Seketaris Mungil Milik Tuan Muda

Seketaris Mungil Milik Tuan Muda
Happy Ending


__ADS_3

sembilan bulan kemudian.


Tidak terasa bulan ini bulan kesembilan kehamilan amira.


Andreu dan amira sudah tidak sabar menanti kehadiran pengeran kecil mereka yang satu bulan sekali mereka melihatnya. Menurut prediksi minggu ini Amira akan segera melahirkan.


Pagi ini seperti biasa amira selalu ingin ikut bersama andreu kekantor, padahal andreu sudah melarangnya ikut karena andreu hanya sebentar kekantornya, tapi amira selalu tidak mau di tinggal membuat andreu terpaksa membawanya.


Amira sudah bersiap siap ingin turun kebawah bersama suaminya.Mommy memutuskan menyuruh mereka tinggal di rumah utama Gilbert karena bisa membantu menjaga amira jika andreu sedang sibuk.


"Istri kamu kenapa And..?" tanya mommy melihat amira meringis.


"Dari semalam dia suka sakit di perut bawahnya mom" Jawab Andreu.


"Astaga.kenapa nggak bilang mommy itu tanda tanda mau melahirkan And, sekarang jangan kekantor kita bawa saja istri kamu lansung kerumah sakit." ucap mommy lalu pergi memanggil semua pelayan menyiapkan keperluan amira menuju rumah sakit.Andreu merutuki kebodohannya,karena mengira istrinya hanya sakit perut biasa.


"Baik mom."


"Maafkan aku ya sayang tidak memahami semuanya mengenai kehamilan." ucap Andreu lalu turun berjongok di depan perut istrinya.


"Anak Daddy mau keluar ya,jangan bikin mammy kesakitan terus ya kasian mammy " cup...andreu mencium perut istrinya setelah itu bangun lalu membantu istrinya untuk duduk.


"Bawa istrimu makan sedikit biar tidak lemas nantinya." ucap mommy lalu mendekat ke arah amira.


"Apa sudah terasa sakit benar sayang?" tanya mommy.


"Sekarang semakin sering sakitnya momm,sakitnya datang hilang momm." ucap amira.


"Ya sudah selesaikan makan kita setelah ini kita lansung kerumah sakit ya,cucu oma baik baik disana sayang ya.." ucap mommy mengusap lembut perut amira.


Andreu menyuapi amira sampai habis makanan yang dia makan. Setelah itu andreu lansung menghubungi Dona dan elisa mengatakan jika istrinya sebentar lagi akan di bawa kerumah sakit.andreu juga menghubungi Rendi menyuruh dia menghendel semua kerjaan kantor karena istrinya akan melahirkan.

__ADS_1


"Hubby aduh..." amira kembali mengaduh kesakitan.


"Mommy..." triak Andreu panik lalu dia mengangkat tubuh istrinya menuju mobil yang saat itu lansung di ikuti mommy, dan juga segala pelayan yang akan mengantar keperluan mereka di rumah sakit.


"Kamu bisa menahannya Honey..?" tanya Andreu sudah panik namun amira menggelengkan kepalanya.


"Tidak Hubby ini sudah sakit sekali." Ucap amira menahan sakit perutnya.


"Sayang tarik napas kamu lalu perlahan keluarkan,lakukan lagi." ucap mommy saat itu berada di dekat amira, dia mengikuti ucapan mommy.


"cepat lajukan mobilnya" perintah Andreu kepada supirnya. Belasan menit kemudian mereka sampai di rumah sakit,dimana Dona dan Elisa sudah menunngu kedatangan Andreu dan amira. Mereka lansung membawa Amira menuju ruangannya. Sampainya disana andreu perlahan meletakan tubuh istrinya diatas tempat tidur.


"Tuan Saya periksa istri anda dulu." jelas dokter Dona lalu mengecek keseluruhan kesiapan amira akan melahirkan.


"Dokter Riska kita siapkan ruang persalinan,Nyonya sudah pembukaan kedelapan." jelas Dokter dona lalu di bantu suster,Andreu selalu di dekat istrinya dengan tangannya tidak di lepas dari tangan istrinya. Mereka kini menuju ruang bersalin.


"Mommy doakan semoga lancar ya." cup...Mommy mencium kening menantunya lalu beralih ke andreu.


"Tenangkan dirimu sayang,istrimu akan baik baik saja." ucap mommy.


Di luar mommy mondar mandir, bersamaan dengan itu tidak lama Daddy Jhon dan Dio datang bersamaan.


"Mommy " panggil daddy sedangkan mommy lansung memeluk tubuh Daddy.


"Menantu kita mau melahirkan dadd." ucap mommy.


"Kita berdoa saja semoga lancar semuanya" ucap daddy.


"Tenang saja om Tante,amira dan anaknya pasti akan baik baik saja." ucap Dio menenangkan mommy dan Daddy jhon.


Di dalam ruangan, amira sedang berjuangan untuk melahirkan anaknya,

__ADS_1


berapa kali dia mengejan ahkirnya terdengarlah suara tangisan bayi gembul yang sangat kuat,seketika itu Andreu lansung menangis.


"Honey anak kita." cup... Andreu lansung mencium kening istrinya dengan sangat bahagia sekali dia rasakan.


"Terimakasih Honey..." Tangis bahagia andreu tidak terbendung,dia tidak perduli penampilannya acak acakan dan bahkan tangannya habis terkena cakaran istrinya.


Saat ini mereka sedang membersihkan bayi gembul andreu,sebagian dari mereka sedang menangani amira.


berapa belas menit kemudian Baru mereka menyelesaikannya. Dokter Dona lansung meletakan bayi Gembul itu di dekat amira dan andreu.


"Bayinya sehat ya Tuan" ucap Dokter Dona.


Amira benar benar bahagia melihat kehadiran anaknya begitu juga dengan andreu.


"Tuan muda Sekarang kita pindahkan Nyonya dulu keruangan perawatan." Ucap Dokter Dona, mendengar itu andreu lansung menganggukan kepalanya. Mereka sedang mempersiapkan memindahkan Amira dan anaknya keruangan perawatan.


Di luar Mommy dan lainnya sedang menunggu amira keluar,tidak lama pintu ruangan bersalin terbuka membuat Daddy,mommy,Dio dan keluarga amira yang belum lama datang melihat kearah andreu dan amira keluar.


"Ami..." panggil keluarganya.


"Kami pindahkan dulu ya Tuan nyonya, nyonya amira keruangan perawatan nanti disana kalian bisa menengoknya." jelas Dokter Dona sedangkan Dokter Elisa sedang menggendong bayi gembul Andreu.


Elisa ikut masuk kedalam untuk melihat jalannya persalinan amira,dia tidak ikut menangani amira tetapi dia yang mengurus lansung saat bayinya amira keluar.


"Aa.. gembulnya cucu oma" ucap mommy tarisa,Begitu juga keluarga amira.


"Ia..sehat sekali ponakan bibik." ucap Hesti.


mereka berjalan mengikuti amira menuju ruangannya. Sampainya disana mereka semua lansung mengucapkan selamat kepada andreu dan amira atas kelahiran putra pertama mereka.


mengenai Geril,Dio dan nathan. Istri mereka saat ini sedang hamil bersamaan.kehamilan Mita saat ini baru menginjak Empat bulan setelah melakukan pengecekan kesehatan rutin barulah mita bisa hamil,sedangkan Elisa dan maora sudah memasuki lima bulan kehamilannya.

__ADS_1



Hay teman-teman semua terimakasih sudah mampir di novelku ini, ceritanya Ahkirnya sampai Ending juga ya.🙏🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2