Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
98


__ADS_3

Nona Armita.." sapa seseorang Yang membuat mita lansung menoleh kearah pria itu.


"Tuan Damar!."ucap mita sedikit terkejut melihat pria itu ada di rumah sakit tersebut.pria itu masih tersenyum manis kearah mita tidak menyadari jika pria yang di samping mita sudah terbakar api cemburu di dadanya karena tengah menahan gejolak kemarahannya.


"Tuan Damar ngapain di rumah sakit ini,apa ada keluarga yang sakit?" Tanya mita ramah.


"Anak saya sakit demam barusan di bawa sama pengasuhnya kerumah sakit ini, karena panasnya tinggi,niat mau ajak dia ajak jalan-jalan Di sini setelah pekerjaan saya selesai malah dia sakit." ucap pria itu sambil bercurhat kepada mita.


"Jadi keysa demam..,semoga cepat sembuh ya Tuan,Emm maaf Tuan saya belum bisa menjenguk anak Tuan soalnya saya harus segera kembali kekantor." ucap mita yang merasa tidak enak hati,tidak bisa menjenguk anak dari rekan bisnis Pak Nathan atasannya.


"Iya nggak apa-apa?,Oh ya kamu ngapain di sini?, jenguk keluarga ada yang sakit juga?" ucap Damar bertanya balik kepada mita.


"Iya Tuan,saya barusan menjenguk kerabat saya yang sedang sakit Tuan" jawab mita yang tidak memberitahukan jika Nathan yang dia jenguk,karena Tuan Jhon melarang untuk memberitahukan kepada pihak luar jika Nathan saat ini tengah terbaring koma,takutnya nanti ada pihak yang ingin mengambil kesempatan untuk mencelakai Nathan kembali jika mengetahui keadaannya saat ini.mendengar itu Damar menganggukan kepalanya kemudian ingin bicara lagi kepada mita namun terhenti karena mendengar deheman seseorang.


"Emms..emms.."


Suara Deheman dari Geril menyadari Tuan Damar yang saat itu menatap mita dengan sangat memujanya.


"Oh ya kenalkan Tuan,Ini Tuan Geril teman saya." ucap mita kemudian memperkenalkan Geril yang saat itu hatinya tiba-tiba sakit mendengar ucapan mita namun apa yang mita katakan memang benar adanya mereka hanya sebatas teman.Tuan Damar lansung mengulurkan tangan membawa Geril berjabat tangan yang juga lansung di terima Geril.


"Gerilio Jhosua Eden" ucap Geril memberitahukan Nama panjangnya yang membuat Damar lansung teringat seseorang.


"Saya Damar Tirta pratama. Anda putra Tuan Januar Eden yang sukses di bisnis Berlian Itu?" Tanya Damar kagum.


"Iya benar saya putranya,dan anda Ceo perusahaan pratama Group di Negara D?" jawab Geril membenarkan ucapan Damar dan kembali menanyakan Damar.


"Iya betul.Senang berkenalan dengan anda,Saya sering membeli Berlian dari perusahaan anda,saya sangat menyukainya." ucap damar yang menyukai perhiasan dari perusahaan Geril,Geril yang mendengar tersenyum.


"Terimkasih." ucap Geril


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu soalnya saya harus segera menemui anak saya." ucap Damar berpamitan dengan mita dan juga Geril.


"Baik Tuan." jawab mita.


Setelah kepergian Damar,Geril lansung menarik tangan mita membawanya masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Apaan sih Ge sakit tau di tarik gitu pelan dikit kenapa,kamu ngapain sih bawa aku kesini,aku tuh punya mobil sendiri." ucap mita yang kesal melihat Geril memaksanya masuk kedalam mobilnya.


Tampa menghiraukan omelan mita Geril lansung melajukan kendaraannya.


"Geril...,kamu dengarin aku nggak sih.mobil aku gimana nantinya."


"Nanti ada yang mengantarnya kekantor kamu." jawab Geril dengan suara datarnya.mendengar itu mita tidak mau berdebat lagi dengan Geril,tetapi kemudian dia lansung bingung melihat arah jalan yang Geril lewati tidak menuju perusahaan tempat dia bekerja.


"Ge loh ngapain lewat sini, kantor aku kan dari sana jalannya" protes mita yang tidak di jawab Geril,karena kesal mita tidak mau bicara lagi,berapa menit kemudian mereka sampai di sebuah taman,Geril keluar dari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk mita yang menyuruh mita untuk keluar dari mobilnya, Dengan berat hati mita pun mengikuti apa yang Geril lakukan.


Sampailah mereka di bangku taman itu.


