdua masuk menemui amira dan elisa sedang duduk sambil memakan cemilan.perlahan andreu mendekati istrinya.
"Honey..maafin aku ya.." ucap andreu masih memohon dengan berlutut di depan istrinya.
"Baru kali ini aku melihat Tuan seperti ini" bisik elisa tersenyum gelik kepada Dio.
"kamu benar eli,andreu benar benar sangat mencintai istrinya." jawab Dio yang masih melihat adegan andreu merayu istrinya.
"Iya aku maafin..,aku juga ngak mau jauh dari kamu hubby..." ucap Amira kemudian menyuruh suaminya bangun lalu memeluknya.
"terimakasih honey,," ucap andreu lagi sambil mencium kepala istrinya yang lansug di anggukan naira.
"Ayo kita pulang" Ucap andreu kemudian membawa istrinya keluar yang kemudian di ikuti Elisa dan Dio dari arah belakang. sampainya di parkiran, mereka lansung masuk kedalam mobil masing masing kemudian berjalan menuju bandara karena mereka akan lansung kembali ke Negara C.
****
Di tempat lain, Dio dan keysa sedang bersiap siap ingin menuju rumah sakit untuk bertemu dengan nathan.
"Keysa jangan nakal ya,nanti disana bujuk om Damian ya supaya dia mau ikut bersama kita jengukin kakek ya.." ucap Damar memberitahu anaknya.
"Oke daddy," ucap keysa kemudian di gendong oleh Dion.
"Kami pergi kak," ucap Dion.
Tok tok..
Maora berjalan kearah pintu lalu membukanya,terlihat seorang pria muda dan seorang anak kecil.
"Hay tante cantik,aku keysa.keysa ingin bertemu sama om Damian.." ucap keysa mengemaskan,mendengar itu maora membukakan pintu terbuka lebar yang saat itu lansung di lihat oleh nathan.
maora yang mengetahui jika itu ponakan nathan,dia berjalan mendekati nathan lagi.
"nath aku menemui dokter dulu ya,kamu bicaralah dengan mereka." ucap maora mengusap tangan nathan kemudian pergi sengaja memberikan waktu untuk mereka bicara.
nathan masih terdiam melihat mereka berdua masuk, namun menit kemudian dia bangun dan lansung mengendong keysa untuk duduk di pangkuannya.
"Siapa nama mu?" tanya Nathan.
"nama ku keysa om..,om namanya om Damian kan..?" jawab keysa kemudian bertanya lagi.
"Siapa yang memberitahu mu nama ku Damian?" tanya nathan lagi.
"Daddy yang mengatakan kalau nama om,om Damian" jawab keysa lagi.
__ADS_1
"Kak.." panggil Dio bahagia melihat bali kakaknya.
"Siapa kau..?" ucap nathan..
"Kau benar tidak mengenali ku,Aku Dion kak adik bungsu kakak.." ucap Dion masih berdiri di depan nathan.
"Ada apa kalian menemui ku,apa kalian ingin membujuk ku untuk kembali kepada pak tua itu.." ucap nathan dingin.
"Om jangan marah marah,nanti gantengnya om hilang kata ibu guru begitu." ucap keysa.nathan hanya menanggapi ucapan keysa dengan mengusap kepala keysa.
"Kak aku tau kau masih marah dengan papa,itu wajar kak,kami sangat mengerti kak,tapi bisakah kakak melihat sisi lain,papa juga sangat menderita setelah kepergian kakak, papa hidup dalam rasa bersalahnya sampai dia jatuh sakit hingga sekarang,sekarang papa sedang kritis keadaanya,apa di hati mu tidak sedikit pun rasa kasian pada papa." ucap Dio membuat nathan terdiam.
"Benar om kakek sedang sakit,disana kakek terus memanggil nama om Damian." ucap keysa membuat nathan melihat kearah keysa.
"kamu masih kecil tau apa hmm" ucap nathan menoel menoel pipi keysa.
"om Damian aku bukan anak kecil aku tu udah besar tau.." ucap keysa merajuk.
"Iya iya baiklah,siapa yang mengajari mu bicara secomel ini hmm.. Apa ibu mu?" ucap nathan bertanya membuat keysa menatap nathan dengan lekat.
"kata daddy mommy sudah di surga om" Ucap keysa sedih membuat natham terdiam lalu menatap kearah Dio.
"Istri kak Damar sudah lama meninggal sejak keysa masih bayi." ucap Dio memberitahu nathan,
"kak bisa kah kau pulang sebentar,kami tidak memaksa mu untuk kembali selamanya atau pun tinggal disana,tapi sekali ini aku mohon penuhi permintaan ku sebentar saja menjenguk papa." ucap Dion masih memohon,membuat nathan yang saat tu memangku keysa terdiam.
"akan aku pikirkan nanti." ucap nathan membuat dion merasa lega sedikit,ada kemungkinan kakaknya mau kembali sebentar.
"Iya kak,besok kami akan kembali ke Negara D,kabari aku atau kak Damar jika kakak setuju mau menemui papa"
ucap Dio.
"Apa kakak sudah boleh pulang hari ini,?" tanya Dio melihat nathan sudah memakai pakaian Biasa.
"Iya,aku sudah boleh pulang" jawab nathan.
"Apa boleh kami berdua ikut mengantar kakak pulang??" Tanya Dion.
"Om Dion,memangnya om Damian mau pulang kemana..?" tanya keysa mendengar ucapan Dion.
"Panda comel om,om damian sudah sembuh sakitnya jadi om sudah boleh pulang kerumah." jelas dion kepada ponakannya.
"em begitu,om damian keysa boleh ikut om pulang nggak"ucap keysa membuat nathan terdiam sejenak.
"Baiklah gadis kecil,kau boleh ikut." ucap nathan membuat Dio ikut senang mereka di ijinkan ikut mengantar Nathan pulang.
__ADS_1
Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka ππ,dan komentarππ kalian yang membuat Author semangat update episode selanjutnya.π€π€π€ππππ