"Kamu ngapain bawain aku kesini?" Tanya mita yang saat itu sudah duduk di bangku taman itu.Mendengar pertanyaan dari mita,Geril lansung memposisikan duduknya menghadap mita yang saat itu sedikit gugup.


"Mit boleh saya bertanya?" ucap Geril meminta ijin untuk bertanya.


"Tanya aja,lagian biasanya kamu lansung nanyain aku,ngapain minta ijin dulu" jawab mita yang kesal.


"Mit sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan Damar?, kamarin lalu saya nggak sengaja lihat kalian makan bersama dengan anak kecil juga disana." Tanya geril yang ingin mengetahui sebenarnya.


"Bahas kerjaan ngapain bawa anak,emangnya istrinya kemana?" Tanya Geril lagi.


"Istrinya sudah meninggal empat tahun lalu karena kangker rahim yang di deritanya" jelas mita lagi yang membuat Geril terdiam.


Ternyata sainganku duda beranak satu,ini tidak bisa dibiarkan.


Guman Geril dalam hatinya,Geril lansung mengerti pantasan tatapan Damar tadi begitu memuja mita ternyata dia seorang Duda,Geril lansung waspada takutnya dia akan di tikung lagi,apa lagi yang sekarang dua yang kaya raya.


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†Geril bakalan bersaing sama duda say...bakalan seruπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„.


"Kamu ngajakin aku kesini cuma mau nanyain ini doang?" tanya mita menyadarkan lamunan Geril.


"Iya.maaf aku terlalu ikut campur urusan kamu." mendengar jawaban Geril tidak sesuai dengan harapannya mita lansung bangun dari tempat duduknya dengan mengomel.


"kalau cuma nanyain itu kan bisa di tanyaain waktu mobil tadi,udah ah antar aku kekantor sekarang,nanti Tuan Jhon menghubungi aku gimana." ucap mita kesal kemudian lansung berjalan masuk kedalam mobil yang di ikuti Geril dengan kebingungan melihat mita yang sangat kesal.πŸ˜†πŸ˜„Geril nggak peka banget jadi cowok,😏😏.saat dalam perjalanan mita tidak bicara sedikit pun kepada Geril membuat Geril semakin bingung.

__ADS_1


Dasar cowok nggak peka banget,kiraan mau ngomongin apa taunya cuma nanyain itu,tahan mita tahan...kamu harus bisa menahan perasaan kamu.


Guman mita dalam hatinya sangat kesal kepada Geril,sedangkan Geril karena kebingungan dengan sikapnya mita,dia lansung menanyakan mita.


"mit kamu marah?" tanya Geril.


"Nggak,marah kenapa coba.." jawab mita.


"habisnya kamu diam terus dari tadi, apa saya membuat kesalahan?" tanya Geril lagi.


"Nggak...,aku hanya lagi mikirin kerjaan masih banyak belum aku selesaikan" jawab mita lagi.


"Baiklah." ucap Geril.


Berapa menit kemudian mereka ahkirnya sampai di perusahaan tempat mita bekerja,mita lansung masuk kedalam sedangkan Geril,dia lansung melanjutkan perjalanannya menuju perusahaannya.


*****


Di Negara C sekarang hari sudah mau menjelang malam.Di rumah utama keluarga Tuan Jhon,Maora sedang mencari keberadaan kedua orangtuanya karena sampai waktunya untuk makan malam Maora belum juga melihat kehadiran orangtuanya.


"Bik..daddy sama mommy kemana bik kok maora nggak lihat dari tadi pagi bik?" Tanya maora yang saat itu menemui bik suti keruang dapur.


"sepertinya Tuan dan Nyonya belum pulang Non,setau bibik Tuan besar tadi pagi berangkat kekantor sedangkan Nyonya memberitahu bibik pergi kerumah sakit ingin menjenguk Nona hesti istri Tuan Masrel kakak dari Nona Glory yang baru saja melahirkan" jelas bibik yang membuat maora terkejut.


"Jadi istri bang Marsel sudah melahirkan..," ucap maora mengulang ucapan bik suti.


"Iya Non."


"Bik nanti kalau daddy pulang bilang saja kalau maora pergi keluar sebentar ya bik" ucap maora yang kemudian kembali kekamarnya membatalkan makan malamnya.


"Tapi Non.." Triak bik suti yang tidak didengar maora lagi,setelah itu bik suti kembali menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan maora setelah itu dia lansung pergi keluar dari rumah itu.



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir dinovel ini,setelah membaca jangan lupa klik tanda suka πŸ‘πŸ‘,dan komentarπŸ’ŒπŸ’Œ yang membuat Author semangat

__ADS_1


update episode selanjutnya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2